Inventing A Millionaire - Bab 117 Psikologi Lego
Sementara sekarang, perhatian yang diberikan Natalie Ning dan juga Robert Huo, membuat Freya Gu merasa sangat menyesal.
Ditambah lagi rasa khawatirnya pada keberadaan putrinya, dia hanya ingin segera pergi mencarinya.
“Kamu sekarang tidak cukup tenang, kamu seperti kecoa yang kehilangan kepala dan tidak akan bisa menemukan jalan keluar, bagaimana jika kamu sampai jatuh sakit bukankah akan lebih merepotkan lagi. Pergi dan ganti baju dulu, masalah ini serahkan saja padaku.” Karena ini berhubungan dengan anak 7 tahun yang menghilang, nada bicara Robert Huo juga terdengar sangat serius.
Entah karena tersentuh oleh perhatian yang diberikan oleh pria itu, atau karena terkejut oleh nada bicaranya, Freya Gu akhirnya bersedia mengikuti Natalie Ning.
Ketika wanita itu berganti baju, Robert Huo mengeluarkan kertas dan pena, dan menuliskan sesuatu diatasnya.
Beberapa menit kemudian, Freya Gu kemudian datang dengan tergesa-gesa, Robert Huo kemudian melambai kearah wanita itu, mengatakan: “Tuliskan hal yang kamu ketahui pada kotak-kotak yang ada dikertas itu.”
Freya Gu kemudian menunduk dan melihatnya, disana tertulis tinggi, warna kesukaan, lagu yang akhir-akhir ini didengarnya. Cerita yang pernah di tonton dan lain sebagainya.
Mana mungkin wanita itu memiliki waktu untuk menuliskan semua ini, dia pun lantas mengatakan: “Tuan Li, tidak ada gunanya menulis semua ini, aku lebih baik langsung turun dan mencarinya!”
“Mungkin kamu tidak terlalu paham, tapi aku bisa memberitahumu dengan pasti, ini ada hubungannya dengan tempat yang dikunjunginya. Oleh karena itu, kamu cepat tulis.” Ujar Robert Huo, dan membuka layar komputer, sambil mengoperasikan komputer, tangan satunya menggenggam ponselnya.
Natalie Ning segera menarik Freya Gu yang kelihatan sangat khawatir itu, dan menasehatinya dengan mengatakan: “Jika dia memintamu menuliskannya, maka kamu tulis saja, meskipun aku tidak tahu apa tujuannya memintamu menuliskan ini, tapi karena dia mengatakan ini sangat berguna, maka itu pasti akan berguna.”
“Halo, relawan tali kasih? Begini, ada seorang anak kecil bernama Stella Yue yang menghilang, ibunya bernama Freya Gu, dia anak SD kelas 2. Kira-kira sekitar jam 6 anak itu keluar dari gerbang sekolahnya, naik bus no 13 menuju ke arah kota Nanning. Sekarang anak itu telah menghilang selama delapan jam, berdasarkan perkiraan anak itu masih berada di kota, mohon membantu menerbitkan dan segera menyebarkan kabar ini. Nomor KTP ku adalah XXX, KTP ibu anak yang menghilang adalah XXX, nomor telepon adalah 139XXXXXXXX, benar, nomor teleponnya maupun nomor teleponku, boleh, nomor ini akan tetap aktif.”
Mematikan teleponnya, Robert Huo segera menelepon nomor berikutnya: “Laporan kepolisian ya, begini, ada seorang anak bernama Stella Yue telah menghilang, ibunya……”
Hanya dalam beberpa menit ketika Freya Gu mengganti bajunya, Robert Huo sudah mencari nomor relawan yang dapat membantu mencari anak hilang dikota tersebut, da menghubungi mereka satu persatu.
Meskipun dia merasa ada kemungkinan besar kalau Stella Yue hanya tersesat, ataupun sudah pergi ketempat yang lain, tetapi dia tidak menghilangkan kemungkinan telah terjadi hal yang buruk.
Bagaimana jika dia benar-benar telah diculik, kalau begitu telepon-telepon ini, sangat mungkin bisa menjadi harapan mereka.
Mendengar suara Robert Huo, hati Freya Gu. Perlahan-lahan menjadi lebih tenang.
Disaat itu, lagi-lagi dia merasakan bagaimana rasanya jika memiliki seorang pria didalam sebuah keluarga, tidak peduli seburuk apapun keadaannya, dengan keberadaan pria itu, meski langit runtuh dia juga tidak akan takut.
“Pulpen.” Natalie Ning menyerahkan pulpen pada Freya Gu.
Freya Gu tidak menolaknya lagi, berikutnya, wanita itu kemudian duduk disebelah meja kecil sambil memikirkan jawaban untuk pertanyaan diatas sana, dan menuliskannya satu persatu.
Setelah 5-6 menit, Robert Huo telah menghubungi semua yang bisa dihubunginya, meletakkan ponselnya, pria itu kemudian memainkan jarinya pada keyboard komputer selama dua menit.
Selain meminta bantuan melalui teleponnya, pria itu juga memasukkan informasi itu dan menyebarkannya pada kolom-kolom internet.
Menyelesaikannya, Robert Huo kemudian berbalik, bertanya: “Sudah selesai menulisnya?”
“Hampir selesai!” Freya Gu segera menuliskan jawaban terakhirnya. Setelah itu dia menyerahkannya pada pria itu.
“Pulpen.” Ujar Robert Huo sambil melihat jawaban yang ada diatas kertas tersebut.
Setelah mendapatkannya, pria itu lagi-lagi mengeluarkan sebuah kertas baru, dia bergumam mengatakan sesuatu. Disaat bersamaan dia juga menuliskan sesuatu diatas kertas.
Dalam ilmu psikologi, ada sebuah cara yang digunakan untuk menebak tingkah laku manusia, namanya psikologi lego.
Lego adalah mainan balok, dan menggunakan polanya, dapat ditarik beberapa kemungkinan yang muncul.
Sementara psikologi lego, menggunakan kesukaan, kepribadian, meniru dan menebak apa yang mungkin akan dilakukan seseorang. Dan tempat yang ingin dikunjunginya.
Dari teori ini, tingkat ketepatan mencapai 98%, sementara kegagalan sebesar 2% itu, yang tidak lain adalah faktor seperti kecelakaan, bertemu dengan orang yang dikenal, atau mungkin saja bertabrakan dengan orang lain dijalan yang memicu perselisihan dan keributan.
Karena itu, ada beberapa tempat, yang juga bisa dikatagorikan kedalam 2% itu.
Ketika Robert Huo pertama kali mengenali hal ini. Itu karena dia tertarik dengan namanya, setelah dia mendalaminya untuk beberapa waktu, dia merasa kalau teori ini benar-benar sangat menarik.
Bisa dikatakan, teori psikologi ini menggunakan kepribadian dari orang tersebut, yang digunakan untuk menebak masa depan.
Boleh dikatakan ini seperti meramal, juga boleh dikatakan ini adalah pencarian dengan metode ilmiah.
Freya Gu masih lumayan memahami putrinya, semua pertanyaan yang diberikan, telah dijawab dengan sangat mendetail oleh wanita itu.
Contohnya Stella Yue suka warna ungu, akhir-akhir ini suka mendengar lagu Seaweed dance dan lain-lain.
Sambil menarik kesimpulan dari jawaban ini, disaat yang sama Robert Huo juga segera membuat kesimpulan, kemudian mengeluarkan sebuah poin penting.
Kira-kira setelah 5 menit berlalu, dia kemudian menuliskan sebuah kalimat, setelah itu menggambar sebuah lingkaran, dan melemparkan pulpennya keatas meja, dia mengangkat wajahnya dan melihat kearah Freya Gu, bertanya: “Apa kamu pernah membawanya ke Seaworld?”
“Tidak pernah. Sebelumnya dia ingin kesana, tapi aku tidak memiliki waktu.” Ujar Freya Gu sambil menggelengkan kepalanya.
“Seharusnya dia berada disana.” Robert Huo kemudian mengangguk, dan mengatakan pada Natalie Ning: “Aku akan pergi mencarinya di Seaworld, kamu dan nona Gu tinggallah disini.”
“Tidak, aku juga ingin ikut!” meskipun dia tidak tahu mengapa Robert Huo mengatakan kalau putrinya berada ditempat itu, tetapi dia tidak peduli seberapa besar kemungkinannya, Freya Gu tetap ingin pergi ketempat itu. Dia tidak bisa sendirian berada dirumah orang, menunggu kabar. Karena kabar ini, memiliki hubungan dengan putrinya.
“Kalau begitu aku juga ikut dengan kalian.” Ujar Natalie Ning.
“Tidak bisa, jika kamu ikut bagaiman kalau Gaby tiba-tiba bangun dan tidak menemukan kita, dia pasti akan terkejut.” Robert Huo berpikir sejenak, mengatakan: “Kalau begitu aku akan pergi dengan nona Gu. Kamu lihatlah informasi yang ada di internet, jika ada orang baik yang mengetahui sesuatu, segera beritahu aku.”
“Baiklah!” Natalie Ning mengangguk mengatakan: “Aku akan mengambilkan baju hujan untuk kalian.”
Setelah memakai baju hujan, Robert Huo dan Freya Gu segera meninggalkan tempat itu, melihat mereka berdua dengan cepat menghilang didalam kegelapan, dan hujan yang turun terus-menerus, Natalie Ning kemudian menghela nafasnya, dia berharap mereka bisa menemukan anak yang sangat kasihan itu.
Malam yang disertai hujan, dan juga hari yang gelap, sulit sekali mengendarai mobil dalam situasi seperti itu.
Robert Huo dan Freya Gu sudah berjalan cukup jauh, sampai akhirnya mereka menemukan sebuah mobil taksi yang sedang beristirahat.
Setelah naik mobil, Robert Huo mengatakan: “Mohon segera menuju keSeaworld.”
Freya Gu agak ragu, tetapi dia pun akhirnya bertanya: “Tuan Li, kamu yakin kalau dia bisa berada diSeaworld?”
“Tidak yakin sepenuhnya, tetapi jika jawaban yang kamu berikan tidak meleset, kalau begitu kemungkinannya sangat besar. Nanti setelah tiba diSeaworld, kita langsung pergi ke tempat yang ada airnya, misalnya tempat singa laut dan lumba-lumba, kita cari disana.” Ujar Robert Huo.
“Tapi aku masih juga tidak paham, apa hubungannya semua pertanyaan itu denganSeaworld?” tanya Freya Gu.
“Ini pertanyaan yang agak sulit dijawab, ada sebuah pola, disaat yang sama kamu juga harus sedikit paham tentang ilmu psikologi, tidak akan mudah menjelaskannya dalam waktu singkat.”
Supir yang mendengarnya bertanya dengan penasaran: “Apa kalian berdua pergi ketaman laut untuk mencari seseorang? Sudah malam seperti ini,Seaworld pasti sudah ditutup, sama sekali tidak bisa masuk ketempat itu.”
“Tidak masalah, kamu antarkan saja kami sampai pintu masuknya.” Ujar Robert Huo.
Karena pria itu sudah mengatakannya, supir pun tidak banyak bicara lagi.
Sementara Freya Gu, meskipun dia masih ragu-ragu, tapi disaat ini, dia juga tidak menemukan cara yang lain, oleh karena itu dia pun hanya bisa mengikuti usulan Robert Huo.
Kendaraan di malam tidak banyak, tetapi malam yang jauh lebih gelap dari biasanya ini, membuat supir itu tidak berani melaju dengan terlalu cepat.
Setelah empat puluh menit lebih, jam 3 lewat, mereka akhirnya tiba diSeaworld.
Seperti yang dikatakan oleh supir barusan, tempat ini sudah tutup, pintu gerbangnya dikunci.
Robert Huo juga tidak menemukan petugas-petugas ditempat itu, dia mengelilingiSeaworld bersama Freya Gu. Jika Stella Yu benar-benar telah masuk ketempat itu, kalau begitu pasti ada lubang yang bisa dilewati oleh anak itu untuk masuk kedalamnya.
Setelah berkeliling, Robert Huo menemukan sebuah dinding yang lebih rendah.
Sebenarnya tidak terlalu rendah juga, tapi disebelahnya sepertinya ada sebuah pohon, dan cabang pohonnya mencapai atas dinding.
Novel Terkait
Istri Yang Sombong
JessicaGadis Penghancur Hidupku Ternyata Jodohku
Rio SaputraCutie Mom
AlexiaAsisten Wanita Ndeso
Audy Marshanda1001Malam bersama pramugari cantik
andrian wijayaMy Goddes
Riski saputroInventing A Millionaire×
- Bab 1 Tiba-Tiba Mendapat Istri
- Bab 2 Perubahan Sang Suami
- Bab 3 Hidangan Lezat
- Bab 4 Menghasilkan 2000 RMB Dalam 1 Hari
- Bab 5 Adik Ipar Pemarah
- Bab 6 Jasa
- Bab 7 Berkat Dia
- Bab 8 Metode Pemasaran
- Bab 9 Tentukan 1 Tujuan Kecil
- Bab 10 Pendekatan Dengan Adik Ipar
- Bab 11 Harmonis
- Bab 12 Pengganti
- Bab 13 Nova Ji
- Bab 14 Berpura-pura Mengerti
- Bab 15 Berhasil
- Bab 16 Cara-Cara Manusia
- Bab 17 Sekuntum Bunga Magnolia
- Bab 18 Kerepotan Nova Ji
- Bab 19 Ikuti Saja Alurnya
- Bab 20 Ini Adalah Orang Berbakat
- Bab 21 Menghina
- Bab 22 Howard Xia
- Bab 23 Kode
- Bab 24 Membandingkan
- Bab 25 Tidak Bisa Apa-Apa
- Bab 26 Jarak yang Semakin Dekat
- Bab 27 Kesenangan Keluarga Inti
- Bab 28 Berbeda Dari Biasanya
- Bab 29 Menjadi Perwakilan
- Bab 30 Menampar
- Bab 31 Harus Ada Kharisma
- Bab 32 Niat
- Bab 33 Ingin Pulang
- Bab 34 Reaksi Orangtua
- Bab 35 Jalan Buntu
- Bab 36 Sebuah Lelucon
- Bab 37 Mandul
- Bab 38 Menyulitkan
- Bab 39 Kamu Tidak Mengerti
- Bab 40 Perdebatan
- Bab 41 Bertoleransi
- Bab 42 Mengancam
- Bab 43 Rencana Akuisisi
- Bab 44 Berkunjung
- Bab 45 Marah
- Bab 46 Membantu
- Bab 47 Menegur
- Bab 48 Buah sebanyak 3000 kg
- Bab 49 Kualitas Super Tinggi
- Bab 50 Keterkejutan Di Dalam Hati
- Bab 51 Satu Meja Makanan Dan Wine
- Bab 52 Berlomba Minum Wine
- Bab 53 Aturan
- Bab 54 Tempat Penuh Cinta
- Bab 55 Akrab Sejak Awal Bertemu
- Bab 56 Dunia
- Bab 57 Kepedulian Seorang Ayah
- Bab 58 Dipermalukan
- Bab 59 Apa Kamu Gila
- Bab 60 Membujuk
- Bab 61 Hak GM
- Bab 62 Sebuah Kejadian
- Bab 63 Harapan Sang Gadis
- Bab 64 Hidup Sebagai Orang Biasa
- Bab 65 Tipikal Kegagalan
- Bab 66 Kemampuan
- Bab 67 Kesepian
- Bab 68 Bantuan
- Bab 69 Pemikiran Yang Berbahaya
- Bab 70 Kerinduan Anak
- Bab 71 Perhatian
- Bab 72 Kegiatan Toko Buah
- Bab 73 Kamu Harus Belajar Darinya
- Bab 74 Pertemuan
- Bab 75 Menampar Wajah
- Bab 76
- Bab 77 Tersenyum Sampai Akhir
- Bab 78 Kabar
- Bab 79 Berangkat Menuju Ibu Kota Provinsi
- Bab 80 Mempersulit
- Bab 81 Pencemaran Nama Baik
- Bab 82 Memutarbalikkan Keadaan
- Bab 83 Pembalasan Dendam Seorang Pria
- Bab 84 Tidur Di Tempat Tidur Yang Sama
- Bab 85 Saling Menyapa Sebagai Saudara
- Bab 86 Bertemu.
- Bab 87 Berubah.
- Bab 88 Targetnya Berubah.
- Bab 89 Pinjamkan Dan Dipinjamkan.
- Bab 90 Rekaman.
- Bab 91 Berbicara.
- Bab 92 Orang Yang Tidak Seharusnya Kamu Ganggu.
- Bab 93 Tersentuh.
- Bab 94 Psikiater.
- Bab 95 Buku.
- Bab 96 Mengundang
- Bab 97 Orang Keluarga Huo
- Bab 98 Menjebak
- Bab 99 Puas
- Bab 100 Mengagumi
- Bab 101 Kecelakaan
- Bab 102 Hubungan
- Bab 103 Memberi Kompensasi
- Bab 104 Tamu Profesor
- Bab 105 Mimpi
- Bab 106 Kalah Dengan Sangat Cepat
- Bab 107 Orang Yang Menjijikan
- Bab 108 Tamparan
- Bab 109 Thiago Huo Yang Meragukan Kehidupannya
- Bab 110 Minta Maaf
- Bab 111 Omong Kosong Yang Tidak Menyelesaikan Masalah
- Bab 112 Hubungan Kerja Sama Yang Baru
- Bab 113 Dendam Dan Kebencian
- Bab 114 Pemandangan Yang Indah
- Bab 115 Siapa Sih Psikolognya
- Bab 116 Stella Yue Menghilang
- Bab 117 Psikologi Lego
- Bab 118 Keluarga
- Bab 119 Tidak Akan Meninggalkannya
- Bab 120 Mencairkan Cek
- Bab 121 Kesombongan
- Bab 122 Meredakan Kemarahan
- Bab 123 Kebaikan Yang Besar
- Bab 124 Tidak Serakah
- Bab 125 Siapa Dia?
- Bab 126 Dua Kelebihan
- Bab 127 Persiapan
- Bab 128 Ancaman
- Bab 129 Tenang
- Bab 130 Dia Datang
- Bab 131 Orang Gila
- Bab 132 Ajaran Leluhur
- Bab 133 Tidak Bisa Menjadi Teman
- Bab 134 Bercandaan Apa Yang Kamu Katakan
- Bab 135 Event Baru
- Bab 136 Berita Buruk
- Bab 137 Generasi Jahat
- Bab 138 Sekelompok Orang Jahat
- Bab 139 Aktor
- Bab 140 Rapat
- Bab 141 Kamu Jangan Keterlaluan
- Bab 142 Syarat
- Bab 143 Sebuah Jalan
- Bab 144 Moris Liu
- Bab 145 Tanpa Penyesalan
- Bab 146 Tanda-Tanda
- Bab 147 Akar Masalah
- Bab 148 Pihak Yang Banyak Bebicara Dipukuli
- Bab 149 Sebelum Badai Tiba
- Bab 150 Terlalu Mengenaskan
- Bab 151 Satu Kesulitan Yang Ditambah Dengan Banya Kesulitan Lainnya
- Bab 152 Topangan Yang Jatuh Akan Berdampak Pada Orang Disekitarnya
- Bab 153 Segala Jenis Cobaan
- Bab 154 Aku Mau Dua Ratus Juta
- Bab 155 Kuota Dirut
- Bab 156 Hasil
- Bab 157 Memberikan Bunga
- Bab 158 Menjauh
- Bab 159 Tidak Nyaman
- Bab 160 Kegiatan Dimulai
- Bab 161 Orang Yang Paling Akrab.
- Bab 162 Bercanda
- Bab 163 Aku Ingin menjadi Pemilik Saham.
- Bab 164 Kenalan Dekat.
- Bab 165 Kamu Bisa Menghasilkan Berapa Banyak.
- Bab 166 Harapan Baru
- Bab 167 Acara Reuni Kelas
- Bab 168 Tatapan Aneh
- Bab 169 Memesan Bir
- Bab 170 Sangat Suka
- Bab 171 Menyaksikan Kemesraan
- Bab 172 Pendapatan
- Bab 173 Nicho Huo
- Bab 174 Balas Dendam Berikutnya
- Bab 175 Kemalangan yang Tidak Terduga
- Bab 176 Transaksi
- Bab 177 Menyelidiki
- Bab 178 Khawatir
- Bab 179 Berantakan
- Bab 180 Plat Nomor Kendaraan
- Bab 181 Kebebasan
- Bab 182 Memeriksa Mobil
- Bab 183 Tidak Bisa Kabur
- Bab 184 Alex Liao Yang Bingung
- Bab 185 Bukti Kesalahan
- Bab 186 Memikirkan Keuntungan Masa Depan
- Bab 187 Menggali Kuburan Sendiri
- Bab 188 Bantuan
- Bab 189 Tidak Masuk Akal
- Bab 190 Kamu Tidak Pergi, Aku Yang Pergi
- Bab 191 Tahu Sopan Santun Tidak
- Bab 192 Segera Pindah
- Bab 193 Profesior Mengalami Kecelakaan
- Bab 194 Memarahi
- Bab 195 Trik Pahit
- Bab 196 Kesibukan
- Bab 197 Menyewa Teater Menonton Film
- Bab 198 Berbohong
- Bab 199 Dicuri
- Bab 200 Meminta Maaf
- Bab 201 Sanak Saudara
- Bab 202 Kedatangan Tamu
- Bab 203 Terkejut
- Bab 204 Siapa Dia
- Bab 205 Sudah Mati Rasa
- Bab 206 Hadiah Terbaik
- Bab 207 Dia Itu Alex Liao
- Bab 208 Bingung
- Bab 209 Saran
- Bab 210 Muntah Darah
- Bab 211 Kemunafikan Dunia
- Bab 212 Ekspansi
- Bab 213 Keterkejutan Nova Ji
- Bab 214 Perubahan Sikap
- Bab 215 Pemilik Perusahaan Yang Baru
- Bab 216 Ide
- Bab 217 Perusahaan Diet
- Bab 218 Rapat Umum Pemegang Saham
- Bab 219 Mencintai Dan Menghormati
- Bab 220 Hatinya Tergerak
- Bab 221 Petunjuk
- Bab 222 Memalukan
- Bab 223 Zila Tang
- Bab 224 Masalah Keluarga Huo
- Bab 225 Jaga Tubuhmu Agar Tetap Hangat
- Bab 226 Tidak Bisa Diobati
- Bab 227 Kompeten dan Tangkas
- Bab 228 Merugi
- Bab 229 Pilih Satu Saham
- Bab 230 Pengikut
- Bab 231 Penutupan Kenaikan Harga Saham
- Bab 232 Bertemu Dengan Zila Tang Lagi
- Bab 233 Arena Balap
- Bab 253 Situasi Yang Tidak Baik
- Bab 254 Krisis
- Bab 234 Memilih Mobil
- Bab 235 Penghinaan
- Bab 236 Menyelip
- Bab 237 Kecelakaan
- Bab 235 Tamparan Yang Familiar
- Bab 239 Masalah
- Bab 240 Saling Memuji
- Bab 241 Kabar Baik Dan Buruk
- Bab 242 Pemerasan
- Bab 243 Orang Bodoh Yang Mengantarkan Uang
- Bab 244 Memulai Dari Awal
- Bab 245 Pekerjaan Kayu
- Bab 246 Koneksi
- Bab 247 Kata Sandi
- Bab 248 Meninggalkan
- Bab 249 Warisan
- Bab 250 Berpendidikan Dan Bisa Bela Diri
- Bab 251 Tidak Pantas
- Bab 252 Acara Besar
- Bab 255 Kunjungan
- Bab 256 Jalan
- Bab 257 Latar Belakang Yang Mengejutkan
- Bab 258 Ekspansi
- Bab 259 Membeli Mobil
- Bab 260 Tunggu Menangis
- Bab 261 Bos Besar Datang
- Bab 262 Kebenaran
- Bab 263 Mengembalikan Dan Menganti Rugi Sebanyak 3 Kali Lipat
- Bab 264 Meminum Anggur
- Bab 265 Amnesia
- Bab 266 Mencegah Lebih Baik Daripada Mengabaikan
- Bab 267 Perenungan
- Bab 268 Tambahan Uang
- Bab 269 Rasa Simpati
- Bab 270 Popularitas
- Bab 271 Iri Hati
- Bab 272 Beruntung
- Bab 273 Petarungan Tiga Prajurit Dengan lü Bu
- Bab 274 Firasat Buruk
- Bab 275 Iri Hati
- Bab 276 Berpikir Terlalu Jauh.
- Bab 277 Satu Lagi Yang Suka Berpikir Berlebihan.
- Bab 278 Keributan.
- Bab 279 Bertemu.
- Bab 280 Murid.
- Bab 281 Orang Penting
- Bab 282 Hongda Capital
- Bab 283 Nasihat
- Bab 284 Gagal Transaksi
- Bab 285 Persahabatan
- Bab 286 Minum-Minum
- Bab 287 Mabuk
- Bab 288 Mengumpulkan
- Bab 289 Membeli Cincin Berlian
- Bab 290 Memaksa Diri Berlagak Kaya
- Bab 291 Keluar Membantu
- Bab 292 Identitasnya
- Bab 293 Restoran
- Bab 294 Tersentuh
- Bab 295 Mengeluh
- Bab 296 Minta Maaf
- Bab 297 Pekerjaan
- Bab 298 Acara Selesai
- Bab 299 Membalas Budi
- Bab 300 Merayakan Keberhasilan
- Bab 301 Ide Baru
- Bab 302 Pengembangan
- Bab 303 Ancaman
- Bab 304 Serangan
- Bab 305 Jahat
- Bab 306 Tenang
- Bab 307 Terjebak Masuk
- Bab 308 Hasil Penyelidikan
- Bab 309 Tujuan Satu-satunya
- Bab 310 Pendapat Natalie Ning
- Bab 311 Harapan
- Bab 312 Pernah Digit Ular
- Bab 313 Bujukan
- Bab 314 Menangis
- Bab 315 Bertemu Orang Tua
- Bab 316 Pernikahan Kedua Juga Tidak Apa-apa
- Bab 317 Anggap Kamu Menyerahkan Diri
- Bab 318 Nasehat
- Bab 319 Orang Yang Terabaikan
- Bab 320 Kesempatan Besar
- Bab 321 Rahasia Yang Tersembunyi Akhirnya Akan Terbuka Juga
- Bab 322 Pulang Dibicarakan Lagi
- Bab 323 Makan Untuk Pertemanan
- Bab 324 Maaf
- Bab 325 Kenyataan
- Bab 326 Memaafkan
- Bab 327 Undangan
- Bab 328 Menuju Keluarga Li