Inventing A Millionaire - Bab 282 Hongda Capital

Setelah saling berjabat tangan, mereka masuk ke rumah.

Timmy Wang menatap ke sekeliling rumah itu dengan penuh rasa ingin tahu. Meskipun dalam hati ia terkejut melihat Master dan istrinya tinggal di rumah yang begitu sederhana, tapi ia tak mengatakannya.

Karena ia sangat mengaguminya, apapun yang dilakukan Master pasti masuk akal baginya.

“Maaf rumah ini sangat sederhana, kau suka minuman apa? Ada teh dan jus,” tanya Natalie Ning dengan sopan.

Setelah melewati berbagai pengalaman, ia sudah bisa menebak tingkat ekonomi seseorang melalui cara bicara, sikap, dan penampilannya.

Tentu saja ia mempelajari kemampuan ini bukan untuk membedakan mana yang miskin dan mana yang kaya, tapi untuk menyesuaikan diri.

Robert Huo mengajarinya, bahwa untuk mencapai hasil terbaik, diperlukan metode yang berbeda-beda saat berbicara dengan orang-orang dengan tingkatan ekonomi yang berbeda.

“Aku lebih suka teh, sama seperti Master,” jawab Timmy Wang.

Natalie Ning menatap Robert Huo sejenak lalu mengangguk, lalu pergi untuk menyiapkan teh.

Gaby menggeser sebuah kursi dan duduk di sebelah Timmy Wang, ia mendongak dan dengan penuh rasa ingin tahu bertanya, “Kak, bukankah ayahku sangat hebat?”

“Tentu saja!” jawab Timmy Wang.

“Lalu seberapa hebatnya kau dibandingkan ayah?” tanya Gaby.

Timmy Wang memikirkannya masak-masak lalu menjawab, “Sekitar 75%.”

Ini tidak bisa dianggap remeh, ia bisa memiliki 75% kemampuan Robert Huo, berarti ia pasti bisa sukses.

Tapi Gaby mengerutkan bibirnya dan berkata, “Kalau begitu kau sangat payah...”

Timmy Wang tertegun, lalu tertawa. Ia sangat menyukai sikap usil Gaby. Dan karena ia mengagumi Robert Huo, ia tentu juga menyukai keluarganya.

Tak lama kemudian, Natalie Ning datang menyuguhkan teh.

Air terbaik untuk menyeduh teh adalah air pegunungan, kedua air sumur, ketiga air mineral. Air keran sama sekali tidak masuk dalam daftar, karena rasa kaporit dalam air keran akan mengganggu citarasa tehnya. Maka yang paling sering digunakan adalah air mineral.

Tapi Natalie Ning belum pernah mempelajari cara menyeduh teh, ia hanya merebus air keran dan menuangkannya ke teko. Dan teh yang diseduhnya adalah Teh Guanyin berharga jutaan RMB yang diberikan oleh Fernaldy Fang.

Untungnya ia tahu bahwa Teh Guanyin harus dibilas dulu, baru diseduh. Jika tidak daun teh yang sangat mahal itu akan terbuang sia-sia.

Meskipun teknik menyeduh teh Natalie Ning sangat amatir, tapi berkat kualitas tinggi teh itu, wanginya masih memenuhi seluruh penjuru ruangan.

Setelah dituangkan ke cangkir, wanginya bahkan semakin merebak.

Begitu menciumnya, dengan tak sabar Timmy Wang segera meraih dan menyisipnya, mulutnya serasa terbakar kepanasan dan rasa air kerannya tidak begitu enak, tapi ia tetap mengangguk-angguk dan berkata dengan penuh kekaguman, “Teh ini wangi sekali.”

“Seorang teman menghadiahkannya pada kami, jika mau, kau boleh mengambil sebagian,” kata Robert Huo.

Natalie Ning hanya menatapnya dan tak mengatakan apapun.

Ardi Ning merasa tak tega meminum teh yang begitu mahal ini, maka ia memberikannya padanya. Teh ini hanya disuguhkan pada tamu yang sangat penting.

Kini Robert Huo ingin memberikannya pada Timmy Wang, Natalie Ning merasa tawaran ini sangat berlebihan.

Tapi ia tak terlalu mengetahui hubungan Robert Huo dan Timmy Wang, dan latar belakang pria muda yang memanggil suaminya Master ini.

Jika suaminya ingin memberikannya padanya, baiklah, ia juga takkan memprotes.

Perkiraan Timmy Wang tidak meleset.

Teh dengan kualitas sebaik ini pasti harganya setidaknya 6 digit, meskipun rumah Master sangat sederhana, tapi teh yang disuguhkannya sangat berkualitas, memang benar, semakin berisi semakin merunduk.

Saat Robert Huo menyuruhnya mengambil sebagian daun tehnya, Timmy Wang juga tak berbasa-basi menolaknya. Karena terpengaruh oleh Robert Huo, ia juga menjadi pecinta teh. Mana mungkin ia menolak teh berkualitas tinggi ini.

Lagipula Master lah yang memberikan padanya, tidak sopan menolak pemberian dari orang yang berpangkat lebih tinggi.

Setelah itu, Robert Huo memasakkan kepiting saus pedas kesukaan Gaby dan sop tahu dan usus yang telah sangat dirindukan Timmy Wang.

Mereka semua makan dengan lahap, tak tersisa sebutir nasi pun.

Sambil kekenyangan, Gaby dan Timmy Wang memuji kemampuan memasak Robert Huo.

Selisih umur mereka cukup jauh, tapi kepribadian mereka sangat mirip. Natalie Ning tersenyum melihatnya.

Sebenarnya Robert Huo masih ingin berbincang dengan Timmy Wang, tapi Charles Ji kembali menelepon, berkata bahwa orang yang akan ditemuinya ini orang yang sangat penting dan mendesak Robert Huo untuk segera datang.

Charles Ji adalah calon penerus Colin Ji, meskipun nantinya Nova Ji yang akan mengepalai Ji’s Corp, ia tetap tak boleh menyinggung Charles Ji. Semakin payah kemampuannya, semakin mudah ia melobinya untuk membantunya.

Nova Ji ingin menggantikan posisi Cedric Ji sebagai Dirut perusahaan keluarga, tapi kesulitan terbesarnya adalah ia kekurangan pendukung dari keluarga inti. Meskipun Colin Ji masih bisa dibujuk, tapi yang lain takkan bisa semudah itu dibujuk.

Maka, Charles Ji adalah kandidat yang paling pantas.

Setelah mempertimbangkan, akhirnya Robert Huo menuruti Charles Ji.

Tapi karena Timmy Wang adalah seorang pria, tentu kurang etis jika ia meninggalkannya di rumah ini, maka ia juga membawanya pergi.

Sembari menuruti Charles Ji, ia juga bisa mendapatkan tempat yang lebih privat untuk lanjut mengobrol dengan Timmy Wang.

Timmy Wang juga tak keberatan. Dengan kepribadiannya saat ini, ia takkan kikuk bertemu orang baru.

Setelah mencuci peralatan masak dan makan, Robert Huo dan Timmy Wang menuju ke teahouse yang disebutkan Charles Ji.

Charles Ji adalah pecinta alkohol, ia tak menyukai teh. Ia pasti memilih tempat ini agar ia terlihat elegan, dan mungkin karena ia tahu Robert Huo suka minum teh.

Setibanya di teahouse, saat Robert Huo dan Timmy Wang memasuki ruangan Charles Ji, mereka melihat Charles Ji sedang duduk dengan seorang pria berkacamata berusia sekitar 40an tahun.

Melihat Robert Huo telah tiba, dengan gembira Charles Ji segera bangkit berdiri dan memperkenalkan mereka, “CEO Gao, inilah Asisten Li yang kusebutkan tadi. Li, ini CEO Gao dari Hongda Capital.”

“Hongda Capital?”

Mendengarnya, Robert Huo langsung bisa menebak apa yang hendak dilakukan Charles Ji.

Hongda Capital adalah perusahaan yang membantu perusahaan-perusahaan lain mengurus IPO dan listing. Mereka memiliki banyak modal dan bisa membantu perusahaan melakukan merger dan akuisisi sebelum masuk ke IPO. Setelah saham mereka terjual, baru mereka menguangkannya dan mengembalikan modalnya.

Dan selama proses ini, mereka akan dikenakan charge 10-15% untuk komisi, dan bunga untuk modal dalam jumlah besar bisa mencapai 20%.

Singkatnya, jika mereka meminta Hongda Capital membantu mengurus proses IPO mereka, total biaya yang harus mereka bayarkan akan lebih dari 30%.

Dan untuk masuk dalam listing, perusahaan harus memiliki aset setidaknya 1 miliar, maka berarti, saat saham mereka memasuki pasar saham, Hongda Capital akan mendapatkan setidaknya 300 juta RMB.

Bagi orang biasa, ini adalah jumlah yang sangat besar. Tapi bagi para pelaku usaha, hanya dengan cara menjual sahamlah mereka bisa mendapatkan banyak uang dan mencapai kebebasan finansial.

Jangankan 30%, bahkan 40-50% pun mereka tetap bersedia!

Begitu mereka memasuki listing, aset mereka akan berlipat ganda hingga ratusan kali lipat, apalah artinya uang kecil ini?

Juga, mereka tak membayarnya dari kocek pribadi, melainkan dari uang perusahaan.

Charles Ji juga seorang yang sangat ambisius, Penjualan perusahaan cabang Ji’s Corp sangat banyak dan pangsa pasar mereka sangat tinggi, selain nilai aset yang masih belum mencapai batas, semua aspek lain sudah sangat bagus.

Maka Charles Ji menemui CEO Gao dengan harapan ia dan Hongda Capital bisa membantu perusahaan cabang Ji’s Corp untuk go public.

Banyak orang merasa, listing hanya membuang-buang uang, tak ada keuntungan lain, hanya melemahkan ekuitas.

Tapi untuk go public, tak ada jalan lain selain listing.

Perusahaan negara tak perlu melakukan listing karena mereka memiliki penyokong yang kuat. Sedangkan perusahaan swasta tak memiliki sokongan seperti itu. Jika mereka ingin mengembangkan usaha dan memperluas pangsa pasar, mereka harus go public dan mendapatkan tambahan modal yang besar.

Dan menggunakan modal yang besar ini untuk mengalahkan para kompetitor.

Dalam bisnis apapun, selama bisa menempati posisi teratas, mendapatkan keuntungan adalah hal yang mudah.

Robert Huo tak berusaha menghalangi proses listing perusahaan cabang Ji’s Corp, tapi Hongda Capital adalah perusahaan yang terkenal licik.

Memang dari luar, tampaknya mereka hanya menarik komisi 30%, tapi dalam prosesnya, mereka diam-diam menjual rahasia perusahaan dengan harga tinggi pada perusahaan kompetitor.

Setelah mendapatkan dokumen rahasia ini, perusahaan kompetitor bisa membuat strategi yang lebih tepat, dan Hongda Capital akan menginvestasikan modal yang lebih besar secara diam-diam dan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Novel Terkait

Air Mata Cinta

Air Mata Cinta

Bella Ciao
Keburu Nikah
3 tahun yang lalu
1001Malam bersama pramugari cantik

1001Malam bersama pramugari cantik

andrian wijaya
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu
Spoiled Wife, Bad President

Spoiled Wife, Bad President

Sandra
Kisah Cinta
2 tahun yang lalu
Istri Direktur Kemarilah

Istri Direktur Kemarilah

Helen
Romantis
2 tahun yang lalu
Husband Deeply Love

Husband Deeply Love

Naomi
Pernikahan
2 tahun yang lalu
My Lifetime

My Lifetime

Devina
Percintaan
2 tahun yang lalu
That Night

That Night

Star Angel
Romantis
3 tahun yang lalu
Be Mine Lover Please

Be Mine Lover Please

Kate
Romantis
2 tahun yang lalu