Inventing A Millionaire - Bab 316 Pernikahan Kedua Juga Tidak Apa-apa

“Apanya yang tidak jelas, hanya karena sebuah pakaian lalu menjadi tidak jelas? Pemikiran kuno!” Ramona Zhuo memutar matanya, berkata : “Dan juga, kamu jangan menyinggung lagi di depanku tentang pacarnya itu, Owen siapa benar bukan? Selain belajar, apa ada gunanya lagi? Tidak ada uang, tidak memiliki latar belakang, bila putri kita menikah dengan kutu buku itu, apa tidak rugi? Lagipula dia tidak memiliki kemampuan yang besar, namun temperamennya tidak kecil. Tidak memiliki apa-apa, masih setiap hari berlagak seperti seorang penguin. Menurutku, jika putri kita ingin mencari pacar, maka seharusnya mencari pria seperti Tuan Li. Tidak hanya tampan, dia juga memiliki kemampuan, perkataan dan perbuatannya pun sesuai.”

“Ibu, apa yang kamu katakan! Bosku itu sudah lama menikah, bahkan anaknya sudah duduk masuk sekolah dasar!” Sisilia Jian tersipu berkata, dari awal dia sudah tahu ibunya sangat tidak menyukai Owen Ning.

Tidak hanya dia, termasuk ayahnya, Gavin Jian juga sama, hanya saja dia adalah laki-laki, memiliki gengsi, dia juga seorang pemimpin, tidak enak bila bicara langsung. Meskipun merasa pacar putrinya tidak baik, juga hanya bisa memilih menggunakan kata-kata yang paling galak untuk membimbing dan mendidik.

Berbeda dengan Ramona Zhuo, dia mengatakan semua yang dipikirkannya, tidak peduli apa yang kamu pikirkan.

Anak perempuan yang saya lahirkan sendiri, jika tidak memikirkannya untuknya maka untuk siapa lagi?

“Sudah menikah? Dia terlihat masih sangat muda, masih umur berapa sudah menikah, buat apa terburu-buru, benar-benar!” Kata Ramona Zhuo merasa sayang.

“Kamu ini suka mengurusi urusan orang lain, sekarang sudah tahu dia sudah menikah, jangan cerewet lagi.” Kata Gavin Jian.

Ramona Zhuo memelototinya lagi, berkata : “Memang kenapa kalau sudah menikah, dibandingkan dengan Owen siapa itu. Meskipun pernikahan kedua, tetap lebih baik darinya! Jika menyuruhmu memilih, kamu akan memilih siapa sebagai menantu priamu?”

“Tentu saja….” Gavin Jian hanya berbicara sampai setengah, tidak melanjutkan bicara lagi.

Karena dia juga ragu, benar, harus memilih siapa sebagai menantunya?

Meskipun Owen Ning dan putrinya adalah teman kuliah, memiliki landasan hubungan, namun orang ini memang tidak terlalu unggul, sulit untuk membuat hal yang besar.

Sebaliknya bos yang barusan, terlihat sangat bersemangat, sangat menarik.

Hanya sayangnya sudah menikah, sudah tidak ada harapan.

Wajah Sisilia Jian dibuat merah oleh mereka berdua, dia bergegas menarik masuk keduanya ke dalam rumah, berkata : “Kalian berdua jangan sembarangan ikut campur, aku juga bukannya tidak laku, apakah perlu begitu khawatir?

“Bagaimana bisa tidak khawatir, tahun ini kamu sudah berusia 26 tahun, saat aku berumur sepertimu, aku pergi ke mana-mana! Begitu banyak orang di sekeliling, siapa yang setiap hari tidak mengunggah foto cucu mereka. Hanya aku yang cuma bisa menatapnya!” Ramona Zhuo berkata dengan tidak puas.

Sudah tidak banyak yang bisa dilakukan dan ingin dilakukan oleh orang-orang di usia ini, mungkin harapan terbesar adalah rumah yang penuh dengan cucu.

Yang paling utama adalah orang-orang di sekitar semuanya begitu, bila kamu tidak, maka kamu ketinggalan zaman, maka sama saja ditendang dari lingkaran pergaulan.

Tidak mudah membujuk orang tuanya masuk ke dalam rumah, Sisilia Jian tanpa sadar melirik ke arah Robert Huo pergi, detak jantungnya masih tetap berdebar.

Barusan Ramona Zhuo berkata, jika mencari pacar seperti Robert Huo, maka meskipun pernikahan kedua juga akan tetap lebih baik daripada dengan Owen Ning, meskipun mungkin dia tidak benar-benar mendukung putrinya untuk mencari orang yang menikah kedua kalinya, namun arti dalam ucapannya membuat hati Sisilia Jian bergetar.

Sudah pernah menikah...apakah boleh?

Dulu selalu mendengar orang berkata bahwa pria yang pernah bercerai adalah yang terbaik.

Karena cukup matang, tahu memberi perhatian kepada orang, juga tahu apa penyebab konflik dalam hidup.

Saat baru mendengar teori tersebut, Sisilia Jian masih meremehkannya, dia memiliki kecantikan, kecerdasan, latar belakang keluarganya juga tidak buruk. Mungkin tidak bisa dibandingkan dengan para bilioner, namun dalam dunia pekerja, bisa dikatakan dia berada di garis depan.

Antara mencari orang yang bertalenta, atau mencari yang memiliki kemampuan yang mengejutkan. Bagaimanapun tidak akan mencari pria yang menikah kedua kalinya, betapa memalukannya.

Tapi sekarang, Sisilia Jian tiba-tiba menyadari, teori yang pernah dia dengar dulu, sepertinya benar.

Jaket yang menutupi bahunya seakan masih meninggalkan kehangatan telapak tangan pria itu, membuat seluruh tubuhnya merasa hangat.

Dibandingkan dengan Robert Huo, Owen Ning benar-benar tidak berguna.

Tapi, hubungannya dengan bos perempuan begitu baik, bagaimana mungkin….

Pada saat memikirkan ini, tiba-tiba Sisilia Jian merasa seakan wajahnya sangat panas, dengan sedikit malu memukul dahinya.

Sembarangan berpikir apa, jangankan bos bagaimana, CEO Ning sangat baik terhadapnya, dia tidak mungkin menjadi orang ketiga di antara mereka!

Mengingat rupa Robert Huo dan Natalie Ning yang dengan bahagia bergandengan tangan memasuki kantor beberapa hari yang lalu, rasa iri di hatinya hampir akan meluap.

Mungkin benar apa kata orang, rumput tetangga selalu tampak lebih hijau.

Setelah kembali ke rumah, Robert Huo memberitahu kondisi Sisilia Jian, mengetahui dia begitu menderita karena perihal Owen Ning menghianati perusahaan, Natalie Ning dengan rasa menyayangkan berkata : “Gadis ini sangat peduli dengan perasaan orang, satu sisi adalah mantan pacarnya, sisi lain adalah perusahaan, mungkin memang benar-benar menimbulkan banyak masalah baginya.

“Sebenarnya tidak perlu merasa sulit. Menurutku, sepertinya setelah dia menyadari orang yang ada di dalam bayangannya pada kenyataannya hancur, hatinya sedikit tidak bisa menerima. Tunggu beberapa saat sampai dia sudah berpikir jernih, secara alami akan lebih baik.” Kata Robert Huo.

“Lalu bagaimana denganmu besok? Jika Owen Ning benar-benar tidak menelpon, apakah kamu akan melaporkannya?” Natalie Ning bertanya : “Kalau tidak, bagaimana kalau kita mencarinya sendiri?”

Hati Natalie Ning lunak, dia tidak ingin membuat masalah ini menjadi tidak enak dipandang, juga takut orang lain di perusahaan akan terpengaruh karena hal ini.

Namun Robert Huo tidak berpikir seperti itu, dia berkata : “Masalah ini menjadi suatu krisis untuk perusahaan, juga merupakan sebuah kesempatan. Bila dilakukan dengan baik, kita bisa membuat perusahaan lebih kompak, dalam tingkat tertentu juga bisa mencegah terjadi kembali masalah seperti ini. Jadi, bila ingin dilakukan, harus melakukannya dengan terang-terangan. Melakukannya dengan terang-terangan, membuat semua orang tahu!”

Natalie Ning bukannya tidak mengerti prinsip ini, dia hanya tidak bisa seperti Robert Huo, mengubah krisis menjadi motivasi untuk terus maju ke depan. Karena di dalam proses ini, selalu ada beberapa orang, beberapa hal, yang mengganggu dia.

Tidak banyak mengambil pusing masalah ini, karena tahu hasil seperti apa yang paling menguntungkan, walau Natalie Ning tidak tega, tapi dia hanya bisa menerimanya.

Hatinya selalu tahu dengan jelas, perusahaan bisa sampai di skala hari ini, 90% kredit ada pada Robert Huo, dan 5% keberuntungan, sisa 5% lagi, mungkin harus dibagikan sebagian kepada para koki.

Singkatnya, kepercayaan diri Natalie Ning masih belum cukup, di hadapan orang lain mungkin dia bisa terlihat percaya diri dan kuat, tapi di hadapan Robert Huo, dia selalu tanpa sadar menundukkan kepalanya, merasa perbedaan antara dia dan Robert Huo sangat besar.

Robert Huo mengetahui hal ini, tapi tidak bisa membujuknya, kepercayaan diri tidak pernah datang dari nasihat dan bujukan saja, melainkan harus melalui belajar dari situasi yang nyata, serta pengalaman sukses yang dikumpulkan dalam waktu yang panjang.

Hari kedua jam enam, Robert Huo mengirimkan laporan yang sudah dibereskan kepada pengacara, saat jam setengah tujuh, dia dan Natalie Ning muncul di kantor bersama.

Para karyawan hari ini juga datang sangat pagi, setelah datang mereka melihat ke Robert Huo dan Natalie Ning terlebih dahulu, kemudian memandang orang lain.

Kemarin Robert Huo berkata, dia berharap leakers dapat meneleponnya sebelum jam setengah delapan.

Sekarang waktunya sudah tiba, mereka ingin tahu pilihan dari leakers itu.

Kelihatannya emosi Natalie Ning tidak terlalu tinggi, dia duduk di depan komputer, tidak tahu sedang melakukan apa.

Robert Huo sedang duduk di sofa minum teh, tidak berapa lama, Sisilia Jian datang.

Setelah istirahat semalaman, keadaannya pulih sedikit. Hanya saja matanya masih terlihat merah dan bengkak.

Melihat Robert Huo hari ini juga datang begitu pagi ke kantor, jantung Sisilia Jian berdegup, dia tahu hari ini bukanlah hari biasa.

Lewat 5 menit, Owen Ning melangkah masuk ke dalam kantor.

Hampir semua orang mengarahkan pandangan mereka padanya.

Owen Ning tidak terpengaruh sedikitpun, wajahnya masih menunjukkan senyuman, bahkan kepercayaan diri di wajahnya semakin bertambah.

Kemarin orangtuanya sudah berhasil membantunya menerima imbalan, mobil mewah, rumah mewah. Uang yang cukup besar, imbalan ini membuat Owen Ning merasa dunia ini tidak terbatas indahnya.

Mengenai pertengkaran dengan Sisilia Jian kemarin setelah pulang kerja, dia juga tidak menaruh di dalam hatinya.

Seorang wanita bodoh, tidak mau juga tidak apa-apa!

"Apa kabar CEO Li, apa kabar CEO Ning.” Owen Ning berinisiatif menyapa mereka.

Sikapnya alami dan tenang membuat beberapa orang lain sedikit ragu, kenapa tidak terlihat seperti leakers?

Meskipun sebagian besar orang menunjukkan ekspresi ingin tahu, tapi tidak satupun dari mereka memiliki ekspresi khawatir, ini menunjukkan apa?

Apakah mungkin seperti tebakannya, bos hanya menakut-nakuti?

Saat Owen Ning berjalan menuju kursinya, Robert Huo mengangkat kepalanya, berkata : “Owen Ning, apakah ponselmu masih ada?”

Novel Terkait

After The End

After The End

Selena Bee
Cerpen
3 tahun yang lalu
Unperfect Wedding

Unperfect Wedding

Agnes Yu
Percintaan
3 tahun yang lalu
Cinta Adalah Tidak Menyerah

Cinta Adalah Tidak Menyerah

Clarissa
Kisah Cinta
3 tahun yang lalu
Mr CEO's Seducing His Wife

Mr CEO's Seducing His Wife

Lexis
Percintaan
2 tahun yang lalu
Pernikahan Kontrak

Pernikahan Kontrak

Jenny
Percintaan
3 tahun yang lalu
Si Menantu Buta

Si Menantu Buta

Deddy
Menantu
2 tahun yang lalu
The True Identity of My Hubby

The True Identity of My Hubby

Sweety Girl
Misteri
2 tahun yang lalu
Cinta Tapi Diam-Diam

Cinta Tapi Diam-Diam

Rossie
Cerpen
3 tahun yang lalu