Inventing A Millionaire - Bab 120 Mencairkan Cek

Kebetulan Robert Huo juga sambil membawa semangkuk bubur dari dapur, lalu bertanya dengan spontan: “Apa yang mengejutkan orang?”

Wajah Freya Gu semakin memerah, tadinya dia memang sangat kaku di depan Robert Huo, sekarang merasa semakin tidak enak.

Natalie Ning mendengus dan berkata: “Topik wanita, mengapa harus beritahu kamu.”

“Baiklah, Gaby, kamu ingin minum susu atau sup telur?” Robert Huo menolehkan kepala dan bertanya.

Gaby tidak langsung menjawabnya, malah melihat ke Stella Yue: “Kamu ingin makan apa?”

“Aku ingin makan bubur…..” Kata Stella Yue.

Gaby menolehkan kepala, lalu menjawab: “Ayah, kamu ingin makan bubur.”

Robert Huo merasa tidak berdaya, berapapun usia seorang wanita, apakah pemikirannya melompat seperti ini saat menjawab pertanyaan?

Untung saja Natalie Ning dan Freya Gu ada di samping, kedua Ibu ini datang membujuk mereka, baru berubah lagi menjadi minum susu, kalau tidak, Robert Huo harus menghabiskan waktu lebih dari setengah jam untuk menyiapkan sarapan.

Setelah selesai makan, Robert Huo membereskan mangkuk dan sumpit, dan Natalie Ning hendak mengantarkan Gaby untuk pergi les.

Mumpung kesempatan ini, Freya Gu juga ingin berpamitan, hanya saja Stella Yue sambil menarik baju Robert Huo, bagaimanapun ia tidak ingin pergi.

Biarpun Freya Gu menunjukkan gaya seperti sedang marah, dia pun tetap seperti itu.

Akhirnya juga Robert Huo yang berjanji dengan anak gadis ini, tunggu 2 hari lagi akan membuat makanan yang enak untuknya, setelah membujuknya dengan lama, dan Gaby yang ada di samping pun sambil menjamin, Stella Yue baru menyetujui dengan sedikit terpaksa.

Walaupun demikian, ketika anak gadis itu pergi, matanya tetap memerah, dan dia melambai tangan kepada Robert Huo dengan tidak rela: “Paman Li, kamu harus datang lebih awal ya, aku tidak makan beberapa hari ini, kalau kamu tidak datang membuat makanan untukku, aku akan mati kelaparan.”

Robert Huo juga merasa terhibur olehnya, apakah ini sebagai pemaksaan dengan menggunakan kematian.

“Sampai berjumpa Ayah, jangan lupa siang nanti datang mencari aku dan Ibu, bersama-sama kita pergi melihat rumah.” Gaby juga sambil melambaikan tangan, berpamitan dengan Robert Huo.

“Iya tahu, tidak akan lupa.” Jawab Robert Huo.

Jika bukan karena Gaby mengingatkannya, Robert Huo benar-benar hampir lupa kalau mereka sudah berjanji hari ini akan pergi melihat Listing property.

Sambil berpikir-pikir, ia menelepon kepada Fernaldy Fang terlebih dahulu, untuk memberitahukan rencana ia hari ini.

Mengetahui Robert Huo akhirnya tetap memilih untuk membeli rumah di Area Barat Laut, Fernaldy Fang terlihat sengat senang.

Karena meskipun potensi area barat laut telah ditentukan oleh Biro Perencanaan, namun di dalam hati Fernaldy Fang, tidak ada sumber informasi yang lebih meyakinkan daripada tindakan Robert Huo.

Sekarang Robert Huo akan membeli rumah di Area Barat Laut, maka hal ini pasti sudah dipastikan.

“Di sana memang ada beberapa listing property yang bagus, Ini dikembangkan oleh beberapa teman lamaku, begini saja, nanti siang aku pergi bersamamu, sekalian mengajak mereka untuk makan bersama, saling berkenalan, Mengenai harga, nanti kamu beritahu kepada Adik ipar, tenang saja, jika tidak mendapatkan diskon 20%, maka Kakak akan memotong kepalaku dan dijadikan bola untuk ditendang Adik ipar.” Fernaldy Fang berjanji sambil menepuk dada.

“Kegiatan olah raga yang begitu menakutkan, dia sepertinya tidak mau berpartisipasi,” kata Robert Huo sambil tersenyum.

Fernaldy Fang tertawa keras, salah satu alasan mengapa dia mengagumi Robert Huo adalah karena meskipun pria ini memiliki latar belakang keluarga yang biasa saja, tapi ia sama sekali tidak memiliki rasa tidak leluasa orang miskin saat menghadapi orang kaya.

Ini berasal dari kemampuan pribadi, yang membawa kayakinan dan kepercayaan diri.

Terkadang manusia ini memang aneh, kamu semakin merendahkan diri, dia pun semakin tidak menghiraukan kamu, sebaliknya jika bersikap seperti memiliki kedudukan yang sama, dia malah semakin ingin mendekati diri.

Robert Huo sendiri merupakan tipe orang yang paling teratas, tentu saja dia paham bagaimana cara "menangani" orang-orang seperti Fernaldy Fang.

Setelah menyetujui waktu pertemuan pada siang hari nanti, Robert Huo menelepon Nova Ji lagi dan mengatakan kepadanya bahwa dia akan pergi melihat rumah hari ini, jadi tidak masuk ke kantor.

Robert Huo tidak menganggap serius sistem kerja perusahaan, sudah bukan sekali dua kali, atau sehari dua hari.

Sebelumnya saat dia belum menunjukkan kemampuannya yang luar biasa itu, dia sudah berani untuk tidak pergi bekerja selama 1 atau 2 bulan, sekarang dia sudah naik jabatan, tentu saja semakin tidak takut.

Tentu saja, kedua ini masih ada perbedaannya, setidaknya sekarang dia tahu harus menelepon terlebih dahulu sebagai tanda menghormati.

Akhir-akhir ini juga tidak ada urusan besar yang perlu dia tangani di kantor, Nova Ji juga tahu, orang seperti Robert Huo, tidak perlu terikat dengan perusahaan dan mengikuti jadwal kerja 8 jam seperti karyawan biasa.

Baja yang bagus harus digunakan pada pedang, dia cukup untuk muncul saat dibutuhkan saja.

Tidak mengatakan hal ini, hanya masalah Robert Huo berhasil memenangkan Colin Ji dengan kata-katanya, dan membiarkan Nova Ji memiliki kesempatan untuk dipromosikan ke urutan tingkatan kedua, jasa besar ini cukup baginya untuk melakukan apa pun yang diinginkannya.

Butuh aku memperkenalkan seseorang dari perusahaan real estate? Oh? Fernaldy Fang? Kamu kena juga?” Robert Huo berkata kalau dirinya sangat akrab dengan Fernaldy Fang, Nova Ji pun tidak banyak berkata yang lain lagi, hanya berkata: “Cek terakhir kali, aku sudah meminta Departemen Keuangan untuk mencairkan uang tersebut ke dalam Payroll cardmu, nanti coba diperiksa kembali.”

Robert Huo tertegun, baru teringat, sebelumnya saat pura-pura terakuisisi, agar sandiwaranya terlihat lebih realistic, Robert Huo mendapatkan sebuah cek palsu di sebuah toko fotokopi, nominal di cek tersebut adalah 1.000.000 RMB.

Itu murni untuk menipu Colin Ji dan lainnya saja, tidak menyangka, Nova Ji benar-benar mencairkan cek tersebut.

“Kamu tidak perlu berterima kasih kepadaku, ini adalah hadiah yang pantas kamu dapatkan, karena semua orang juga sudah tahu aku memberikan sebuah cek 1.000.000 RMB kepadamu, maka itu memang sudah seharusnya menjadi milikmu.” Kata Nova Ji.

Robert Huo tersenyum, berkata: “Kamu ingin mencoba mengikat aku dengan uang?”

“Jika kamu dapat diikat dengan uang, aku akan melakukannya dengan senang hati.” Kata Nova Ji.

Mereka berdua tidak mengatakan hal ini dengan terlalu jelas, dapat terikat atau tidak, tidak perlu dikatakan dengan begitu jelas, setidaknya pada saat ini, semuanya terlihat sangat optimis.

Robert Huo juga tidak berpura-pura dengan munafik tidak menginginkan uang ini, uang bukan barang yang bagus, tapi juga merupakan barang yang bagus.

Ketika ingin menggunakannya untuk melakukan sesuatu, itu bagus.

Tadinya Robert Huo ingin menggunakan tabungan di rumah untuk membayar DP, membeli sebuah rumah 3 kamar dengan ukuran 100 m2, namun sekarang telah memiliki uang sebesar 1.000.000 RMB, mungkin bisa mempertimbangkan untuk membeli rumah dengan 4 kamar? Atau area yang lebih luas. Kalau tidak, beli 2 rumah, lagi pula harga rumah di Area barat laut sana hanya akan terus meningkat dengan pesat, tidak akan menurun.

Dia tidak ingin tinggal di dalam vila lagi, dulu tinggal di dalam vila sampai ingin muntah, bagi Robert Huo, vila seluas 500 600 m2, tidak senyaman ruah kecil dengan luas puluhan meter persegi.

Tempat yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, hanya puluhan meter persegi saja, terlalu besar itu hanya untuk dilihat orang lain saja.

Ada orang yang membutuhkan rumah untuk bergengsi, memuaskan keinginan, tapi Robert Huo tidak membutuhkannya.

Setelah menutup telepon, Robert Huo kembali ke dalam rumah untuk membereskan pekerjaan rumah, ia baru sadar, kalau pakaian luar dan pakaian dalam Freya Gu tergantung di kamar mandi semua, mungkin karena tadi ia pergi dengan buru-buru jadi lupa mengambilnya.

Tapi pakaian dalamnya masih basah, ambil pulang juga tidak berguna.

Sambil melihat ukuran pakaian dalam yang menarik perhatian itu, Robert Huo sedikit terkejut, apakah badan Freya Gu sebagus itu? Pantas saja ia membuka kelas dance, sepertinya memang ada dasarnya.

Namun ia tidak melihatnya lagi, juga tidak menyentuh barang-barang yang mungkin dapat membuat Natalie Ning salah paham, Robert Huo kembali ke ruang tamu dan membuka komputer, mulai mencari informasi listing property tentang Area Barat laut sana.

Walaupun ada Fernaldy Fang yang membantu menawarkan harga, tapi lokasi spesifiknya, tetap harus dilihat terlebih dahulu.

Bagaimanapun ada seorang Bos besar pernah mengatakan, hal terpenting dalam membeli rumah adalah, lokasi, lokasi dan lokasi!

Tidak lama kemudian, Natalie Ning juga kembali, mereka berdua mempelajarinya dengan teliti selama 2 jam lebih, mengangkat kepala dan melihat sudah hampir waktunya, mereka baru bersama-sama keluar untuk menjemput anak.

Setelah menjemput Gaby dari les, sekeluarga betiga langsung pergi ke Departemen Penjualan di komplek yang baru dibangun di Area Barat Laut, menunggu sekitar 5 menit, Fernaldy Fang pun datang.

Kakak satu ini masih sama seperti sebelumnya, mengenakan celana besar dan singlet, jika ia mengenakan sandal, berkata dirinya ini ingin pergi mandi pun ada yang akan percaya.

“Kak Fang, penampilanmu dan kekayaan kamu ini kurang cocok.” Kata Natalie Ning sambil bercanda, mungkin karena sudah akrab dengan Fernaldy Fang, ditambah dengan Miliarder satu ini tidak sombong, jadi di depannya, Natalie Ning juga tidak merasa kaku.

Fernaldy Fang juga tertawa, berkata: “Orang yang memiliki puluhan miliar dan ratusan miliar saja bisa mengendarai sepeda jelek untuk mendukung perlindungan lingkungan, aku mengenakan pakaian seperti ini untuk menghemat bahan kain untuk negara. "

“Paman Fang pelit sekali.” Gaby sambil berkata dengan sambil membuat ekspresi iseng.

Fernaldy Fang sangat marah, dan berkata: "Siapa bilang aku pelit? Aku akan memberitahumu apa itu murah hati! Ayo! Beli rumah!"

Natalie Ning tertawa dengan diam-diam, sambil mengikuti mereka masuk ke dalam Departemen Penjualan.

Sebenarnya, orang-orang di Departemen Penjualan sudah lama melihat mereka, tetapi tidak tahu apakah karena rumah-rumah di Area Barat Laut ini terlalu sulit untuk dijual, dan para sales pun tidak tertarik untuk menarik pelanggan dengan inisiatif.

Apalagi penampilan Fernaldy Fang yang terlihat seperti tukang lulur ini, membuat orang melihatnya saja langsung merasa tidak tertarik.

Beberapa orang ini masuk ke dalam Departemen Penjualan, tapi tidak ada orang yang datang menyambut mereka dengan inisiatif, Fernaldy Fang melihat ke kiri dan kanan, akhirnya dengan kesal ia berteriak: “Apakah kalian tidak ada yang datang menyambut tamu!”

Novel Terkait

Menantu Luar Biasa Bangkrut

Menantu Luar Biasa Bangkrut

Menantu
2 tahun yang lalu
After Met You

After Met You

Amarda
Kisah Cinta
2 tahun yang lalu
Menunggumu Kembali

Menunggumu Kembali

Novan
Menantu
2 tahun yang lalu
Blooming at that time

Blooming at that time

White Rose
Percintaan
3 tahun yang lalu
Milyaran Bintang Mengatakan Cinta Padamu

Milyaran Bintang Mengatakan Cinta Padamu

Milea Anastasia
Percintaan
2 tahun yang lalu
My Superhero

My Superhero

Jessi
Kejam
2 tahun yang lalu
The Richest man

The Richest man

Afraden
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Cinta Dibawah Sinar Rembulan

Cinta Dibawah Sinar Rembulan

Denny Arianto
Menantu
3 tahun yang lalu