Inventing A Millionaire - Bab 214 Perubahan Sikap

Robert Huo tak bisa berkata-kata, bahkan Nova Ji yang tak mengenal Yacob Zhao saja mengetahui tentang hal ini, menandakan berita ini telah tersebar luas.

Nova Ji juga tak lanjut membahas hal ini lebih dalam, ia bukan seorang yang suka membicarakan orang lain dari belakang, ia berkata, “Jika memang ada urusan, tak apa pergilah. Mengenai kantor cabang luar negeri ini akan kudiskusikan dengan Paman Ketiga dulu. Dan anggota Keluarga Huo yang kau sebutkan tadi, jika ada waktu tolong aturkan waktu untuk kami bertemu.”

“Baik, nanti akan kutelepon ia untuk menanyakan kapan ia punya waktu luang,” jawab Robert Huo.

Setelah mendiskusikan beberapa urusan perusahaan, mereka berdua pun berpisah.

Setelah Robert Huo meninggalkan kantor, Nova Ji menatap ke pintu dengan ekspresi muram, ia tampak sangat khawatir.

Meskipun sebagian besar hal yang kita khawatirkan tak pernah terjadi, tapi yang membuatnya merasa heran, kinerja pria ini semakin lama semakin hebat.

Jika memang hal yang dikhawatirkannya tidak terjadi, bagaimana bisa ia berubah sedrastis ini.

Ia yang dulunya kutu buku itu, tak mungkin berubah menjadi seperti ini.

Setelah beberapa saat, Nova Ji menghela nafas panjang, berusaha mengusir kekhawatiran di hatinya.

Tak peduli apapun yang terjadi, saat ini belum ada petunjuk yang jelas, tak perlu terlalu dipikirkan. Kita jalani dan amati saja.

Setelah ia meninggalkan kantor, Robert Huo menerima telepon dari Natalie Ning.

“CEO Mu sudah datang, hendak membeli saham kita,” nada bicara Natalie Ning terdengar sangat gembira.

“Aku sudah bisa membayangkan selebar apa senyumanmu, jangan tampak terlalu gembira, kau akan membuatnya merasa tidak nyaman,” kata Robert Huo sambil tertawa.

“Kau sangat mengenalku!” dengus Natalie Ning dengan nada merajuk.

Robert Huo juga sudah mulai terbiasa dengan kebiasaan merajuknya, ia berkata, “Aku takkan ikut campur dalam hal ini, kau saja yang berdiskusi dengannya. Ingat, perusahaan kita sangat menjanjikan, jangan menurunkan syarat kita.”

“Tenanglah, aku tahu.”

Sejak mendiskusikan kerjasama dengan perusahaan pengiriman saat itu, juga karena kepopuleran kegiatan itu, rasa percaya diri Natalie Ning perlahan mulai meningkat. Kini ia merasa percaya diri menghadapi siapapun.

Alasan kedatangan Wesley Mu sangat jelas, CEO perusahaan diet ini juga melihat kepopuleran kegiatan itu telah jauh melampaui perkiraannya, dan omzet Toko Taobao itu telah mencapai jumlah yang fantastis.

Dan ini masih belum puncaknya.

Dengan kata lain, selama masih ada orang gemuk di dunia ini, kegiatan itu akan semakin populer.

Ia juga mendengar Natalie Ning hendak membuka Toko di Platform Internasional Taobao dan akan mengadakan kegiatan yang sama.

Kepopuleran kegiatan itu di dalam negeri saja sudah sangat mencengangkan dan membuat penjualan mereka terus meningkat setiap hari. Jika mereka bisa mencaplok pasar luar negeri, berapa banyak uang yang akan mereka dapatkan?

Wesley Mu melihat potensi besar dalam hal ini dan tak lagi menunda-nunda.

Jika ia mendiskusikannya saat ini, ia masih bisa mendapatkan bagian, jika ia menundanya ke bulan depan, atau bahkan 2 minggu ke depan saja, ia mungkin takkan mendapatkan bagian sama sekali.

Saat itu terjadi, mereka akan menyingkirkannya dan membangun perusahaan sendiri, habislah ia.

Lagipula resep diet sudah hampir semuanya diketahui secara publik, hampir tak ada yang masih menjadi rahasia.

Dan selain obat diet, Natalie Ning juga telah meluncurkan katering diet dan penjualannya sangat menjanjikan. Meskipun harganya sangat murah, tapi mau tak mau orang harus memakannya setiap hari.

Jika ditotal, keuntungannya setiap bulan juga sangat fantastis.

Kali ini, tujuan utama Wesley Mu adalah, tak peduli berapapun harga yang harus dibayarnya, ia harus bisa mendapatkan sebagian keuntungan kegiatan itu!

Wajar ia merasa cemas, saat ini Robert Huo dan Natalie Ning memegang 30% saham, bisa dibilang pemegang saham terbesar. Mereka membeli semua barang dengan harga pokok.

Tak peduli sebanyak apapun penjualannya, sebenarnya perusahaan hanya mendapatkan sangat sedikit keuntungan, hanya meningkatkan reputasi mereka.

Siapa yang tidak cemas jika seperti ini?

Saat Robert Huo mengemukakan ia hendak menguasai seluruh saham perusahaan, para pemegang saham menjadi marah, menggebrak meja dan berkata orang ini terlalu banyak bermimpi. Seorang pemilik Toko Taobao kecil ingin menguasai sebuah perusahaan besar dengan omzet tahunan ratusan juta? Tidakkah ia sedang berusaha menipu?

Tapi kini, mereka semua mendesak Wesley Mu untuk berdiskusi dengannya.

Melihat Toko Taobao itu meraih omzet penjualan puluhan juta per bulannya, sementara mereka tak meraup keuntungan sedikitpun, mereka merasa sangat iri.

Maka Wesley Mu segera mendatangi kantor New Hope Corp.

Setelah menutup telepon, Natalie Ning tersenyum pada Wesley Mu yang duduk di hadapannya dan berkata, “Suamiku masih ada urusan penting, tak bisa datang kemari saat ini, anda bisa mendiskusikan urusan ini denganku.”

“Tak apa, saat ini...”

Natalie Ning mengangkat tangannya, memotong pembicaraan Wesley Mu, dan sambil tersenyum berkata, “Sebelumnya, aku ingin memberitahukan syarat kami pada CEO Mu, kami akan memegang 65% saham, tidak kurang sepeserpun, jika anda merasa ini bukan masalah, kita bisa lanjut berdiskusi, jika anda merasa keberatan, aku hanya akan menjamu anda makan, lalu kita lanjut diskusikan hal ini lain kali.”

Wesley Mu tertegun, ia merasa wanita cantik di hadapannya ini sangat berbeda dibandingkan sebelumnya.

Saat ia pertama kali bertemu Natalie Ning, ia hanyalah orang biasa yang berbicara padanya dengan takut-takut.

Kemudian, saat ia mendiskusikan kerjasama dengan perusahaan pengiriman, meski ia tampak lebih percaya diri, tapi ia tetap menuruti keputusannya, ia hanya seperti pemeran pembantu.

Tapi hari ini saat lagi-lagi bertemu dengannya, ia melihat Natalie Ning tampak semakin tegas, wibawanya sudah seperti pebisnis kelas atas dengan aset yang besar.

Sejak pertemuan pertama itu hingga saat ini baru sekitar 1-2 bulan. Bagaimana bisa perubahannya begitu drastis?

Ia tak tahu, saat ini kemampuan Natalie Ning telah meningkat sehingga ia jadi penuh percaya diri. Dan yang terpenting, karena setiap saat ia selalu bersama Robert Huo, ia mulai terbawa karakternya. Mengadopsi sikap dan pola pikirnya.

Dan seperti inilah Robert Huo, jika ia telah memegang kartu kemenangan, ia takkan memberimu kesempatan untuk membalas.

Antara menyerah, atau buka kartunya, agar yang lain tahu seberapa besar kekalahanmu. Tak perlu berusaha meminta belas kasihan. Dalam permainan seperti ini hanya ada pemenang, tak ada malaikat.

Maka kini Natalie Ning juga mulai berbicara dan bersikap seperti seorang wanita hebat. Tapi tak seperti para wanita hebat lain pada umumnya, ia hanya menunjukkan ketegasannya di satu sisi. Saat berbicara, ia masih terdengar sangat lembut dan ramah dengan senyuman di wajahnya.

Tapi orang seperti ini justru yang paling sulit untuk ditaklukkan, karena di balik senyumannya, tak ada ruang untuk membantah.

Wesley Mu terdiam. Sejak awal ia sudah tahu ia harus membayar tinggi jika ingin ikut mendapatkan keuntungan ini.

Saat ia pertama kali menyinggung tentang hal ini, Robert Huo hanya menginginkan 51% saham, tapi kini, Natalie Ning menginginkan 65%.

Jangan anggap 14% hanya perbedaan kecil, lihatlah keseluruhannya, jika mereka sepakat, ia hanya akan mendapatkan 35% keuntungan.

“CEO Mu, tak perlu gugup, minumlah tehnya dulu,” Natalie Ning menuangkan secangkir teh untuknya.

Teh itu adalah Teh Guanyin kualitas terbaik yang diberikan Fernaldy Fang saat itu. Ardi Ning sungguh tak rela meminum teh yang berharga 600,000 RMB per 5 ons itu. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya ia memberikan 5 ons teh itu pada Natalie Ning untuk menjamu kliennya.

Teh Guanyin memang memiliki aroma yang kuat, begitu disiram air panas, harum tehnya segera menguar.

Aromanya tercium di seluruh penjuru ruangan.

Tapi dalam hati, Wesley Mu merasa getir.

Jika saja bulan lalu ia menyetujuinya, perusahaannya masih bisa mendapatkan 49% saham, kini 14% lebih rendah, dengan kata lain untuk setiap 2 hari yang ditundanya, ia kehilangan 1%.

Ia merasa sangat tidak rela, tapi Natalie Ning telah menunjukkan kebulatan tekadnya. Jika hari ini ia tak menyetujuinya, saat ia kembali lagi beberapa hari lagi, ia pasti akan semakin menaikkan syaratnya.

Dan menurut yang dikatakan Robert Huo saat itu, selanjutnya bisa-bisa ia akan meminta 80%.

“Aku harus mempertimbangkannya dulu, aku harus berdiskusi dengan para pemegang saham, karena ini bukan perusahaanku seorang,” kata Wesley Mu.

Natalie Ning tak mengatakan apapun, hanya membuat gerakan mempersilahkan.

Wesley Mu segera mengeluarkan ponselnya dan berjalan keluar dari kantor, ia pasti sedang menghubungi para pemegang saham yang lain.

Natalie Ning meraih secangkir teh dari atas meja dan menyisipnya, senyuman tetap terpampang di wajahnya.

Sikapnya saat ini bagaikan seorang jenderal yang telah meraih kemenangan, tapi tetap mempertahankan sikap elegannya.

Seorang wanita muda yang sedang bekerja tak jauh dari sana mendongakkan kepala menatapnya dengan penuh rasa kagum, ia perlahan menyikut pria di sebelahnya dan berkata, “Lihatlah Kak Natalie, sikapnya sungguh berwibawa. Menurutmu, kapan aku bisa menjadi sepertinya?”

Novel Terkait

 Habis Cerai Nikah Lagi

Habis Cerai Nikah Lagi

Gibran
Pertikaian
2 tahun yang lalu
Cinta Yang Dalam

Cinta Yang Dalam

Kim Yongyi
Pernikahan
2 tahun yang lalu
My Lady Boss

My Lady Boss

George
Dimanja
2 tahun yang lalu
See You Next Time

See You Next Time

Cherry Blossom
CEO
3 tahun yang lalu
My Goddes

My Goddes

Riski saputro
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Cutie Mom

Cutie Mom

Alexia
CEO
3 tahun yang lalu
Seberapa Sulit Mencintai

Seberapa Sulit Mencintai

Lisa
Pernikahan
2 tahun yang lalu
Cinta Setelah Menikah

Cinta Setelah Menikah

Putri
Dikasihi
2 tahun yang lalu