Inventing A Millionaire - Bab 94 Psikiater.

Adapun aktivitas Koi tersebut juga menarik perhatian banyak orang. Setiap hari, untuk pelanggan yang menang, Cornelia Deng sengaja meminta orang itu untuk berfoto dan berteriak dengan pengeras suara.

Itu tidak hanya memuaskan gengsi para pelanggan, tetapi juga sekaligus mengiklankan tokonya.

Belum lagi, hasilnya sangat bagus, semakin banyak orang yang tertarik untuk datang. Bahkan jika mereka tidak ingin membeli barang disana, mereka tetap ingin menontonnya.

Ciri terpenting orang cina membeli barang adalah apa yang banyak orang lain beli maka itulah yang akan mereka beli, karena dahulu ada sebuah kata iklan, yang sampai sekarang masih di ingat oleh orang-orang.

Artinya, mata orang-orang banyak itu paling tajam.

Karena itu, semakin banyak orang menyaksikan kehebohan itu. Hal ini juga dapat meningkatkan angka penjualan toko secara tidak langsung.

Secara keseluruhan, Robert Huo sekali lagi membuktikan dengan nyata bahwa dia memang ahli dalam berbisnis. Bahkan Ardi Ning yang suka mencari kesalahan orang saja tidak bisa mengatakan apapun.

Kondisi bisnis buah di rumah cukup baik, maka Natalie Ning secara otomatis pasti merasa sangat bahagia, bagaimanapun juga, semua ini karena jasa suaminya.

Semakin banyak buah yang dijual, semakin besar penghargaan untuk suaminya dan semakin baik hubungan antara orang tuanya dengan pria itu.

Sebagai seorang anak perempuan, sebagai seorang istri, bukankah itu yang paling ingin dia lihat?

Jika saat ini ada penyesalan, mungkin itu adalah tubuh suaminya, jadi setelah mengirim Gaby ke toko buah, Natalie Ning bahkan tidak sempat meminum air, dia langsung bergegas ke klinik psikologi bersama Robert Huo.

Klinik Psikologi itu dibuka oleh teman kuliahnya. Saat S1 ia mengambil jurusan manajemen keuangan. Tapi tidak tahu apa yang terjadi. Ia mengambil jurusan Psikologi saat ia S2.

Dari manajemen keuangan hingga psikologi, itu adalah hal itu cukup sulit untuk di lakukan, juga bukan sesuatu yang bisa dilakukan orang biasa begitu saja.

Lagipula temannya ini sepertinya cukup berprestasi dan dengar-dengar dia juga pernah belajar di luar negeri selama beberapa waktu.

Di mata orang awam, belajar di luar negeri mungkin merupakan hal yang luar biasa, jika digambarkan dengan istilah yang lebih mudah dipahami dia itu “Menakjubkan!"

Tapi untuk Robert Huo. Hal ini bukanlah apa-apa.

Sejauh yang dia tahu, banyak anak orang kaya yang bisa belajar di luar negeri, mengatakan bahwa mereka kesana untuk pendidikan selanjutnya, tetapi kenyataannya mereka berbohong. Mereka memanfaatkan perasaan kagum orang terhadap siswa yang pernah belajar di luar negeri untuk mendapatkan keuntungan.

Klinik psikologi terletak di jalan yang tidak terlalu ramai di dalam kota, ia dikelilingi oleh toko buku dan toko pakaian. Dibandingkan dengan pusat kota, tempat ini jauh lebih tenang.

Dari segi pemilihan lokasi saja, hal ini terlihat tidak terlalu buruk.

Setelah turun dari taksi, Natalie Ning membawa Robert Huo ke klinik, begitu masuk, ia menghadap meja yang berada di ruangan dengan besar sekitar 30 meter persegi.

“Ada yang bisa aku bantu?” petugas pelayanan berkata dengan sopan.

Natalie Ning dengan cepat berkata, "Ini suamiku Shawn Li. Kami telah membuat janji dengan Simi untuk datang hari ini."

"Dr. Pan sudah berpesan pada kami, silakan kalian berdua naik dari kanan. Dr. Pan sedang menunggu kalian berdua di atas sana." Kata petugas pelayanan di meja depan sambil tersenyum.

Natalie Ning dengan sopan mengucapkan terima kasih, kemudian ia pergi ke lantai dua bersama Robert Huo.

Anehnya, lantai pertama yang hanya seluas 30 meter persegi, berbeda dengan lantai dua yang memiliki luas hampir 100 meter persegi.

Meskipun di lantai bawah yang memiliki luas lebih dari 30 meter persegi itu sebenarnya tidak terlalu kecil, tapi saat ia naik ke lantai dua, ia langsung merasa lega. Bahkan suasananya menjadi jauh lebih baik.

Robert Huo mengangguk dengan diam-diam, tata letak lantai atas dan lantai bawah gedung ini sudah sesuai dengan kebutuhan dasar psikologi.

Pengetahuan psikologi milik Robert Huo tidak kalah dengan dokter pada umumnya, tetapi ia lebih cenderung ke psikologi bisnis daripada menyembuhkan masalah psikologis seseorang.

“Simi!” Begitu dia naik ke atas, Natalie Ning menyapa dokter wanita yang duduk di belakang meja komputer.

Wanita berjas profesional itu berdiri dan berjalan sambil tersenyum ketika dia melihat Natalie Ning. Dia melirik ke arah Robert Huo, kemudian secara ramah ia mengulurkan tangannya dan berkata, "Kamu Tuan Li bukan? Aku telah mendengar tentangmu dari Natalie, ternyata kamu benar-benar seperti yang dia katakan, kamu terlihat seperti orang yang berbakat."

Dia pasti adalah Pan Simi, teman sekelas Natalie Ning, ia berpakaian dengan rapi dan terlihat sangat profesional.

Wajahnya terlihat sedikit merah muda dan terlihat sangat halus.

Tidak seperti Natalie Ning yang cantik tapi rendah diri, Pan Simi tampak sedikit mempesona. Tahi lalat yang cantik terlihat di dagu kanannya, yang menambahkan beberapa gaya berbeda pada dirinya.

Begitu berbicara langsung mengatakan sebuah sanjungan, dari segi psikologi hal ini dapat meringankan beban psikologis pasien. Merupakan awal yang baik untuk perawatan.

Teknik kecil seperti ini, bagaimana mungkin Robert Huo tidak mengetahuinya.

Dia tersenyum, menjabat tangan Pan Simi dan berkata: "Tidak heran jika istriku selalu memperkenalkan aku sebagai teman kuliah. Aku tidak menyangka Pan Simi terlihat luar biasa. Aku beruntung bertemu denganmu."

Pan Simi tersenyum dan menjabat tangannya, lalu memandang Natalie Ning dan berkata, "Suamimu tidak kuno seperti yang kamu katakan. Aku pikir dia cukup humoris."

“Mungkin di depan wanita cantik, dia berbicara dengan humoris.” Natalie Ning bercanda.

Padahal, saat di rumah, Robert Huo melakukan hal yang serupa, sering kali ia mengatakan hal-hal yang membuatnya tertawa terbahak-bahak.

Terkadang dia bertanya-tanya apakah ada yang salah dengan ingatannya sendiri.

Setelah bertahun-tahun menikah, bagaimana dia bisa baru menyadari bahwa suaminya orang yang begitu meng-asikkan?

“Kalian berdua telah bersatu untuk memujiku. Sepertinya hubungan kalian sangat baik, hal ini membuatku iri,” kata Pan Simi.

Ini terdengar normal. Sebenarnya, dia sengaja menurunkan sikap tegang pasien dengan cara seperti ini.

Bagi pasangan suami dan istri, hal termudah untuk menarik mereka tidak lebih dari perasaan mereka.

Dilihat dari sudut pandangnya saat ini, perilaku Pan Simi masih sejalan dengan kualitas dasar seorang psikiater, hal ini membuat Robert Huo merasa sedikit lega. Setidaknya, Natalie Ning belum "dibutakan karena pertemanan".

Setelah itu Pan Simi membawa mereka berdua ke arah barat laut, dimana terdapat kursi-kursi yang sudah diatur berdasarkan struktur tubuh manusia, sangat nyaman untuk duduk maupun tiduran.

Sinar matahari tidak dapat menyinari ke sini melalui jendela, cahayanya tidak terlalu terang, ditambah lapisan kuning di sekelilingnya, juga dapat secara efektif mengurangi penolakan hati pasien.

Sambil berjalan, Pan Simi mengatakan sesuatu di telinga Natalie Ning.

Setelah Natalie Ning mendengar hal itu, dia berhenti melangkah dan berkata kepada Robert Huo: "Aku akan turun untuk membeli dua botol air. Kamu dan Pan Simi berbicaralah dulu, aku akan kembali ke sini nanti."

Setelah itu, keduanya berpura-pura mengucapkan selamat tinggal, Robert Huo tidak tahu harus tertawa atau menangis saat melihatnya.

Sangat jelas bahwa pengobatannya akan segera dimulai. Pan Simi mengira untuk seseorang dengan penyakit semacam ini, jika istrinya berada disini, pasien akan merasa canggung, kenapa mereka bergerak dengan penuh sembunyi-sembunyi?

Tapi dia tidak mau membongkar rencana mereka. Bagaimanapun, dia datang ke sini untuk membuat Natalie Ning merasa tenang, sehingga ia hanya duduk langsung di kursi.

Pan Simi mendekat dan melihat Robert Huo duduk dengan sendirinya, dia tersenyum dan berkata: "Sepertinya. Tuan Li masih sangat cemas. Aku rasa, jika Natalie adalah istriku, aku mungkin juga akan cemas."

Dia tiba-tiba berbicara dengan ambigu, tapi Robert Huo sedikit terkejut, Apakah cara pengobatan saat ini begitu "canggih"?

“Sayangnya kamu adalah seorang wanita dan dia juga seorang wanita,” kata Robert Huo.

Pan Simi menatapnya sambil tersenyum dan berkata: "Bagaimana kamu tahu bahwa seorang wanita tidak bisa mempunyai istri? Apakah pemikiran Tuan Li begitu tradisional?"

Rober Huo kaget. Arti dari kata-kata ini... apakah dia lesbian?

Salah……

Setelah melihat ada sorotan yang tidak bisa di jelaskan dari pandangan mata Pan Simi, Robert Huo langsung paham bahwa Pan Simi ingin memulai dengan topik yang mudah memancing hasrat pria, sehingga mempermudah proses pengobatan.

Robert Huo yang belum terlalu mendalami pengetahuan psikoterapi ini cukup tertarik dengan hal ini.

Dia hari ini datang ke sini bukan untuk bertemu dokter, tapi untuk bermain.

Mengenai dia yang mempermainkan orang, atau orang lain yang mempermainkannya, hal itu masih belum pasti.

Setelah memikirkannya, Robert Huo memutuskan untuk bekerja sama dengan Dr. Pan. Bagaimanapun, orang biasa tidak akan setenang dia dalam situasi ini.

Oleh karena itu, Robert Huo berkedip dan terlihat sedikit gugup dan penuh harap: "Bagaimana mungkin, aku tidak mengerti kata-kata Dr. Pan?"

“Tidak mengerti atau berpura-pura tidak mengerti? Kalian para pria munafik, jadi kalian tidak bisa jujur di depan wanita.” Pan Simi tersenyum dan duduk di samping Shawn Li.

Sedikit bau parfum melayang dari tubuhnya. Jika dia tidak menciumnya dengan hati-hati, dia mungkin tidak akan menyadarinya. Bahkan jenis yang ini lebih menarik orang.

Kalau dipikir-pikir, parfum jenis ini juga harus di racikkan secara khusus.

“Mari kita obati penyakitnya, tapi sebenarnya aku tidak punya penyakit apapun, aku cukup sehat,” kata Robert Huo.

"Tentu saja, aku hanya ingin mengobrol bersamamu dengan santai, mengapa kamu berpikir begitu banyak."

Inilah yang dikatakan Pan Simi, tetapi di matanya, Robert Huo melihat ada makna penghinaan yang sulit kelihatan.

Mungkin di mata psikiater ini, semua pria itu munafik.

Dia jelas tidak dalam keadaan sehat, tetapi dia terus mengatakan bahwa dirinya sehat, kalau kamu sehat mengapa istrimu membawa dirimu ke sini?

Novel Terkait

Pengantin Baruku

Pengantin Baruku

Febi
Percintaan
2 tahun yang lalu
Evan's Life As Son-in-law

Evan's Life As Son-in-law

Alexia
Raja Tentara
2 tahun yang lalu
Unperfect Wedding

Unperfect Wedding

Agnes Yu
Percintaan
3 tahun yang lalu
The Richest man

The Richest man

Afraden
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Lelaki Greget

Lelaki Greget

Rudy Gold
Pertikaian
2 tahun yang lalu
Spoiled Wife, Bad President

Spoiled Wife, Bad President

Sandra
Kisah Cinta
2 tahun yang lalu
Unplanned Marriage

Unplanned Marriage

Margery
Percintaan
2 tahun yang lalu
1001Malam bersama pramugari cantik

1001Malam bersama pramugari cantik

andrian wijaya
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu