Inventing A Millionaire - Bab 278 Keributan.

Saat berbicara seperti itu, Nova Ji kembali ke posisi semulanya dan terduduk, dia mulai bermain-main dengan komputernya.

Hanya saja tangannya bergetar saat dia mengetik, dia hanya bisa mengetik beberapa kata, kemudian dia harus menekan tombol backspace untuk menghapusnya.

Keadaan ini menunjukkan bahwa dia tidak benar-benar bekerja, tetapi hanya ingin menggunakan hal ini untuk menyembunyikan rasa bersalahnya.

Robert Huo bisa melihatnya tapi dia tidak banyak bicara, keadaan Nova Ji memberinya sebuah pemikiran yang samar-samar, tetapi dia tidak merasa perlu untuk terus menyelidiki hal ini.

Seperti yang dia katakan, tidak masalah jika dirinya mengingat masa lalunya atau tidak, apalagi dirinya merasa sangat bahagia sekarang.

“Kalau begitu kamu kerjakan saja urusanmu, aku akan atur jadwalnya.” Kata Robert Huo.

Nova Ji meng-iyakannya tetapi dia tidak mengangkat kepalanya.

Robert Huo tidak banyak berbicara, dia hanya berbalik dan meninggalkan ruang kantor itu.

Setelah dia pergi, Nova Ji mendongak, dia hanya melihat pintu kantornya yang tertutup dengan perlahan.

Matanya sedikit menyipit, hati Nova Ji terasa berat.

Pikiran tentang dirinya yang akan menjadi musuh Robert Huo membuatnya merasa panik.

Beberapa waktu ini, dia sangat mengandalkan pihak lawan, tanpa Robert Huo di sisinya, dia tidak tahu bagaimana membuat keputusan, atau apakah keputusan yang dia buat itu benar atau salah.

Tanpa disadari, pria ini telah menempati posisi yang sangat penting di benaknya dan hampir tidak tergantikan.

Dia menundukkan kepalanya dan membuka laci mejanya, selain terdapat banyak dokumen dan segel resmi, ada kotak kristal di lacinya.

Di dalam kotak itu, ada bunga mawar yang layu.

Kelopak bunganya seharusnya berwarna merah cerah, tapi sekarang bunga itu menjadi kuning dan layu.

Keuntungan Nova Ji menjadi GM perusahaan cabang Keluarga Ji adalah dia di gaji lebih dari sepuluh juta RMB pertahunnya, jadi orang-orang akan merasa sangat bingung melihatnya begitu menyayangi mawar yang sudah layu ini.

Mawar ini diberikan oleh Robert Huo padanya.

Mungkin bagi Robert Huo, hal ini hanya wujud dari sikap seorang pria, tidak apa-apa jika memberikan sekuntum bunga kepada seorang wanita cantik.

Tapi untuk Nova Ji, hal ini sangat penting.

Dia juga tidak tahu apa pentingnya hal ini, tetapi setelah mendapatkan bunga ini, dia enggan membuangnya bahkan jika saat layupun dia tidak rela membuangnya, dia sengaja membeli sebuah kotak kristal untuk meletakkan bunga ini.

Secara tidak sadar dia juga tidak ingin barang ini ditemukan oleh orang lain, jadi dia tidak berani membawanya pulang, juga tidak berani mengeluarkannya, jadi dia hanya bisa menyembunyikannya di laci khusus miliknya ini.

Kapanpun dia lelah dan kesepian, dia akan selalu membuka laci dan melihatnya.

Nova Ji tahu bahwa setiap kali dia melihat bunga ini, dia tidak bisa menahan senyuman di wajahnya, meskipun dia telah berulang kali menyangkal bahwa itu disebabkan oleh kegembiraan di hatinya, tapi penyangkalannya itu tidak mewakili kebenarannya.

Kadang-kadang, dia merasa iri pada Natalie Ning.

Mau tidak mau dia harus mengakui bahwa wanita itu memiliki suami yang begitu baik, mau tidak mau dia harus mengakui bahwa selain perasaan ketergantungan dirinya pada pria itu, dia sebenarnya memiliki perasaan antara pria dan wanita dengannya.

Bahkan di lubuk hatinya yang paling dalam, dia berpikir jika keputusan itu tidak dibuat pada awalnya, jika Natalie Ning tidak menikah dengan pria itu, jika...

Segala macam kemungkinan itu, di tekannya dengan berbagai jenis alasan. Karena dia tahu, dia tidak seharusnya berpikir seperti itu.

Sekarang dia merasa bahwa dia mungkin berisiko untuk putus hubungan dengan Robert Huo, Nova Ji merasa tertekan dan merasa sangat sedih.

Jelas itu hal yang terbaik, tapi kenapa bisa terjadi secara tiba-tiba.

Hal yang paling dia khawatirkan tidak muncul pada saat dirinya sedang sulit, tetapi malah keluar pada saat dia sedang menikmati masanya, sebenarnya jika seperti ini, serangan batinnya akan lebih besar.

Setelah melihat bunga kuning di kotak kristalnya itu dalam waktu yang cukup lama, Nova Ji menghela nafasnya dan menutup lacinya.

Jika semuanya sudah tidak bisa diperbaiki, maka yang harus dia tanggung adalah tetap melanjutkan langkah selanjutnya.

Ini adalah takdirnya, takdir yang tidak bisa di hindari.

Pada saat ini, di dalam halaman rumah Keluarga Huo, Zila Tang berdiri di depan pintu halaman tempat kediaman Tuan Muda Keluarga Huo, dengan marah dia memandang dua pengawal berpakaian hitam yang berusaha menghalangi jalan di depannya, kemudain dia langsung menegurnya: "Kakak Robert pasti ada di dalam, menyingkirlah kalian!"

Seorang pengawal berpakaian hitam menggelengkan kepalanya dan berkata dengan sopan, tetapi tidak bermaksud untuk membiarkannya masuk: "Maaf, Nona Tang, kami telah di perintahkan oleh Tuan Muda, bahwa saat ini tidak ada yang diperbolehkan masuk untuk mengganggunya. Jika anda ingin bertemu dengannya, silakan datang di lain hari."

"Aku telah menelepon Kakak Robert beberapa kali, setiap kali dia mengatakan bahwa dia tidak punya waktu, sebenarnya apa yang dia sibukkan! Bahkan dia tidak punya waktu untuk bertemu denganku!"

Sejak kecelakaan di lintasan balap, ketika Zila Tang kembali kesini, dia selalu ingin bertemu dengan tunangannya.

Setelah mengalami hal yang sangat mengerikan itu, hal ini membuatnya makin ingin bertemu dengan pria itu, merasakan perhatiannya, merasakan kehangatannya. Pria itu memberikannya perasaan aman yang tidak bisa di gambarkan.

Tetapi setelah melakukan beberapa panggilan, pihak lawan tidak menjawab, atau setelah menjawab panggilannya, dia akan mengatakan dirinya sibuk dan tidak ada waktu untuk bertemu dengannya.

Sikapnya sangat dingin, sangat dingin sehingga dia tidak bisa menerimanya.

Dalam enam bulan terakhir, sikap tunangannya terhadapnya berangsur-angsur menjadi sangat tidak peduli padanya, menjadi asing, menjadi ada jarak. Bahkan hingga saat ini dirinya tidak bisa bertemu dengan pria itu.

Zila Tang tidak bisa menahannya lagi, jadi dia pergi ke Rumah Keluarga Huo dan bersikeras ingin bertemu dengan Robert Huo.

Tapi ketika dia datang ke sini, dia dihentikan oleh kedua pengawal berbaju hitam itu, tidak peduli apa yang dia katakan, pihak lawan tidak akan membiarkannya masuk.

Jika pada biasanya, Zila Tang mungkin hanya akan mengeluh dan pergi, namun, hatinya saat ini tidak merasa tenang, adegan kecelakaan di lintasan balap masih membayangi di benaknya.

Hari ini, untuk pertama kalinya dia melagar tata krama dan menjadi marah, jika pria itu tidak mengizinkannya masuk, dia tetap akan masuk!

Tidak peduli dengan kedua pengawal berpakaian hitam yang terus menghalanginya itu, Zila Tang berdiri dan bergegas berjalan masuk: "Aku tunangan kakak Robert, kalian tidak berhak untuk menghentikanku! Menyingkirlah!"

Sikap pengawal berpakaian hitam itu juga lebih keras kepala dari yang diperkirakannya, mereka memegangnya lengannya dan menahannya.

Kekuatan orang-orang itu membuatnya merasa sangat sakit dan hatiany menjadi panik, sehingga dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak teriak di gerbang halaman.

Banyak orang di Rumah Keluarga Huo melihat pemandangan ini, mereka semua mendekat untuk menanyakan apa yang terjadi.

Zila Tang mengatakan masalah itu lagi, anggota Keluarga Huo saling berpandangan, pada akhirnya salah satu dari mereka berkata dengan tidak berdaya: "Nona Tang, aku rasa kamu sebaiknya kembali. Tuan Muda akhir-akhir ini memang sangat sibuk. Jangankan kamu, bahkan kami saja sulit untuk bertemu dengannya. Lagipula akhir-akhir ini suasana hati Tuan Muda sedang tidak baik, jika kamu masih membuat keributan disini, mungkin saja dia akan marah nanti.”

“Walaupun marah, aku masih tetap harus bertemu dengannya!” Kata Zila Tang dengan suara yang keras.

Mungkin karena banyak orang yang berkumpul dan suara bising yang di timbulkan itu, membuat pintu di sudut halaman terbuka, wajah orang palsu itu yang hampir sama dengan Robert Huo berjalan keluar.

Dia tampak kesal dan berkata dengan nada dingin: "Berisik sekali!"

“Kakak Robert!” Zila Tang berteriak dengan gembira, lalu berjalan masuk ke dalam.

Namun, seorang pengawal berpakaian hitam dengan cepat menghentikannya, sementara yang lain berpaling ke arah orang palsu itu dan berkata: "Tuan Muda, Nona Tang bersikeras ingin bertemu dengan anda, kami sedang menghentikannya, anda lihat..."

"Bukankah aku sudah memberitahumu bahwa tidak ada yang diizinkan untuk masuk!" orang palsu itu berkata dengan serius.

Robert Huo di Keluarga Huo dari awal sudah sangat di kenal, tidak ada yang berani melanggar perintahnya. Tubuh kedua pengawal berbaju hitam itu bergetar ketika mereka mendengarnya, dengan cepat mereka mendorong Zila Tang untuk keluar: "Nona Tang, aku sudah mengatakan tidak boleh, anda harus kembali."

"Aku tidak akan pergi! Aku adalah menantu dari Keluarga Huo, tidak ada yang bisa menghentikanku! Kakak Robert, kakak Robert!" Zila Tang berteriak, penampilan saat ini sangat berbeda dari gambar dirinya dulu yang seperti wanita anggun.

“Untuk apa berteriak-teriak!” orang palsu itu menatap Zila Tang dengan pandagan dingin: "Jika kamu berani membuat keributan disini dengan memanfaatkan posisi calon istriku, maka aku dapat segera membatalkan pertunangan kita! Keluarga Huo, tidak membutuhkan seorang menantu yang sulit diatur!"

Kata-kata itu membuat Zila Tang bergetar dan seakan-akan dia tersambar petir dari langit, dia tercengang.

Dia tidak pernah menyangka bahwa dua kata membatalkan pernikahan akan diucapkan oleh tunangannya.

Sejak kecil mereka menjadi pasangan yang cocok, tumbuh besar bersama dengan perasaan yang dalam, setiap saat pria itu selalu melindungi dirinya, seolah-olah walaupun langit akan runtuh, dia juga akan menahan hal itu untuknya.

Di hati Zila Tang, satu-satunya pria dalam hidupnya yang bersedia dia nikahi adalah Robert Huo, dia tidak akan pernah memikirkan orang kedua!

Hari dimana Robert Huo menandatangani kontrak pernikahan juga merupakan hari terindah yang dia rasakan sejak dirinya lahir.

Setiap hari, dia menggunakan jarinya dan menghitung berapa lama lagi dia akan menikah dengan pria ini, menjadi istrinya dan melahirkan anak-anak untuknya.

Tapi sekarang, dia justru mengatakan ingin membatalkan pernikahan mereka?

Orang palsu itu tidak banyak bicara, dia berbalik dan memasuki rumahnya.

Melihat punggungnya, Zila Tang tiba-tiba bergegas maju seperti orang gila: "Kakak Robert! Kenapa! Kenapa kamu memperlakukan aku seperti ini! Apakah aku ada salah! Kenapa kamu menjauh dariku, kenapa berperilaku dingin padaku, kenapa!"

Novel Terkait

The Sixth Sense

The Sixth Sense

Alexander
Adventure
2 tahun yang lalu
Dewa Perang Greget

Dewa Perang Greget

Budi Ma
Pertikaian
2 tahun yang lalu
Everything i know about love

Everything i know about love

Shinta Charity
Cerpen
3 tahun yang lalu
Evan's Life As Son-in-law

Evan's Life As Son-in-law

Alexia
Raja Tentara
2 tahun yang lalu
Air Mata Cinta

Air Mata Cinta

Bella Ciao
Keburu Nikah
3 tahun yang lalu
Unperfect Wedding

Unperfect Wedding

Agnes Yu
Percintaan
3 tahun yang lalu
Eternal Love

Eternal Love

Regina Wang
CEO
2 tahun yang lalu
Cinta Setelah Menikah

Cinta Setelah Menikah

Putri
Dikasihi
2 tahun yang lalu