Inventing A Millionaire - Bab 162 Bercanda

Dalam sekejap mata sudah samapi hari minggu, Natalie Ning membawa Robert Huo pergi menemui Pan Simi pagi hari ini dan babak baru psikoterapinya akan segera dimulai.

Robert Huo tidak terlalu tertarik dengan hal ini, saat ini lebih baik dia melihat promo yang di berikan oleh toko online.

Tetapi kekhawatiran Natalie Ning membuatnya tidak tega untuk menolaknya, jadi dia hanya bisa mengikutinya pergi.

Pan Simi sudah menunggu mereka di lantai dua, melihat mereka berdua datang, dia dengan sopan melangkah maju untuk menyapanya, kemudian berkata kepada Natalie Ning: "Kamu tidak perlu ikut bersamanya untuk konseling psikologis ini, kamu bisa kembali dan menjaga anakmu, aku akan mengantarnya kembali nanti."

Natalie Ning tidak keberatan, ia menoleh ke arah Robert Huo dan berkata, "Bekerja samalah dengan Simi, aku akan mengurus toko."

Robert Huo menjawabnya dengan tidak berdaya, Pan Simi mengantar Natalie Ning pergi, kemudian ketika dia kembali, dia memegang buku catatannya dan memanggil Robert Huo untuk duduk di kursi empuknya.

Sambil membolak-balikkan isi catatannya, Pan Simi berkata: “Sepertinya kalian berdua akhir-akhir ini sangat sibuk, aku dengar dari Natalie Ning, katanya lagi ada acara?"

“Iya, produk penurun berat badan. Seharusnya kamu tidak membutuhkannya,” jawab Robert Huo.

“Kamu cukup pandai berbicara, apakah biasanya kamu selalu membuat wanita senang dengan cara seperti ini?” Tanya Pan Simi sambil tersenyum.

"Itu tidak benar, aka hanya pandai mengatakan yang sebenarnya."

Pan Simi tertawa beberapa saat setelah mendengarkan kata-katanya, kemudian ia seakan-akan memikirkan sesuatu dan berkata: "Ngomong-ngomong, ketika hari itu aku melewati toko bunga, aku melihatmu memegang bunga matahari di dalam taksi. Apakah untuk kekasih kecilmu?"

Robert Huo sedikit terkejut, dia tidak menyangka hal itu akan dilihat oleh Pan Simi Jika secara kebetulan, dia akan menggelengkan kepalanya dan berkata: "Aku tidak mempunyai kekasih kecil, itu bunga untuk Natalie."

“Kalau begitu jika aku turun dari bus saat itu, maukah kamu membelikannya setangkai untukku juga?” Tanya Pan Simi lagi.

Robert Huo memandangnya, berpikir ini adalah cara terapi yang baru lagi, sehingga ia menggelengkan kepalanya lagi: "Tidak, aku tidak ingin melamarmu, mengapa aku harus membelinya untukmu."

“Jadi, kamu hanya membeli bunga untuk wanita yang kamu kejar? Cukup berprinsip.” Pan Simi menyipitkan matanya.

Setelah melihat Robert Huo tertawa dan tidak berbicara lagi, dia mendengus sedikit dan berkata, "Tidak ada untungnya jika mengatakan ini sekarang, aku tidak akan membuang-buang waktu denganmu lagi, mari kita bicarakan tentang kondisi fisikmu saat ini."

Mendengar beberapa kata barusan, dia pikir dia telah menguji kejiwaan Robert Huo yang sebenarnya

Jelas-jelas dia membeli bunga untuk wanita lain, tetapi ia mengatakan bahwa dirinya tidak akan melakukannya, itu hal yang munafik.

Jika bukan karena etika sebagai dokter, Pan Simi mungkin akan langsung menelepon Natalie Ning dan memberitahunya bahwa suaminya mulai selingkuh.

Mana Robert Huo tahu, bahwa jawabannya yang tidak disengajakan itu akan membuat Pan Simi memiliki kesalahpahaman terhadap dirinya.

Adapun pertanyaan Pan Simi, ia menjawabnya dengan tidak peduli: "Tidak ada yang salah dengan tubuhku, kondisiku cukup baik."

“Sejujurnya, aku juga sangat yakin bahwa kamu dalam keadaan yang sehat, masalah antara wanita dan pria juga tidak ada masalah bukan?” Tanya Pan Simi.

Pertanyaan ini sedikit pribadi dan sedikit memalukan, tetapi Robert Huo sangat berpengetahuan dan memiliki identitas, sehingga dia dapat mengatasi situasi apa pun yang muncul dengan mudah, jadi dia tersenyum dan berkata: "Masalah ini tidak bisa ku sembunyikan, memang seperti itu."

Mendengar jawaban itu, Pan Simi hanya bisa mengetuk keyboardnya beberapa kali, tapi sebenarnya, dia sudah melabeli Robert Huo sebagai sampah di hatinya.

Sebelumnya dia telah membuat pemikiran setelah melihat perkembangan mental pria ini. Tubuh Robert Huo tidak terlihat seperti memiliki masalah, tetapi Natalie Ning selalu berkata dia bermasalah

Untuk menjawab pertanyaannya tadi, Pan Simi telah menyimpulkan bahwa kata "Sakit" dari Robert Huo hanya ditujukan pada Natalie Ning saja.

Mungkin dia sudah bosan dengan istrinya dan tidak tertarik lagi, sehingga begitu ia berada dihadapan wanita lain, dia langsung menunjukkan kejantanannya.

Misalnya, wanita cantik yang dia beri bunga itu.

Saat itu, dia bertengkar dengan Nova Ji, hal itu juga karena pacarnya berselingkuh, jadi Pan Simi benci akan hal seperti ini, dia adalah wanita yang pandai menyembunyikan pikirannya, sehingga dia tidak langsung mengungkapkan rasa tidak suka dan jijik di dalam dirinya.

Karena pria di depannya adalah bajingan, dia secara otomatis akan mencari cara untuk membuatnya mengaku dengan sendirinya.

Berdasarkan pemahaman Pan Simi tentang sifat manusia, jika ingin membuat seorang pria menunjukkan sikap aslinya, itu hal yang mudah, yaitu dengan menguraikan rencana pria tersebut.

Ada senyuman yang tergantung di wajahnya dan ia berkata: "Karena kamu tidak sakit. Kamu tidak perlu melakukan konseling psikologis lagi kedepannya, hal ini juga demi menghemat waktu, tetapi jika kamu punya waktu, kita bisa minum teh bersama, aku sangat penasaran dengan Natalie yang selalu mengabaikan semua pria di sekolah, tetapi bagaimana bisa ia memilih untuk menikah lebih awal denganmu?"

“Mungkin karena aku lebih beruntung.” Robert Huo berkata sambil tersenyum, hal itu benar.

Jika dia tidak beruntung, bagaimana dia bisa dilahirkan kembali di dalam tubuh Shawn Li?

Meskipun Shawn Li dulunya terlihat sangat buruk, justru karena dia dulu terlihat buruk maka saat ini dia bisa menonjolkan nilai positifnya saat ini.

“Benar-benar rendah hati sekali, kalau begitu katakanlah, apa kelebihanmu?” Tanya Pan Simi lagi.

"Kelebihanku ada banyak, seperti bisa memasak makanan yang enak..."

Keduanya mengobrol seperti teman biasa, tema percakapannya adalah tema yang sangat sederhana dan sangat berhubungan dengan kehidupan.

Siang harinya, Pan Simi pergi makan bersama Robert Huo.

Tidak tahu apakah karena Robert Huo yang terlalu humoris, atau selera bercandanya terlalu rendah, dia sering tertawa terbahak-bahak denganya, sehingga menarik perhatian banyak pria.

Wanita cantik dengan tubuh seksi seperti ini, jarang bisa di temukan.

Setelah makan malam, Pan Simi mengantar Robert Huo untuk pulang, kali ini dia tidak menolak untuk masuk ke rumahnya untuk meminum teh, jadi secara otomatis, dia keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah bersama Robert Huo.

Natalie Ning juga sangat senang melihat Pan Simi datang, dia dengan cepat meletakkan pekerjaan di tangannya dan mendekat untuk menyambutnya.

Pan Simi memandangi gubuk bobrok itu, kemudian berkata: “Jika teman sekelas tahu bahwa bunga kelas kami benar-benar tinggal di tempat semacam ini, mereka pasti akan sangat sedih."

"Apa yang kamu bicarakan? Aku rasa di sini cukup nyaman." Natalie Ning menepuknya dengan ringan, memberi isyarat untuk tidak berbicara seperti itu di depan Robert Huo, pada saat yang sama berkata: "Kami telah membeli rumah baru, saat ini sedang di renovasi, jika selesai kami akan pindah kesana."

“Membeli rumah baru? Di mana kamu membelinya?” Tanya Pan Simi penasaran.

Natalie Ning cukup bangga akan hal ini, dua bulan lalu keluarganya memiliki tabungan sebesar 10 ribu RMB, tapi dua bulan kemudian, mereka membeli rumah baru seharga jutaan RMB.

Meskipun jaranga ada orang yang mempedulikan wilayah Area Barat Laut, tapi ini adalah peningkatan yang cukup besar untuknya.

“Shawn yang membelinya? Luar biasa!” Pan Simi tiba-tiba meraih bahu Natalie Ning dan berkata dengan nada menggoda: “Aku benar-benar iri padamu karena telah menemukan suami yang begitu baik. Apakah kamu keberatan jika berbagi suami denganku? Sehingga aku setiap hari tidak perlu memilih-milih lagi, mataku saja sampai buram."

Natalie Ning terkejut ketika dia mendengarkan hal itu, kemudian ia berkata: "Lagi-lagi mengatakan omong kosong, bagaimana mungkin aku bisa membagi suamiku dengan orang lain."

"Kenapa tidak? Zaman dahulu pria memiliki tiga atau empat istri adalah hal yang wajar, bukankah begitu Shawn?" Pan Simi berkedip pada Robert Huo, meski nada bicaranya seperti bercanda, namun, kata-katanya cukup untuk membuat hati siapapun yang mendengarnya merasa gelisah.

Bagaimanapun, dia termaksud dalam jenis wanita dengan penampilan yang sangat menawan, kepribadiannya juga sangat santai, kebanyakan orang mungkin tidak akan bisa menolaknya.

Robert Huo tersenyum tipis dan berkata, "Maaf, aku tidak bisa melakukan hal itu."

Natalie Ning juga merasa sedikit tidak senang dan berkata: "Kamu ini benar-benar, di bandingkan di bangku sekolah, kenapa saat ini kamu menjadi lebih terus terang, bahkan perkataan seperti ini saja bisa kamu ucapkan, ada Gaby di sini"

"Baiklah, baiklah, aku tidak akan menggodamu lagi. Nanti aku malah disalahi karena mengajari anakmu yang tidak-tidak, akukan hanya bercanda." Pan Simi berkata sambil menyeringai: "Selain itu, besok aku akan mengadakan pesta dengan teman sekelas, aku akan berkumpul bersama mereka saat malam hari, apakah kamu mau ikut?"

Natalie Ning merasa ragu-ragu, tetapi ia mendengarkan wanita itu berkata lagi: "Aku akan menelepon Nova Ji juga, kita tidak bisa selalu mengingat hal-hal saat masa sekolah, jika kamu tidak datang, maka siapa yang akan melerai kami jika kami bertengkar?"

Mendengar wanita itu mengatakan hal ini, Natalie Ning seketika merasa sangat gembira, kemudian berkata: "Apakah kamu sudah berdamai dengan Nova Ji? Itu bagus! Aku akan pergi, aku pasti pergi!"

“Aku tahu kamu yang terbaik,” kata Pan Simi sambil tersenyum.

Setelah mengobrol beberapa saat, dia tidak tinggal lebih lama lagi, ia berpamitan dengan alasan ada janji dengan pasien lain di klinik.

Ia berdiri di depan pintu rumah, menyaksikan Pan Simi masuk ke dalam mobil dan berjalan pergi, setelah melambai tangan, ekspresi Natalie Ning sedikit tertekan.

Robert Huo yang melihat bahwa dia tidak merasa senang, akhirnya dia bertanya, "Ada apa? Bukankah tadi kamu baik-baik saja?"

Natalie Ning menatapnya, merasa sedikit gugup dan berkata, "Apakah menurutmu Simi benar-benar menyukaimu?"

Robert Huo yang ditanya seperti itu terdiam sejenak, kemudian tertawa: “Kamu terlalu banyak berpikir yang tidak-tidak, dia hanya bercanda, bagaimana bisa kamu menganggapnya serius, kamu sangat mudah untuk ditipu."

Novel Terkait

Jalan Kembali Hidupku

Jalan Kembali Hidupku

Devan Hardi
Cerpen
2 tahun yang lalu
The Winner Of Your Heart

The Winner Of Your Heart

Shinta
Perkotaan
3 tahun yang lalu
Predestined

Predestined

Carly
CEO
3 tahun yang lalu
Bretta’s Diary

Bretta’s Diary

Danielle
Pernikahan
2 tahun yang lalu
Cinta Yang Paling Mahal

Cinta Yang Paling Mahal

Andara Early
Romantis
2 tahun yang lalu
Pejuang Hati

Pejuang Hati

Marry Su
Perkotaan
2 tahun yang lalu
The Break-up Guru

The Break-up Guru

Jose
18+
2 tahun yang lalu
Gue Jadi Kaya

Gue Jadi Kaya

Faya Saitama
Karir
2 tahun yang lalu