Inventing A Millionaire - Bab 46 Membantu

Kalau biasanya, ucapan dia yang ini 100% pasti akan dikritik oleh Ardi Ning, tapi sekarang, melihat langkah anaknya yang terburu-buru itu, ditambah lagi dengan ucapan Eugene Ning yang jujur itu, Ardi Ning pun terdiam tidak seperti biasanya.

Dia bisa tidak mempedulikan mukanya Robert Huo, namun perasaan anak perempuannya, tetap perlu diperhatikan.

“Kakek, Nenek, Ayah benar-benar sudah berubah menjadi baik, dia memasak masakan yang enak untuk aku dan Ibu setiap hari, sangat enak, benar tidak Paman?” Gaby ikut berkata.

“Benar benar benar, keterampilan memasaknya Shawn Li ini memang hebat, lebih hebat daripada Chef bintang 5!” Eugene Ning berkata dengan wajah yang terlihat sangat setuju.

“Kamu pernah ke hotel bintang 5? Tahu membual saja!” Ardi Ning berkata dan sambil melototinya.

Eugene Ning tersenyum, lalu sambil menggaruk kepalanya: “Tidak pernah makan daging babi, juga pernah melihat babi berlari bukan.”

“Aku lihat kamu ini adalah babi!” Kata Ardi Ning.

walaupun memarahinya, namun hati Ardi Ning tetap tergoyah, karena Cornelia Deng juga sambil membujuknya di samping dengan berkata: “Natalie itu biasanya jika ada apa-apa juga tidak akan diceritakan kepada kita, kesusahan dia, hanya dirinya sendiri saja yang tahu, dia baru pulang dengan susah payah, lupakan saja masalah ini, hanya makan bersama saja, bukan hal besar apa juga.”

“Aku bukan sedang marah kepadanya juga, hanya tidak tega melihat dia tidak hidup dengan baik!”

Di saat yang sama, saat di perjalanan pergi ke Apotek, dengan wajah yang bersalah Natalie Ning sambil bekata kepada Robert Huo: “Maaf membiarkan kamu dimarahi.”

“Tidak apa-apa, sebelum datang tadi sudah sepakat, tidak akan melawan jika dipukul, tidak akan melawan jika dimarahi. Kalau aku hanya dimarahi Ayah saja sudah bisa membuat hatinya merasa lebih lega, itu juga merupakan hal yang baik, tidak perlu makan obat.” Robert Huo berkata dengan sambil tersenyum.

Natalie Ning juga tidak yakin apakah dia benar-benar sudah mengerti, atau berpura-pura saja, namun tidak enak juga jika terus bergulat dalam masalah ini.

“Tapi usaha toko buah jelek, Ayah Ibu pasti akan pusing, toko ini adalah satu-satunya sumber pendapatan mereka, jika benar-benar gagal, aku pun tidak tahu apakah mereka sanggup terima pukulan ini atau tidak.” Natalie Ning berkata dengan sambil menghelakan nafas.

“Sebenarnya masalah ini tidak sulit diselesaikan, aku kenal dengan seserorang yang menjual buah, barangnya seharusnya oke, kalau tidak aku coba menelepon kepadanya, untuk melihat apakah bisa memasukkan buah yang bagus dan murah?” Robert Huo bertanya.

“Kamu kenal?” Natalie Ning bertanya dengan sedikit terkejut: “Dia dari mana?”

"Bisnis utama ada di ibu kota provinsi. Tetapi seluruh provinsi seharusnya ada tokonya," kata Robert Huo.

Orang yang disebut dia ini bukan orang lain, adalah Raja buah Howard Xia.

Natalie Ning bukan tidak percaya dengan perkenalan dari Robert Huo, hanya saja ia merasa Robert Huo ini seorang kutu buku yang tidak pernah keluar rumah, dulu ia juga hanya bermain kartu dan minum minuman alkohol saja, meskipun dia telah banyak berubah akhir-akhir ini tapi bagaimana mungkin ia bisa kenal dengan tokoh besar.

Robert Huo bisa melihat keraguan dari Natalie Ning, lalu ia pun berkata dengan nada yang sangat yakin: “Kamu tenang, kualitas barang mereka sangat terjamin, kalau tidak, aku bawa kamu ke Howard’s Fruit lihat buah-buahnya, kalau kamu merasa bagus, baru meminta dia antar, kalau merasa tidak bagus, yasudah lupakan saja.”

“Howard’s Fruit?” Natalie Ning melihat dia denagn wajah takjub, “Yang kamu maksud adalah orang-orang dari Howard’s Fruit?”

“Iya.” Robert Huo menganggukkan kepala.

Toko buah yang dioperasikan langsung Howard Xia terkenal dengan kualitas tinggi di seluruh provinsi. Tentu saja, harganya sedikit lebih mahal daripada toko biasa.

Jika benar-benar bisa memasukkan barang dari toko mereka, maka pasti bisa menang dari semua toko yang ada di sekitar.

Natalie Ning boleh merasa ragu-ragu kepada Robert Huo tidak dapat mengenal tokoh-tokoh besar, namun ia tidak akan meragukan keaslian dari kata-katanya.

“Kamu kenal dengan karyawan di tokonya atau Manajer toko? Bisa meminta mereka mengirimkan berapa banyak barang kepada kita?” Tanya Natalie Ning.

“Seharusnya terhitung sebagai Bos……mengenai berapa banyak barang, toko buah di rumah, aku rasa juga tidak memerlukan banyak, seharusnya ada sebanyak berapa yang kita butuhkan.” Kata Robert Huo.

Kalimat awal pertama, Natalie Ning tidak memasukkannya ke dalam hati hanya menganggap tokoh yang disebut dengan Bos itu mungkin adalah level Manajer toko.

Karena Robert Huo berkata dengan begitu yakin, bahkan dianggap sebagai percobaan terakhir kali, Natalie Ning juga menganggukkan kepala dan berkata: “Oke, kalau begitu coba kamu tanya.”

Sampai di Apotek, Natalie Ning masuk ke dalam untuk membeli obat, Robert Huo mengeluarkan hp, dan menelepon Howard Xia.

Sebelumnya Howard Xia memberikan sebuah kartu nama kepada dirinya, di atas kartu nama tersebut adalah nomor pribadi, orang yang bisa mendapatkan nomor telepon ini tidaklah banyak.

Hanya berdering sebentar, telepon tersebut langsung tersambung, terdengar suara Howard Xia yang sangat bersemangat itu, “Halo, dengan siapa ini?”

“Wakil ketua Xia, aku adalah Ro……Shawn Li.” Robert Hu terbiasa mengucap seperti demikian, hampir saja keceplosan.

“Wah, Tuan Li ya, hahaha, aku masih berpikir kapan hari ada jika ada kesempatan ingin mengajak kamu untuk pergi meminum teh bersama, tidak ku sangka malah kamu yang berinisiatif menelepon aku, kenapa, apakah sudah tidak betah lagi kerja di Keluarga Ji sana? Satu kata dari kamu saja, aku akan mengatur posisi untuk kapan kapan saja.” Kata Howard Xia.

Sejak memberikan posisi Representatif komersial kepada Nova Ji, Howard Xia pun tidak terlalu takut pada Keluarga Ji, dan menjadi lebih berani dalam merebut orang berbakat seperti Robert Huo.

Kalau dulu, dia tidak berani mengatakan kata-kata seperti ini dengan terang-terangan.

Robert Huo tersenyum, dan berkata: “Kantor masih oke, baru saja dipromosikan menjadi Asisten GM, sepertinya di dalam waktu dekat tidak bisa membantu Wakil Ketua Xia.”

“Dipromosikan? " Howard Xia sambil menepuk bibirnya, dengan nada sedikit menyesal ia berkata: “Jika dari awal aku tahu akan seperti ini pasti sudah tidak mau memuji kamu, membiarkan mereka menjadi orang yang mengenali orang berbakat, hati aku ini merasa tidak enak!”

Di dalam mata Howard Xia, Robert Huo jelas merupakan talenta yang sangat berbakat, siapapun yang bisa memiliki Asisten seperti itu, pasti akan sangat membantu karirnya.

Sebelumnya ia langsung memuji Robert Huo di depan Nova Ji dan Charles Ji, karena dia menghargai orang berbakat seperti dia, tidak ingin membiarkan seseorang yang begitu berbakat jatuh ke dunia fana, menjadi orang biasa.

Dan sekarang, Howard Xia juga benar-benar menyesal, dulu seharusnya tidak mengatakan banyak hal baik tentang Robert Huo, mending memarahi dia, lalu membiarkan orang Keluarga Ji memecat dia, sehingga dirinya bisa merekrutnya.

“Wakil Ketua Xia bercanda saja, bisa dari sebuah kios kecil di tepi jalan, sampai perusahaan dengan skala miliaran, dan tanpa partisipasi pemilik modal, kehebatan seperti ini, mana mungkin membutuhkan bantuan dari orang lain.” Robert Huo berkata dengan benar-benar sangat mengaguminya.

“Kalau ini aku memang tidak rendah hati.” Kata Howard Xia sambil tertawa.

Mereka berdua yang sambil ngobrol ini, terlihat seperti teman yang sudah kenal dengan lama.

Robert Huo benar-benar kagum dengan Raja buah ini, dan Howard Xia juga sangat suka dengan anak muda yang tidak merendahkan diri dan tidak sombong ini, mereka bisa dikatakan sangat cocok.

“Kalau kamu mencari aku bukan karena masalah mengundurkan diri, kamu bukan ingin mentraktir aku makan kan? Jika kamu benar-benar ingin kemari, malam ini aku ada waktu luang.” Kata Howard Xia.

“Traktir makan itu gampang saja, beberapa hari lagi acara Negosiasi Dewan Perdagangan akan dimulai, nanti aku pasti hadir, tapi hari ini, sebenarnya aku ingin meminta bantuan Wakil Ketua Xia secara khusus.” Kata Robert Huo.

“Kamu katakan saja.”

"Ayah mertuaku membuka sebuah toko buah, baru-baru ini, kebun setempat hancur total akibat tanah longsor, sifat dia juga lebih konservatif dan takut ditipu saat membeli barang dari sumber yang tidak dikenalnya, jadi sekarang karena dia tidak bisa memasukkan buah dengan kualitas yang baik, usahanya pun sangat suram, Wakil Ketua Xia merupakan pemain hebat di bidang ini, bisakah mengirim sedikit barang untuk membantu kami?”

“Aku kira ada masalah besar apa, hal kecil seperti ini tidak termasuk bantuan apa-apa, aku ingin mengambil sedikit utang budi dari kamu aja tidak bisa.” Howard Xia berkata dengan nada yang sangat menyesal, lalu ia berkata: “Baiklah, serahkan kepada aku saja, kamu nanti kirim alamatnya ke hp aku, akan diantar dalam waktu 1 jam!”

“Tidak peduli seberapa besar atau kecil masalahnya, masalah ini tetap sudah berutang budi kepada Wakil Ketua Xia, aku berterima kasih terlebih dahulu kepada Wakil Ketua Xia.” Robert Huo berkata sambil tersenyum.

Howard Xia juga merupakan orang yang terus terang, mereka berdua sangat cocok, lalu mengobrol sebentar, setelah Natalie Ning keluar, baru menutup telepon.

Melihat Robert Huo sedang mengetik sesuatu di layar hp, Natalie Ning berjalan kemari dan bertanya: “Sudah menemukan orangnya?”

“Sudah, 1 jam kemudian barang akan di antar.” Robert Huo menjawab.

" Apakah saja yang diantar? Ada kurma manis tidak? Orang-orang di sekitar sini sangat suka makan kurma." Kata Natalie Ning.

“Aku tidak bertanya ada buah apa saja, tapi sesuatu yang ditangani olehnya kamu tenang saja, seharusnya ada semuanya” Kata Robert Huo.

Howard Xia bisa mengoperasi bisnisnya sampai begitu besar, kalau hal kecil seperti ini saja bisa terjadi masalah, maka sudah terlalu tidak sesuai dengan level dia.

Melihat Robert Huo berkata dengan begitu yakin, Natalie Ning juga tidak enak untuk terus bertanya, biarpun dia merasa Robert Huo tidak bertanya dengan detil ada buah apa saja, sudah bersikap sedikit ceroboh.

Tapi dia di bawah situasi seperti ini, masih ingin membantu untuk menangani masalah di rumah, sudah sangat bagus.

Ketika keduanya kembali ke toko buah dengan berdampingan, Ardi Ning sudah masuk ke dalam rumah, dan dari jauh sudah bisa mendengarkan Gaby menghiburnya sampai dia tertawa dengan keras.

Dan Cornelia Deng berdiri di depan pintu sambil menunggu, Natalie Ning hendak ingin maju untuk menceritakan hal baik tentang Robert Huo, agar dia memiliki kesempatan untuk masuk ke dalam rumah, Cornelia Deng pun menarik tangannya, melihat ke kiri dan kanan, lalu menghelakan nafas, berkata: “Terlihat lebih kurus, kamu ini, beberapa tahun baru pulang sekali, kejam sekali.”

Novel Terkait

Dipungut Oleh CEO Arogan

Dipungut Oleh CEO Arogan

Bella
Dikasihi
3 tahun yang lalu
Menantu Bodoh yang Hebat

Menantu Bodoh yang Hebat

Brandon Li
Karir
2 tahun yang lalu
Doctor Stranger

Doctor Stranger

Kevin Wong
Serangan Balik
2 tahun yang lalu
Sederhana Cinta

Sederhana Cinta

Arshinta Kirania Pratista
Cerpen
3 tahun yang lalu
The Sixth Sense

The Sixth Sense

Alexander
Adventure
2 tahun yang lalu
Behind The Lie

Behind The Lie

Fiona Lee
Percintaan
2 tahun yang lalu
Mr Huo’s Sweetpie

Mr Huo’s Sweetpie

Ellya
Aristocratic
2 tahun yang lalu
Blooming at that time

Blooming at that time

White Rose
Percintaan
3 tahun yang lalu