Inventing A Millionaire - Bab 171 Menyaksikan Kemesraan

Singkatnya, dalam benak Pan Simi, pria tidak layak dipuji.

Sebelum ia berhasil mengalihkan perhatian semua orang, pintu ruang VIP kembali dibuka. Sebuah troli makanan didorong masuk.

Di atas troli makanan ada tiga botol Domaine d’Auvenay Mazis-Chambertin Grand Cru. Selain itu, ada pula beberapa piring makan yang terlihat berkelas.

Troli itu didorong oleh tiga orang pelayan. Di belakang mereka, seorang pria asing yang mengenakan tuksedo dan berpupil mata hijau berjalan mengikuti.

Orang asing itu, yang terlihat masih muda namun karismanya sangat dewasa, langsung berjalan ke Robert Huo, membungkuk sedikit, dan tersenyum sopan. Ia kemudian berkata: “Halo Tuan, aku Myerson, manajer operasional restoran ini. Untuk menunjukkan rasa hormat kami pada seorang bartender sejati, semua makanan di troli ini kami sajikan gratis. Di sini ada tiga botol Domaine d’Auvenay Mazis-Chambertin Grand Cru, sekotak beluga kaviar jenis almas, dua puluh dua porsi steak Kobe jenis M12, dan seporsi jamon iberico. Aku harap kamu puas dengan sajian kami.”

Sebelum orang-orang di ruangan itu menetralkan diri, mereka kembali dibuat bingung oleh manajer operasional restoran yang murah hati ini.

Domaine d’Auvenay Mazis-Chambertin Grand Cru…… Satu botol harganya empat ribu dolar AS, berarti tiga botol harganya dua belas ribu dolar AS. Itu setara dengan delapan puluh ribu yuan.

dan tiga botol seharga 12.000 dolar AS, yang setara dengan lebih dari 80.000 yuan.

Anggur mahal semacam ini disajikan gratis?

Soal beluga kaviar jenis almas, steak Kobe jenis M12, dan jamon iberico…… Dari tiga menu ini, mungkin yang paling familiar bagi mereka adalah steak Kobe jenis M12.

Huruf “M” plus angka merupakan level kualitas daging steak. Sementara itu, daging sapi Kobe dikenal sebagai daging steak terbaik di dunia.

M12 hampir merupakan level yang paling tinggi. Di restoran kelas atas macam restoran ini, satu porsinya bisa dihargai dua ribu yuan.

Dengan asumsi harga itu, dua puluh tiga porsi berarti bernilai hampir lima puluh ribu yuan!

Harga steak kelas M12 begitu tinggi bukan karena dagingnya yang lezat dan segar, melainkan juga karena diambil hanya dari secuil bagian sapi wagyu. Berhubung jumlah produk yang beredar sedikit, restoran-restoran barat yang kelasnya biasa saja tidak punya akses membeli daging ini.

Perihal kaviar dan jamon iberioc, meski tidak begitu paham, mereka tetap yakin harga paling murahnya adalah angka berdigit lima.

Bila harga semua sajian ditotal, nominalnya seharusnya bisa mencapai angka dua ratus ribu yuan. Sekarang, semuanya secara mengejutkan disajikan gratis……

Jangankan Handy Niu dan yang lainnya, Pan Simi saja saat ini tercengang.

Bertahun-tahun kuliah di luar negeri, ia jelas tahu betapa tingginya “ego” restoran barat kelas atas seperti restoran ini. Jangankan menyajikan sebuah menu secara gratis, bila tip yang diberikan seorang pelanggan kedikitan, pelanggan itu bisa menghadapi teguran para pelayan.

Ini karena restoran macam ini mewakili status bangsawan. Tidak ada satu orang pun yang boleh menodai kesucian dan keanggunan posisi bangsawan!

Tetapi sekarang, manajer operasional secara pribadi menugaskan bawahan-bawahannya untuk menyajikan makanan secara gratis. Tidak hanya itu, manajer tersebut juga kelihatan cemas Robert Huo tidak puas dengan pelayanannya.

Pan Simi sangat ingin menanyai mereka. Kalian sinting? Otak kalian ditendang oleh kuda gila?

Melihat pelayan-pelayan yang sudah mulai membagikan kaviar dan mengisikan anggur ke gelas-gelas, wanita itu terdiam.

Ia tahu bahwa manajer operasional tidak sedang menghormati kedudukan Robert Huo. Dia sebatas menghormati kelihaiannya dalam mencampur koktail barusan.

Segelas koktail ditukar dengan makanan senilai dua ratus ribu yuan. Tanpa menyaksikan peristiwa ini dengan mata kepala sendiri, mana ada orang yang bakal percaya?

Selain Robert Huo, tidak ada lagi yang mengerti mengapa restoran ini begitu menghargai segelas koktail barusan. Betapa pun enaknya, dan mahalnya, bukankah itu cuma segelas koktail?

Mereka tidak mengerti bagaimana budaya Barat memaknai koktail. Di sana, koktail dianggap seni dan selera puncak kesukaan seseorang terhadap minuman anggur.

Koktail yang hanya dapat dibuat oleh satu orang di dunia ini bernilai setara dengan satu-satunya berlian besar di mahkota ratu. Nilai dan harganya tidak terhingga!

Terlepas dari apakah mereka akan menggunakan video pencampuran koktail sebagai materi iklan, atau mereka akan mencontoh gerakan Robert Huo dalam mencampur koktail, mereka akan mendapat keuntungan dan peningkatan reputasi yang besar.

Dibanding dua manfaat itu, makanan-makanan dengan total harga dua ratus ribu yuan tidak ada apa-apanya.

Untuk restoran, makanan yang dianggap berharga di mata orang lain hanyalah alat penghasil uang yang lebih banyak.

Jika kamu meminta mereka memberikan uang dua ratus ribu yuan secara tunai, mereka hampir pasti akan ragu. Tetapi, jika kamu meminta mereka menyajikan makanan senilai nominal tersebut, mereka dengan yakin akan langsung mengiyakan.

Mata semua orang secara bergiliran bergerak ke makanan, botol anggur, dan Robert Huo.

Mereka ingin mengamati pria ini lebih lama, namun tidak enak hati untuk melakukannya. Bagaimana pun, merekalah yang berinisiatif untuk mencari kesalahannya tadi.

Wajahnya sudah “ditampari” satu-satu, mereka merasa tidak enak untuk bersikap penasaran.

Tidak peduli berapa banyak pikiran yang muncul di benak, mereka terpaksa menahan semuanya.

“Aku sangat puas. Terima kasih, salam juga untuk Tuan Fabre.” Robert Huo menjawab dengan aksen Inggris yang kental.

Gelagat manajer operasional menjadi semakin hormat. Ia membungkuk dalam-dalam dan membalas: “Baik, pasti akan kusampaikan!”

Setelah semua menu kelar dibagikan, manajer itu menginstruksikan semua pelayannya untuk menundukkan tubuh sebagai tanda pamit. Mereka lalu bergegas keluar ruang VIP.

Heningnya ruang VIP sepertinya telah menjadi suatu kondisi yang normal. Semua ornag menatap kaviar dan steak kobe kelas atas.

Apa yang tengah terjadi……

Mengapa mereka merasa sedang bermimpi?

Pipi Natalie Ning memerah. Wanita itu bukan malu, melainkan bersemangat dan antusias.

Tidak bisa menahan rasa ingin tahunya, Natalie Ning bertanya, “Kamu kenal bos restoran ini?”

“Tidak kenal secara personal.” Robert Huo melanjutkan: “Hanya tahu namanya saja. Identitas pemilik restoran kelas atas seperti ini sangat mudah ditemukan di berita.”

Natalie Ning tidak merasa kecewa. Ia malah bangga dengan luasnya wawasan si suami.

Ketika datang ke sebuah restoran untuk makan, siapa yang berpikir untuk mencari tahu nama bosnya? Seorang Pan Simi pun tidak tahu siapa itu Tuan Fabre.

Natalie Ning mengamati lagi menu-menu di atas meja dan kembali bertanya: “Kaviar sangat mahal kah? Baunya aneh.”

Robert Huo tersenyum dan menjawab dengan sabar: “Beluga caviar jenis almas diproduksi dari ikan sturgeon albino yang sangat langka. Berat poduksi tahunannya cuma delapan hingga tiga belas kilogram, jadi satu gigitan kecil bisa berharga ratusan dolar AS. Rasanya kamu seharusnya tidak begitu suka, jadi steak kobe jenis M12 lebih cocok untukmu. Meski berkelas tinggi, banyak orang merasa steak ini terlalu berminyak. Jadi, kamu harus menyantapnya dengan didampingi minuman anggur.”

Natalie Ning tampak seperti balita yang penasaran. Seperti ingin menambah pengetahuannya lagi, wanita itu menunjuk jamon iberico dan bertanya: “Kalau itu bagaimana? Tadi aku dengar sepertinya namanya ada kata “salmon”-nya.”

“Bukan “salmon”, melainkan “jamon”. Nama lengkapnya adalah jamon iberico. Daging Ini merupakan salah satu dari sembilan bahan makanan legendaris Eropa. Ia lebih terkenal dan lebih mahal daripada parma ham Italia. Ketika makan, kamu hanya perlu memotong jadi irisan-irisan tipis yang nyaris transparan, lalu menguyah tiap irisan secara perlahan. Saat mengunyahnya, kamu akan merasakan aroma lezat yang tertinggal lama di dalam mulut. Dengan anggur merah, kamu bisa menahan rasa enekmu memakan makanan ini. Rasanya pokoknya sangat enak. Meski agak kasar, proses penyajiannya sangat cocok dengan kepribadian orang Spanyol yang penuh gairah dan tidak peduli kendali. Kamu coba ya.”

Saat tiba di akhir uraiannya, Robert Huo sudah mengambil pisau pengiris yang ditempatkan di samping daging ham itu. Ia memotongnya sampai setengah transparan dan meletakannya di piring Natalie Ning.

Orang China terbiasa makan ham yang digoreng atau pun direbus. Mereka tidak merasa versi mentahnya layak disantap.

Sudah berusia segini, Natalie Ning tidak pernah menyantap ham mentah. Jenis ham yang biasa ia makan adalah ham yang sudah dicincang dan dimasukkan ke sebuah selubung, lalu jadi sosis. Berbeda dengan ham itu, daging ham yang terpampang di depannya sekarang dipotong langsung dari kaki sapi.

Sungguhkah makanan mentah ini bisa dimakan?

Setelah diyakinkan oleh si suami, si wanita akhrinya mencubit daging ham yang ada di piringnya dan menaruhnya ke mulut.

Setelah mengunyah beberapa kali, tatapannya berubah jadi cerah. Natalie Ning itu menelan potongan daging itu, lalu berkomentar pada Robert Huo: “Rasanya sangat enak, mulutku jadi penuh aroma ham. Aku tidak merasakan rasa mentahnya sama sekali!”

“Kalau begitu, aku akan memotong beberapa helai lagi. Aku tidak akan memberimu terlalu banyak, sebab memakannya banyak-banyak akan membuatmu merasa mual.” Si suami membalas.

Sudah gembira karena suka dengan rasa jamon iberico, si istri jadi makin gembira karena dilayani suaminya.

Ironis, selain mereka berdua, orang lain di meja tidak ada yang bergembira. Awalnya ingin berlelucon tentang pasangan ini, mengapa mereka malah jadi iri melihat keduanya memamerkan kasih sayang?

Sudah ikhlas kena potongan gaji demi hadir kemari, masa mereka hanya menyaksikan beginian?

Tidar rela!

Tetapi, apa yang bisa mereka lakukan?

Membalikkan meja dan bergegas pergi?

Di hadapan setiap orang ada seporsi kaviar. Meski sangat kecil, harga satu porsinya mencapai ribuan yuan.

Ada pula seporsi steak seharga dua ribu yuan.

Ada lagi segelas anggur yang harganya tidak jauh beda.

Mana bisa mereka membalikkan meja dan bergegas pergi?

Melihat kemesraan Robert Huo dan Natalie Ning, beberapa orang menggeretakkan gigi sampai terasa mau patah.

Dasar tidak tahu malu!

Pan Simi bahkan telah mengepalkan tangan. Sembari menatap Robert Huo, pria itu mengutuk dalam hati: “Pria sialan ini memiliki banyak keterampilan, kok bisa-bisanya Natalie Ning bilang dia selain belajar tidak bisa apa-apa lagi? Natalie Ning telah tertipu!”

Novel Terkait

Menaklukkan Suami CEO

Menaklukkan Suami CEO

Red Maple
Romantis
2 tahun yang lalu
Istri Yang Sombong

Istri Yang Sombong

Jessica
Pertikaian
3 tahun yang lalu
Aku bukan menantu sampah

Aku bukan menantu sampah

Stiw boy
Menantu
2 tahun yang lalu
Demanding Husband

Demanding Husband

Marshall
CEO
2 tahun yang lalu
Pergilah Suamiku

Pergilah Suamiku

Danis
Pertikaian
2 tahun yang lalu
Cinta Setelah Menikah

Cinta Setelah Menikah

Putri
Dikasihi
2 tahun yang lalu
Menantu Bodoh yang Hebat

Menantu Bodoh yang Hebat

Brandon Li
Karir
2 tahun yang lalu
Awesome Husband

Awesome Husband

Edison
Perkotaan
2 tahun yang lalu