Inventing A Millionaire - Bab 192 Segera Pindah

“Ayah, kamu….”

Marvis Zhang tidak mengerti, apa yang sedang dilakukan oleh ayahnya?

Bukankah seharusnya sampai di hadapan orang itu, memberi tamparan padanya dulu, memakinya, lalu membuat pemilik toko mengeluarkan uang?

Kenapa tiba-tiba memberikan perlakuan yang baik kepada orang yang datang untuk menyewa rumah itu?

Tidak hanya Marvis Zhang dan yang lainnya yang bengong, bahkan agen yang berdiri di sampingnya membuka mulutnya. Mulutnya bisa dianggap tidak terlalu besar, kalau tidak dagunya akan jatuh ke bawah.

Ada apa ini?

Jika Kristo Zhang langsung menghampiri menampar seseorang, maka agen tidak merasa terkejut, namun dia mengelap air kotor dengan ekspresi menjilat, benar-benar di luar dugaan.

“Tidak perlu.” Robert Huo menangkis tangan Kristo Zhang tanpa sungkan, dia menunjuk restoran di sebelah, bertanya : ”Apakah toko ini milikmu?”

“Betul, betul, ah, bukan, putraku yang membukanya!” Kata Kristo Zhang. Dia menoleh dan memaki Marvis Zhang : ”Kamu bajingan ini, masih tidak cepat kemari meminta maaf pada Tuan Li! Benar benar bodoh!”

Marvis Zhang berjalan mendekat dengan penuh keraguan, dengan ragu ragu berkata : “Li,Tuan Li……"

“Tergagap-gagap. Bicara saja tidak lancar, apa gunanya kamu!” Kristo Zhang menampar bagian belakang kepalanya, membuat Marvis Zhang dipukul bingung.

Sampai sekarang dia tidak mengerti, bagaimana ayahnya yang begitu arogan dan dominan bisa tiba-tiba begitu hormat pada orang muda yang tidak pernah dikenal ini.

Robert Huo tahu yang Kristo Zhang takutkan bukanlah dia, melainkan Yacob Zhao, untuk orang seperti ini, harus tetap bersikap tegas, tidak bisa baik sedikitpun padanya.

Semakin kamu bersikap tegas, semakin dia menurut, sebaliknya jika memperlakukannya dengan baik, kemungkinan akan mengundang orang jahat.

“Tidak peduli toko ini adalah milikmu atau milik putramu, aku mendengar dari pemilik toko bahwa masa sewanya sudah berakhir. Aku berencana menyewa toko ini, tidak tahu apakah bisa membuat putramu pindah?”

Pertanyaan Robert Huo membuat Kristo Zhang terkejut, kemudian tanpa ragu-ragu mengangguk berkali-kali berkata : “Bisa, bagaimana tidak bisa! Tuan Li berkata, pindah, maka segera pindah! Kamu bocah tengik ini, masih tidak bergegas menelepon orang untuk memindahkan barang dan mengosongkan untuk Tuan Li!”

Marvis Zhang menyahut sebentar, baru mengeluarkan ponsel dan menelpon perusahaan jasa pindah rumah.

Robert Huo menyapa Jacques Ma dan berkata : “Masuk lihat-lihat tokonya dulu.”

Jacques Ma tidak tahu latar belakang Robert Huo, namun orang yang bisa menaklukkan Kristo Zhang seperti ini pasti bukan orang biasa. Dia bergegas menganggukan kepalanya, kemudian

mengikuti Robert Huo dari belakang masuk ke dalam restoran.

Sedangkan Marvis Zhang dengan cepat meletakkan ponselnya, bertanya : ”Ayah, siapa orang ini?”

“Ingat terakhir kali aku mengatakan kepadamu, aku bertemu dengan orang muda yang memiliki hubungan yang sangat baik dengan Profesor Yacob Zhao? Bahkan kakek keduamu memperlakukan dia dengan sangat sungkan!”

Mendengarnya, Marvis Zhang terkejut, kemudian menatap Robert Huo yang sudah masuk ke toko dengan tatapan kaget, ternyata dia…

Kristo Zhang ditampar oleh penjaga gerbang karena perihal Robert Huo terakhir kali, bahkan karena masalah ini dia murung selama beberapa hari. Namun keduanya tahu, mereka bisa memiliki kedudukan di kota ini seperti ini bukan karena dirinya hebat, juga bukan karena orang lain tidak dapat membereskan berandal, melainkan karena mereka memiliki saudara yang menjadi penjaga gerbang Profesor Yacob Zhao.

Sangat mudah untuk membereskan berandal, namun bila karena ini menyinggung profesor tua itu, maka terlalu tidak sepadan.

Jadi, ayah dan anak Kristo Zhang itu sangat anehnya hormat atau bisa dibilang segan pada orang yang memiliki hubungan dengan Profesor Yacob Zhao.

Teringat barusan dia hampir memukul Robert Huo, hati Marvis Zhang menjadi takut seketika, dia bergegas bertanya kepada ayahnya apakah akan menimbulkan masalah.

Kristo Zhang marah dan menampar sekali lagi, dia memaki berkata : “Dasar bajingan, kamu tidak melihat dengan jelas siapa, apakah dia adalah orang yang bisa kamu singgung! Nanti bila dia mengatakan hal yang buruk di hadapan kakek kedua, tidak perlu sampai hingga ke telinga

Profesor Zhao, kita berdua pasti akan sangat sial!”

“Kalau, kalau begitu bagaimana?” Marvis Zhang juga terkejut.

Kristo Zhang berpikir sebentar, menggertakan gigi berkata : “Bukankah tadi dia bilang ingin menyewa toko ini, kamu cepat pindahkan barang-barang yang tidak berguna, barang-barang yang berharga, yang masih bisa ditinggalkan, berikan padanya sebagai hadiah.”

“Ha? Itu tidak murah.” Kata Marvis Zhang.

“Tahu apa kamu! Bila barang-barang ini kita bawa dan jual ke tempat barang bekas, bisa dijual dengan harga berapa? Jika dihitung, hanya bernilai 10.000 RMB atau kurang sedikit. Bila memberikan barang ini sebagai hadiah, bisa memiliki takdir yang baik dengan orang seperti ini, apa kamu masih merasa rugi? Aku bilang kamu memiliki kepala yang besar, kenapa kecerdasanmu sepenuhnya mengikuti Ibumu? Bila memiliki setengah kecerdasanku, hidupmu tidak perlu sampai seperti ini!” Maki Kristo Zhang.

Meskipun Marvis Zhang setuju dengan prinsip ini, namun untuk kalimat di belakang dia masih tetap tanpa sadar bergumam : ”Hidupmu juga begitu saja….”

Saat ayah dan anak ini sedang berbicara di luar, Robert Huo sudah melihat perkiraan keadaan toko.

Seperti yang dikatakan Jacques Ma, kondisi tempat ini benar-benar dibuat menjadi buruk, sedikitpun tidak seperti restoran. Tetapi yang dilihat Robert Huo adalah tata letak toko, bagaimanapun dia akan merenovasi ulang setelah menyewanya.

Struktur bangunannya bisa dibilang termasuk lumayan bagus. Berbagai infrastrukturnya juga cukup lengkap, satu-satunya masalah yaitu gang di bagian belakang benar-benar sangat bau, baunya bisa tercium langsung ke dalam ruangan.

Meskipun bisnisnya nanti yang utama adalah pesan antar, tapi bagaimana jika ada konsumen yang ingin makan di restoran? Bagaimanapun juga harus menyiapkan beberapa meja dan kursi.

Jadi bau ini masih menjadi masalah yang sangat penting, harus dibersihkan dengan baik, jika tidak jangankan konsumen, para koki yang bekerja disini juga akan merasa kesal.

“Pada dasarnya memenuhi persyaratanku, hanya saja harus meminta orang untuk membersihkan gang di belakang.” Kata Robert Huo.

Hati Jacques Ma gembira mendengarnya, awalnya dia mengira toko sudah dibuat menjadi seperti itu, Robert Huo pasti tidak akan menyukainya tidak ingin menyewa. Sekarang dia hanya berkata harus membersihkan gang belakang saja, Jacques Ma mana mungkin keberatan, dia segera menepuk dadanya mengisyaratkan akan segera memanggil orang untuk membersihkannya, menjamin sebelum matahari terbit besok pagi akan membuat gang belakang bersih!

Sedangkan hal mengenai uang sewa, Robert Huo berencana untuk menandatangani kontrak selama lima tahun terlebih dahulu, dan ini membuat Jacques Ma semakin terkejut dan senang.

Meskipun dia sudah mengatakan bahwa uang sewa tahun pertama mendapat diskon 20%, namun hanya uang sewa di empat tahun berikutnya saja, meskipun tidak naik harga, juga bisa mendapatkan ratusan ribu RMB.

Selain itu dia bisa melihat Robert Huo adalah orang yang melakukan urusan besar, bahkan Kristo Zhang pun menjilatnya, baginya menyewakan tokonya pada orang seperti ini hanya ada keuntungan, tidak ada kerugian.

Oleh sebab itu Jacques Ma segera menurunkan harga sewa.

Menyewakan pada Marvis Zhang, satu bulannya disewakan seharga 15.000 RMB, sedangkan menyewakan kepada Robert Huo, 1 tahun hanya meminta 150.000 RMB, sama saja

dengan memberi gratis dua bulan uang sewa.

Robert Huo juga tidak berpura-pura mengalah berkata tidak perlu memberi diskon, uang siapa yang datang dari terbawa angin, jika bisa berhemat maka berhemat. Tidak perlu mempersulit diri dengan uang karena harga diri.

Karena tidak ada agen, maka kontrak kedua orang tersebut harus dibuat oleh Robert Huo sendiri, bagaimanapun sekarang Marvis Zhang masih belum pindah, juga tidak terburu-buru.

Keduanya berbicara dan mengobrol. Keluar dari toko, Kristo Zhang segera membawa Marvis Zhang untuk menyambutnya, dengan wajah penuh senyum bertanya : “Bagaimana Tuan Li, apakah anda puas dengan toko ini?”

Dari nada bicaranya, seolah-olah toko ini adalah miliknya.

Meskipun Robert Huo tidak menyukai bajingan seperti ini, namun dia tahu prinsip lebih baik menyinggung orang besar daripada orang kecil, dia berkata : “Lumayan, sudah berencana untuk membayar sewa, kapan kalian pindah?”

"Segera pindah, segera pindah, sebelum matahari terbenam akan sudah selesai pindah!” Kristo Zhang bertanya dengan menjilat : “Apakah Tuan Li menyewa toko untuk membuka restoran juga? Barang yang ada di dalam ini semuanya baru, Anda lihat apakah ada yang diperlukan? Anda tidak perlu membayar, hanya ingin berteman dengan Anda saja.

Robert Huo menggelengkan kepala dan berkata : “Tidak perlu, aku sudah membeli barang yang aku perlukan, jadi kamu bisa pindahkan semua. Besok aku akan datang mengambil kunci, jika ada barang yang belum dipindahkan, aku akan menyuruh pemulung untuk mengambilnya.”

Banyak barang di toko termasuk meja dan kursi, memang baru, hampir tidak pernah dipakai. Jika mengambil secara gratis, maka akan menghemat banyak uang.

Namun ada beberapa uang yang Robert Huo bersedia untuk menghemat, seperti Jacques Ma yang setiap tahun memberi diskon uang sewa dua bulan padanya, dia akan menerima dengan senang hati.

Namun ada beberapa uang yang Robert Huo tidak akan menghemat satu sen pun.

Kristo Zhang, orang kecil seperti ini, Robert Huo menghormatinya namun tidak ingin terlalu dekat, tidak menyinggungmu, juga tidak akan memiliki hubungan sedikitpun denganmu.

Jangankan hanya memberikan alat-alat makan, meskipun memberikan sebuah gunung emas pun, Robert Huo juga tidak ingin sedikitpun.

Sikapnya yang terus terang membuat Kristo Zhang sedikit canggung, ingin memberi hadiah pun tidak bisa, sangat memalukan.

Tapi dia juga tidak berani marah, hanya tertawa terkekeh berkata : ”Baiklah, bila Tuan Li tidak mau, nanti aku akan menyuruh orang untuk memindahkannya. Jika nanti Tuan Li membutuhkan bantuan apapun, bisa menghubungiku kapan saja, aku jamin akan langsung datang!”

Novel Terkait

Love From Arrogant CEO

Love From Arrogant CEO

Melisa Stephanie
Dimanja
2 tahun yang lalu
Mi Amor

Mi Amor

Takashi
CEO
3 tahun yang lalu
Bretta’s Diary

Bretta’s Diary

Danielle
Pernikahan
2 tahun yang lalu
Suami Misterius

Suami Misterius

Laura
Paman
2 tahun yang lalu
The True Identity of My Hubby

The True Identity of My Hubby

Sweety Girl
Misteri
2 tahun yang lalu
Hello! My 100 Days Wife

Hello! My 100 Days Wife

Gwen
Pernikahan
2 tahun yang lalu
Untouchable Love

Untouchable Love

Devil Buddy
CEO
3 tahun yang lalu
Wanita Yang Terbaik

Wanita Yang Terbaik

Tudi Sakti
Perkotaan
2 tahun yang lalu