Inventing A Millionaire - Bab 51 Satu Meja Makanan Dan Wine

"Ayah, Shawn, dia berperilaku sangat baik akhir-akhir ini..."Natalie Ning mengatakan sesuatu yang menyenangkan tepat waktu.

Meskipun Ardi Ning tidak membantah, dia masih bergumam:“Bukankah hanya mendapatkan beberapa buah, berkata sepertinya sangat luar biasa.”

Cornelia Deng tersenyum dan menyeret Natalie Ning ke dapur kecil di belakang dan berkata: “Ayahmu pada temperamen itu, baik atau buruk, dia punya ide, dia hanya merasa malu berkata, tapi kamu juga jangan mudah tertipu. Biarpun dia benar-benar seperti yang kamu katakan mengubah beberapa kekurangan, tapi penderitaan selama ini?”

"Ibu, Aku tidak benar-benar menderita."Natalie Ning menunduk dan berkata.

"Dirumah kecilnya yang rusak, generasi kakeknya sudah tinggal di sana. Aku mendengar dari Eugene bahwa saat hujan rumah kalian akan bocor? Bahkan tidak mampu membeli rumah komersial yang benar, dan kamu masih mengatakan mengikutinya tidak menderita."Cornelia Deng berkata semakin menjadi sedih, dan menyentuh dahi Natalie Ning dengan jari. Mengatakan: "Lihatlah betapa kurusnya dirimu! Salahkan aku. Aku dulu mengajarimu tiga kepatuhan dan empat kebajikan. Jika dari dulu tahu akan terjadi hal seperti ini, aku seharusnya tidak mengajarimu hal-hal ini."

Keluarga Cornelia Deng adalah guru selama tiga generasi. Itu juga dianggap keluarga cendikiawan.

Sebagian besar ideologinya masih bertahan di akhir abad terakhir, dan mendidik puterinya dengan disiplin, ketat dan tradisional.

Dulu, dia selalu bangga dengan pikirannya, merasa putrinya sangat polos dan bersih, menjadi seorang anak yang patuh.

Tapi sekarang melihat penampilan putrinya yang menyedihkan, dia menyesal menanamkan konsep yang agak ketinggalan jaman ini pada putrinya.

Seharusnya membiarkan dia untuk belajar mandiri, dan meskipun perceraian itu tidak baik, tapi lebih baik daripada menjalani kehidupan yang sulit selamanya.

Adapun perubahan yang dilakukan Robert Huo, baik Cornelia Deng dan Ardi Ning memiliki ide yang sama.

Hanya satu hal seperti itu tidak cukup untuk mengubah kesan mereka terhadap dirinya. Jika menantu ini ingin membuktikan dirinya, maka harus membiarkan mereka melihat lebih banyak perubahan dengan mata kepala sendiri.

Mereka telah mengharapkan ini sebelumnya, tetapi sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir, Shawn Li tidak memberi mereka harapan apapun.

Gaby melompat dan berlari ke dapur, dari dalam terdengar suara Robert Huo dan dia tertawa serta berbicara, suara wajan berbunyi, aromanya secara bertahap menyebar.

Cornelia Deng, yang sedang duduk di ruang makan kecil, melihat kembali ke dapur, wangi yang menawan. Membuatnya mencium tanpa sadar.

Natalie Ning sangat menyadari hal ini, dan segera berkata,"Shawn tidak tahu kapan dia belajar seni memasak, masakannya enak, bahkan Eugene menyukainya."

"Dia benar-benar bisa memasak?" Cornelia Deng bertanya dengan agak heran.

Dalam kesannya, Shawan Li adalah seorang kutu buku yang tidak tahu apa-apa kecuali membaca. Minta dia untuk mengupas kentang, dan dia bisa mengupas dan hanya tersisa seukuran kelingking.

"Kamu nanti mencicipinya dan akan tahu, ini sangat enak."Kata Natalie Ning.

Saat berbicara, Eugene Ning keluar dengan mangkuk kecil, dan berkata dengan ekspresi puas:“Dangdangdang, kepiting pedas, hidangan bintang lima, melayani kedua tuan!”

“Omong kosong!”Cornelia Deng memaki sambil tersenyum dan menunduk, tapi bahkan lebih terkejut.

Di mangkuk kecil, tujuh atau delapan ekor kepiting berbulu diletakkan dengan rapi, dan berbagai bumbu serta pasta kacang yang harum memancarkan aroma yang luar biasa.

Gerakan Eugene Ning sedikit lebih besar ketika meletakkan mangkuk, seekor kepiting berbulu besar terbuka karena diguncang, dan sudah dipotong menjadi delapan bagian.

Aroma daging kepiting tercampur dengan bumbu penyedap. Cornelia Deng tidak bisa menahan tetapi menelan ludahnya.

Itu terlihat enak?

Eugene Ning mengatakan sebelumnya bahwa dia ingin Robert Huo membantu di dapur, Cornelia Deng mengira itu hanya akting untuk ditonton orang, tetapi dia tidak menduga itu menjadi sangat mirip.

Bahkan beberapa tamu yang membeli buah dari luar langsung menuju dapur untuk melihat-lihat. Beberapa pelanggan bahkan berteriak:“Kakak Ipar, memasak makakan enak apa di pagi hari?”

Cornelia Deng sadar dan menjawab,“Eugene membuat kepiting pedas, mari mencoba?”

"Aku tidak sanggup menerima pujian ini!" Eugene Ning bergegas keluar sambil berteriak :"Kakak iparku yang memasaknya, paman, mau mencoba? Tidak usah uang!”

"Kakak ipar?"pelanggan itu terkejut, baru kemudian dia melihat Natalie Ning duduk di dalam. Dia memandang Ardi Ning dengan heran, merendahkan suaranya dan bertanya,“Ganti menantu laki-lakimu?”

Keluarga Ning hanya memiliki satu perempuan, jadi tentu saja hanya ada satu menantu laki-laki. Tapi mantan menantu laki-laki sebelumnya, Shawn Li, terkenal tidak bisa apapun.

Untuk mengatakan bahwa dia membuat hidangan yang harum ini, tidak ada yang akan mempercayainya.

Ardi Ning sangat malu ketika ditanya, jika berkata tidak mengganti mengubahnya, sangat memalukan. Bagaimanapun, dia telah mengatakan di depan semua orang sebelumnya bahwa selama dia masih hidup, dia tidak akan pernah membiarkan Shawn Li masuk kedalam rumahnya.

Tapi jika mengatakan itu berubah... Itu lebih semabarangan!

“Pertanyaan yang begitu banyak, 34rmb.”Ardi Ning tidak menjawab. Dia menyerahkan buah itu kepada pelanggan itu dan mendesak: “Cepat, ada beberapa orang di belakang.”

Pelanggan itu juga tidak keberatan, mengetahui bahwa pertanyaan semacam ini sebenarnya agak memalukan, jadi dia tersenyum dan tidak bertanya lagi.

Setelah sekitar empat puluh menit, semua pelanggan yang tertarik dengan truk pengangkut makanan dingin tadi akhirnya pergi, dan Eugene Ning sedang mengunyah cakar kepiting berbulu. Sambil berteriak:“Ayah, sudah selesai belum, cepat makan kepiting, sangat enak!”

“Belum pernah makan kepiting sebelumnya? Kenapa harus berteriak! Tiap hari hanya tahu makan!”Ardi Ning memakinya.

“Kakek, ayo makan kepiting, sangat enak!”Teriak Gaby juga.

"Untung ada cucuku yang mencintaiku.” kata Ardi Ning.

Eugene Ning tampak terluka. Kaki kepiting pedas di mulut sudah tidak terasa.

Ardi Ning selesai berbicara, dia berjalan ke dapur kecil dan tercengang melihat ada tiga hidangan di atas meja.

Selain kepiting berbulu pedas, ada juga asparagus goreng dan sepanci sop daging kambing.

Asparagus berwarna hijau zamrud, dan sup menempel padanya, memantulkan cahaya redup.

Dan sup daging kambing yang seperti susu, dengan sedikit seledri, menghilangkan baunya, tetapi juga membuat rasa daging kambing lebih kaya.

Meskipun hanya tiga hidangan, tapi masing-masing sangat mewah, membuat orang menjadi tertarik.

Bahkan Cornelia Deng juga ikut berkata:“Datang dan rasakan, rasanya sangat enak, tidak lebih buruk dari restoran.”

“Ini lebih baik dari restoran!”Kata Gaby tidak puas dari samping.

“Iya, lebih baik dari restoran. Nenek moyang kecilku!” Kata Cornelia Deng dengan wajah penuh kasih sayang.

Ardi Ning mengamati sekeliling tanpa sadar, tetapi tidak melihat sosok Robert Huo. Sebaliknya, suara membuat adonan datang dari dapur.

Natalie Ning berinisiatif menjelaskan:“Dia membeli banyak kepiting berbulu, dan dia juga membeli setengah kilo dagin babi berkualitas. Dia berkata bahwa dia akan membuatkan sup dan pangsit untukmu, dan mungkin butuh waktu sedikit baru selesai.”

“Siapa yang ingin!” Ardi Ning bergumam dan duduk, melihat ke sekeliling, dan berkata: “Jam makan belum sampai. Kenapa memasak begitu banyak makanan? Bahkan tidak tahu jam berapa makan, bukankah dia bodoh?”

"Kamu berbicaralah lebih dikit, siapa yang sudah mengatur waktu makan?"Cornelia Deng memasukkan sepasang sumpit ke tangannya.

"Ayah, minum lah Chinese Wine yang berkualitas ini."Kata Eugene Ning, dan menuangkan secangkir Chinese Wine hangat ke Ardi Ning.

Ardi Ning masih sedikit menyukai apa yang ada di cangkir, dia tertawa, dan berkata,“Kapan kamu belajar berbakti kepada ayahmu? Tidak sia-sia untuk membesarkanmu begitu besar!”

Eugene Ning meletakkan termos itu dengan tatapan malu dan berkata:"Ini, ini dibeli oleh Shawn Li..."

Ardi Ning baru saja mengambil cangkirnya, dan berhenti saat ini.

“Plakk” dia membanting cangkir di atas meja, dengan suara dalam berkata:"Dirumah ini tidak ada wine lagi? Apa sudah tidak ada uang membeli wine? Kenapa harus meminum punya nya?"

"Ayah,Shawn dia tahu bahwa kamu suka minum anggur, khususnya membeli yang sudah berusia 20 tahun, dia berkata itu cocok dengan kepiting, Kamu... " Natalie Ning dengan cepat menjelaskan.

Tentu saja, Ardi Ning tahu anggur di gelas itu sangat enak, baik atau buruk, dia bisa mencium baunya.

Tapi tidak peduli seberapa bagus anggur itu, hanya jika Robert Huo membawanya, dia tidak ingin meminumnya.

Untuk urusan buah, boleh saja diberikan oleh anak ini. Sekarang harus makan kepiting berbulu dan minum wine yang dibelinya. Bagaimana dia bisa merasa di hormati?

Ardi Ning adalah seorang tetua, dan dia tidak bisa meletakkan kehormatan.

"Ayah, kenapa kamu begitu keras kepala? Kakak ipar sebenarnya..."

Eugene Ning hanya berbicara setengah, tetapi ditarik oleh Cornelia Deng, karena raut wajah Ardi Ning menjadi lebih buruk, jika terus mengatakan beberapa kata lagi, khawatir dia mungkin akan mengangkat meja.

Hari ini adalah pertama kali putrinya kembali ke keluarganya dalam beberapa tahun. Cornelia Deng tidak ingin membuat masalah menjadi terlalu jelek di hari seperti ini.

“Lupakan saja, jangan minum kalau tidak ingin minum,”kata Cornelia Deng .

Eugene Ning mengerti apa yang dia maksud, jadi dia tidak banyak bicara, hanya bisa melirik ke kakaknya, Natalie Ning.

Novel Terkait

The Serpent King Affection

The Serpent King Affection

Lexy
Misteri
3 tahun yang lalu
My Greget Husband

My Greget Husband

Dio Zheng
Karir
2 tahun yang lalu
Loving Handsome

Loving Handsome

Glen Valora
Dimanja
2 tahun yang lalu
My Lifetime

My Lifetime

Devina
Percintaan
2 tahun yang lalu
Your Ignorance

Your Ignorance

Yaya
Cerpen
3 tahun yang lalu
Penyucian Pernikahan

Penyucian Pernikahan

Glen Valora
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu
Predestined

Predestined

Carly
CEO
3 tahun yang lalu
Istri Direktur Kemarilah

Istri Direktur Kemarilah

Helen
Romantis
2 tahun yang lalu