Inventing A Millionaire - Bab 285 Persahabatan

Tanpa berlama-lama, Charles Ji segera meninggalkan teahouse itu dengan marah.

Sebelum pergi, ia menuding Timmy Wang dan hendak mengumpatnya, tapi saat melihat Robert Huo yang duduk di sebelahnya, ia berusaha menahan diri.

Charles Ji merasa Timmy Wang seorang bajingan, masih begitu muda ia berani membuat masalah dengannya?

Hal ini tak ada hubungannya dengannya, kenapa ia ikut campur!

Setelah Charles Ji pergi, Timmy Wang tersenyum mencemooh dan bertanya, “Master, kenapa anda menjadi asisten wakil GM yang payah itu?”

Setelah berpengalaman di bursa saham selama bertahun-tahun, Timmy Wang sangat pandai menilai orang. Orang seperti Charles Ji takkan bisa bertahan di bidang ini, hanya dalam waktu setengah bulan ia pasti telah diperdaya oleh orang lain.

Sedangkan Robert Huo sangatlah hebat di mata Timmy Wang.

Kenapa orang hebat sepertinya menjadi asisten orang payah seperti itu?”

Robert Huo tersenyum dan menjawab, “Aku bukan asistennya, tapi asisten GM Nova Ji.”

“Melihat wakil GM nya sepayah itu, sepertinya GM nya kurang lebih juga seperti itu,” kata Timmy Wang.

Ia bukannya meremehkan Keluarga Ji, ia hanya tak terima Robert Huo diperlakukan seperti ini.

Bagi Timmy Wang, tak ada orang yang berhak menyuruh-nyuruh Robert Huo, kecuali istri dan putrinya.

Jangankan wakil GM perusahaan cabang Ji’s Corp, bahkan Dirut Ji’s Corp pun tak berhak melakukannya.

Mana mungkin mereka berhak menyuruh-nyuruh orang hebat seperti master?

Robert Huo memahami apa yang dipikirkannya dan berkata, “Kemampuan Nova Ji cukup baik, ia hanya perlu sedikit bimbingan, kelak ia akan sangat berguna bagiku.”

Timmy Wang bergumam, ia kurang lebih memahami maksud Robert Huo. Seperti yang telah diduganya, ia tak hanya pasrah menjadi bawahan seseorang, tapi ia memiliki rencana lain.

Begitulah master, sulit ditebak.

“Master, apa yang ingin anda perintahkan padaku?” tanya Timmy Wang.

Robert Huo menjawab, “Banyak sekali, yang terpenting untuk saat ini, aku ingin kau merekrut orang-orang yang berbakat dan membentuk sebuah tim, lalu kau harus berusaha mengumpulkan banyak modal, ada pertarungan sulit yang akan kita hadapi.”

Timmy Wang bertanya dengan penasaran, “Pertarungan sulit? Sesulit apa?”

Robert Huo berpikir sejenak, lalu berkata, “Seperti bertarung 1 lawan 100, bagaimana, apakah kau merasa bisa menang?”

Timmy Wang tertegun, lalu mengangguk dengan penuh semangat, wajahnya tampak girang dan ia berkata, “Bagus! Bagus! Sejak dulu aku sudah merasa bosan dengan pertarungan biasa, aku suka yang menantang seperti ini!”

Sikap Timmy Wang saat ini jauh lebih santai, mendapatkan uang bukan lagi tujuan utamanya. Dengan kata lain, ia tak kekurangan cara untuk mendapatkan uang, selama ia mau, ia pasti bisa mendapatkannya.

Saat ini ia ingin menggapai pencapaian baru, ia ingin menjadi pesohor dalam bursa saham seperti master!

Banyak orang masih bergidik mengingat pencapaian Robert Huo saat itu.

Tak hanya pergi setelah mendapatkan 300 juta, tapi teknik yang digunakannya sungguh tak terduga.

Apa yang paling ditakuti di dunia bisnis?

Bukan orang yang paling kaya, tapi orang yang memiliki strategi yang baik.

Di awal-awal merintis bisnis, yang paling diperlukan adalah mengumpulkan uang, tapi tahap selanjutnya, harus merekrut orang yang memiliki strategi yang bagus.

Maka reputasi Robert Huo saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan Timmy Wang.

Tadi Robert Huo berkata, pertarungan yang akan mereka hadapi seperti pertarungan 1 lawan 100.

Kalimat ini mudah dipahami, nilai aset Timmy Wang saat ini berkisar antara 300-400 juta RMB, pertarungan 1 lawan 100, berarti lawan memiliki aset setidaknya 30 miliar RMB.

Perusahaan yang bisa mencapai nilai aset setinggi ini, pasti tak ada tandingannya dalam bidang apapun.

Agar orang lain tak bisa melacaknya, Timmy Wang memilih untuk memulai dengan perusahaan beraset kecil, dengan nilai sekitar 10 miliar.

Mudah diatur, tapi juga tak mudah untuk diserang.

Perusahaan besar seperti ini pasti memiliki pondasi yang kuat di segala bidang, berusaha menyerang mereka secara langsung sama saja seperti berusaha mencabut bulu dari seekor harimau.

Tapi pertarungan yang menantang seperti inilah yang membuat Timmy Wang merasa bersemangat.

Apa gunanya melawan mereka yang lemah? Selalu menang juga jadi membosankan. Semakin kuat lawannya, semakin menarik pertarungannya.

“Saat ini aku punya beberapa bawahan yang cukup hebat, aku akan membawa mereka menemuimu, oh ya, apakah kau ingin merekrut kembali bawahan-bawahanmu yang dulu?” tanya Timmy Wang.

“Kau masih bisa menghubungi mereka?” tanya Robert Huo dengan terkejut.

Setelah ia meninggalkan bursa, para bawahan-bawahannya selama 2 tahun juga meninggalkan bursa.

Beberapa tahun ini mereka sama sekali tak berkontak, Robert Huo tak tahu bagaimana kabar mereka.

“Tak sulit menghubungi mereka, mereka belum mengganti nomor telepon. Mereka semua menunggu perintahmu,” kata Timmy Wang sambil tersenyum, “Begitu anda memanggil, orang-orang berbakat ini pasti bersedia menjadi bawahanmu.”

“Benarkah, kalau begitu hubungi mereka, ajak mereka bekerja denganmu. Sebelum aku mengontakmu, jangan mengontakku, usahakan orang lain tak tahu aku terlibat dengan kalian,” perintah Robert Huo.

Timmy Wang mengangguk.

Karena mereka akan melawan perusahaan besar dengan nilai aset puluhan miliar bahkan lebih, tentu mereka harus bersikap waspada.

Maksud Robert Huo sangat jelas, ia ingin menggunakan Timmy Wang dan kawan-kawan sebagai pasukan gerilya nya.

Karena mereka adalah pasukan gerilya, orang lain takkan bisa melacak jejak mereka dengan mudah.

Meskipun ia sangat bersemangat menghadapi pertarungan yang akan datang ini, saat memikirkan ia takkan bisa bertemu Robert Huo dalam waktu yang cukup lama, dalam hati Timmy Wang merasa agak sedih.

Melihatnya tampak sedih, Robert Huo tersenyum dan berkata, “Jangan sedih, setelah semua ini selesai, kita akan banyak kesempatan untuk bertemu.”

Timmy Wang hanya menjawab dengan gumaman.

Setelah berbincang sejenak, mereka berdua saling berpamitan dan berpisah.

Sejak awal sampai selesai, Robert Huo tak pernah bertanya apakah Timmy Wang bersedia membantunya atau tidak, dan imbalan apa yang ia inginkan.

Dan Timmy Wang juga sama sekali tak menanyakan siapakah lawannya, kenapa ia bermaksud melakukan hal ini, dan resiko apa yang akan dihadapinya.

Mereka berdua tahu hubungan mereka bukanlah sepasang teman ataupun rekan kerja, melainkan guru dan murid.

Pria yang awalnya gurunya ini, sudah dianggapnya seperti ayah sendiri, dengan begitu, mereka bisa dianggap keluarga.

Karena mereka adalah keluarga, tak perlu terlalu berpanjang lebar.

Cukup sebutkan siapa lawannya, lalu lakukan apa yang harus dilakukan.

Mungkin inilah jenis persahabatan yang paling diimpikan oleh orang, bukan seberapa berharga hadiahnya, melainkan seberapa besar ketulusan dibaliknya.

Setelah berpisah dengan Timmy Wang, Robert Huo menerima telepon dari Nova Ji.

Nova Ji hendak menanyakan masalah listing, Charles Ji tak berani menemui Leonard Gao, ia terlalu malu untuk menemuinya, maka ia hanya bisa mengomel pada Nova Ji.

Bagi Dirut perusahaan manapun, go public adalah hal yang sangat mereka impikan dan harapkan.

Maka setelah mendengar kabar ini, Nova Ji segera menelepon Robert Huo untuk bertanya kenapa hal ini terjadi.

Robert Huo menjelaskannya secara singkat, mendengar Hongda Capital tak bisa dipercaya untuk membantu perusahaan go public, Nova Ji bergumam dan berkata, “Tak apa, aku hanya bertanya, jika kau tak setuju, akan kusuruh Charles Ji membatalkannya.”

Nova Ji sangat menghargai pendapat Robert Huo.

Jika ia tak setuju, sebaiknya jangan.

Jika Charles Ji marah, ia juga tak peduli.

“Tapi memang bukan hal yang mustahil untuk go public, kini aset perusahaan cabang bahkan lebih besar dari perusahaan utama, tapi kita masih harus mempersiapkan dengan lebih matang. Tentu saja selain rintangan-rintangan dalam bursa saham, kita juga harus menghadapi gejolak dalam Keluarga Ji, kau pasti tahu rintangan apa yang akan kau hadapi jika perusahaan cabang ingin berpisah dari perusahaan utama,” kata Robert Huo.

Nova Ji mendengus, awalnya saja ia bahkan tak diijinkan menjadi GM perusahaan cabang itu, apalagi membiarkan perusahaan cabang itu go public secara terpisah.

Begitu masuk listing, ia akan dikontrol oleh bursa, maka kontrol kantor pusat Ji’s Corp terhadap perusahaan cabang akan melemah.

Para keturunan langsung Keluarga Ji pasti tak menginginkan hal ini terjadi, para keturunan luar juga mungkin akan menentang.

Secara garis besar, rintangan dari pihak internal keluarga mungkin akan lebih besar dibandingkan rintangan dari luar, ini perlu dipertimbangkan.

“Setelah pulang nanti, aku akan membuat sebuah rencana dan akan kutunjukkan padamu, agar Charles Ji tak merasa hal ini adalah sebuah kerugian,” kata Robert Huo.

Nova Ji hanya menjawab dengan gumaman, jika Robert Huo berkata ia akan melakukannya, ia pasti akan melakukannya.

Tapi dalam hati, ia masih merasa ragu.

Tadi seseorang dari Departemen Administrasi melaporkan kinerja Robert Huo padanya, ia melakukan seluruh pekerjaan dengan rapi dan tanpa cela.

Kini ia bahkan akan membuatkan rencana listing untuk perusahaan, ini sama sekali tak tampak seperti membalas dendam.

Novel Terkait

Cintaku Pada Presdir

Cintaku Pada Presdir

Ningsi
Romantis
2 tahun yang lalu
Cinta Seumur Hidup Presdir Gu

Cinta Seumur Hidup Presdir Gu

Shuran
Pernikahan
2 tahun yang lalu
Cinta Seorang CEO Arogan

Cinta Seorang CEO Arogan

Medelline
CEO
2 tahun yang lalu
My Cute Wife

My Cute Wife

Dessy
Percintaan
2 tahun yang lalu
Thick Wallet

Thick Wallet

Tessa
Serangan Balik
2 tahun yang lalu
Rahasia Seorang Menantu

Rahasia Seorang Menantu

Mike
Menjadi Kaya
2 tahun yang lalu
Your Ignorance

Your Ignorance

Yaya
Cerpen
3 tahun yang lalu
Perjalanan Selingkuh

Perjalanan Selingkuh

Linda
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu