Inventing A Millionaire - Bab 50 Keterkejutan Di Dalam Hati

Mereka berdua sambil bercerita di sana, mungkin karena suara hp terlalu besar, Ocean Gu pun bisa mendengarkan beberapa percakapan mereka dengan suara tersamar-samar.

Walaupun mereka tidak tahu Robert Huo itu sebenarnya siapa, namun dari percakapan tersebut bisa diketahui, sepertinya memang merupakan orang dari Howard’s Fruit.

Sampai jalan di luar toko, sambil melihat 4 pria muda itu mengikut di belakang Mike He, terus memindahkan buah ke dalam toko, lalu melihat lagi ke kantong yang dibawa ditangan, hati Ocean Gu merasa kesal.

Dan yang semakin membuat dia ingin memuntahkan darah adalah, di sekitar sini terdapat banyak orang yang melihat mobil chiller boxnya Howard’s Fruit, semuanya pun merasa tertarik dan berjalan kemari, ada yang kenal dengan Ocean Gu pun bertanya ini sedang melakukan apa.

Ardi Ning berdiri di depan toko, sambil berkata dengan gembira: “Karena sebelumnya kualitas buah kami kurang bagus, membuat semuanya tidak suka, jadi aku sengaja memasukkan barang dari Howard’s Fruit, mengenai kualitas produk kalian tenang saja, merk Howard’s fruit, apakah kalian masih tidak percaya? Kalau harga, aku menjamin kepada semuanya, harganya tetap sama seperti sebelumnya, aku Ardi Ning biarpun rugi, juga tidak akan membiarkan tetangga-tetangga memarahi aku menaikkan harga!”

Tadinya banyak orang tidak memiliki rencana untuk membeli buah, namun mendengar dia berkata kalau barangnya dimasukkan dari Howard’s Fruit, semuanya pun merasa penasaran dan datang melihat.

Saat Ocean Gu berjalan ke depan tokonya, pas melihat beberapa pelanggan lamanya hendak ingin masuk ke dalam tokonya, sedang melihat-melihat ke arah toko Ardi Ning.

“Itu bukannya mobil pengangkut barang khusus dari Howard’s fruit? Mengapa berhenti di depan rumah Keluarga Ning?”

“Tadi sepertinya aku mendengar orang berkata, Kak Ning hari ini sengaja memasukkan barang dari Howard’s fruit, dan harganya masih tetap sama dengan harga biasanya, tidak menaikkan harga!”

“Benar tidak? Coba kita pergi lihat, kalau benaran tidak naik harga, tentu saja harus beli dari dia!”

Sambil ngomong, beberapa orang itu pun berjalan pergi ke sana.

Saking kesalnya Ocean Gu pun hampir memuntahkan darah, anaknya Juda Gu keluar dari toko, dengan bingung sambil melihat ke arah toko buah Keluarga Ning sana, bertanya: “Ayah, aku mendengar katanya Paman Ning mereka memasukkan barang dari Howard’s fruit, dan tidak menaikkan harga? Benar atau tidak? Bukannya sangat merugikan jika demikian.”

“Rugi kepalamu!” Ocean Gu berkata dengan sangat kesal, kalau harga dari pesanan pembelian benar-benar seperti apa yang tertulis, bahkan orang bodoh yang menjaga di toko tersebut pun tidak akan rugi.

Juda Gu tidak paham, bertanya: “Mengapa tidak rugi, buah di Howard’s fruit sangat mahal…..”

“Kamu tahu apa kamu, menantu tidak berguna dari Keluarga Ning itu juga tidak tahu kenal siapa dari mana, ia memasukkan barang dengan harga yang lebih rendah daripada kita!” Kata Ocean Gu.

Juda Gu tercengang: “Maksud kamu adalah yang bermarga Li apa itu? Dia bukannya sudah beberapa tahun tidak pulang kemari? Lagi pula hanya dia saja, bisakah dia mendapatkan harga serendah itu?”

Juda Gu terlihat jelas masih tidak percaya, kalau Ocean Gu tidak melihat dengan mata kepala sendiri, dia juga tidak akan percaya.

Namun kenyataan ada di depan mata, kamu merasa curiga pun tidak berguna.

“Sudah, apa yang bisa dilihat, masuk ke dalam toko!” Kata Ocean Gu.

Juda Gu menjawab, lalu ia melihat barang yang dibawa di tangan Ayahnya, bertanya: “Apa yang kamu bawa?”

“Buah yang diberikan oleh Ardi Ning si keledai tua yang keras kepala itu, membiarkan orang itu bangga setengah mati, kamu tadi tidak melihat ekspresinya!” Kata Ocean Gu dengan kesal.

Juda Gu mendekatinya dan mengambilnya, lalu ia berkata dengan terkejut: “Kualitasnya bagus ya, ini anggur Kyoho atau anggur Summer black?”

“Anggur Kyoho dan Summer black saja kamu tidak bisa membedakannya? Kamu bodoh?” Ocean Gu semakin kesal, mengangkat tangan dan hendak ingin memukul kepalanya, namun saat mengangkat tangannya sampai setengah, ia pun berhenti.

Bukan karena tidak ingin memukulnya, tapi karena ia teringat sesuatu dengan tiba-tiba.

Saat Robert Huo sedang menelepon tadi, ia pernah mengucapkan sebuah kalimat: “Terima kasih Wakil Ketua Xia.”

Saat baru mendengarkan kalimat tersebut, karena hati Ocean Gu menyimpan terlalu banyak keterkejutan, jadi tidak memiliki energi untuk memikirkan terlalu banyak.

Namun sekarang memikirkan kembali kalimat ini, dia pun teringat dengan tersamar-samar, Bos besar dari Howard’s fruit, sepertinya marga Xia? Kalau dia tidak salah ingat, Bos Xia ini, sepertinya adalah Wakil ketua dari Dewan Perdagangan.

Teringat sampai di sini, Ocean Gu pun tidak menahan diri untuk gemetar, menantu tidak berguna di Keluarga Ning itu, tadi sedang bertelepon dengan Bos besar dari Howard’s fruit?

Kemungkinan ini, membuat hati Ocean Gu merasa sangat terkejut.

Tidak, tidak mungkin.

Kalau dia benar-beanr kenal dengan tokoh besar seperti itu, bagaimana mungkin Ardi Ning tidak membiarkan dia berkunjung selama bertahun-tahun?

Pada saat itu Shawn Li dimarahi Ardi Ning sampai sangat menyedihkan, semua tetangga melihatnya dengan mata kepala sendiri, mendengar sendiri.

Pasti dia salah dengar….

Walaupun berusaha menghibur diri sendiri, namun menolehkan kepala melihat mobil chiller box yang berhenti di depan toko buah Keluarga Ning, keterkejutan di dalam hati Ocean Gu, masih tidak bisa menghilang.

Dan di sebelah sini, Ardi Ning dan Cornelia Deng dengan sangat gembira sambil menyambut pelanggan yang ramai memasuki toko, walaupun sebagian besar buah-buahan belum selesai dipindahkan, tapi pelanggan sama sekali tidak ada rasa tidak suka.

Orang yang sering membeli buah, bagus atau tidak, dilihat saja langsung akan tahu.

Buah yang ada di rak, semuanya berkualitas tinggi, dengan spontan mengambil salah satu ikat anggur dan menanyakan harga, dan yang merupakan kejutan yang menyenangkan adalah harga tetap merupakan harga lama.

Ardi Ning bersikap sangat teguh dalam berbisnis, tidak karena harga pemasukkan barang rendah, kualitas barang tinggi langsung menaikkan harga.

Seperti apa yang dia katakan, orang yang datang membeli buah semuanya merupakan tetangga, sudah mendukung usaha dia selama bertahun-tahun, ia pun merasa tidak enak jika mengambil keuntungan yang terlalu banyak dari mereka.

Banyak orang langsung mengeluarkan dompet atau hp, kamu mengambil seikat anggur, aku mengambil seikat pisang, dia mengambil beberapa buah naga dan bergegas untuk membayarnya.

Ardi Ning yang sudah beberapa hari tidak sibuk seperti ini, ekspresi semangat diwajahnya tidak bisa ditutupi.

Eugene Ning dan Natalie Ning juga tidak santai, sambil membantu menerima pembayaran atau sambil mengambil kantong untuk pelanggan.

Robert Huo dan Cornelia Deng, sambil mengarahkan staf pengiriman barang, memindahkan buah yang lebih ke dalam gudang.

Saat ini, orang di dalam rumah ini sudah tidak ada yang mempermasalahkan masalah yang pernah dilakukan Robert Huo dulu, semuanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Setelah lewat 40 50 menit, akhirnya selesai juga memindahkan buah, Manajer toko Mike He dengan sangat sopan memberikan kartu namanya kepada semua orang, berkata: “Jika membutuhkan pengantaran barang, silahkan menghubungi aku kapan saja, hp aku aktif 24 jam, layanan sepanjang hari, jika ada masalah dengan buah-buahan, juga silahkan cari aku kapan saja, semoga bisnis Paman dan Tante laris manis!”

Ardi Ning dan Cornelia Deng dengan sangat antusias mengantar orang sampai ke depan pintu, lalu Mike He pun berjabat tangan dengan Robert Huo, dengan sikap yang lebih sopan dan menyanjung daripada saat ia menghadapi Ardi Ning mereka, berkata: “Tuan Li, jika tidak ada urusan lain, maka aku pergi terlebih dahulu.”

“Baik, maaf sudah menyusahkan semuanya.” Robert Huo sambil menganggukkan kepala, dan Eugene Ning pun memberikan satu pack rokok Chunghwa.

Tadinya Mike He tidak berencana untuk menerima rokok tersebut, namun langsung dilempar ke dalam mobil oleh Robert Huo: “Sudah kerja dalam waktu yang begitu lama, tidak memberikan minum kepada semuanya juga, rokok ini nanti dibagikan bersama, jangan segan-segan.”

Dia sudah berkata demikian, Mike He juga tidak menolaknya lagi, hanya saja sikap ia terhadap Robert Huo, menjadi semakin antusias.

Setelah dia masuk ke dalam mobil, mobil tersebut maju dengan perlahan.

Sambil menyaksikan mobil chiller box tersebut pergi, Robert Huo menolehkan kepala kepada Eugene Ning dan berkata: “Nanti aku kirim uang rokok itu.”

Robert Huo yang meminta Eugene Ning pergi membeli satu pack rokok ini, mendengarkan ucapan ini, Eugene Ning pura-pura tidak senang dan berkata: “Kamu kali ini, membantu rumah menghemat uang sebanyak 10.000 20.000 RMB, satu pack rokok saja bukanlah apa-apa, jangan mengungkit uang dengan aku, mengungkit uang ini merusak hubungan.”

Tahu ia sedang bercanda, Robert Huo pun tidak peduli, lagi pula hanya satu pack rokok saja, memang tidak seberapa.

Setelah kembali ke toko, Robert Huo melihat Ardi Ning, Cornelia Deng, dan Natalie Ning, semuanya berdiri di dekat kasir dan sambil melihatnya.

Tatapan dan ekspresi beberapa orang ini, terlihat jelas sedikit aneh, membuat Robert Huo tidak menahan diri sambil menyentuh wajahnya sendiri.

Tapi gerakan dia ini terlihat sedikit tidak jelas, membuat Natalie Ning tidak menahan diri dan tertawa.

Senyumannya memengaruhi orang lain, dan wajah Cornelia Deng juga terlihat lebih banyak senyuman.

Di 1 jam sebelumnya, ini adalah hal yang sulit dibayangkan, apalagi saat baru melihat Robert Huo, wajah Cornelia Deng itu, sangat dingin tidak beda jauh dengan Ardi Ning.

Dan Ardi Ning, walaupun tidak tertawa, tapi bisa terlihat kalau ekspresi wajahnya sudah mereda, setidaknya sudah tidak seperti saat awal baru bertemu, yang terlihat hendak ingin mencekik Robert Huo mati di tempat.

Gaby di samping sambil mengupas pisang yang baru dipindahkan, sambil makan sambil menunjukkan wajah senang kepada Ardi Ning: “Bagaimana, Aku bilang Ayah hebat bukan!”

Ardi Ning berusaha mengatakan sesuatu, namun tidak melihat ia mengatakan apapun yang bisa dia bantah.

Robert Huo membuktikannya dengan kenyataan, kalau dirinya berguna, biarpun sebelumnya mereka sangat membenci dirinya, sekarang mencium satu rumah yang dipenuhi dengan bau buah-buahan yang harum, siapa lagi yang berani menegurnya sekarang?

Tahu sifat Ardi Ning keras, tidak gampang mengalah kepada orang lain, Cornelia Deng menunjukkan sebuah tatapan kepada Eugene Ning.

Eugene Ning sangat peka, sambil menarik Robert Huo dan berkata: “Bukannya siang nanti Gaby ingin makan kepiting cabe pedas ya, kamu ikut aku ke dapur, ajar aku bagaimana cara membuatnya, Kak, kamu temani Ayah dan Ibu untuk ngobrol di sini saja, urusan masak serahkan saja kepada kami berdua.”

Sambil melihat Eugene Ning menarik Robert Huo ke dalam dapur, Ardi Ning hendak membuka mulutnya, namun akhirnya ia juga tidak mengatakan apa-apa.

Novel Terkait

The Revival of the King

The Revival of the King

Shinta
Peperangan
2 tahun yang lalu
PRIA SIMPANAN NYONYA CEO

PRIA SIMPANAN NYONYA CEO

Chantie Lee
Balas Dendam
2 tahun yang lalu
Behind The Lie

Behind The Lie

Fiona Lee
Percintaan
2 tahun yang lalu
Istri ke-7

Istri ke-7

Sweety Girl
Percintaan
3 tahun yang lalu
Cinta Seorang CEO Arogan

Cinta Seorang CEO Arogan

Medelline
CEO
2 tahun yang lalu
Precious Moment

Precious Moment

Louise Lee
CEO
2 tahun yang lalu
My Goddes

My Goddes

Riski saputro
Perkotaan
2 tahun yang lalu
The Winner Of Your Heart

The Winner Of Your Heart

Shinta
Perkotaan
3 tahun yang lalu