Inventing A Millionaire - Bab 132 Ajaran Leluhur

Ketika Robert mengambil kayu, Natalie juga sangatlah takut, sekalipun tadi dia ketakutan parah dan bahkan ingin bunuh diri untuk mempertahankan kesusilaannya.

Namun jika dipukul menggunakan kayu sebesar itu, sekalipun tidak mati juga pasti luka parah.

Orang yang bunuh diri tidak akan terpikiran hukum, karena tidak berhubungan dengan orang lain.

Tapi melukai orang lain harus dihukum.

Natalie bukanlah orang yang jika disinggung dan akan melawan dan membalas, sekalipun dia benar-benar berharap Thiago pergi mati saja, namun dia tetaplah berkata, "Shawn, kamu jangan........."

Sebelum selesai berkata, Robert sudah berada dihadapannya, dia memberikan kayu ditangannya kepada Natalie, "Kamu yang pukul."

"Huh?" Natalie tercengang.

"Dia berkata tidak sopan kepadamu, bertindak tidak senonoh kepadamu, patut dipukul, jika kamu ingin mematahkan kaki dan tangannya, aku tidak akan melarangmu." kata Robert dengan tenang.

Natalie terlihat tegang, dia tidak pernah bertengkar dengan orang lain, bahkan beradu mulut saja juga sangatlah jarang.

Menyuruhnya melakukan hal seperti ini mana mungkin bisa dia lakukan.

"Bagaimana jika sudahi saja......." Natalie ragu-ragu.

Robert tidak banyak membujuknya, dia melemparkan kayu kearah Jack, "Patahkan satu tangan dan kakinya."

Jack menerima kayunya dan tidak banyak berkata, dia langsung berjalan kearah Thiago.

Disaat dia turun tangan, dia sudah menyinggung keluarga Huo, jika memang begitu, masih ada apa yang perlu diragukan lagi?

Melihat Jack yang mendekat, Thiago berteriak kencang, "Jack, kamu berani memukulku!? Kamu, kamu tidak ingin hidup lagi?!"

Jack menatapinya dan mengangkat kayu ditangannya, "Justru karena ingin hidup, makanya memukulmu."

"Apakah kamu berani! Kakakku adalah Robert Huo, jika kamu berani menyerangku, aku suruh dia........."

Perkataan Thiago sampai setengah saja sudah menjadi jeritan kesakitan.

Kayu yang besar itu menghantam tangannya, suara patah terdengar, wajah Thiago terlihat jauh lebih pucat, sebelum dia menjerit lagi, Jack menghantam lagi, dan mematahkan kakinya juga.

Thiago yang terjatuh dilantai ingin memeluk tangannya, namun kakinya juga sangatlah sakit, dia kesakitan hingga nyaris pingsan.

Sedangkan ekspresi Jack masih biasa saja, seolah dia hanya memukul seekor anjing saja, dan bukan adalah seorang Tuan muda Keluarga Huo.

Robert berjalan kearahnya dan menyalakan hpnya lalu memutarkan video dihpnya.

Didalam video, terlihat segala hal yang diperlakukan oleh Thiago kepada Natalie, semuanya terekam, suaranya masih terhitung jernih, setidaknya jika didengar dengan teliti masih terdengar apa yang dia katakan.

"Satu tangan dan satu kaki adalah pelajaran yang diberikan kepadamu, jika kamu merasa tidak puas, aku bisa menemanimu pergi kembali ke keluarga Huo, aku ingin melihat apa yang akan terjadi denganmu jika berada didepan altar ajaran leluhur keluarga Huo."

Thiago kesakitan hingga air matanya mengalir, kedua matanya merah dan menatapi Robert, dia ingin mencabik-cabik orang ini.

Namun video itu juga membuatnya mengerti bahwa dirinya salah menyinggung orang.

Disaat yang begitu gawat, lelaki ini masih bisa begitu tenang dan mempertahankan bukti dulu, dan dia seolah sangatlah tahu akan keluarga Huo.

Salah satu ajaran leluhur keluarga Huo, "Sekalipun mati juga tidak membully yang lemah, tidak membully wanita dan anak kecil."

ajaran leluhur keluarga Huo kedua, "Masalah tidak dibawa ke keluarga orang."

Yang pertama adalah membuat orang keluarga Huo bisa lurus dan tidak meninggalkan bahan bicaraan untuk orang lain bagi keluarga Huo, dan kedua itu adalah memberikan jalan mundur bagi orang lain, dan juga sama saja memberikan jalan belakang bagi diri sendiri, semua hal tidak boleh dilakukan hingga buntu.

Ini adalah pelajaran penting yang dipahami oleh para leluhur keluarga Huo dan ini diukir didinding altar leluhur.

Jika ada yang melanggarnya maka harus menerima hukuman diruang altar dan membacanya 7 hari dan 7 malam, selain makan, mulutnya tidak boleh berhenti, jika ingin tidur, akan ada orang yang akan mencambukmu.

Perlakuan seperti itu jangankan Tuan Muda Besar yang hidup nyaman, bahkan masyarakat biasa saja juga tidak banyak yang bisa menerimanya.

Jadi orang keluarga Huo juga jarang mencari masalah.

Namun tidak ada orang yang bisa menebak hal yang terjadi, setelah melewati banyak kehidupan tenang, juga semakin banyak orang-orang busuk seperti Thiago.

Mereka tahu bahwa jika melanggar ajaran leluhur akan dihukum berat, jadi setiap kali menimbulkan masalah akan berusaha untuk menutupi masalahnya.

Sedangkan tetua keluarga Huo juga menerima saja tindakan seperti ini, asalkan orang yang bersangkutan tidak menuntut, maka mereka anggap tidak tahu.

Jika Robert memberikan video ini ke keluarga Huo, maka level tingkatan kedua dari Thiago pasti akan digantikan dan dia pasti akan disiksa berat.

Robert tidak lagi basa basi lagi, dia menyimpan hpnya dan menarik Natalie untuk pergi.

Natalie juga sangatlah tegang, suaminya begitu tegas, dan mematahkan kaki dan tangan orang itu tanpa becanda.

meskipun merasa sangatlah senang, namun sekali terpikiran dengan masalah yang mungkin muncul, maka dia sedikit khawatir lagi.

Disaat ini, Robert seolah terpikir sesuatu, dia menghentikan langkahnya dan berkata kepada Thiago, "Oh iyam lain kali jika kamu masih ingin mencari masalahmu, sebaiknya jangan mengungkit nama kakakmu, jika tidak lain kali aku mendengar itu lagi, aku jamin kamu pasti akan lebih parah daripada sekarang!"

Harapan dari keluarga Huo sekarang adalah palsu, sebagai orang asli, Robert tentu saja tidak berharap ada orang lain yang menggunakan namanya untuk berbuat onar, terutama orang-orang seperti Thiago.

Thiago terbaring dilantai, air mata dan ingusnya bercampur dengan darah, dan bercampur diwajahnya sehingga dia terlihat sangatlah menderita.

Dia terus menatapi sosok belakang Robert, tatapannya penuh rasa dendam dan marah, namun dendamnya hanya sesaat saja.

Ketika Robert dan lainnya benar-benar sudah pergi, didalam pabrik hanya terdengar suara erangan para lelaki kekar saja, rasa takut dihati Thiago kembali terpancing lagi.

Dia merasa dirinya akan mati.........

"Tolong!" Thiago berteriak karena ketakutan, "Kalian para pecundang, cepat panggil ambulan!"

Suaranya terdengar hingga diluar pabrik, Natalie mendengarkannya, setelah ragu-ragu sejenak, dia bertanya, "Apakah mau panggilkan ambulan untuk mereka? Aku takut terjadi apa-apa......"

"Mereka berdua tahu batasnya ketika turun tangan, tidak perlu khawatir." Robert menasehati Natalie lalu bertanya, "Bagaimana denganmu, kamu tidak terluka kan?"

Nada bicaranya yang lembut dan tatapannya yang penuh perhatian membuat Natalie langsung menangis.

Air matanya terus berkucuran, dia langsung memeluk Robert dan berkata, "Waktu itu aku sampai ingin bunuh diri mengigit lidah, aku sangatlah takut, aku kira tidak bisa bertemu denganmu lagi."

Robert menjadi fokus, dia tidak menyangka bawha Natalie bahkan berpikir seperti itu.

Dia menghempaskan nafasnya, dan berkata, "Sepertinya hanya mematahkan satu kaki dan tangan orang itu masih terlalu enak untuknya!"

Untung saja Natalie tidak apa-apa, jika tidak, Robert benar-benar mungkin akan membunuh Thiago langsung.

Dia tidak melakukannya karena pertama teringat dengan ajaran leluhur, dan memberikannya sebuah batas yang tidak boleh dilalui, satunya lagi karena juga untuk mencari kesempatan untuk berhubungan dengan keluarga Huo nanti.

Jika membunuh Thiago, dia memang melampiaskan ketidak senangannya, namun jika ingin berhubungan dengan keluarga Huo lagi, akan sangatlah susah.

Didunia ini, selain dari hidup dan mati, semuanya adalah masalah kecil.

'

Keluarga Huo tidak akan mempersulit seseorang yang menyerang balik karena di bully, tapi dia juga tidak akan menerima orang yang membunuh keturunan mereka, ini juga adalah prinsip dasar dari keluarga.

Jika tidak ditahan masalah kecil, maka akan mempersulit kondisi, hanya saja itu membuat Robert sedikit lebih merasa bersalah kepada Natalie.

Jika dia menhalangi mobil dari awal, mungkin ketakutan Natalie akan menjadi lebih sedikit.

"Maaf." kata Robert.

Natalie memeluknya dan menangis beberapa saat, barulah dia menghapus air matanya, "Mengapa kamu mengatakan maaf, orang itu terlalu jahat, itu juga bukan karena kamu, lagipula, kamu juga membalas dendam untukku, oh iya, siapakah kedua orang ini?"

Cara pengalihan pembicaraan yang begitu buruk, Robert tentu saja mengerti, namun saat ini sekalipun mengerti dia juga harus berpura-pura tidak tahu.

Dia memperkenalkan, "Ini adalah Seamus, supir dari professor Yacob Zhang, ini adalah Jack, dia adalah temanku."

Natalie menghapus air matanya dan bergegas berjabat tangan dengan kedua orang ini, "Terima kasih bantuan kalian, jika bukan karena kalian, kami berdua mungkin akan menderita hari ini."

Seamus masih terhitung sopan, dia berkata, "Tidak perlu sungkan, professorlah yang menyuruhku kemari, jika ingin berterima kasih, juga seharusnya berterima kasih kepada professor."

Sedangkan Jack, sikapnya terlihat jelas lebih tidak peduli.

Satu-satunya tujuannya datang kemari adalah untuk mencari tahu seberapa banyak yang diketahui oleh Robert, dan bukan untuk mendengar ucapan terima kasih.

Menatapi lelaki yang setelah jabat tangan dan tidak berkata sama sekali, Natalie sedikit canggung.

Robert langsung pura-pura batuk dan Jack kaget, barulah dia berkata, "Tidak perlu terima kasih."

Melihat Jack yang terlihat tidak biasam sekali melihat Robert yang tenang, Natalie terasa seperti seorang anak kecil yang dibully dan bersembunyi dibelakang ayahnya dan melihat ayahnya memberi pelajaran kepada orang itu.

Rasa seperti itu lumayan enak, seolaha dihadapannya ada sebuah gunung yang menghalangi dihadapannya, baik masalah apapun yang dihadapinya, juga tidaklah perlu ditakutkan.

Novel Terkait

Get Back To You

Get Back To You

Lexy
Percintaan
2 tahun yang lalu
Kembali Dari Kematian

Kembali Dari Kematian

Yeon Kyeong
Terlahir Kembali
2 tahun yang lalu
Balas Dendam Malah Cinta

Balas Dendam Malah Cinta

Sweeties
Motivasi
3 tahun yang lalu
Jika bertemu lagi, aku akan melupakanmu

Jika bertemu lagi, aku akan melupakanmu

Summer
Romantis
3 tahun yang lalu
Cintaku Pada Presdir

Cintaku Pada Presdir

Ningsi
Romantis
2 tahun yang lalu
Ternyata Suamiku CEO Misterius

Ternyata Suamiku CEO Misterius

Vinta
Bodoh
2 tahun yang lalu
You Are My Soft Spot

You Are My Soft Spot

Ella
CEO
2 tahun yang lalu
My Superhero

My Superhero

Jessi
Kejam
2 tahun yang lalu