Inventing A Millionaire - Bab 117 Psikologi Lego

Sementara sekarang, perhatian yang diberikan Natalie Ning dan juga Robert Huo, membuat Freya Gu merasa sangat menyesal.

Ditambah lagi rasa khawatirnya pada keberadaan putrinya, dia hanya ingin segera pergi mencarinya.

“Kamu sekarang tidak cukup tenang, kamu seperti kecoa yang kehilangan kepala dan tidak akan bisa menemukan jalan keluar, bagaimana jika kamu sampai jatuh sakit bukankah akan lebih merepotkan lagi. Pergi dan ganti baju dulu, masalah ini serahkan saja padaku.” Karena ini berhubungan dengan anak 7 tahun yang menghilang, nada bicara Robert Huo juga terdengar sangat serius.

Entah karena tersentuh oleh perhatian yang diberikan oleh pria itu, atau karena terkejut oleh nada bicaranya, Freya Gu akhirnya bersedia mengikuti Natalie Ning.

Ketika wanita itu berganti baju, Robert Huo mengeluarkan kertas dan pena, dan menuliskan sesuatu diatasnya.

Beberapa menit kemudian, Freya Gu kemudian datang dengan tergesa-gesa, Robert Huo kemudian melambai kearah wanita itu, mengatakan: “Tuliskan hal yang kamu ketahui pada kotak-kotak yang ada dikertas itu.”

Freya Gu kemudian menunduk dan melihatnya, disana tertulis tinggi, warna kesukaan, lagu yang akhir-akhir ini didengarnya. Cerita yang pernah di tonton dan lain sebagainya.

Mana mungkin wanita itu memiliki waktu untuk menuliskan semua ini, dia pun lantas mengatakan: “Tuan Li, tidak ada gunanya menulis semua ini, aku lebih baik langsung turun dan mencarinya!”

“Mungkin kamu tidak terlalu paham, tapi aku bisa memberitahumu dengan pasti, ini ada hubungannya dengan tempat yang dikunjunginya. Oleh karena itu, kamu cepat tulis.” Ujar Robert Huo, dan membuka layar komputer, sambil mengoperasikan komputer, tangan satunya menggenggam ponselnya.

Natalie Ning segera menarik Freya Gu yang kelihatan sangat khawatir itu, dan menasehatinya dengan mengatakan: “Jika dia memintamu menuliskannya, maka kamu tulis saja, meskipun aku tidak tahu apa tujuannya memintamu menuliskan ini, tapi karena dia mengatakan ini sangat berguna, maka itu pasti akan berguna.”

“Halo, relawan tali kasih? Begini, ada seorang anak kecil bernama Stella Yue yang menghilang, ibunya bernama Freya Gu, dia anak SD kelas 2. Kira-kira sekitar jam 6 anak itu keluar dari gerbang sekolahnya, naik bus no 13 menuju ke arah kota Nanning. Sekarang anak itu telah menghilang selama delapan jam, berdasarkan perkiraan anak itu masih berada di kota, mohon membantu menerbitkan dan segera menyebarkan kabar ini. Nomor KTP ku adalah XXX, KTP ibu anak yang menghilang adalah XXX, nomor telepon adalah 139XXXXXXXX, benar, nomor teleponnya maupun nomor teleponku, boleh, nomor ini akan tetap aktif.”

Mematikan teleponnya, Robert Huo segera menelepon nomor berikutnya: “Laporan kepolisian ya, begini, ada seorang anak bernama Stella Yue telah menghilang, ibunya……”

Hanya dalam beberpa menit ketika Freya Gu mengganti bajunya, Robert Huo sudah mencari nomor relawan yang dapat membantu mencari anak hilang dikota tersebut, da menghubungi mereka satu persatu.

Meskipun dia merasa ada kemungkinan besar kalau Stella Yue hanya tersesat, ataupun sudah pergi ketempat yang lain, tetapi dia tidak menghilangkan kemungkinan telah terjadi hal yang buruk.

Bagaimana jika dia benar-benar telah diculik, kalau begitu telepon-telepon ini, sangat mungkin bisa menjadi harapan mereka.

Mendengar suara Robert Huo, hati Freya Gu. Perlahan-lahan menjadi lebih tenang.

Disaat itu, lagi-lagi dia merasakan bagaimana rasanya jika memiliki seorang pria didalam sebuah keluarga, tidak peduli seburuk apapun keadaannya, dengan keberadaan pria itu, meski langit runtuh dia juga tidak akan takut.

“Pulpen.” Natalie Ning menyerahkan pulpen pada Freya Gu.

Freya Gu tidak menolaknya lagi, berikutnya, wanita itu kemudian duduk disebelah meja kecil sambil memikirkan jawaban untuk pertanyaan diatas sana, dan menuliskannya satu persatu.

Setelah 5-6 menit, Robert Huo telah menghubungi semua yang bisa dihubunginya, meletakkan ponselnya, pria itu kemudian memainkan jarinya pada keyboard komputer selama dua menit.

Selain meminta bantuan melalui teleponnya, pria itu juga memasukkan informasi itu dan menyebarkannya pada kolom-kolom internet.

Menyelesaikannya, Robert Huo kemudian berbalik, bertanya: “Sudah selesai menulisnya?”

“Hampir selesai!” Freya Gu segera menuliskan jawaban terakhirnya. Setelah itu dia menyerahkannya pada pria itu.

“Pulpen.” Ujar Robert Huo sambil melihat jawaban yang ada diatas kertas tersebut.

Setelah mendapatkannya, pria itu lagi-lagi mengeluarkan sebuah kertas baru, dia bergumam mengatakan sesuatu. Disaat bersamaan dia juga menuliskan sesuatu diatas kertas.

Dalam ilmu psikologi, ada sebuah cara yang digunakan untuk menebak tingkah laku manusia, namanya psikologi lego.

Lego adalah mainan balok, dan menggunakan polanya, dapat ditarik beberapa kemungkinan yang muncul.

Sementara psikologi lego, menggunakan kesukaan, kepribadian, meniru dan menebak apa yang mungkin akan dilakukan seseorang. Dan tempat yang ingin dikunjunginya.

Dari teori ini, tingkat ketepatan mencapai 98%, sementara kegagalan sebesar 2% itu, yang tidak lain adalah faktor seperti kecelakaan, bertemu dengan orang yang dikenal, atau mungkin saja bertabrakan dengan orang lain dijalan yang memicu perselisihan dan keributan.

Karena itu, ada beberapa tempat, yang juga bisa dikatagorikan kedalam 2% itu.

Ketika Robert Huo pertama kali mengenali hal ini. Itu karena dia tertarik dengan namanya, setelah dia mendalaminya untuk beberapa waktu, dia merasa kalau teori ini benar-benar sangat menarik.

Bisa dikatakan, teori psikologi ini menggunakan kepribadian dari orang tersebut, yang digunakan untuk menebak masa depan.

Boleh dikatakan ini seperti meramal, juga boleh dikatakan ini adalah pencarian dengan metode ilmiah.

Freya Gu masih lumayan memahami putrinya, semua pertanyaan yang diberikan, telah dijawab dengan sangat mendetail oleh wanita itu.

Contohnya Stella Yue suka warna ungu, akhir-akhir ini suka mendengar lagu Seaweed dance dan lain-lain.

Sambil menarik kesimpulan dari jawaban ini, disaat yang sama Robert Huo juga segera membuat kesimpulan, kemudian mengeluarkan sebuah poin penting.

Kira-kira setelah 5 menit berlalu, dia kemudian menuliskan sebuah kalimat, setelah itu menggambar sebuah lingkaran, dan melemparkan pulpennya keatas meja, dia mengangkat wajahnya dan melihat kearah Freya Gu, bertanya: “Apa kamu pernah membawanya ke Seaworld?”

“Tidak pernah. Sebelumnya dia ingin kesana, tapi aku tidak memiliki waktu.” Ujar Freya Gu sambil menggelengkan kepalanya.

“Seharusnya dia berada disana.” Robert Huo kemudian mengangguk, dan mengatakan pada Natalie Ning: “Aku akan pergi mencarinya di Seaworld, kamu dan nona Gu tinggallah disini.”

“Tidak, aku juga ingin ikut!” meskipun dia tidak tahu mengapa Robert Huo mengatakan kalau putrinya berada ditempat itu, tetapi dia tidak peduli seberapa besar kemungkinannya, Freya Gu tetap ingin pergi ketempat itu. Dia tidak bisa sendirian berada dirumah orang, menunggu kabar. Karena kabar ini, memiliki hubungan dengan putrinya.

“Kalau begitu aku juga ikut dengan kalian.” Ujar Natalie Ning.

“Tidak bisa, jika kamu ikut bagaiman kalau Gaby tiba-tiba bangun dan tidak menemukan kita, dia pasti akan terkejut.” Robert Huo berpikir sejenak, mengatakan: “Kalau begitu aku akan pergi dengan nona Gu. Kamu lihatlah informasi yang ada di internet, jika ada orang baik yang mengetahui sesuatu, segera beritahu aku.”

“Baiklah!” Natalie Ning mengangguk mengatakan: “Aku akan mengambilkan baju hujan untuk kalian.”

Setelah memakai baju hujan, Robert Huo dan Freya Gu segera meninggalkan tempat itu, melihat mereka berdua dengan cepat menghilang didalam kegelapan, dan hujan yang turun terus-menerus, Natalie Ning kemudian menghela nafasnya, dia berharap mereka bisa menemukan anak yang sangat kasihan itu.

Malam yang disertai hujan, dan juga hari yang gelap, sulit sekali mengendarai mobil dalam situasi seperti itu.

Robert Huo dan Freya Gu sudah berjalan cukup jauh, sampai akhirnya mereka menemukan sebuah mobil taksi yang sedang beristirahat.

Setelah naik mobil, Robert Huo mengatakan: “Mohon segera menuju keSeaworld.”

Freya Gu agak ragu, tetapi dia pun akhirnya bertanya: “Tuan Li, kamu yakin kalau dia bisa berada diSeaworld?”

“Tidak yakin sepenuhnya, tetapi jika jawaban yang kamu berikan tidak meleset, kalau begitu kemungkinannya sangat besar. Nanti setelah tiba diSeaworld, kita langsung pergi ke tempat yang ada airnya, misalnya tempat singa laut dan lumba-lumba, kita cari disana.” Ujar Robert Huo.

“Tapi aku masih juga tidak paham, apa hubungannya semua pertanyaan itu denganSeaworld?” tanya Freya Gu.

“Ini pertanyaan yang agak sulit dijawab, ada sebuah pola, disaat yang sama kamu juga harus sedikit paham tentang ilmu psikologi, tidak akan mudah menjelaskannya dalam waktu singkat.”

Supir yang mendengarnya bertanya dengan penasaran: “Apa kalian berdua pergi ketaman laut untuk mencari seseorang? Sudah malam seperti ini,Seaworld pasti sudah ditutup, sama sekali tidak bisa masuk ketempat itu.”

“Tidak masalah, kamu antarkan saja kami sampai pintu masuknya.” Ujar Robert Huo.

Karena pria itu sudah mengatakannya, supir pun tidak banyak bicara lagi.

Sementara Freya Gu, meskipun dia masih ragu-ragu, tapi disaat ini, dia juga tidak menemukan cara yang lain, oleh karena itu dia pun hanya bisa mengikuti usulan Robert Huo.

Kendaraan di malam tidak banyak, tetapi malam yang jauh lebih gelap dari biasanya ini, membuat supir itu tidak berani melaju dengan terlalu cepat.

Setelah empat puluh menit lebih, jam 3 lewat, mereka akhirnya tiba diSeaworld.

Seperti yang dikatakan oleh supir barusan, tempat ini sudah tutup, pintu gerbangnya dikunci.

Robert Huo juga tidak menemukan petugas-petugas ditempat itu, dia mengelilingiSeaworld bersama Freya Gu. Jika Stella Yu benar-benar telah masuk ketempat itu, kalau begitu pasti ada lubang yang bisa dilewati oleh anak itu untuk masuk kedalamnya.

Setelah berkeliling, Robert Huo menemukan sebuah dinding yang lebih rendah.

Sebenarnya tidak terlalu rendah juga, tapi disebelahnya sepertinya ada sebuah pohon, dan cabang pohonnya mencapai atas dinding.

Novel Terkait

More Than Words

More Than Words

Hanny
Misteri
2 tahun yang lalu
My Lady Boss

My Lady Boss

George
Dimanja
2 tahun yang lalu
My Enchanting Guy

My Enchanting Guy

Bryan Wu
Menantu
2 tahun yang lalu
Cinta Yang Berpaling

Cinta Yang Berpaling

Najokurata
Pertumbuhan
2 tahun yang lalu
The Campus Life of a Wealthy Son

The Campus Life of a Wealthy Son

Winston
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Lelah Terhadap Cinta Ini

Lelah Terhadap Cinta Ini

Bella Cindy
Pernikahan
3 tahun yang lalu
You Are My Soft Spot

You Are My Soft Spot

Ella
CEO
2 tahun yang lalu
Cutie Mom

Cutie Mom

Alexia
CEO
3 tahun yang lalu