Inventing A Millionaire - Bab 264 Meminum Anggur

Robert terkejut, lalu menyadari.

Mempelajari apa?

Seketika darah di tubuhnya naik, hingga otaknya mulai berputar beberapa bayangan yang membuat sekujur tubuhnya terasa panas.

Melihat suaminya sendiri yang memiliki mata yang berbeda, wajah Natalie terlihat memerah, lalu dia memutarkan tubuhnya, dia tidak tahu jika dirinya begitu menggoda.

Bagaimanapun Robert berprinsip, tetap saja dia itu seorang pria normal.

Setelah seranjang begitu lama dengan Natalie, dan tidak melewati gua tersebut, sungguh membuat dirinya merasa tidak tahan untuk menahannya.

Kekuatan untuk bertahan dengan lama dan ketika itu terpuaskan akan terbilang cukup mengerikan.

Orang yang di kantor begitu banyak Robert sendiri tidak dapat melakukan apapun, juga tidak bisa mengatakan appaun, dia hanya bisa melihat saja,

Dengan susah melewati siang ini, Natalie memintanya untuk mencari Simi.

Dengan amarah di perutnya Robert, bahkan dia sendiri yang mengantarkan dirinya ke kliniknya Simi, lalu tersenyum dan berkata : “Baik-baiklah di sini, aku sendiri akan melihat-lihat di dapur, lalu ketika selesai aku akan mencarimu.”

Robert ingin memberitahu dia, untuk tidak pergi tetapi Natalie pasti tidak akan mendengarnya.

Melihat bayangan istrinya yang pergi, hati Robert terasa tidak nyaman.

Bagian resepsionis sendiri telah mengenal dia dan berkata : “Tuan Li, hubungan anda dan nona Ning terbilang baik, sungguh hal ini membuat orang merasa iri.”

Robert yang mendengar ini, merasa hubungan yang asli dan palsu ini, semua ini mengingatkan dia dengan Shawn Li.

Jika memberitahu Natalie jika dirinya ini bukan suaminya atau dengan kata lain hanya tubuh ini saja, apakah dia masih menerimanya?

Sambil memutarkan kepalanya dan mengetahui jika dirinya tidak segera ke atas, pasti akan ada orang yang memberitahu Natalie.

Robert hanya bisa menuju ke atas, lalu melihat Simi yang duduk di sofa sambil mengetik.

Hari ini dia menggunakan rok hitam pendek, dengan laptop yang berada di atas pahanya, dan hal ini terlihat begitu seksi, di tambah lagi dengan tubuh Simi yang begitu mempesona, terutama bagi di bawah dagunya, semakin membuat dia terlihat seperti kue tart.

Dia menaikan kepalanya sambil melihat Robert yang naik, Simi tersenyum lalu berkata : “Sudah datang, duduklah, aku akan segera selesai.”

Robert yang mengenali jalanan ini lalu duduk di kursi, awalnya dia ingin melihat Simi lebih lama, tetapi amarah Natalie membuat dia menghentikan hal ini.

Hanya saja Robert melihatnya sekilas, lalu menyimpan kembali matanya dan berusaha untuk melihat ke tempat lain.

Sekitar 2 hingga 3 menit kemudian Simi melipat laptopnya dan berjalan kemari lalu bertanya : “Kenapa tidak melihat lagi?”

“Hah?” Robert dengan tidak mengerti melihat ke arah dia.

Simi tersenyum dan berkata : “Bukankah tadi sedang melihat aku, aku mengira kamu akan melihat lagi, kenapa, apakah dandananku tidak bagus?”

Simi sambil berkata, sambil memutarkan tubuhnya lalu ukuran tubuhnya dengan pakaian ketatnya itu terlihat begitu mempesona.

Robert tidak menjawab pertanyaan itu, walaupun dia ingin melihat kaki putih salju itu, tetapi dia berusaha tenang dan berkata : “Katakan kamu cukup sibuk akhir-akhir ini, bagaimana jika kamu mengerjakan pekerjaanmu saja dulu, aku akan berputara-putar dulu di sini.”

“Perkataan ini, kenapa membuat kamu berkeliling sendirian.” Simi tersenyum lalu berkata : “Aku tahu kamu tidak bermasalah, hanya saja tetap tidak bisa pergi sekarang, bagaimana jika kita berbincang-bincang saja, atau menemani aku menari? Bisakah?”

“Tidak bisa.” Robert dengan segera menggelengkan kepalanya.

Apapun tariannya, lebih baik tidak perlu bersentuhan, dirinya yang sekarang ini seperti sebuah petasan, yang siap meledak, apalgi Simi itu bukanlah orang biasa saja, dia wanita yang terbilang cukup menarik.

Robert sendiri tidak pernah menyepelekan pengendalian dirinya, tetapi juga tidak bisa terlalu mengendalikan.

“Benaran tidak bisa?” Simi memperlihatkan wajah curiga.

Seorang pria brengsek tidak bisa menari, mungkinkah?

Robert dengan serius menggelengkan kepalanya : “Sungguh tidak bisa.”

Simi berkata : “Baiklah, maka tidak perlu menari, hanya saja apakah kamu berencana duduk begitu saja? Bagaimana jika aku mentraktir kamu untuk meminum sesuatu? Kebetulan aku membeli sebuah anggur yang bagus, mari kita minum sambil berbincang-bincang untuk menghabiskan waktu 2 jam kamu dan setelah itu kamu boleh pergi.”

Jika normalnya, Robert akan menolak untuk meminum anggur bersama dia, apalagi ada yang mengatakan jika meminum alkohol akan membuat masalah, terutama untuk dirinya yang sekarang.

Tetapi karena perasaannya saat ini, membuat Robert di butakan nalurinya.

Yang dia pikirkan, meminum alkohol dapat membuat pemikiran dia merasa lega.

Melihat dia yang setuju, Simi dengan senang membawa anggur juga 2 gelas untuk anggur.

Mendengar kaki gelas yang bersentuhan lalu mengeluarkan bunyi, Robert menganggukan kepalanya : “Gelas yang bagus.”

“Kamu memahami gelas anggur?” Simi sambil membuka anggur ini dan berkata : “Atau maukah kamu mengatakan di mana bagusnya gelas ini.”

Robert mengambil gelas anggur itu, dengan segera memegang gelas bibir sambil membuatkan suara, kemudian dia mengambil gelas satu lagi, dan membasahi tangannya, sambil memutari gelas ini, kemudian terdengar sebuah suara dari gelas tersebut : “Jika di dengar dari bunyinya, jumlah kristal juga seninya terbilang bagus.”

Dia mulai melihat cangkir itu dan berlawanan dengan sinar matahari dan berkata: “Kilauan dan transparansi sangat bagus, dan juga hanya ada sedikit gelembung saja, seharusnya ini ditiup secara manual. Jika di lihat dari seninya seharusnya berasal dari Hetalia, tetapi keseluruhannya lebih di sukai orang dalam negeri, oleh karena itu, gelas anggur ini berasal dari Hetalia dan di tiup secara langsung oleh dalam nageri, jadi jika di lihat secara keseluruhan bentuknya terbilang cukup kecil dan lebih cocok untuk di jadikan gelas anggur putih.”

Simi terpana, meskipun dirinya sempat belajar di luar negeri selama beberapa tahun dan mencicipi banyak anggur yang enak, biasanya dia hanta memperhatikan kualitas anggurnya saja, lalu untuk gelasnya cukup bisa diletakan di gelas meja mahal, dan bahkan tidak begitu memperhatikannya.

Dengan penasaran dia melihat gelas anggur di meja lalu bertanya : “Jadi untuk anggur merah lebih cocok di padukan dengan gelas yang mana?”

“Ada 2 jenis, satu adalah gelas Burgundy dengan permukaan lebih luas dan dan satu lagi gelas bernama Bordeaux dengan ciri khas memiliki tubuh yang besar dan terasa halus. Gelas Burgundy membuat hidung kita dapat menghirup aroma anggur lebih dalam, lalu perbedaan gelas Burgundy memiliki aroma yang lebih kuat dari Bordeaux, ketika anggur memasuki lidah akan membuat rasa anggur dengan segera dapat merasakan keasaman dari anggur tersebut, dan untuk anggur yang lebih keras lebih cocok di gunakan pada gelas Bordeaux, semua ini karena anggur merah lebih berat, maka itu membutuhkan gelas yang lebih memiliki permukaan yang luas untuk menenangkan anggur juga memutarkannya, hal ini agar aroma tersebut bisa semakin keluar, dan satu lagi untuk anggur putih lebih membutuhkan suhu untuk meneguknya, dari polosnya anggur ini tidak membutuhkan permukaan yang luas, terakhir ketika menuangkan anggur putih harus sedikit agar tetap menjaga suhu dari anggur tersebut.”

Simi yang mendengarkan ini merasa terkejut, ketika Robert mengatakan semua ini, seperti tanpa berpikir dia mengatakannya begitu saja, jika dia bukan untuk membual maka dia pasti sangat mengetahui gelas anggur.

Sepertinya dirinya tidak salah mendiskripsikan jika pria brengsek ini memang berkelas.

Hanya saja, bisa mengatakan gelas anggur dengan sebegitu hebatnya, sepertinya kelas atas ini terlalu berlebihan.

Dan wanita seperti Natalie apakah membutuhkan pria seperti ini? Dan lagi, untuk kedudukan dia sepertinya tidak bisa menyentuh kelas atas manapun.

Dan gadis dari kalangan rendah lebih menyukai pria brengsek yang suka berkata manis, di tambah dengan sikapnya yang terlihat kelas atas semakin membuat mereka terlihat berjarak.

Setelah di pikirkan, Simi bertanya : “Sepertinya aku tidak pernah mendengar dari Natalie jika kamu menyukai anggur, dan begitu mengerti anggur.”

“Sebenarnya ini tidak terbilang mengerti, hanya pengetahuan umum saja, dan sering melihat buku saja.” Robert sedikit merendah.

Simi tidak tahan untuk memutarkan bola matanya, perkataan ini terdengar seperti kita yang tidak membaca buku?

Dia tidak lama-lama dalam pembahasan ini, Robert yang memiliki pengetahuan profesional, memang membuat dia terkejut, hanya saja punggung yang terasa dingin karena terkejut semakin membuat identitas pria brengsek ini semakin dalam.

Setelah membuka anggur, Simi menuangkan sepertiga lalu menuangkan segelas untuk Robert dan berkata : “Jika kamu sangat mengerti tentang anggur, coba rasakan anggur ini.”

Robert menggoyangkan gelas anggurnya, agar aroma anggur ini bisa terhirup, dan perlahan hidungnya mulai menyiumnya hingga menyentuh anggur ini, sambil membiarkan anggur ini berputar di bibir dan menelannya dengan pelan.

Novel Terkait

Pergilah Suamiku

Pergilah Suamiku

Danis
Pertikaian
2 tahun yang lalu
1001Malam bersama pramugari cantik

1001Malam bersama pramugari cantik

andrian wijaya
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu
Nikah Tanpa Cinta

Nikah Tanpa Cinta

Laura Wang
Romantis
2 tahun yang lalu
Eternal Love

Eternal Love

Regina Wang
CEO
2 tahun yang lalu
Villain's Giving Up

Villain's Giving Up

Axe Ashcielly
Romantis
2 tahun yang lalu
Evan's Life As Son-in-law

Evan's Life As Son-in-law

Alexia
Raja Tentara
2 tahun yang lalu
After The End

After The End

Selena Bee
Cerpen
3 tahun yang lalu
Spoiled Wife, Bad President

Spoiled Wife, Bad President

Sandra
Kisah Cinta
2 tahun yang lalu