Inventing A Millionaire - Bab 77 Tersenyum Sampai Akhir

Makan bersama dengan CEO perusahaan adalah sebuah kehormatan bagi Luke Hu, dia kini bahkan mempunyai satu kelebihan lain ketika membual dengan rekan kerjanya kedepannya.

Namun keadaan canggung ini membuatnya sedikit merasa bersalah.

Setelah merasa ragu untuk beberapa saat, dia pun akhirnya duduk.

Namun dia kini sudah terlihat sedikit lebih tenang dibandingkan ketika baru saja datang.

Fernaldy Fang umumnya tidak akan terlalu menghiraukan pekerja kecil seperti ini, namun karena dia adalah anak dari tetangga Robert Huo dan sudah mempunyai koneksi seperti ini. Fernaldy Fang pun tidak merasa keberatan untuk berbincang sejenak dengan Luke Hu.

Misalnya bagaimana pekerjaannya, apakah ada yang perlu dibantu dan sejenisnya.

Luke Hu merasa terkejut, dia bergegas menggelengkan kepalanya dan menyatakan bahwa pihak perusahaan sangat baik.

Fernaldy Fang bahkan mengira bahwa itu adalah sifatnya, dia pun tersenyum dan berkata,”Sepertinya kamu sedikit tertutup, ini kurang tepat, orang yang melakukan bisnis dalam bidang kita ini harus lebih mahir berbicara, memberikan perasaan yang yakin kepada orang lain, kamu tidak bisa menjadi pemalu seperti itu.”

Luke Hu merasa malu hingga wajahnya memerah. Dari mana muncul sikapnya yang tertutup, dia hampir saja membuat Ardi Ning kesal hingga membanting meja tepat sepuluh menit yang lalu.

Namun ini adalah perkataan Fernaldy Fang, bagaimana dia mungkin berani melawannya, dia pun hanya bisa menganggukan kepalanya dan mengiyakannya.

Sesi makan ini memang adalah ucapan terima kasih Keluarga Ning terhadap Luke Hu. Namun akhirnya, CEO dari Fernaldy Real Estate pun kini ikut hadir, bagaimana dia mungkin masih memerlukan bantuannya.

Cornelia Deng sudah berulang kali melirik Robert Huo mengenai permasalahan rumah, matanya bahkan hampir saja merasa kebas, Robert Huo sepertinya baru saja memahaminya, lalu sekaligus bertanya mengenai permasalahan Komplek Hongyuan Street.

“Bukankah kamu ingin membeli rumah di sisi barat laut?” Fernaldy Fang bertanya dengan rasa bingung, jika bukan karena desakan dari Robert Huo, dia juga tidak akan mungkin mencari tahu di Biro Perencanaan, terlebih lagi berinisiatif untuk terlebih dahulu menatap ke arah masa depan.

Namun orang yang kini mendesaknya kini sudah tidak membeli rumah di sisi barat laut lagi.

Robert Huo tersenyum dan berkata,”Jaraknya lumayan jauh dari sekolah anak, ayah dan ibu mertua sepertinya akan kurang nyaman dalam mengantar jemput anak. Mengenai sisi barat laut, kita akan membeli satu rumah saja.”

“Betul juga, lagipula berdasarkan kemampuanmu, uang bukanlah masalahnya.” Fernaldy Fang tertawa dan berkata,”Bagaimana kalau begini saja, datang ke perusahaanku untuk bekerja, tidak peduli berapapun gaji yang diberikan sebelumnya, aku akan memberikan dua kali lipatnya, ditambah dengan waktu cuti satu bulan untuk berlibur. Selain itu, aku akan membeli tanah di sisi barat laut untuk mengembangkannya, aku akan menyisakan satu vila untukmu. Tidak ada pungutan biaya mulai dari proses pembangunan sampai renovasi. Bagaimana?”

Jason Hu dan keluarganya pun tercengang mendengarnya. Walaupun mereka tidak tahu berapa gaji Robert Huo sebelumnya, namun sekalipun hanya tujuh delapan ribu yuan, jika kini dilipat gandakan, maka sudah mencapai lebih dari sepuluh ribu yuan.

Gaji adalah permasalahan sekunder, hal yang paling penting adalah, Fernaldy Fang bahkan berencana untuk memberikan satu vila untuknya!

Walaupun harga rumah di sisi barat laut tidak terlalu mahal, namun satu vila tetap saja setidaknya berharga beberapa juta yuan.

Pemberian yang sangat murah hati ini tentu saja membuat orang merasa iri mendengarnya.

Jason Hu dan anaknya merasa kurang nyaman, penggandaan gaji putranya saja sudah membuat mereka merasa sangat hebat. Namun Robert Huo kini sedang duduk dan hendak memberikan satu vila kepadanya begitu saja, bagaimana bisa dibandingkan?

Rasa hormat Fernaldy Fang terhadap Robert Huo itu tidak hanya mengejutkan Jason Hu dan keluarganya, namun Ardi Ning dan Cornelia Deng juga ikut merasa sangat terkejut.

Miliyader dengan kekayaan bersih yang mencapai satu miliyar yuan itu sudah terasa seperti seorang sosok hebat yang berada di dalam cerita legenda bagi mereka.

Kini, sosok hebat ini sangat tersanjung terhadap menantu mereka, ini benar-benar terasa seperti sebuah mimpi.

Namun hal yang membuat semua orang di dalam ruangan itu terkejut adalah, Robert Huo kemudian tersenyum dan menggelengkan kepalanya, lalu berkata,”Sepertinya tidak bisa, perusahaannya kini masih cukup bagus, masih belum ingin pindah.”

“Gaji bulanan tiga kali lipat lebih tinggi, dua vila, ditambah dengan Mercedes S-class sebagai tunjangan tranpsortasinya,”Fernaldy Fang meninggikan harganya lebih lagi.

Robert Huo tetap saja menggelengkan kepalanya, dia tidak menginginkan uangnya, tetapi memerlukan sesuatu yang lebih pasti.

Jika dibandingkan dengan Keluarga Ji, perusahaan properti Fernaldy Fang tentu saja masih belum pantas, tidak peduli seberapa banyak uang yang dia ajukan, Robert Huo tetap saja tidak akan pergi.

Semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut pun terdiam, otak Luke Hu bahkan mengalami gangguan ketika mendengarnya.

Gaji tiga kali lipat lebih tinggi, dua vila, Mercedes bernilai jutaan yuan, dia masih saja tidak menyetujuinya, apakah dia gila!

Berdasarkan cara pikirnya, dia tentu saja tidak paham mengapa Robert Huo menolak.

Fernaldy Fang sebenarnya juga tidak terlalu paham, fasilitas yang dia ajukan itu tentu saja sudah sangat bagus, jika diperhitungkan kembali, sepertinya sudah mencapai puluhan juta yuan.

Menghabiskan sepuluh juta yuan untuk mendapatkan seseorang adalah hal yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya, dia sendiri bahkan merasa terkejut mengapa dia bisa semurah hati itu.

Hal yang lebih mengejutkan lagi adalah, Robert Huo ternyata menolaknya.

Walaupun sudah ditolak, namun Fernaldy Fang tidak merasa marah, sebaliknya merasa semakin kagum terhadap Robert Huo.

Pada umumnya, tidak peduli seberapa banyak pengetahuan yang sudah dipelajari orang lain, tidak peduli seberapa hebat keahliannya, semuanya sebenarnya hanya untuk mendapatkan uang yang banyak.

Setelah mencapai tingkat tertentu, maka mereka sudah tidak terlalu mempedulikan uang lagi. Dengan kata lain, pada saat mereka merasa ingin, dimana mereka bisa mendapatkan uang yang sangat banyak kapan saja, mereka tidak akan mempedulikan segala jenis persyaratan yang kamu ajukan.

Karena semua tawaran itu adalah hal-hal yang paling tidak mereka targetkan.

Menurut Fernaldy Fang, Robert Huo adalah orang seperti ini.

Jadi, dia pun tertawa dan berkata,”Baiklah, kalau begitu aku tidak akan berbicara terlalu banyak lagi, supaya aku tidak terlihat seperti orang kaya baru yang hanya bisa menggunakan uang untuk menyogok orang. Namun jika Saudara Li ingin mencari batu loncatan kedepannya, kita boleh mendiskusikannya lagi kedepannya!”

Jika dia bersikap sesegan ini, Robert Huo tentu saja juga akan menghargainya,”Baik, kalau begitu, kita akan terlebih dahulu berterima kasih kepada Kak Fang!”

Fernaldy Fang duduk selama lebih kurang sepuluh menit, walaupun tidak terlalu lama, namun ini sebenarnya sudah memakan tidak sedikit waktu bagi seorang miliyader.

Karena masih ada teman di meja sebelah yang datang untuk makan bersama, maka dia pun berpamitan setelah meminum dua gelas.

Robert Huo dan Natalie Ning mengantarnya keluar, Fernadly Fang menarik tangan Robert Huo dengan sikap ramah, lalu berbincang sejenak sebelum pergi.

Ketika melihat tubuhnya yang sangat gemuk itu, Natalie Ning pun tiba-tiba tertawa.

Robert Huo berpaling ke arahnya dan bertanya,”Apa yang kamu tertawakan?”

“Aku hanya merasa lucu setiap kali aku mengingat bahwa dia adalah seorang miliyader,”ucap Natalie Ning.

Robert Huo tertawa dan menggelengkan kepalanya. Ini mungkin adalah sebuah hal yang sulit dipercaya oleh orang biasa, jika mereka tidak merasa sangat takut, maka mereka merasa sangat optimis.

Setelah kembali ke ruang VIP, keadaannya tetap saja masih sangat tenang, selain dari Gaby yang sesekali makan dan berkomentar enak atau tidak, yang lainnya terus saja terdiam.

Kehadiran Fernaldy Fang benar-benar terlalu mengejutkan bagi mereka, Luke Hu yang sebelumnya bersikap sangat angkuh saja kini menjadi seorang anak yang duduk tenang.

Tatapan semua orang sesekali melirik ke arah Robert Huo.

Mereka memiliki banyak sekali pertanyaan yang ingin mereka ajukan, namun juga tidak berani menanyakannya.

Hingga akhirnya pelayan datang menyajikan sajian lainnya, keadaan hening tersebut pun terpecahkan.

Jason Hu menatap Robert Huo dengan ekspresi rumit, lalu berkata kepada Ardi Ning,”Kak Ning, kamu benar-benar mendapatkan seorang menantu yang sangat hebat!”

Putranya yang hanya merupakan sales tingkat rendah di Fernaldy Real Estate saja sudah cukup bergengsi diantara para tetangga, namun Robert Huo ternyata seakrab itu dengan CEO Fernaldy Real Estate, bahkan CEO tersebut sudah menawarkan fasilitas hebat untuknya hari ini!

Apakah dia mungkin bisa membuat CEO sekagum itu tanpa ada sedikitpun kemampuan?

Jason Hu ingin sekali menanyakannya, ini adalah menantu Keluarga Ning yang sudah ditertawai oleh para tetangga selama bertahun-tahun. Apa yang kini dia lakukan hingga tiba-tiba menjadi sangat hebat.

Pada umumnya, jangan ungkit mengenai menantunya sendiri, Ardi Ning selalu saja akan mengalihkan topik pembicaraannya.

Namun wajahnya hari ini dipenuhi dengan senyuman, dia kemudian berkata,”Apa hebatnya, dia bukanlah miliyadernya, dia hanya mengenalnya saja. Terlebih lagi, CEO Fang baru saja memberikan penawaran hebat untuknya tadi, namun bukankah dia sudah menolaknya. Bocah jelek ini benar-benar bodoh, bisanya dia menolak penawaran sebagus itu!”

Ekspresi Jason Hu pun terlihat semakin merumit, jika menantumu ini tergolong bodoh, bagaimana dengan putramu? Cacat mental?

Ketika melihat ekspresi aneh dari Keluarga Tuan Hu, Ardi Ning pun tersenyum.

Rasa frustasinya yang sebelumnya itu kini sudah lenyap. Kegengsian Robert Huo itu membuat ayah mertuanya yang keras dalam berbicara ini akhirnya merasa sangat bersemangat.

Hubungannya dengan menantunya ini umumnya tidak terlalu mendalam, jika tidak, tidak peduli bagaimanapun, dia akan berinisiatif untuk mengajak Robert Huo bersulang demi menunjukkan niat baiknya.

Robert Huo sangat sensitif, ketika menyadari bahwa Ardi Ning terus melihat ke arahnya, dia pun berinisiatif untuk mengangkat gelas alkoholnya dan berkata,”Ayah, mari bersulang.”

Dia langsung menghabiskannya dalam satu tegukan dengan penuh rasa hormat.

Ardi Ning kini akhirnya bersedia untuk mengangkat gelas alkoholnya dan meminumnya dengan perasaan sangat senang.

Setelah setengah jam berlalu, acara makannya pun berakhir.

Dapat dikatakan bahwa ini adalah setengah jam yang paling sulit, yang pernah dialami oleh Keluarga Hu, terutama bagi Luke Hu yang selalu saja merasa sangat tidak nyaman setiap kali menarik nafasnya.

Orang tuanya sudah bersikap sangat hormat ketika berbicara dengan Robert Huo, lagipula putranya kini sedang bekerja di perusahaan teman baiknya.

Novel Terkait

Menantu Luar Biasa Bangkrut

Menantu Luar Biasa Bangkrut

Menantu
2 tahun yang lalu
Love And Pain, Me And Her

Love And Pain, Me And Her

Judika Denada
Karir
2 tahun yang lalu
Rahasia Istriku

Rahasia Istriku

Mahardika
Cerpen
3 tahun yang lalu
Cinta Seorang CEO Arogan

Cinta Seorang CEO Arogan

Medelline
CEO
2 tahun yang lalu
Everything i know about love

Everything i know about love

Shinta Charity
Cerpen
3 tahun yang lalu
Back To You

Back To You

CC Lenny
CEO
2 tahun yang lalu
Akibat Pernikahan Dini

Akibat Pernikahan Dini

Cintia
CEO
3 tahun yang lalu
Cantik Terlihat Jelek

Cantik Terlihat Jelek

Sherin
Dikasihi
2 tahun yang lalu