Inventing A Millionaire - Bab 49 Kualitas Super Tinggi

Wajah Cornelia Deng juga tidak enak dilihat, ingin meminta orang dari Howard’s Fruit memindahkan kembali barang-barang tersebut.

Mereka kehilangan 20.000 RMB sekaligus, dan keluarga mereka bukan pabrik pencetak uang juga, dari mana memiliki uang cadangan sebanyak itu.

“Kamu, kamu ini benar-benar bodoh! Kesal sekali aku! Kesal sekali aku!” Ardi Ning sambil menunjuk Robert Huo, seluruh badannya gemetar, hendak ingin langsung menendangnya sampai mati.

Ocean Gu sambil melihat di samping sambil merasa senang dengan diam-diam, ternyata ini perbuatan dari menantu tidak bergunanya Keluarga Ka Ning, sudah terduga, bagaimana mungkin Ardi Ning akan rela kehilangan uang seperti ini.

Natalie Ning tidak begitu paham dengan hal-hal ini, melihat wajah Ayah dan Ibunya begitu tidak enak dilihat, dia buru-buru bertanya: “Ibu, kenapa? Buahnya terlalu banyak?”

Sejujurnya, dia juga merasa buah sebanyak 3.000 kg ini terlalu banyak, toko yang tidak begitu besar, buat apa memasukkan begitu banyak buah.

Cornelia Deng tahu anak perempuannya tidak terlalu paham dengan ini, lalu ia menghelakan nafas dan berkata: “Tidak menyalahkan Ayahmu juga, harga buah dari Howard’s Fruit, jauh lebih tinggil sebesar 20% daripada harga kita, kalau 3.000 kg buah ini benar-benar masuk ke toko, setidaknya kita juga harus mengalami kerugian sebesar 10.000 atau 20.000 RMB, Jangan katakan Ayahmu marah, aku pun hampir tidak bisa menahan diri untuk marah. "

Natalie Ning tertegun setelah mendengar kata-kata tersebut, sekali memasukkan barang akan mengalami kerugian sebesar 20.000 RMB?

Dia langsung melihat ke Robert Huo, saat ia hendak ingin bertanya, Robert Huo malah berkata dengan hendak ingin menangis dan tertawa: “Ibu, sejak kapan aku berkata kalau buah-buah ini dimasukkan dengan harga eceran?”

Sambil ngomong, Robert Huo memberikan daftar harga yang ada di tangan kepada Cornelia Deng, berkata: “Walaupun aku tidak terlalu mengetahui kondisi harga buah, tapi menurut harga beli biasanya, harga ini masih termasuk sangat adil.”

Cornelia Deng mengambil daftar harga tersebut, lalu tidak menahan diri ia berteriak: “Murah sekali!”

Keterkejutan dari istrinya, membuat Ardi Ning juga tidak menahan diri berjalan kemari dan melihat, saat ia melihat harga yang ada di dalam daftar harga tersebut, ia langsung tertegun.

Robert Huo sambil tersenyum di samping dan berkata: “Bagaimana, harganya tidak termasuk mahal bukan? Kalau tidak ada masalah, membiarkan mereka memindahkan barang terlebih dahulu.”

Suara Cornelia Deng pun sedikit gemetar, dengan tidak sadar sambil menganggukkan kepala: “Pindah, pindah saja….”

Ardi Ning juga tidak membantah, harga dari pesanan pembelian tersebut, sudah menahan semua kata-kata penolakan dari dia.

"Tapi Ardi Ning masih belum menyerah terhadap pemikiran dia yang diskirminatif itu, sambil berkata: “Harga begitu murah, mungkin saja itu adalah barang-barang gagal yang tidak diinginkan, aku harus mengecek dulu bagaimana kualitasnya!

Manajer toko Mike He walaupun tidak paham hubungan orang-orang ini, tapi melihatnya saja ia langsung tahu bahwa Ardi Ning merupakan orang tua dari Robert Huo.

Dia langsung lari kemari, dengan inisiatif ia menemani Robert Huo mengecek barang tersebut.

Dan Ocean Gu pun sambil mendekat dan bertanya dengan penasaran: “Kalian benar-benar berencana untuk memasukkan buah dari Howard’s Fruit ya? Harganya bagaimana?”

“Lumayan rendah, tidak jauh beda dengan harga kebun buah biasanya.” Kata Cornelia Deng.

Bagaimana mungkin Ocean Gu akan percaya, barang di Howard’s Fruit itu sudah terkenal mahalnya, bagaimana mungkin harganya akan sama dengan barang yang dimasukkan dari kebun biasa? Kamu mengira mereka ini sedang beramal?

Jadi hanya ada kemungkinan harga itu palsu, kalau tidak kualitas buahnya tidak bagus.

Ocean Gu merasa Cornelia Deng seharusnya tidak akan berbohong tentang masalah harga, dengan begitu maka hanya ada satu kemungkinan.

Akhirnya belum 2 menit, Ardi Ning langsung berlari kemari dengan wajah semangat, dan berkata kepada para anak muda tersebut: “Ayo ayo ayo, silahkan memindahkannya ke dalam! Eugene, segera mengosongkan Gudang! Tidak! semua barang yang ada di rak dibuang ke dalam gudang, semua buah langsung pajang di atas rak saja!”

Di dalam tangan Ardi Ning masih ada sekotak anggur, dibungkus dengan kertas kraft, diatas kotak plastik tersebut terbungkus dengan plastic wrap, terlihat sangat berkelas.

Kegembiraannya membuat Ocean Gu semakin bingung, tidak bisa menahan diri untuk berkata, "Kak Ning, Apakah buah ini sangat bagus?"

“Tentu saja bagus, sangat sangat bagus!” Ardi Ning melirik sekilas ke dia, dengan wajah yang bangga berkata: “Hanya barang-barang di tokomu saja, dengan kuda pun kamu tidak sanggup mengejar!”

Dia berkata demikian, Ocean Gu pun menjadi sedikit tidak puas.

Buah yang dimasukkan itu, juga merupakan buah yang dimasukkan dari kebun buah terkenal dari provinsi lain, kualitas buahnya tidak berbeda jauh dengan kebun lokal.

Bisa membuat dia tidak bisa mengejarnya, memangnya kualitas sebagus apa?

Impor murni, dipilih dengan sangat cermat?

“Kedengarannya saja bagus, siapa tahu itu buah-buahan yang jelek.” Kata Ocean Gu sambil cemberut.”

Ardi Ning memang sudah tidak senang dengan dia yang setiap hari kemari untuk pamer, mendengar ucapan tersebut, dia langsung merobek plastic wrap di kotak plastik, mengambil anggur tersebut dari kertas kraft dan membawanya, sambil tersenyum dengan dingin: “Kalau begitu kamu harus melihat dengan jelas apakah ini adalah buah-buahan yang jelek."

Ocean Gu melihatnya, langsung tertegun.

Hanya melihat anggur yang ada di tangan Ardi Ning itu besar seperti mata naga, warna ungu yang sangat murni, seolah-olah terlihat secerah batu onyx, dari jarak beberapa meter jauh pun masih bisa mencium aroma yang luar biasa itu.

Sekian lama Ocean Gu menjual buah, lihat saja dia langsung tahu kalau itu merupakan anggur Kyoho yang berkualitas tinggi.

Tidak menunggu ia menyadarkan diri, orang dari Howard’s Fruit langsung memindahkan buah-buah yang lain dengan terus menerus.

Pisang yang berwarna kuning, buah naga yang berwarna merah, semangka yang berwarna hijau, stoberi yang berwarna merah, blueberry yang berwarna biru tua…….

Berbagai macam buah, sangat lengkap, dan dilihat dari luar saja, kualitas setiap buah terlihat sangat tinggi.

Ocean Gu pernah ke toko Howard’s Fruit, dia bisa melihat, barang-barang ini tidak berbeda dengan barang-barang yang dijual di toko.

Di banding dengan buah yang dipilih dengan cermat ini, kualitas buah di tokonya, memang masih jauh.

Melihat wajah Ocean Gu terlihat tidak enak, Ardi Ning malah merasa senang, dengan bangga ia berkata: “Bagaimana, sekarang sudah puas kamu!”

Ocean Gu menyadarkan diri, sambil bergumam: “Memangnya kenapa kalau kualitas tinggi, harganya mahal, sama saja harus mengalami kerugian.”

“Matamu yang mana melihat harganya mahal?” Ardi Ning mengambil pesanan pembelian dari tangan Cornelia Deng, dan menunjukkannya di depan Ocean Gu, berkata: “Kamu buka matamu dengan lebar dan lihat dengan baik, harga ini, kamu berani bilang mahal?”

Ocean Gu melihat sekilas, lalu langsung tertegun.

Harga di atas, murahnya tidak terduga.

Harga buah-buahan yang di luar musim atau tidak biasa pada dasarnya sama dengan harga mereka pemasukkan barang pada biasanya, tetapi buah-buahan sering ditemui, setidaknya 10% lebih murah, atau bahkan 20% lebih murah.

Harga yang seperti ini, jauh lebih murah daripada harga barang yang dimasukkan Ocean Gu dari provinsi lain.

“Bagaimana mungkin…..” Ocean Gu sambil melihat pesanan pembelian tersebut sampai terbengong, sudah tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.

Dia benar-benar tidak bisa paham, buah yang dimasukkan dari Howard’s Fruit, bagaimana bisa mendapatkan harga yang begitu murah!

Ardi Ning tidak menertawakan dia lagi, hanya diam-diam melirik Robert Huo.

Saat ia baru melihat harga tersebut, lalu ia melihat lagi kualitas buah di mobil, keterkejutan di hati Ardi Ning, tidak kalah dari Ocean Gu.

Dia juga tidak paham, bagaimana Robert Huo bisa melakukan hal ini.

Kualitas yang begitu tinggi, harganya malah lebih rendah daripada harga mereka memasukkan barang pada biasanya, kalau bukan karena tahu latar belakang Robert Huo, berkata kalau menantu ini adalah anak dari pemilik Howard’s Fruit pun Ardi Ning tidak akan merasa curiga.

Hanya anak kandung, yang bisa mendapatkan harga seperti ini bukan?

“Sudah sudah.” Tidak ada yang perlu dipamerkan, kalian sudah tidak muda lagi, masih suka bersaing seperti anak kecil.” Cornelia Deng mengambil pesanan pembelian tersebut, sambil meredakan suasana.

Suasana hati Ardi Ning sekarang sedang bagus, ia juga tidak berkata banyak, hanya mengambil satu kantong anggur dan beberapa buah naga, membungkusnya dan diberikan kepada Ocean Gu, berkata dengan tertawa senang: “Jika kamu ingin makan buah, datang ke sini untuk ambil saja, cukup banyak.”

Sikap yang sama, tadi Ocean Gu baru saja melakukannya, sekarang roda kehidupan berputar, membuat wajahnya sebentar terlihat hijau sebentar terlihat merah, namun satu patah kata pun tidak bisa ia ucapkan.

Dia ingin mempertanyakan keaslian pesanan pembelian ini, tetapi mobil chiller box dari Howard’s Fruit ada di di luar pintu dan diparkir di sana. Apa yang harus dia gunakan untuk mempertanyakan?

Paling tidak Ocean Gu tahu bahwa Ardi Ning tidak akan mengeluarkan uang sebanyak itu, menyewa sebuah mobil chiller box untuk bersandiwara, sama sekali tidak berarti.

Dan semakin nyata masalah ini, dia semakin merasa sulit percaya.

Untungnya, meski toko buah keluarga Kak Ning berhasil bangkit kembali, tapi dia masih memiliki seorang menantu yang tidak berguna.

Ocean Gu secara tidak sadar melupakan kenyataan bahwa masalah buah ini dibantu oleh Robert Huo, ia hanya memikirkan menantu tidak berguna Keluarga Ning ini, tetap merupakan sebuah lelucon.

Sekarang jika ia masih tinggal di sini, hanya akan semakin memalukan saja, Ocean Gu pun membalikkan badan dan pergi dengan wajah kurang senang.

Saat ia lewat, hp Robert Huo berbunyi.

Setelah ia mengangkat telepon tersebut, terdengar suara Howard Xia di dalam telepon tersebut.

Suasana hati Raja buah ini sepertinya juga sangat bagus, sambil bertanya dengan tertawa senang: “Adik Li, buah-buahan sudah sampai belum?”

“Sudah sampai, sedang memindahkannya.” Jawab Robert Huo, : “Kualitasnya sangat bagus, terima kasih Wakil Ketua Xia.”

“Jangan segan-segan dengan aku, hanya hal kecil saja, tidak perlu diingat terus, tapi persahabatan adalah persahabatan, bisnis adalah bisnis, buah-buah ini aku bisa memberikan kepadamu dengan harga pemasukkan barang, tidak minta lebih dengan kamu, juga tidak kurang, tidak bermasalah kah?” Tanya Howard Xia.

“Kalau sudah seperti ini aku masih memiliki masalah, maka aku sudah terlalu tamak.” Kata Robert Huo sambil tertawa.

Novel Terkait

Love And War

Love And War

Jane
Kisah Cinta
2 tahun yang lalu
Predestined

Predestined

Carly
CEO
3 tahun yang lalu
1001Malam bersama pramugari cantik

1001Malam bersama pramugari cantik

andrian wijaya
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu
Pernikahan Tak Sempurna

Pernikahan Tak Sempurna

Azalea_
Percintaan
2 tahun yang lalu
Penyucian Pernikahan

Penyucian Pernikahan

Glen Valora
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu
You're My Savior

You're My Savior

Shella Navi
Cerpen
3 tahun yang lalu
Precious Moment

Precious Moment

Louise Lee
CEO
2 tahun yang lalu
Istri kontrakku

Istri kontrakku

Rasudin
Perkotaan
2 tahun yang lalu