Inventing A Millionaire - Bab 133 Tidak Bisa Menjadi Teman

Setelah itu, Robert menyuruh Seamus pulang sendiri, dia akan pergi menjemput Gaby bersama Natalie menggunakan mobil Jack.

Seamus melirik kearah Jack dan menatapi Robert lagi, "Yakin?"

"Yakin." Robert mengangukkan kepalanya.

Seamus mengiyakan, dia tidak banyak berkata lagi, dia memutarkan badannya dan naik kemobil, dia lalu menurunkan jendela mobil sambil berkata kepada Jack, "Lain kali sparing dulu."

Jack meliriknya, "Tidak tertarik."

Seamus lalu menutup jendela mobil dan pergi.

Robert lalu mengandeng Natalie kesamping mobil, dia membuka pintu mobil dan menyuruhnya masuk dulu.

Jack terus berdiri disamping tempat duduk kemudi, dia tidak naik kemobil dan hanya terus melirik Robert saja.

Tatapannya terus saja ragu-ragu, seolah dia sedang melakukan sebuah keputusan yang susah saja.

Robert setelah menutup pintu mobil untuk Natalie, dia juga tidak menatapi Jack, dia hanya berkata, "Kamu sebaiknya pikirkan dengan baik, menjadi musuhku akan jauh lebih ribet daripada menjadi temanku."

"Kita tidak bisa menjadi teman, aku juga tidak ingin menjadi temanmu." Kata Jack dengan teanng, "Aku hanya ingin tahu siapa yang memberitahumu nama itu? Sebanyak apa yang kamu tahu? Siapa lagi yang tahu akan itu?"

"Jika aku bilang hanya aku saja yang tahu, apakah kamu akan membunuhku?" Tanya balik Robert.

Jack terus meragukan ini, ketika Seamus pergi, dia sebenarnya ingin sekali langsung membunuh Robert dan Natalie, untuk menyelesaikan semua masalah.

Namun dia tidak berani melakukan itu, karena dia tidak tahu ada siapa lagi yang mengetahui hal ini.

Sekalipun ingin membunuhnya, dia juga harus mencari tahu semuanya dulu!

"Kehidupan tenang yang begitu lama apakah kurang baik? Mengapa harus mengulangi jalan lama itu lagi? lupakan masa lalu barulah bisa mendapatkan kehidupan baru." kata Robert.

Jack tercengang, alasan lain dia ragu-ragu adalah karena kehidupan sekarang lumayan enak.

Sekalipun dipecat oleh Thiago, lalu kenapa? sesuai kemampuannya, tidaklah susah untuk mencari pekerjaan, ada banyak bos besar yang ingin mempekerjakannya dengan gaji tinggi.

Orang yang kehidupannya semakin bagus, semakin tidak ingin pula dia merubah kehidupannya.

"Untuk mencegah kedepannya terjadi lagi hal seperti itu, aku harap kamu bisa tinggal untuk melindunginya, mereka tidak ada apa-apa maka tidak akan ada orang yang membocorkan rahasiamu." kata Robert.

Jack menyipitkan matanya dan menatapinya, "Kamu sedang mengancamku?"

"Kamu boleh mengartikannya sebagai undangan." kata Robert, "Satu-satunya yang aku suka darimu hanyalah kemampuan tempurmu, itu saja, terhadap orang yang hanya punya satu kemampuan saja, aku tidak tertarik untuk mengancamnya."

Seusai berkata, Robert masuk kedalam mobil ditempat duduk depan disamping tempat kemudi, setelah naik keatas mobil, dia berkata kepada Jack yang masih berdiri, "Kamu punya banyak waktu untuk mempertimbangkannya, tapi putriku mungkin sudah panik menunggunya."

Jack memutarkan kepalanya dan menatapinya, setelah 10 detik kemudian, barulah dia membuka pintu dan masuk kemobil.

Jika supirnya adalah Seamus, Natalie pasti akan banyak berbicara dengan penolongnya untuk menunjukkan kehormatan baginya.

Namun sekarang supirnya adalah Jack yang bagaikan adalaha patung, setelah berbincang beberapa kata, perbincangan terasa semakin canggung, Natalie lalu berhenti bicara.

Dan dengan begini, perlahan mobil menyetir hingga ketoko buah Ardi.

Setelah promosi beberapa hari ini, toko buah sekarang lumayan ramai, beberapa hari lagi jumlah pelanggan sudah nyaris ribuan.

Sekarang Ardi sampai pegal menerima uang, dia terus tertawa, bahkan dagunya hampir lepas.

Ketika Robert turun dari mobil dan melihat Gaby tengah berlari-lari didalam toko, dan mengambilkan kantong untuk pelanggan, dan juga membantu Cornelia menyapu lantai juga.

dan juga membantu menjelaskan kepada pelanggan bahwa buah mana yang paling enak.

Tentu saja yang dia perkenalkan semuanya adalah jenis buah yang dia suka.

Gadis cilik ini sepertinya gemar berbisnis, ucapannya jelas dan mulutnya manis, ada banyak pelanggan yang karena adanya dia sekalipun tidak ingin membeli buah, tetaplah terakhir memilih beberapa buah.

Setiap bisnis yang berhasil, Gaby akan senang hingga melompat-lompat, seolah melakukan sesuatu yang sangatlah bermakna besar.

Dan para pelanggan ketika melihat tampangnya semuanya juga merasa senang.

Robert tersenyum ketika melihat didepan pintu, tidak disangka putrinya ini lebih punya bakat berbisnis dibandingkan dengan ibunya.

Gaby jeli, ketika melihat Robert, dia langsung meletakkan buah ditangannya dan sambil memanggil ayah sambil berlari kearah luar.

Diluar sana ada tangga, Robert takut dia terjatuh, dia bergegas maju kedepan dan berjongok didepan tangga sambil melapangkan kedua tangannya.

Beberapa pelanggan itu berbalik badan dan sebelum mereka bertanya, Cornelia langsung menjelaskan, "Ini adalah menantuku, buffet buah dan lainnya semuanya dibuat olehnya, otak anak muda memang hebat, kami berdua orang yang tua tidak mampu memikirkan begituan."

Ekspresinya tersenyum sambil sedikit pamer, para pelanggan juga sangatlah baik dan mengiyakan, "Kalau begitu menantumu lumayan hebat juga."

Ardi menghempaskan nafasnya, "Tidak ada heabt-hebatnya, hanya saja kebetulan saja, dan membuat dua acara, jika bukan karena dia menjadi asisten manager dari General Manager perusahaan cabang keluarga Ji, aku tidak akan menikahkan putriku kepadanya."

Hanya melakukan kedua acara begituan saja memang tidak banyak orang yang merasa hebat, bagaimanapun juga event sejenisnya memang jarang dilihat disini namun mereka juga pernah melihatnya di internet.

Namun sebagai asisten manager dari General Manager perusahaan, jabatan ini sepertinya lumayan hebat.

Seorang pelanggan yang usianya nyaris seperti Ardi berkata dengan iri, "Menantumu ini hebat, muda dan berkarya, sungguh jauh lebih hebat daripada yang dicari oleh putriku."

"Iya tuh, begitu muda sudah menjadi asisten manager dari general manager, nanti kedepannya bahkan mungkin bisa menjadi general manager saja."

"Mau jadi apa jika hanya General manager saja, menurutku anak ini akan pasti akan membuka perusahaan sendiri dan menjadi bos besar!"

Beberapa pelanggan itu terus berdiskusi, Ardi semakin tersenyum lebar ketika mendengarkannya.

Tadi nada bicaranya sepertinya kurang puas, sebenarnya semua orang mengerti bahwa dia juga sedang pamer.

Bahkan Cornelia saja juga melototnya karena merasa lucu, jika ingin puji tinggal puji saja, mengapa masih harus menutup-nutupi!

"Ayah, ibu, kami datang menjemput Gaby pulang." Natalie berdiri didepan pintu.

"Sudah datang yasudah makan bersama dulu baru pualng, jika tidak aku telepon Eugene untuk membawa pulang beberapa masakan yang kamu suka, bocah ini sering menyibukkan masalah e-commerce, sering pulang subuh, dia sering tidak kelihatan orangnya." Kata Cornelia menyalahkan.

"Toko dia itu dibantu khusus oleh Direktur Huang dari pabrik, dia tengah mau menghasilkan sesuatu yang hebat, jangan menggangu dia dulu, Gaby besok masih harus sekolah, toko juga begitu sibuk, kita tidak tinggal disini untuk menambah masalah lagi, tunggu saja nanti akhir pekan saja." Kata Natalie.

Sebenarnya dia sangatlah ingin menemani orang tuanya untuk makan bersama dan mengobrol, namun tadi dia baru saja menangis, dia juga takut ketahuan.

Meskipun tindakan yang dilakukan Thiago tidak menimbulkan masalah besar, namun lumayan menakutkan jika dibicarakan.

Natalie adalah seorang wanita yang berbakti, dia tidak berharap orang tuanya khawatir karena urusan dirinya.

Didalam toko memang sangatlah sibuk, ditambah lagi Natalie menjadikan anaknya sebagai sebuah alasan, Cornelia juga tidaklah memaksa.

Disaat mobil akan pergi, Ardi memanggilnya.

Sang mertua membawakan sekotak buah dan ketika melihat Jack, dan menganggukkan kepalanya, dia lalu meletakkan buah didalam mobil dan sambil berkata, "Aku dengar dari Gaby, rumahnya sudah dibeli?"

"Iya, tiga kamar, setelah selesai didekorasi, kamu dan ibu juga boleh datang tinggal disana."

"Kami berdua punya rumah, untuk apa tinggal ditempat kamu." Ardi berkata sedikit ganas seperti biasanya, dia lalu merasa nada bicaranya kurang baik, barulah dia merendahkan nada bicaranya, "Kerjalah dengan baik nanti, jangan membuatku malu!"

Meskipun perkataannya tidak enak didengar, namun Robert tetaplah mengerti maksud lain darinya, masalah dulu sudah leawt, asalkan kedepannya tidak mengulang kesalahannya lagi anggap saja semuanya tidak pernah terjadi.

Robert semakin tersenyum lebar, dia berkata, "Tenang saja, kedepannya hanya akan semakin bagus saja."

"Membual saja kamu!" Ardi menghempaskan nafasnya, dan berbalik berkata kepada Natalie, "Nanti jika uang dekorasi kurang, tinggal bilang saja padaku saja, jangan bertemu masalah dan simpan dihati, kamu menggangap aku dan ibumu adalah orang luar?"

"Tidak, kami sebenarnya lumayan baik......." Kata Natalie.

"Sudahalah, terus saja berkata seperti begini, pergilah, pulanglah dan mandi lalu istirahatlah." Ardi mundur dan menutup pintu mobil.

Mereka sekeluarga saling melambaikan tangan dan pergi.

Waktu itu ketika Robert pergi, Ardi masih berpura-pura tidak datang mengantarkannya pergi, kali ini dia berdiri disana dengan tulus dan menatapi mobilnya pergi.

Setelah sejenak kemudian, hingga mobil menghilang barulah diwajah Ardi terlihat senyuman, "Bocah ini ......"

Perlakuan Robert belakangan ini memang membuat orang kaget, berbakat dibidang bisnis, dan pekerjaannya naik dan gajinya tambah, bahkan sebentar saja rumah baru saja juga sudah dibelinya.

Meskipun belinya di kawasan barat laut, dan Ardi bukanlah terlalu puas, namun itu juga jauh lebih baik daripada tinggal dirumah jelek itu.

Imagenya terhadap menantunya ini akhirnya berubah.

Novel Terkait

Chasing Your Heart

Chasing Your Heart

Yany
Dikasihi
2 tahun yang lalu
Cantik Terlihat Jelek

Cantik Terlihat Jelek

Sherin
Dikasihi
2 tahun yang lalu
My Lifetime

My Lifetime

Devina
Percintaan
2 tahun yang lalu
The Revival of the King

The Revival of the King

Shinta
Peperangan
2 tahun yang lalu
Balas Dendam Malah Cinta

Balas Dendam Malah Cinta

Sweeties
Motivasi
3 tahun yang lalu
Cinta Di Balik Awan

Cinta Di Balik Awan

Kelly
Menjadi Kaya
2 tahun yang lalu
Siswi Yang Lembut

Siswi Yang Lembut

Purn. Kenzi Kusyadi
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu
Harmless Lie

Harmless Lie

Baige
CEO
3 tahun yang lalu