Inventing A Millionaire - Bab 38 Menyulitkan

"Hmm, benar......" Robert Huo tetap bertanggapan tidak jelas.

Natalie Ning tidak membahasnya lagi, hanya menempelkan tubuhnya dengan semakin erat pada sang pria, seakan-akan ingin menggunakan cara seperti ini untuk berkata pada suaminya, bahwa dirinya tidak merasa risi.

Ini telah mencelakai Robert Huo, sentuhan dari belakang begitu nyata, membuatnya mampu merasakan sentuhan dari setiap inci kulit dengan jelas. Hidungnya samar-samar mampu mengendus aroma tubuhnya Natalie Ning, ini merupakan aroma shampo yang sering digunakannya. aromanya tidak pekat, tapi memiliki aura yang memikat.

Malam ini, Robert Huo nyaris mencubit pahanya sampai bengkak, kalau tidak merasakan kesakitan yang luar biasa, dia takut dirinya bakalan tak tahan, dan menggarap Natalie Ning yang masih tidak mengetahui apa-apa.

Keesokan harinya saat bangun, semangat Natalie Ning sangat penuh, jarang-jarang dia bisa tidur dengan sangat lelap. Semangatnya sangat sempurna.

Sedangkan Robert Huo terlihat kurang bersemangat, membuat Natalie Ning menanyakannya: "Kenapa terlihat kurang bersemangat, sakit?"

"Tidak, mungkin telah terlalu menguras otak. Nanti akan membaik dengan istirahat baik-baik setelah tidak sibuk lagi." Robert Huo menanggapinya sambil menguap.

"Jaga kesehatanmu, kalau benar-benar tidak tahan, tidak perlu pergi ke tempat Eugene lagi." Natalie Ning berkata dengan penuh perhatian.

"Tidak masalah, aku tahu batasan terhadap kesehatanku, jangan khawatir. Pergi antarlah Gaby masuk sekolah, aku langsung pergi masuk kerja." Robert Huo berkata.

"Pergilah." Natalie Ning melambaikan tangan terhadapnya, Gaby juga berpamitan terhadapnya dengan sopan.

Setelah meninggalkan rumah, dia memalingkan kepala melihat Natalie Ning yang masih berdiri di depan pintu mengantar kepergiannya, suasana hati Robert Huo bercampur aduk.

Di satu sisi dia sangat bersyukur istrinya Shawn Li adalah seorang wanita yang begitu lembut dan baik hati, di saat bersamaan juga merasa pusing terhadap bagaimana caranya menghadapi Natalie Ning ke depannya.

Melihat dari tindakan Natalie Ning semalam, dia adalah seorang wanita yang sangat mudah bergantung pada suami.

Semakin berhasilnya dia, sang wanita akan menempel semakin dekat, apanya yang mesra atau tidak, bukankah masalah seperti ini sangatlah wajar bagi suami istri?

Di mata Natalie Ning, kalau pun benar-benar terjadi sesuatu, dia akan menganggap ini wajar-wajar saja. Malahan akan terasa aneh jika tidak terjadi.

Tapi bagaimana dengan Robert Huo......

Apakah benar-benar harus menggantikan Shawn Li dan menumbangkan Natalie Ning?

Meskipun masalah ini terasa sedikit merangsang, tapi setelah mendinginkan kepala, Robert Huo tetap merasa dirinya tidak boleh terlalu buas.

Setidaknya sebelum berhasil menangani hambatan psikologi, dia tidak boleh membuat gairahnya menenggelamkan akal sehat!

Dia menekan masalah ini dengan paksa dalam lautan pikirannya, Robert Huo menaiki taxi pergi ke perusahaan.

Ruang kantornya tetap berada di sudut ruangan rapat, saat memasuki perusahaan hari ini, semua orang yang bertemu dengannya terlihat tak mampu menahan tawa.

Terlihat jelas, asisten GM baru yang bekerja di ruang rapat telah menjadi salah satu bahan tertawaan terkini dalam perusahaan.

Robert Huo yang telah memberikan hiburan bagi orang lain tidak terpengaruh karena hal ini.

Dia pergi ke ruang rapat dan menyalakan komputer dengan tenang, mencari data-data yang diperlukannya dengan tenang.

Dalam selang waktu kerjanya, Nova Ji datang melihatnya, bertanya kapan jalan keluarnya ada.

Robert Huo kurang lebih telah selesai mencari data, hanya tinggal menyimpulkannya, lalu sudah boleh mulai merancang rencana yang lengkap.

Nova Ji sangat panik terhadap masalah ini, karena Departemen Keuangan perusahaan telah menghubunginya. Colin Ji sendirilah yang menanyakannya, kenapa ada 60% piutang yang belum diterima.

Biasanya, terlambat menerima pembayaran selama satu kuartal bukanlah masalah besar.

Dulu Charles Ji terkadang terlambat menagihnya selama setengah tahun, dan Colin Ji tidak pernah mengkritiknya. Sekarang sehari setelah Charles Ji baru saja melemparkan cacatan hutang ini padanya, sang pria malah begitu tak sabarannya datang menginterogasikannya.

Menurut aturan perusahaan, akhir tahun sudah seharusnya selesai menagih seluruh hutang yang ada, makanya desakan Colin Ji tidak termasuk melanggar aturan.

Jelas-jelas tahu ini adalah tindakan untuk menjebaknya, tapi Nova Ji hanya bisa menerimanya dengan pasrah, kecuali kalau dia tidak ingin bekerja lagi.

Saat tiba jam 5, Nova Ji kembali datang ke ruang rapat, sebelum dia sempat berkata, Robert Huo sudah duluan bersuara: "Kebetulan kamu datang, rencananya baru saja selesai, coba lihat garis besarnya, lalu kita bahas lagi perbaikannya secara mendetail."

"Secepat itu?" Nova Ji merasa heran sambil berjalan ke depan layar komputer dengan tak sabaran, ingin melihat Robert Huo sebenarnya telah merancang rencana penanganan seperti apa untuknya.

Hanya dengan melihat beberapa kalimat yang pendek, Nova Ji melongo.

Dia spontan melihat Robert Huo sekilas. Bertanya: "Kamu gila ya?"

"Kalau tidak mengambil resiko, bagaimana mungkin bisa meraih keuntungan?" Robert Huo tertawa, lalu berdiri dan berkata: "Kamu jangan panik, duduk dulu dan lihat sampai selesai perlahan-lahan. Aku pergi seduhkan kopi untukmu."

Nova Ji tidak merasa ragu, langsung duduk di depan komputer dan membacanya dengan teliti.

Saat tiba di sepen, Robert Huo mengambil Biji Kopi Blue Mountain, saat baru saja memasukkannya dalam mesin kopi, beberapa pegawai dari Departemen Pemasaran masuk ke dalam.

Mereka saling bertatapan saat melihat Robert Huo, dan tertawa diam-diam.

Robert Huo tidak berniat untuk meladeni mereka, hanya fokus menyeduhkan kopi.

Namun karena Robert Huo tidak memberi tanggapan apapun. Nyali mereka mulai menjadi besar.

Salah satu dari mereka mendekat, menyenggol Robert Huo sebentar, lalu berkata dengan senyuman sinis: "Kawan, ajarilah kita bagaimana caramu bisa memikat GM kita yang cantik?"

"Benar, dari seorang supir menjadi asisten GM, kamu cukup hebat juga." Orang lainnya berkata dengan maksud tersirat.

Beberapa yang lainnya tertawa, penuh dengan penyindiran.

Robert Huo memalingkan kepala melihat mereka sekilas, lalu berkata: "Kalian kelihatannya memiliki banyak waktu luang, pekerjaan sudah selesai?"

"Kenapa, Pak Asisten ingin menguji kami? Aduh, sayangnya kamu hanyalah asisten GM, bukanlah Direktur dari Departemen Pemasaran, juga bukanlah orang di bidang administrasi. Oh iya, kopi ini bukan untuk kamu sendiri bukan, tadi GM sepertinya kembali pergi mencarimu. Tsk tsk, sungguh mesranya, adegan ruang rapat, pintar bermain juga."

Percakapan yang penuh dengan fitnah ini tidak diladeni oleh Robert Huo, dia hanya melihat bet nama yang ada di dada beberapa orang ini, lalu mengalihkan perhatiannya pada mesin kopi.

Setelah kopi selesai diseduh, dia menuangkannya dalam dua cangkir, mengambilnya dan pergi dari sana.

Terdengar suara yang tidak begitu diperkecil dari belakang: "Cih. Benar-benar menganggap dirinya sebagai Asisten GM, pura-pura apaan!"

"Benar, aku dengar-dengar GM kemungkinan besar akan dipecat dalam waktu dekat ini. Kita lihat saja nanti dia bakalan bagaimana."

"Seorang pengikut yang hidup dengan mengandalkan wanita malah sok hebat di depan kita, otak manusia merupakan benda yang bagus, sayangnya dia tidak memilikinya."

Robert Huo tidak menaruh semua ucapan ini ke dalam hati, karena orang dalam perusahaan yang ingin mengatakan hal semacam ini terhadapnya sangat banyak.

Mungkin di mata semua orang, dirinya bisa menduduki posisi sebagai asisten GM karena mengandalkan hubungan pribadinya dengan Nova Ji.

Kalau mereka tidak memiliki hubungan seperti ini, maka dirinya tidak akan memiliki kemampuan seperti ini, makanya berharap bisa mengasimilasi orang lain dengan pikiran jahat dan kotor.

Robert Huo membawakan kopi masuk ke dalam ruang rapat, lalu meletakkan cangkir ke atas meja komputer, melihat Nova Ji terlihat sedang sangat serius, Robert Huo tidak buru-buru menanyakannya.

Sesaat kemudian, Nova Ji mengangkat kepala melihatnya, bertanya: "Kamu yakin ini akan berhasil?"

Robert Huo meletakkan cangkir kopinya, menganggukkan kepala dan berkata: "Persentase keberhasilan sangat besar."

Nova Ji kembali menjadi serius, dia mengangkat cangkir kopi, mencicipinya seteguk. aroma yang pekat menjalar dari mulut sampai ke hati.

Di saat bersamaan ketika meletakkan cangkir kopi, Nova Ji terlihat seakan-akan telah membulatkan tekadnya, berkata: "Kalau begitu lakukanlah seperti itu, tapi masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki."

"Pemahamanku terhadap perusahaan jelas tidak sedalam kamu, selama tidak mengubah kerangkanya secara keseluruhan, kamu ubah sendiri poin-poinnya secara teliti. Aku percaya kamu bisa melakukannya dengan baik." Robert Huo tidak keberatan.

Terlihat jelas, rencana yang diajukan oleh Robert Huo telah memberinya kepercayaan diri yang besar.

Hanya saja Nova Ji tak tertahankan untuk menanyakan sebuah pertanyaan yang pernah ditanyakan: "Kamu benar-benar tidak teringat akan sesuatu?"

"Apa maksudnya?" Robert Huo balik menanyakan dengan kebingungan, ini sudah kedua kalinya Nova Ji menanyakannya pertanyaan yang sama.

"Tidak apa-apa."

Nova Ji tetap menggelengkan kepala sama seperti sebelumnya, membuat semua kecurigaannya kembali ke dalam hati.

Robert Huo menyadari ada suatu rahasia yang disembunyikannya, tapi karena dirinya tidak memberikan sebuah jawaban yang pasti, Nova Ji pun tidak akan mengatakannya dengan mudah.

"Kurang lebih sudah tiba waktunya, pulanglah, aku akan mengubah poin-poinnya sebentar, besok mulai dijalankan secara resmi." Nova Ji bangun dan mencabut USB yang dicolok dalam komputer.

Melihat dia tidak ingin terus membahas topik ini lagi, Robert Huo pun tidak lanjut menanyakannya.

Dia tahu jelas orang seperti Nova Ji kalau tidak ingin mengatakannya, bertanya seberapa kali pun tidak akan berguna.

Novel Terkait

The Great Guy

The Great Guy

Vivi Huang
Perkotaan
2 tahun yang lalu
You're My Savior

You're My Savior

Shella Navi
Cerpen
3 tahun yang lalu
Revenge, I’m Coming!

Revenge, I’m Coming!

Lucy
Percintaan
2 tahun yang lalu
Wanita Yang Terbaik

Wanita Yang Terbaik

Tudi Sakti
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Cinta Setelah Menikah

Cinta Setelah Menikah

Putri
Dikasihi
2 tahun yang lalu
Pernikahan Tak Sempurna

Pernikahan Tak Sempurna

Azalea_
Percintaan
2 tahun yang lalu
Don't say goodbye

Don't say goodbye

Dessy Putri
Percintaan
3 tahun yang lalu
Hello! My 100 Days Wife

Hello! My 100 Days Wife

Gwen
Pernikahan
2 tahun yang lalu