Inventing A Millionaire - Bab 75 Menampar Wajah

Fernaldy Fang yang memplester lokasi konstruksi, tetapi dia minum bir yang bermutu tinggi dengan teman-temannya?

Terlebih lagi pemuda berkacamata ini tidak terlihat seperti melakukan pekerjaan yang sama seperti dia, malah terlihat seperti sekretaris atau asisten.

Robert Huo meragukan tentang identitas Fernaldy Fang yang sebenarnya, Tapi karena Fernaldy Fang sendiri tidak mengatakan apa-apa, maka dia juga tidak akan bertanya.

Rasa penasaran yang berlebihan bukanlah hal yang baik, bisa menyakiti orang lain atau menyakiti diri sendiri.

“Berapa harganya? Aku akan membayarmu.” Kata Robert Huo.

Fernaldy Fang melambaikan tangannya. Dengan sangat bangga berkata: "Minumlah dulu, kelak baru bicarakan tentang uangnya."

"Tidak bisa, ada barang ada harga, jika kamu tidak mengatakannya, aku akan langsung mengirimkan uangnya lebih kurang melalui WeChat.” Kata Robert Huo.

Melihat bahwa dia bersikeras, Fernaldy Fang juga tidak banyak bicara, jumlah uang ini tidak terlalu masalah untuknya, tidak perlu bertengkar seperti orang biasa.

Karena masih harus memesan meja untuk beberapa temannya, Fernaldy Fang pergi lebih dulu. Sekretaris Steven yang awalnya ingin membantu Robert Huo membawa birnya, tapi Robert Guo menggelenggkan kepalanya, dia lebih memilih untuk membawanya sendiri.

Dia tidak suka berutang terlalu banyak kepada orang lain, terutama pada mereka yang tidak terlalu akrab.

Robert Huo membawa 6 botol Feitian Moutai kembali ke ruangan VIP.

Melihat dia yang kembali begitu cepat, semua orang merasa sedikit terkejut. Dan lebih terkejut lagi ketika melihat Robert Huo membawa masuk 1 kotak bir.

“Kenapa beli begitu banyak?” Tanya Jason Hu.

“Kebetulan diberikan oleh kenalan saat aku keluar tadi.” Jawab Robert Huo.

Luke Hu langsung tertawa: “Ternyata kamu memiliki teman yang begitu murah hati yang memberikanmu sekotak Moutai, bir Yinbing atau bir Wangzi?

“Feitian 53%." Kata Robert Huo sambil membuka kotaknya, mengeluarkan dua botol, lalu berkata ke Ardi Ning: “Ayah, masih ada 4 botol, mau Paman Hu bawa pulang atau bagaimana?”

Meskipun dia tidak suka pamer, tapi karena Luke ingin bertarung, maka Robert Huo akan memperlihatkannya.

Semua orang tertegun memandangi bir di atas meja, meskipun mereka belum pernah minum Feitian Moutai, tapi mereka pernah mendengar, satu botol setidaknya 2000 Rmb lebih.

Awalnya, mereka sama dengan Luke Hu, mengira Robert Huo akan membeli Moutai yang murah, seperti Yingbin ataupun bir Wangzi, ini termasuk Moutai juga, namun hanya beberapa ratus Rmb saja.

Siapa yang tahu, ternyata dia membawa sekotak Feitian, dan bilang itu pemberian seorang teman.

Raut wajah Ardi Ning tampak gembira, birnya sangat mahal, tapi kalimat Robert Huo yang menanyakan keempat botol itu diberikan ke Paman Hu, malah membuatnya sangat bangga.

Lihatlah menantuku ini, sangat bermurah hati!

Luke Hu merasa tidak sesuai perkiraannya dan sangat malu, mengerutkan bibirnya berkata: “Tidak mungkin palsukan? Sekarang sangat banyak Feitian palsu.”

“Bukan, Aku telah memeriksanya, semuanya barang asli.” Kata Robert Huo.

Bagi orang lain biasanya Feitian Moutai adalah barang yang sangat bagus, tapi dimatanya ini adalah barang biasa.

Orang-orang kelas atas sebenarnya, menjalin hubungan dengan negara lain adalah dengan anggur merah. Dan anggur merah yang mahal, setidaknya puluhan ribu Rmb, bahkan yang paling mahal mencapai jutaan Rmb.

Luke Hu tersenyum, berkata: “Tidak kelihatan ternyata kamu sangat memahami bir, kenapa? Sering minum Feitiankah? Paman Ning, Apakah menantumu telah kaya? Keuangannya sangat baik.”

Ardi Ning bukannya tidak bisa mendengar sindirannya, suasana hatinya yang baik barusan langsung hilang karena pemuda ini.

Robert Huo membuka tutup botolnya, mengambil empat gelas, dan menuangkannya satu per satu.

Dia tidak mempedulikan perkataan Luke Hu, malah menatap ke arah Ardi Ning, bertanya: “Ayah, minum segelas?”

Kali ini, mungkin karena memiliki musuh yang sama, Ardi Ning tidak menolaknya, dan langsung menerimanya.

Diabaikan orang lain membuat Luke Hu menjadi tidak senang, dia mencari bantuan, dan berpura-pura.

Sungguh luar biasa, jangan cari aku!

Sebenarnya, dia tidak bermaksud dengan sengaja melawan Robert Huo, hanya dia merasa sangat bangga, tidak bisa menahan diri untuk memamerkannya, meremehkan orang lain dan meninggikan diri sendiri.

Luke Hu yang dalam hati merasa tidak senang, sengaja berkata ke Natalie Ning, berkata: “Kak Natalie, Aku dengar kalian kekurangan uang untuk mendapatkan kembali rumahnya, perlu tidak aku pinjamkan kepadamu? Kebetulan aku menerima puluhan ribu Rmb sebagai komisi beberapa bulan terakhir ini, dan lumayan banyak kutabung, awalnya aku ingin membelikan ayahku mobil, jika kamu membutuhkannya, aku bisa pinjamkan dulu padamu.”

“Tidak perlu, kami .....”

Robert Huo meyela ketika Natalie Ning berbicara, berkata: “Kami masih bisa mengeluarkan sejumlah itu, terima kasih atas perhatianmu. Jika kamu ingin menghasilkan lebih banyak uang, kamu bisa memberikan uangmu padaku, aku akan membantumu menginvestasinya atau sebagainya.”

Ketika dia berbicara, terlihat sangat tenang, semakin dia seperti ini, Luke Hu semakin tidak senang.

Seorang pengecut yang telah menjadi bulan-bulanan selama bertahun-tahun, berani berpura-pura di depannya, sikap seperti apa ini!

Dia tidak bisa menahan sarkatisnya, berkata: “Membiarkanmu membantuku mengelolahnya? Takutnya sebelum dikelolah, uangnya telah dilemparkan ke arah anjing, dan tidak akan kembali lagi.”

Kalimat ini sedikit tidak enak di dengar, Raut wajah Ardi Ning menggelap.

Jason Hu juga merasa bersalah, walaupun dia merasa putranya seratus kali lebih kuat dari menantu Keluarga Ning, bagaimanapun telah menjadi tetangga selama bertahun-tahun, bagaimana dia bisa mengatakan hal-hal seperti itu secara langsung.

“Luke, perkataanmu ini sedikit keterlaluan, bagaimanapun dia bermaksud baik.” Tegur Jason Hu.

"Aku juga tidak mengatakan keburukannya, benar-benar berbaik hati tapi mendapatkan perlakuan buruk. Jika memang bisa menghasilkan uang, kebetulan perusahaan kami selain Komplek Hongyun Street, ada beberapa yang rumah bergaya barat yang belum terjual di Taman Shangdu, bagaimana kalau kamu membeli satu, untuk menambah komisiku? Tidak mahal, harga per unitnya 20.000 Rmb x 120 m2, jika ditotalkan haya lebih dari 2 juta Rmb saja. "

Jika sebelumnya adalah sindiran secara halus, maka sekarang menyerang secara terang-terangan.

Apa yang bisa kamu lakukan jika menyerang secara terang-terangan.

Melihat beberapa raut wajah Keluarga Ning sangat berubah, Jason Hu juga tidak tahan lagi, berdiri dan menghardiknya berkata: “Anak ini, bagaimana caramu berbicara!"

“Apa yang bagaimana berbicara, bukankah dia yang mengatakan bisa menghasilkan uang?” Luke Hu sedikitpun tidak takut dengan ayahnya sendiri, berkata: “Semuanya bukan orang asing, siapa yang tidak mengenal siapa, aku hanya tidak tahan melihat orang yang tidak mampu berpura-pura mampu. Orang yang benar-benar memiliki uang, sudah banyak yang kujumpai. Satu per satu mengendarai BMW, tinggal di Vila, itu baru namanya luar biasa. Jika hanya mengandalkan ucapan, termasuk apa itu? Jika bukan karena melihat Paman Ning dan Kak Natalie, kamu pikir aku akan datang kemari?”

“Bajingan!” Jason Hu gemetaran karena marah, dia memukul meja dan mengutuknya.

Makan siang yang baik-baik saja, menjadi berantakan karena keangkuhan Luke Hu.

Bahkan jika Ardi Ning ingin mencari bantuan untuk membantu putrinya, dia juga tidak bisa membiarkan orang lain menginjak harga dirinya, dia dengan tegas berkata: “Sudahlah Tuan Hu, Aku tahu maksud baikmu. Apa yang dikatakan Luke juga tidak salah, keluarga kami yang tidak cukup hebat, tidak mampu. Hari ini anggap saja makan siang biasa, tidak membicarakan apapun, mari, minum.”

“Luke, kamu keterlaluan, cepat minta maaf dengan Paman Ning!” Kata Emma Li.

"Aku tidak melakukan apa-apa, mengapa minta maaf. Apakah tidak senang karena aku mengatakan beberapa kalimat? Sudahlah, aku pergi.” Kata Luke Hu, berdiri dan berjalan keluar.

Jason Hu baru saja mau menyeretnya. Tapi Ardi Ning menahannya: "Sudah sudah, anak sendiri, ayo minum”

"Benar-benar membuatku kesal, anak ini tidak tahu malu, Tuan Ning, jangan masukkan kedalam hati, dia baru-baru ini baru menghasilkan banyak uang.” Kata Jason Hu.

"Tidakku masukkan ke dalam hati, ini bukan masalah besar.”

Meski Ardi Ning berkata begitu, tapi warna wajahnya tidak terlihat bagus.

Dihina oleh generasi yang lebih muda sepanjang hari ini, kalau berdasarkan sifatmya, siapa yang bisa tahan? Tidak mengangkat meja saat itu, emosinya sudah termasuk jauh lebih baik.

Melihat Luke Hu yang membuka pintu VIP, Natalie Ning tidak bisa menahan diri menatap Robert Huo, takut dia marah akan hal ini.

Robert Huo menunjukkan senyum tipis di wajahnya dan menggelengkan pelan kepalanya, menunjukkan dia tidak marah.

Natalie Ning perlahan menghela nafas lega, niat baik ayah dan ibu malah menjadi seperti ini.

Tepat saat Luke Huo membuka pintu dan berjalan keluar, dia bertemu dengan seseorang yang berdiri di depan pintu.

Pria yang hendak mengetuk pintu, mengeryitkan alisnya menabrak Luke Hu, dan dia mundur beberapa langkah.

Sambil memegang hidungnya, Luke Hu langsung menghardik: "Siapa itu, aku **....."

Baru berkata setengah, saat dia melihat jelas siapa yang di depanya, dia tidak bisa mengucapkan kata berikutnya.

Yang berdiri di depan pintu adalah Fernaldy Fang.

Fernaldy Fang memegang bir yang telah dituang di dalam gelas, meminta maaf berkata: “Aku bernar-benar minta maaf, Tidak terlukakan?”

Melihatnya, Robert Huo berdiri dan menyapanya.

Ketika Fernaldy Fang melihatnya, dia berjalan masuk dengan gembira dan berkata: "Adik Li, tidak mengganggukan? Kamu lihat ini, adik ini cukup keras bertabrakan denganku, bagaimana? Perlukah aku meminta orang mengantarkanmu ke rumah sakit? Ini semua karena aku tidak memperhatikannya, kalau tidak .....”

"Tidak, tidak apa-apa, aku baik-baik saja ..." Luke Hu cukup terkejut dan dengan cepat melambaikan tangannya.

Melihat dia yang seperti itu membuat semua orang yang di dalam ruangan sedikit terkejut.

Novel Terkait

Love at First Sight

Love at First Sight

Laura Vanessa
Percintaan
2 tahun yang lalu
Cinta Setelah Menikah

Cinta Setelah Menikah

Putri
Dikasihi
2 tahun yang lalu
Cinta Seumur Hidup Presdir Gu

Cinta Seumur Hidup Presdir Gu

Shuran
Pernikahan
2 tahun yang lalu
A Dream of Marrying You

A Dream of Marrying You

Lexis
Percintaan
2 tahun yang lalu
Spoiled Wife, Bad President

Spoiled Wife, Bad President

Sandra
Kisah Cinta
2 tahun yang lalu
Air Mata Cinta

Air Mata Cinta

Bella Ciao
Keburu Nikah
3 tahun yang lalu
After The End

After The End

Selena Bee
Cerpen
3 tahun yang lalu
CEO Daddy

CEO Daddy

Tanto
Direktur
2 tahun yang lalu