Inventing A Millionaire - Bab 307 Terjebak Masuk

Melihat Pan Simi datang, Natalie Ning juga hanya mendongakkan kepala sebentar lalu dengan cepat kembali menundukkan kepala membolak-balikan dokumen, berkata "Simi, kamu duduk dulu sebentar, saya sedang sibuk, sebentar lagi bicara denganmu."

Pan Simi melihat seluruh perusahaan sangat sibuk, juga melihat keringat di kening Natalie Ning. Ekspresinya yang risau dan kesal begitu jelas.

Saat ini, tanpa sadar Pan Simi memegang erat tali tasnya.

Natalie Ning sedang berusaha keras, berjuang keras demi hidup, demi masa depan.

Sedangkan dirinya kemari hari ini membawa bencana bagi dirinya

Bila dia tahu suaminya sebenarnya adalah seorang pria brengsek, bahkan tidak melewatkan sahabatnya, dia akan memberikan reaksi seperti apa?

Hidup Natalie Ning sangat tidak mudah, beberapa tahun ini dia selalu menghemat. Di saat yang paling indah, dia tidak menikmati hidup yang indah dan bahagia, setiap hari tenggelam dalam hal-hal sepele, bersentuhan dengan kebutuhan hidup sehari-hari.

Pan Simi mengetahui hal-hal ini, juga sangat kasihan dengan pengalaman teman lama sekaligus teman baiknya ini.

Kalau tidak, sejak dia kembali dari luar negeri juga tidak akan langsung menghubungi Natalie Ning.

Seorang wanita yang tidak punya uang tidak mungkin pergi melakukan konseling psikologi, Pan Simi berhubungan dengannya bukan demi uang, juga tidak seperti teman sekolah lainnya yang bertemu hanya ingin memanfaatkan untuk memperluas koneksi mereka, dia murni atas dasar pertemanan.

Termasuk tes pada Robert Huo kali ini, dalam arti tertentu, juga begitu.

Karena sebagian alasan dia pergi ke luar negeri untuk bersekolah adlaah karena dia salah paham pacarnya mengkhianatinya berselingkuh dengan teman baiknya, jadi dia lebih tidak berharap melihat teman baiknya yang lain juga ditipu cinta.

Tapi sekarang, Natalie Ning seakan mulai berubah menjadi bahagia.

Tidak peduli apa yang dia tahu atau tidak tahu, paling tidak saat ini, dia bahagia.

Apa benar-benar akan memberitahu hal itu padanya?

Terkadang, kenyataan belum tentu jawaban yang ingin diketahui orang lain, tidak mengetahui jawaban, sebaliknya lebih bahagia.

Sedangkan pekerjaan sebagai psikolog ini juga tidak bertujuan untuk memberi kekesalan untuk orang lain.

Yang paling penting adalah, saat melihat Natalie Ning, tiba-tiba muncul rasa bersalah di hati Pan Simi.

Dia selalu merasa, dia melakukan kesalahan pada Natalie Ning.

Walaupun dalam hatinya dia sangat berusaha menghibur dirinya, berkata melakukan ini demi membantunya, tapi hatinya tahu, kenyataan yang sebenarnya bukanlah seperti itu.

Lebih tepatnya, sama sekali bukan karena itu.

Awalnya demi membantu Natalie Ning, bagaimana dengan selanjutnya?

Terutama dengan dua kali pertemuan terakhir, apakah berani menjamin ucapan yang dikatakan pada Robert Huo tidak memiliki niat pribadi sedikitpun?

Dia bahkan mulai ragu, sebenarnya dirinya benar-benar mengira pria itu adalah pria brengsek, atau dia sama seperti orang-orang itu, dia iri pada Natalie Ning memiliki seorang suami yang begitu hebat, berharap orang di sampingnya tidak bahagia, dengan begitu mencapai keseimbangan di hatinya yang menyimpang?

Sudah tidak dapat menghadapi pengertian tentang yang benar dan salah, untuk seorang psikolog, ini sama saja dengan menggulingkan kualitas kerjanya.

Bila di luar negeri, dia mungkin akan diperintahkan melakukan konseling psikologi pada dirinya sendiri dulu, sebelum menyelesaikan masalah psikologinya, tidak bisa melanjutkan pekerjaan ini.

Di dalam negeri tidak ada peraturan pekerjaan yang begitu ketat, bahkan tidak ada pekerjaan psikolog, hanya ada ruangan yang mirip seperti konseling psikologis.

Di tempat yang tidak terikat peraturan pekerjaan, Pan Simi tidak tahu apakah dirinya benar bisa mempertahankan dirinya.

Seperti sekarang, jelas tahu dia memiliki beberapa masalah, namun tetap datang.

Hanya saja setelah datang, dia tidak berani bicara, juga tidak tega bicara.

Dia hanya bisa mencari tempat untuk duduk, Sisilia Jian menghampiri menuangkan teh, dengan sopan berkata : “Silahkan Anda minum teh dulu, CEO Ning sekarang memang sangat sibuk, tunggu beberapa saat lagi.”

“Tidak apa-apa.” Pan Simi menerima gelas teh, dia ragu sejenak, lalu kembali bertanya : “Apa kalian mengalami masalah?”

“Memang muncul sedikit masalah, tapi bisa diselesaikan dengan baik.” Jawab Sisilia Jian.

Dia tahu wanita yang dewasa dan cantik ini adalah teman Natalie Ning, tapi urusan perusahaan lebih baik tidak banyak diberitahukan pada orang luar.

Selanjutnya, Sisilia Jian kembali ke tempatnya untuk melanjutkan berjuang.

Lewat beberapa lama, tidak tahu satu jam, atau dua jam, atau mungkin lebih lama.

Natalie Ning selesai merapihkan dokumen toko itu, dia berdiri meregangkan pinggang. Dia menoleh namun melihat di atas sofa kosong.

Tidak tahu kapan Pan Simi pergi, Sisilia Jian menghampiri menuangkan teh padanya, berkata : “Kakak itu sudah beberapa waktu pergi, dia berkata kamu terlalu sibuk, memintaku tidak memberitahumu.”

“Ya, aku tahu.” Natalie Ning mengangguk, dia meminum teh membasahi tenggorokannya, lalu mengambil ponsel dan menelepon Pan Simi.

“Simi, benar-benar maaf, saya baru selesai. Kenapa kamu pergi tidak mengatakan padaku, membuatku sangat tidak enak.” Kata Natalie Ning dengan sangat bersalah.

Semakin nada suaranya begitu, detak jantung Pan Simi di ujung telepon semakin cepat : “Tidak apa-apa, kamu begitu sibuk, aku juga tidak enak menambah kacau.”

“Hari ini ada apa kamu mencariku? Apakah mengenai Shawn?” Tanya Natalie Ning.

Pan Simi sudah kembali ke kantornya, dia melihat laptop di depannya, di dalam laptop ada sebuah video yang dihentikan. Isi dari video adalah gambar dia dan Robert Huo yang sedang berciuman.

Setelah mendapatkan video ini, tanpa sadar dia sudah melihatnya beberapa kali, setiap kali melihatnya, ada rasa panas di dalam hatinya, seakan seiring dengan hal ini seluruh tubuhnya ikut terbakar. Rasa panas ini, membuatnya sedikit kecanduan, sedikit tidak rela melepaskannya.

Sekarang Natalie Ning menelepon bertanya, detak jantung Pan Simi bertambah cepat, pada saat yang bersamaan, dia merasakan rasa bersalahnya semakin kuat.

Dia menutup laptop berkata : “Tidak ada apa-apa, hanya rasanya sudah lama tidak bertemu denganmu, jadi ingin mencarimu mengobrol.”

“Oh, baiklah....” Natalie Ning diam sejenak, kembali bertanya : “Shawn itu...Apa dia sekarang lebih baik?”

Sejak Robert Huo memberinya cincin di restoran, hubungan keduanya semakin kuat, hampir setiap malam tidur berpelukan.

Natalie Ning juga bisa merasakan. sebenarnya suaminya memiliki reaksi, tapi dia tidak melakukan apapun, seakan sedang berusaha keras menahan diri.

Untuk hal yang terjadi dulu, Natalie Ning tidak memaksanya, takut bila terlalu memaksanya akan menghasilkan hasil yang sebaliknya.

Namun setiap orang tahu, ujung dari cinta adalah pernikahan, dasar pernikahan selain cinta, hubungan intim kedua suami istri juga merupakan salah satu penyebab yang paling penting.

Walaupun orang memiliki kecerdasan, namun juga memiliki insting hewan. Melanjutkan keturunan, tersimpan di dalam gen, insting yang tidak bisa diambil.

Bila benar tidak ada, Natalie Ning tidak akan menyerahkan Robert Huo karena hal ini, tapi bila ada, tentu saja sangat baik.

Dia bukanlah gadis remaja yang polos, dia tahu apa yang dia perlukan, apa yang dia tidak perlukan. Di hadapan teman baik, tidak perlu menyembunyikannya, kalau tidak, di awal tidak akan membawa Robert Huo pergi mencari Pan Simi untuk berobat.

Mendengar Natalie Ning menanyakan pertanyaan ini, detak jantung Pan Simi bertambah lebih cepat.

Dia sangat ingin memberitahu Natalie Ning, priamu tidak memiliki masalah sama sekali, sangat sehat seperti sapi gila. Bisa menaklukkan segalanya!

Tapi begitu ucapan sampai ke bibir, dia menelannya kembali.

Kesehatan Robert Huo memang kenyataan, tapi Natalie Ning tidak tahu, dia mungkin sekarang masih merasa tubuh suaminya ada masalah.

Bila membiarkannya tahu suaminya selalu sangat sehat, tapi dia sebagai sahabatnya, juga sebagai dokter psikologi Robert Huo, tidak memberitahunya kenyataan, apa yang akan dia pikirkan?

Apakah dia akan merasa, dia sengaja menyembunyikan sesuatu?

Bila dia memberitahunya tentang hal kontak intim dengan pria itu, apakah akan membuat Natalie Ning salah paham, mengira dia sebenarnya ingin mempermalukannya?

Kekhawatiran Robert Huo di awal, sekarang Pan Simi juga memilikinya.

Hanya bisa berkata, bila ada celah dalam pertahanan psikologis seseorang, maka sangat sulit mempertahankan kesempurnaannya lagi.

Bukankah tidak akan merasa bersalah bila tidak melakukan kesalahan, paling tidak tidak akan begitu nyata.

Karenanya, Pan Simi akhirnya hanya bisa berkata : “Kepulihan tubuhnya sangat lumayan, untuk hasil detailnya, harus kalian berdua saling berinteraksi.”

“Saling berinteraksi?” Natalie Ning mengulangi sekali lagi, selanjutnya setelah menyadari apa artinya ini, tanpa bisa ditahan wajahnya sedikit memerah.

Tidak peduli ingin berpura-pura menjadi wanita di depan teman baik atau tidak, namun hal pribadi antara suami istri dikatakan dengan begitu jelas, tetap membuatnya merasa sangat malu.

Sedangkan Pan Simi yang mengatakan ini juga seketika merasa hatinya tersedak, samar-samar sedikit sakit.

Robert Huo adalah pria yang sehat. Bila dia benar ingin melakukan sesuatu, maka pasti akan melakukannya.

Teringat Robert Huo mungkin “kembali bersama” dengan Natalie Ning, Pan Simi merasa sulit bernapas.

Wajahnya sedikit pucat, karena dia sudah merasa, dia sudah tidak sesederhana hanya ingin membuktikan sesuatu pada pria itu.

Dia sendiri, sangat mungkin sudah terjebak masuk.

Novel Terkait

Cinta Yang Dalam

Cinta Yang Dalam

Kim Yongyi
Pernikahan
2 tahun yang lalu
Memori Yang Telah Dilupakan

Memori Yang Telah Dilupakan

Lauren
Cerpen
3 tahun yang lalu
Back To You

Back To You

CC Lenny
CEO
2 tahun yang lalu
Loving The Pain

Loving The Pain

Amarda
Percintaan
3 tahun yang lalu
Adieu

Adieu

Shi Qi
Kejam
3 tahun yang lalu
You Are My Soft Spot

You Are My Soft Spot

Ella
CEO
2 tahun yang lalu
My Beautiful Teacher

My Beautiful Teacher

Haikal Chandra
Adventure
2 tahun yang lalu
Cantik Terlihat Jelek

Cantik Terlihat Jelek

Sherin
Dikasihi
2 tahun yang lalu