Inventing A Millionaire - Bab 116 Stella Yue Menghilang

Hari berlalu seperti itu, tibalah malam jumat, langit mendung. Tidak lama setelah Robert Huo pulang kerja, hujan pun mulai turun.

Dia baru saja masuk, Gaby pun berlari kearahnya, bertanya: “Ayah, apa kamu benar-benar tidak akan pergi kerumah bibi Gu lagi?”

“Mengapa tiba-tiba menanyakan hal ini?” tanya Robert Huo.

“Karena Stella Yue akhir-akhir ini sering menanyakan hal ini padaku, kapan ayah akan pergi dan memasakkan masakan enak untuknya. Tadi sore saat pulang sekolah. Bibi Gu juga tidak menjemputnya, aku rasa dia sangat sedih.” Ujar Gaby.

Natalie Ning kemudian berbalik dari depan komputernya, dan mengatakan: “Freya Gu sepertinya terlambat menjemputnya karena kelas dansanya sana sangat sibuk, dia sudah menghubungi pihak sekolah.”

Robert Huo kemudian menyahut, dia lantas berjongkok dan mengelus kepala putri kecilnya, dan mengatakan: “Kita tidak sembarangn bertamu kerumah orang, kita hanya bisa pergi jika kita diundang.”

“Stella Yue sudah mengundangmu!” jawab Gaby.

“Tetapi ibunya tidak.” Jawab Robert Huo.

Wajah Gaby kelihatan sangat tidak senang. Robert Huo kemudian melihat Natalie Ning, melihat wanita itu juga memperlihatkan ekspresi tidak berdaya.

Robert Huo tahu kalau hubungan keduanya sangat baik, dan mampu memahami perasaan putrinya, bagi anak-anak. Teman sepermainan mereka saat disekolah, adalah orang yang paling dekat dengan mereka diluar kedua orang tua mereka.

Selesai makan, Natalie Ning kemudian mengawasi putrinya mengerjakan tugas sekolahnya, Robert Huo duduk di meja komputer dan membantu wanita itu melakukan promosinya.

Baru duduk selama dua menit, kepalanya tiba-tiba saja dibasahi oleh tetesan air.

Dia mengangkat wajahnya, ternyata air hujan merembes diatas sana.

Natalie Ning segera mendekat dengan ember, dan mengomel: “Waktu itu sudah meminta Eugene Ning untuk mencarikan orang memperbaikinya, baru berapa lama sejak saat itu, sekarang sudah bocor lagi, benar-benar tidak bisa diandalkan! Lain kali jika bertemu dengannya, aku pasti akan memarahinya!”

“Atap yang bocor akan sangat sulit diperbaiki, daripada menyalahkannya, lebih baik kita cepat beli rumah baru.” Ujar Robert Huo.

Akhir-akhir ini bisnis toko Taobao mereka cukup lancar, setiap hari margin keuntungan mereka mencapai RMB 10.000, hanya dalam beberapa minggu, didalam akun mereka sudah ada begitu banyak uang.

Berdasarkan pemikiran Robert Huo. Rumah disebelah tenggara kota akan menjadi pilihan terbaik.

Sekarang harga rumah sangat murah, satu unit rumah dengan tiga kamar dengan luas area seratus lebih m2, hanya dikisaran harga RMB 1000.000.

Bagi orang biasa, kredit rumah sebesar RMB 700.000, mungkin termasuk cukup besar. Tapi bagi Robert Huo, ini sama sekali bukan apa-apa.

Karena kebocorannya sudah terlalu besar, ditambah lagi dua wanita kesayangannya juga harus merasakan penderitaan ini, kalau tidak tinggal menunggu dua bulan lagi, membeli rumah dengan cash juga bukan mimpi lagi.

Natalie Ning juga tidak menolak gagasan ini, dalam hal ini mereka memiliki pemikiran yang sama, jika sudah memiliki uang yang pertama mereka lakukan adalah membeli rumah, sisa pemuasan nafsu yang lain akan di kesampingkan.

“Nanti haruskah kita mencari informasi dari kakak Fang? Dia adalah bos perumahan, pasti dia mengenal banyak orang dalam, setidaknya harganya bisa lebih murah.” Natalie Ning mencoba memberikan saran.

Sementara Robert Huo berpikir, beberapa tahun belakangan ini saudaranya sendiri tidak bisa diandalkan, bukankah mencari orang yang dikenal malah akan semakin mudah terjebak. Tetapi Fernaldy Fang juga bukan orang yang buruk, dan cara pemikiran Natalie Ning termasuk lebih sederhana, jika menolak ide wanita ini untuk mencari kenalan, mungkin saja dia tidak akan senang untuk waktu yang cukup lama.

Jika bisa sedikit lebih hemat. Dan juga membuat istri senang, mengapa dia tidak melakukannya?

“Kalau begitu besok boleh menghubunginya, setelah Gaby kembali dari les, kita pergi melihat rumahnya dulu.” Ujar Robert Huo.

“Aku juga mau ikut! Aku juga mau ikut!” Gaby berteriak dengan sangat keras.

“Baiklah, setelah selesai les, kita pergi bersama.” Ujar Robert Huo sambil tertawa.

“Dia harus les dibeberapa tempat, kita mana ada waktu untuk melihat lebih banyak rumah, kamu juga sudah terlalu menuruti keinginannya!” ujar Natalie Ning dengan tidak senang, sebenarnya mata wanita itu sudah membentuk satu garis karena terlalu senang.

Banyak sekali orang yang menganut paham laki-laki lebih berkuasa dari wanita, tapi suaminya bukan salah satu diantaranya, malah sebaliknya pria ini sangat memanjakan putrinya, hal ini membuat Natalie Ning merasa sangat bahagia.

Karena itu, mereka sekeluarga membuat diskusi singkat untuk rencana besok.

Setelah Gaby menyelesaikan pekerjaan rumahnya, dia tetap melakukan aktifitas seperti mencuci muka, dan tidur.

Hujan diluar sana semakin deras, setelah fajar. Robert Huo bangun kemudian membuang air yang ada didalam ember. Ketika kembali, dia kemudian mengambil handuk dan meletakkannya dibawah ember, agar suara bising tidak mengganggu tidur dua wanita kesayangannya.

Baru menyelesaikan semua ini, dia menyadari kalau Natalie Ning juga sudah terbangun. Wanita itu berdiri disamping pintu kamar dan melihatnya sambil tersenyum.

“Tidak tidur, apa yang lucu?” tanya Robert Huo.

“Melihat suamiku sangat memperhatikan kehidupanku dan putriku.” Jawab Natalie Ning sambil tersenyum.

“Sudah selesai nontonnya?”

“Sekarang sudah selesai, tapi kedepannya aku masih ingin menontonnya.”

Mendengar hal ini Robert Huo merasa sakit kepala, wanita ini tiba-tiba saja mahir merayu, bagaimana mungkin dia sanggup menahannya!

Disaat itu, terdengar ketukan di pintu mereka.

Robert Huo segera melihat kearah jam dinding, sekarang sudah jam 2.30, siapa yang bisa datang di jam seperti ini?

Natalie Ning cukup penakut. Karena takut wanita itu lantas menarik tangan pria itu, dan mengatakan: “Tanya dulu siapa, jangan-jangan perampok.”

“Hujan sederas ini, malam sudah selarut ini, benar-benar professional sekali bukan?” Robert Huo tersenyum bercanda pada wanita itu, tetapi dia juga bertanya: “Siapa ya?”

Diluar terdengar suara gemetar: “Aku……”

Suara ini terdengar sangat tidak asing, tapi sesaat mereka tidak bisa mengingat siapa pemilik suara tersebut, untung saja dalam hal ini Natalie Ning lebih baik dari pria itu. Dia segera bisa mengetahui pemilik suara ini: “Sepertinya ini suara nona Gu.”

“Freya Gu?” Robert Huo kemudian mendekati pintu dan membukanya, ternyata memang Freya Gu yang berdiri disana.

Sekujur tubuhnya basah karena air hujan, kakinya juga penuh lumpur, sepertinya dia kabur dengan sangat buru-buru.

Angin dingin kemudian bertiup, membuat wanita itu gemetar hebat.

Natalie Ning segera mengatakan: “Benar-benar nona Gu ya, cepat masuk, cepat masuk! Mengapa kamu sampai basah kuyup seperti ini?”

Freya Gu tidak masuk, dia melihat Natalie Ning, kemudian melihat Robert Huo, wajahnya terlihat khawatir dan bertanya: “Apa kalian melihat putriku?”

“Stella Yue? Tidak.” Natalie Ning kemudian menggelengkan kepalanya.

Robert Huo melihat ada yang tidak beres, dia lantas mengerutkan keningnya: “Apa, malam-malam begini dia kabur?”

“Bukan, aku tidak menemukannya disekolah, dan ibu gurunya mengatakan kalau dia sudah pulang sendiri. Tapi setelah aku mencarinya sampai sekarang, aku masih belum berhasil menemukannya!” wanita itu kembali melihat Natalie Ning, Freya Gu kemudian menggigit bibirnya. Mengatakan: “Aku pikir dia bisa datang kesini, mencari Li…… mencari Gaby.”

“Kamu masuk dulu.” Robert Huo menjulurkan tangannya dan menarik wanita itu masuk, kemudian menutup pintu.

Pintu membuat suara hujan teredam, sedikit membuat Freya Gu merasa lebih nyaman. Natalie Ning segera mengambilkan handuk untuk melap air hujan di tubuh Freya Gu.

Robert Huo kemudian bertanya tentang situasi itu, dia baru tahu, di tempat les dansanya hari ini juga ada orang tua murid yang terlambat datang menjemput anaknya, dan wanita ini sangat bertanggung jawab. Oleh karena itu dia menunggu sampai jam 7 malam, setelah orang tua anak itu datang wanita itu baru beranjak.

Pada akhirnya setelah sampai sekolah dia menyadari kalau anaknya telah menghilang, dia menghubungi gurunya, dan gurunya mengatakan kalau putrinya jam 6.30 sudah jalan kaki pulang sendiri.

Sebenarnya dia ingin mengantarkan anak itu. Tetapi Stella Yue bersikeras ingin pulang sendiri dan mengatakan kalau dia hapal jalan pulang rumah.

Dia melihat anak itu naik bus umum dengan mata kepalanya sendiri, setelah itu dia pun meninggalkannya.

Freya Gu dengan sangat ketakutan, segera kembali ke kelas dansanya, tetapi dia tetap tidak menemukan putrinya.

Sejak pindah dari rumah suaminya, mereka berdua selalu tinggal di kelas dansa yang disewanya, bisa disimpulkan, Stella Yue sudah seharusnya kembali kesana.

“Apa kamu sudah mencarinya di rumah yang dulu?” tanya Robert Huo.

“Sudah, tapi tidak ada. Aku sudah mencarinya disemua tempat yang mungkin akan dikunjunginya, karena aku tidak berhasil menemukannya, aku pun berpikir mungkin dia datang kesini……” mengatakannya Freya Gu tidak bisa membendung air matanya: “Salahku, tidak seharusnya aku menjemputnya selarut itu, dia pasti sudah diculik orang jahat!”

“Jangan pesimis dulu, mungkin dia tersesat, apa kamu sudah menghubungi pihak kepolisian?” tanya Robert Huo.

“Aku sudah melaporkannya, tapi mereka mengatakan waktu untuk pembuatan laporan masih belum cukup, jadi tidak bisa, mereka memintaku untuk mencarinya terlbih dahulu.” Ujar Freya Gu, sambil menangis: “Tapi tidak peduli sekeras apapun usahaku aku tetap tidak berhasil menemukannya!”

“Jangan takut, Natalie Ning, kamu buatkan air hangat untuk Freya Gu, setelah itu ganti baju, agar dia tidak sampai masuk angin, aku akan menelepon sebentar.” Ujar Robert Huo.

“Baik, nona Gu, ayo ikut aku.” Ujar Natalie Ning.

Tetapi, Freya Gu sama sekali tidak ingin pergi kemana pun, dia datang untuk mencari putrinya, sekarang hatinya sangat gelisah. Meskipun diantara dia dan Robert Huo tidak terjadi apapun, tetapi dia merasa kalau purtinya sepertinya sangat menyukai pria ini, dan seolah-olah seperti menemukan sosok ayah ada pria ini, ini adalah sebuah kerugian bagi Natalie Ning.

Jika bukan karena dia tidak berhasil menemukan anaknya, mana mungkin dia mau datang.

Novel Terkait

Mr. Ceo's Woman

Mr. Ceo's Woman

Rebecca Wang
Percintaan
2 tahun yang lalu
Yama's Wife

Yama's Wife

Clark
Percintaan
2 tahun yang lalu
Innocent Kid

Innocent Kid

Fella
Anak Lucu
2 tahun yang lalu
Pengantin Baruku

Pengantin Baruku

Febi
Percintaan
2 tahun yang lalu
Blooming at that time

Blooming at that time

White Rose
Percintaan
3 tahun yang lalu
Terpikat Sang Playboy

Terpikat Sang Playboy

Suxi
Balas Dendam
3 tahun yang lalu
Antara Dendam Dan Cinta

Antara Dendam Dan Cinta

Siti
Pernikahan
2 tahun yang lalu
Demanding Husband

Demanding Husband

Marshall
CEO
2 tahun yang lalu