Inventing A Millionaire - Bab 279 Bertemu.

Orang palsu itu berbalik dan meliriknya dengan ekspresi wajah penuh ketidakpedulian: "Sudah kukatakan, aku sangat sibuk, jika aku mendengar kamu membuat keributan seperti itu lagi, aku akan segera menelepon ayahmu untuk membatalkan pernikahan kita, segera pergi dari sini!"

Bagaimanapun, dia tidak lagi peduli dengan reaksi Zila Tang, dia langsung masuk ke kamar dan menutup pintu.

Tidak ada jawaban. Pintu yang tertutup menimbulkan suasana sunyi dan pengawal berbaju hitam itu begitu saja mendorong Zila Tang keluar dari sana.

Dia tidak tahu apakah mereka yang mengeluarkan tenaga terlalu besar, atau langkah Zila Tang yang goyah, sehingga wanita itu tersandung dan terduduk di atas tanah.

Dia terlihat hampa, sedih, dan tersakiti, untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun ini, dia mengalami kesedihan seperti itu, dan hal ini sebabkan oleh tunangan tercintanya.

Begitu banyak orang di sekitar sana melihatnya, betapa memalukannya dirinya?

Seseorang dari Keluarga Huo bergegas untuk membantunya, bahkan jika Zila Tang tidak bisa menjadi istri Robert Huo, dia akan tetap menjadi permata Tang's Corp, jika terdengar oleh orang-orang bahwa Zila Tang di aniaya seperti ini, takutnya hal ini akan menimbulkan masalah.

"Nona Tang, jangan terlalu bersedih, dia mungkin sibuk akhir-akhir ini, jadi kamu harus panjang sabar. Kamu bisa menunggunya sampai dia selesai bekerja, lalu datang lagi kesini."

Bujukan orang itu tidak membuat hati Zila Tang merasa lebih baik.

Dia melihat ke pintu yang tertutup itu, firasatnya mengatakan mungkin mulai dari hari ini, dia akan sulit untuk bertemu dengan pria itu.

Hal ini membuat Zila Tang semakin panik dan merasa lebih sedih.

Dia baru saja mengalami hal yang berbahaya, jadi dia membutuhkan seseorang untuk menghibur dirinya, tetapi orang yang paling ingin dia temui memperlakukannya dengan sangat kasar dan tidak peduli padanya.

Mengapa dia melakukan hal ini?

Apakah dia telah melakukan suatu kesalahan?

Zila Tang tidak percaya bahwa dia sangat sibuk, karena perasaan pria itu menjauhinya dapat dirasakannya dengan sangat jelas. Pria itu hanya tidak ingin melihat dirinya, bahkan mungkin saja dia memang memiliki pemikiran untuk membatalkan pernikahan mereka.

Semakin dia memikirkannya, Zila Tang semakin merasa sedih.

Dari kecil hingga saat ini, dia hampir menganggap dirinya adalah milik Keluarga Huo. Dan sekarang, dia tiba-tiba tahu. Dia sama sekali bukan milik Keluarga Huo.

Bahkan sepatah kata dari pria itu saja, dapat membuatnya tidak akan bisa memasuki pintu gerbang rumah ini lagi

Kekasih masa kecil dan tunangannya, semuanya hanyalah khayalan.

Dia mendorong orang yang membantunya berdiri, melihat tanda memar di lututnya, samar-samar terlihat luka yang tergores mengeluarkan darah, wajah Zila Tang terlihat kusam, dia berjalan keluar dari rumah itu dengan putus asa.

Anggota Keluarga Huo yang lain merasa ragu-ragu sejenak, tetapi pada akhirnya mereka tidak melangkah maju untuk menghalanginya.

Karena mereka sendiri juga mengetahuinya, sia-sia saja mereka membujuknya.

Orang-orang itu menoleh dan melirik ke rumah Tuan Muda mereka itu. Banyak yang ingin mereka katakan, tetapi tidak ada yang berani mengatakannya.

Dia adalah Bintang Harapan Keluarga Huo, bahkan jika mereka tahu bahwa pria itu tidak melakukan hal yang benar, tapi siapa yang berani menegurnya?

Untuk zaman sekarang saat jarang orang mau membahayakan nyawanya demi hal yang seperti ini, dengan begitu banyak keuntungan yang terjerat, siapa yang bersedia membayarnya.

Zila Tang menikahi Robert Huo memang untuk membawa keuntungan bagi Keluarga Huo, tapi itu juga keuntungan bagi keluarga secara keseluruhan, bukan hanya satu individu saja.

karena itu. Orang pintar tidak akan mau mengambil risiko menyinggung perasaan orang yang paling berkuasa dalam keluarganya untuk wanita ini yang bahkan tidak yakin apakah dia masih bisa menikah dengan anggota Keluarga Huo itu.

Pada akhirnya, orang-orang itu bubar di bawah pengawasan para pengawal berbaju hitam itu.

Halaman yang barusan masih berisik, dengan cepat menjadi tenang.

Di perusahaan cabang Keluarga Ji, Robert Huo tidak menunda pekerjaannya karena suasana aneh antara Nova Ji dan dirinya, hal-hal yang harus diatur tetap di aturnya dengan tertib.

Meskipun dia hanya seorang asisten GM, nyatanya, semua orang di perusahaan sekarang tahu bahwa dia adalah seorang yang memiliki kemampuan luar biasa.

Terkadang kekuasaan tidak bergantung pada posisimu, tetapi pada siapa yang kamu kenal dan dengan siapa kamu dapat berbicara.

Pada dasarnya semua orang di perusahaan telah mendengar tentang hubungan antara Robert Huo dan Yacob Zhao. Ketika Colin Ji datang untuk mengirim uang untuk meminta bantuan atas nama markas Keluarga Ji, orang-orang besar melihatnya.

Oleh karena itu, tidak peduli ke departemen mana Robert Huo pergi. Orang-orang di departemen itu, dari direktur hingga karyawan biasa, memperlakukannya dengan standar tertinggi, berbicara dengan begitu ramah padanya, bahkan bersikap sangat hormat seperti aturan pada umumnya.

Robert Huo sudah terbiasa dengan hal ini. Ada begitu banyak pujian untuk dirinya dulu daripada yang sekarang, jadi mengapa dia bisa tergerak karena hal kecil ini.

Setelah dia mengubah sistem manajemen perusahaan, efisiensi setiap departemen juga meningkat pesat.

Setelah pengaturan perencanaan kerja dengan benar, Robert Huo ingin pergi ke Departemen Logistik untuk melihatnya.

Meskipun logistik adalah bagian yang paling tidak mencolok dan paling tidak menguntungkan dari seluruh perusahaan, tapi di mata Robert Huo, itu adalah departemen yang sangat penting.

Tidak peduli saat sebuah perusahaan melakukan perjalanan bisnis, keluar untuk pemasaran, atau untuk menyambut tamu, hal itu membutuhkan ikut campur staf logistik.

Jika logistik dilakukan dengan baik maka efisiensi kerja bisa ditingkatkan minimal 20%, jika logistik tidak dilakukan dengan baik seluruh aktivitas akan hancur, itu hal yang wajar.

Pada saat ini, ponselnya berdering, dia mengambil ponsel dan meliriknya, Robert Huo tersenyum.

Setelah terhubung, ada suara yang sedikit bersemangat berkaya: "Guru, aku berada di kota saat ini, di mana dirimu sekarang?"

Saat ini, Timmy Wang adalah satu-satunya orang yang dapat memanggil Robert Huo dengan sebutan guru.

Setelah serangan pasar saham terakhir terhadap Andreas Wang, Robert Huo berjanji akan bertemu dengan Timmy Wang lagi.

Di mata banyak orang, Timmy Wang hanyalah seorang yang memiliki modal panas sebesar beberapa miliar tunai, tetapi di mata Robert Huo, anak ini adalah anak peluru yang luar biasa.

Selama dia bisa menggunakannya dengan baik, dia bisa membunuh seseorang dengan satu tembakan!

Terlebih lagi, kemampuan Timmy Wang yang hanya dalam beberapa tahun saja sudah bisa mendapat keberhasilan yang seperti ini, hal ini membuktikan kemampuan pribadinya.

Untuk seseorang yang memiliki bakat, Robert Huo tidak pernah menolak orang seperti itu.

Selain itu, apa yang harus dia lakukan sekarang adalah melawan Keluarga Huo, jadi secara alami semakin banyak orang berbakat yang dia miliki, maka akan semakin baik.

"Ada Sixth Road Tea House di jalan Huichang, mari kita duduk di sana nanti, aku akan sampai di sana sekitar setengah jam lagi," kata Robert Huo.

"Baiklah! Aku akan segera kesana!" Kata Timmy Wang dengan gembira.

Setelah menutup telepon, Robert Huo tidak jadi pergi ke Departemen Logistik lagi, melainkan pergi ke bagian administrasi. Dia mengatakan pada mereka bahwa dirinya akan keluar. Jika CEO Ji ada perintah nanti, telepon saja ke dia.

Orang-orang di departemen administrasi secara otomatis setuju dan mengantar Robert Huo keluar dengan sopan.

Begitu meninggalkan perusahaan, Robert Huo langsung menuju ke Sixth Road Tea House.

Robert Huo menemukan kedai teh ini secara tidak sengaja, dia merasa dekorasinya cukup bagus, dia sempat berpikir untuk mencari waktu, datang kesana dan mencobanya.

Meskipun dengan hartanya saat ini, membeli teh dengan harga beberapa ribu hingga beberapa puluh ribu RMB setengah kilo bukanlah hal yang besar, tapi menum teh di rumah. Dengan minum teh di rumah teh, memiliki dua rasa yang berbeda.

Melakukan hal yang paling pas di lingkungan yang paling tepat, itulah yang di sebut dengan suasana.

Suasana sangat penting!

Dia memarkirkan mobil di pintu masuk rumah teh, Robert Huo berjalan masuk. Sekilas, dia melihat Timmy Wang terduduk di pojok.

Sudah beberapa tahun tidak bertemu, waktu itu dia hanya orang yang selalu mengikuti di bokongnya, seperti anak bayi yang penasaran, sekarang dia sudah tumbuh dewasa. Hari ini dia mengenakan jas, memakai dasi, rambutnya terlihat rapi, dia terlihat seperti pria yang sudah sukses.

Hanya saja dia memiliki penampilan yang tampan, wajahnya lebih terlihat seperti seorang pelajar.

Robert Huo berjalan mendekat, duduk di depan Timmy Wang, memandang cangkir teh pendek di depannya, dan berkata, "Sudah berapa lama kamu berada di sini?"

Timmy Wang masih melihat tamu yang tidak diundangnya ini, tapi begitu dia mendengar suara ini, dia tiba-tiba terlihat heran: "Apakah kamu?"

Dia telah bertemu Robert Huo dan tahu seperti apa rupa gurunya itu, tetapi sekarang Robert Huo benar-benar berbeda dari sebelumnya.

Untungnya suara itu masih sama dengan yang ada di telepon. Jika tidak, Timmy Wang tidak akan percaya sama sekali.

Tetapi meskipun suaranya sama seperti di telepon, tapi ini berbeda dari sebelumnya.

Kecurigaan dan perasaan menyelidik terungkap di pandangan mata Timmy Wang.

“Jangan terlalu banyak berpikir, ada beberapa hal yang tidak bisa ku beritahukan padamu sekarang, tetapi aku masih ingat dulu ketika kamu menjatuhkan ponselmu ke dalam lubang wc, kemudian kamu menjawab telepon pelanggan sebelum menbersihkan ponselmu.” Robert Huo tersenyum.

Tubuh Timmy Wang bergetar saat dia mendengarnya, kemudian semua keraguan di matanya lenyap, di digantikan oleh ekspresi senang.

Apa yang dikatakan Robert Huo adalah apa yang terjadi saat keduanya bertemu untuk pertama kalinya.

Saat itu, Timmy Wang masih dalam bisnis kecil jual beli, suatu hari ketika dia pergi ke kamar mandi, seorang pelanggan menelepon. Dia buru-buru mengangkat ponsel tersebut dari celananya, tapi tidak sengaja dia menjatuhkan ponselnya ke lubang wc.

Timmy Wang mengeluarkan telepon dari kotoran dengan panik, mengabaikan kotoran yang menempel itu, dia langsung menjawab teleponnya.

Justru karena kejadian inilah Robert Huo berpikir bahwa dia pantas dan untuk di berikan kesempatan.

Dan peristiwa ini adalah rahasia kecil di antara mereka berdua. Lagi pula, sedikit memalukan untuk membicarakan hal ini. Selain mereka, tidak ada yang tahu bahwa Timmy Wang, yang terkenal di dunia orang yang memiliki modal panas, mengalami kejadian yang begitu menarik.

Novel Terkait

Si Menantu Buta

Si Menantu Buta

Deddy
Menantu
2 tahun yang lalu
Husband Deeply Love

Husband Deeply Love

Naomi
Pernikahan
2 tahun yang lalu
Cinta Yang Dalam

Cinta Yang Dalam

Kim Yongyi
Pernikahan
2 tahun yang lalu
Anak Sultan Super

Anak Sultan Super

Tristan Xu
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Eternal Love

Eternal Love

Regina Wang
CEO
2 tahun yang lalu
Meet By Chance

Meet By Chance

Lena Tan
Percintaan
2 tahun yang lalu
Uangku Ya Milikku

Uangku Ya Milikku

Raditya Dika
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu
Cinta Pada Istri Urakan

Cinta Pada Istri Urakan

Laras dan Gavin
Percintaan
2 tahun yang lalu