Inventing A Millionaire - Bab 47 Menegur

Sifatnya Natalie Ning, terlihat jelas diwarisi dari Ibunya, Ibu dan anak berdua berdiri di depan pintu toko saling menatap, mata pun menjadi memerah.

“Aku selalu ingin pulang, hanya saja merasa malu untuk bertemu dengan kalian….” Natalie Ning berkata dengan suara yang hendak ingin menangis.

Ardi Ning yang ada di dalam mendengar ucapan tersebut, tidak menahan diri untuk mendengus, dan berkata: “Kamu adalah anak perempuanku, mengapa malu untuk bertemu, pria yang kamu cari itu yang memalukan, bukan kamu sendiri yang memalukan!”

“Kamu sudah jangan berkata lagi!” Cornelia Deng menolehkan kepala dan melototinya, lalu sambil membujuk anaknya dengan berkata: “Temperamen Ayahmu memang seperti ini, dua hari ini gara-gara masalah di toko buah ia pun menjadi lebih cepat naik darah, kamu jangan menghiraukannya.”

“Aku tahu.” Natalie Ning menganggukkan kepala, berkata: “Tadi Shawn sudah bantu menghubungi orang dari toko Howard’s Fruit, meminta mereka mengantar barang kemari, nanti mengganti kualitas buah yang tidak bagus, usaha di rumah seharusnya akan menjadi jauh lebih baik.”

Cornelia Deng sambil mendengar merasa sedikit terkejut, dia melirik ke Robert Huo, bertanya, “Dia kenal dengan orang dari Howard’s Fruit?”

“Paling juga hanya karyawan di toko saja, ada apa, meminta orang mengantar buah 2kg 1kg biar aku menerima utang budi?” Kata Ardi Ning dengan kurang senang.

Cornelia Deng merasa tidak berdaya, namun ia tidak memarahi dia. Karena mereka berdua memikirkan hal yang sama.

Orang seperti Shawn Li ini, memangnya bisa kenal dengan orang hebat seperti apa?

Bahkan jika ia kenal dengan karyawan toko dari Howard’s Fruit, dan meminta mereka mengantar buah ke sini, memangnya bisa ada berapa kg?

5kg 4kg? apa 15kg 25kg?

Buah dengan jumlah sedikit seperti itu, bahkan sehari pun tidak bisa bertahan, sama sekali tidak cukup.

Suami istri berdua sama sekali tidak membawa harapan apapun terhadap masalah ini, Natalie Ning sangat mementingkannya, karena ini adalah pertama kalinya dalam beberapa tahun ini dia dapat membantu orang tuanya.

“Ayah, Shawn bilang akan ada sangat banyak, ada berbagai macam tipe buah.” Natalie Ning berusaha mengatakan hal yang baik.

Ardi Ning yang sedang mencari kartun untuk Gaby menjawab iya, lalu bertanya: “Berapa harganya?”

“Harga……” Natalie Ning terbengong, mana mungkin dia tahu berapa harganya, hanya bisa melihat ke Robert Huo.

Robert Huo menggelengkan kepala, berkata: “Aku tidak bertanya.”

“Tidak bertanya…….” Ekspresi Cornelia Deng terlihat kehabisan kata-kata.

Ardi Ning langsung tertawa dengan dingin: “Benar-benar berani dan murah hati ya, langsung memasukkan barang tanpa bertanya harga, kualitas buah Howard’s Fruit memang bagus, ini aku akui, tapi harganya juga sangat tinggi. Nanti kalau mereka menjual kepadaku dengan harga ritel, bukankah di saat aku rugi pun tetap harus mengucapkan terima kasih terlebih dahulu kepada kamu? Ada sebuah kalimat yang menyebutkan apa itu? Otak adalah hal yang baik. Sayangnya kamu tidak punya. "

Sambil mendengar di samping wajah Natalie Ning terlihat kecewa, dia berharap dapat menggunakan cara dengan membantu orang tuanya untuk mengubah kesan buruk selama beberapa tahun ini.

Tapi dilihat sekarang, dirinya seperti sudah terlalu melebih-lebihkan kemampuan suaminya.

Meminta orang mengantarkan barang, tapi tidak menanyakan harga, dilihat dari mana pun tidak seperti sesuatu yang dilakukan oleh seseorang yang bisa berbisnis.

Untungnya sifat Cornelia Deng lebih lembut, walaupun ia tidak membawa harapan apapun terhadap masalah buah ini, tapi melihat wajah anaknya yang terlihat sedih ini, dia tetap berkata: “Tidak apa-apa, bukan masalah besar juga, tidak membahas hal ini lagi, ayo masuk ke dalam.”

Sambil menarik tangan Natalie Ning, Cornelia Deng langsung membawa dia naik ke atas, bersiap untuk menanyakan dengan baik bagaimana kehidupan dia dalam beberapa tahun ini.

Eugene Ning diusir ke dapur unutk membersihkan kepiting, Ardi Ning menemani Gaby sambil menonton TV, hanya Robert Huo, terlihat seperti tidak ada yang bisa dia lakukan.

Lalu ia berpikir, dan berjalan ke arah dapur, hendak ingin membantu.

Namun baru maju belum 2 langkah, langsung dihentikan oleh Ardi Ning: “Kemana kamu? Kamu benar-benar menganggap tempat ini adalah rumahmu, ingin pergi kemana maka bisa pergi kemana dengan sesuka hati? Bukannya kamu meminta orang untuk mengantarkan barang, tunggu saja di depan pintu.”

“Kakek, Ayah bekerja itu sangat melelahkan, kamu membiarkan Ayah masuk dan duduk di dalam saja.” Kata Gaby dengan manja.

Ardi Ning tidak berhenti mendiskriminasi Robert Huo karena cucunya, dan Robert Huo juga tidak ingin dia berselisih saat ini, jadi dia berinisiatif untuk mengatakan: "Tidak apa-apa Gaby, kamu menonton TV dengan Kakek, aku tunggu orang di depan pintu.”

“Tapi aku ingin makan kepiting yang kamu masak, kamu bukannya berkata akan membuat kepiting cabe pedas untuk aku.” Kata Gaby dengan kurang senang.

“Tenang saja, hari ini aku berjanji pasti akan membiarkan kamu memakan kepiting cabe pedas, tunggu orang yang mengantar buah-buahan sudah kemari, aku langsung pergi membuatnya untuk kamu.” Kata Robert Huo sambil tersenyum.

Ardi Ning mendegus dengan dingin, Shawn Li yang dulu sama sekali tidak peduli terhadap anak, hal ini dia juga tahu, sekarang Robert Huo tiba-tiba begitu perhatian kepada Gaby, dilihat olehnya, dia merasa Robert Huo hanya bersandiwara saja.

Sok-sok ingin membuat kepiting cabe pedas, membuat kepiting kukus saja kamu belum tentu bisa makan, berpura-pura terus!

Ardi Ning sambil merangkul Gaby, dengan penuh memanjakan dia sambil berkata: “Gaby pintar, nanti Kakek meminta restoran untuk mengantarkan untuk kamu, enak sekali loh!”

“Tidak mau, yang dimasak Ayah lebih enak!” Gaby menolak dengan tegas.

Ardi Ning tidak menganggap serius dengan malaikat kecil ini, sambil tersenyum dan berkata: “Mari kita menonton kartun terlebih dahulu.”

Melihat Gaby dialihkan dengan begitu saja, Robert Huo juga tidak peduli, ia berjalan ke depan pintu toko, berdiri di sana seperti Dewa penjaga pintu.

Pagi-pagi, hampir tidak ada pelanggan, bahkan yang ingin membeli buah-buahan, semua juga pergi ke tokonya Ocean Gu.

Eugene Ning keluar dari dapur, melihat Robert Huo sendiri berdiri di sana, hendak ingin berjalan ke sana dan menemani ia ngobrol, malah dimarahi dan diusir oleh Ardi Ning.

Dengan tidak berdaya, Eugene Ning hanya bisa naik ke lantai atas untuk mencari Natalie Ning.

Setelah kira-kira 50 menit, Ibu dan anak baru turun dari atas.

Mata mereka berdua terlihat sedikit merah, seperti baru menangis.

Natalie Ning berusaha menceritakan kehidupan beberapa tahun ini dengan lebih baik, namun apa yang sudah dialami, dari awal sudah dibocori oleh Eugene Ning, setelah tahu anak perempuan hidup dengan sulit, namun masih berusaha menutupinya dari keluarga sendiri, hati Cornelia Deng pun merasa sangat tidak enak.

Saat turun ke bawah dan melihat Robert Huo, menjadi semakin benci terhadap menantu ini.

Pada saat itu siapa yang tidak memuji anak perempuannya setelah melihatnya? Semua orang mengira bahwa dia akan menikah dengan seseorang yang baik, dan menjalani hidup yang bahagia.

Namun siapa yang mengira, dia malah menikah dengan seorang kutu buku yang tidak terkenal sama sekali.

Shawn Li bukan hanya seorang kutu buku, ia pun merupakan yatim piatu, dengar-dengar kedua orang tuanya sudah meninggal, dan hanya meninggalkan sedikit warisan, juga sudah digunakan dalam pendidikannya.

Saat Natalie Ning menikah dengannya, bahkan mobil nikah pun tidak ada, malah Ardi Ning yang mencari dua Mercedes Benz dan mengantarnya.

Pada hari ini, Ardi Ning meminum minuman alkohol Maotai yang telah ia simpan dengan lama, lalu ia menghancurkan 2 kotak yang tersisa.

Barang berharga yang disimpan sekian tahun, ingin meminum sebagai simbol baik di saat hari pernikahan anaknya, sekarang menjadi duri yang tersimpan di dalam hatinya, dan dia pun merasa marah ketika melihatnya.

Karena anak perempuan menikah dengan orang yang tidak begitu memuaskan, makanya pasangan suami istri Ardi Ning ini sangat membenci Shawn Li.

Dapat dimengerti hati semua orang tua di dunia ini.

Mungkin karena percakapan dengan anaknya, membuat Cornelia Deng sangat sedih, dan menyebabkan setelah ia turun ke bawah, langsung berjalan ke depan Robert Huo, bertanya: “Kamu berencana untuk membuat Natalie terus menderita seperti ini? Sejujurnya, saat anakku di rumah, tidak pernah hidup dengan kekurangan, tidak pernah menderita juga, tapi coba kamu lihat dia seperti apa sekarang, kedua tangannya kasar seperti Ibu petani, kulitnya juga menjadi lebih kasar, bahkan pakaiannya pun merupakan gaya beberapa tahun yang lalu, bukan aku ingin mengatai kamu, kamu menikahi seorang istri yang begitu bagus, namun kamu memperlakukan dia seperti ini? kamu tidak takut disambar petir!”

Nada bicara Cornelia Deng terdengar sangat keras, Natalie Ning buru-buru berjalan kemari, membujuknya dengan berkata: “Ibu, Shawn benar-benar sudah banyak berubah, sudah berbeda dengan dahulu.”

“Apanya yang beda? Pulang merayakan hari raya, bahkan tidak tahu harus memanggil Ayah dan Ibu, berdiri di sini seperti kayu, apanya yang beda?” Cornelia Deng berkata dengan kesal.

Tidak memanggil Ayah dan Ibu, itu karena baru saja bertemu, Ardi Ning langsung mulai marah-marah, Cornelia Deng mempermasalah masalah ini, sebenarnya hanya ingin mencari masalah saja.

Namun ada alasan mengapa dia mencari masalah, orang tua yang mana tidak akan merasa sedih, dan kesal ketika melihat anaknya hidup dengan sulit dan menderita?

Robert Huo bisa memahami suasana hati Cornelia Deng sekarang, bahkan dia sangat iri dengan Natalie Ning bisa memiliki orang tua seperti ini.

Di Keluarga Huo, tidak ada orang yang akan berkata demikian untuk Robert Huo.

Kamu menderita, merasa lelah, berdarah berkeringat, itu semua untuk berkontribusi pada keluarga besar.

Tidak mati maka kamu akan berhasil, jika mati yasudah dimakamkan saja.

Di dalam ingatan Robert Huo, orang tuanya bersikap sangat keras kepadanya, saking kerasnya sudah mendekati tidak berperasaan.

Apa itu kasih sayang dari Ayah dan Ibu, kebahagiaan di masa kecil, dia sama sekali tidak memiliki kesan.

Yang ada, hanya saja dari kecil sampai besar mempelajari segala jenis pengetahuan tanpa henti, mempelajari cara memahami hati orang, dan mempelajari cara menyusun strategi.

Dia tahu semua cara untuk membuat orang sukses, namun dia kekurangan hubungan yang paling mendasar ini, dan inilah mengapa Gaby memberikan setengah ham kepadanya, langsung menjadi alasan mengapa Robert Huo bersumpah untuk melindungi pasangan Ibu dan anak ini.

“Ibu, kamu benar.” Robert Huo terlihat tulus, dan berkata: “Dulu memang aku yang telah membuat mereka menderita, ini aku tidak memiliki alasan untuk membela diri, tapi sekarang aku sedang berusaha mengubahnya, dan aku yakin, aku pasti bisa mengubahnya, jadi aku memohon Ibu dan Ayah memberikan satu kesempatan lagi kepadaku, kalau aku tidak bisa membuktikan diriku sendiri, maka bahkan Ibu dan Ayah memukul aku dengan sapu, atau tongkat pun, aku tidak akan mengucapkan sepatah kata pun!”

Novel Terkait

The Great Guy

The Great Guy

Vivi Huang
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Marriage Journey

Marriage Journey

Hyon Song
Percintaan
2 tahun yang lalu
Wahai Hati

Wahai Hati

JavAlius
Balas Dendam
2 tahun yang lalu
The Campus Life of a Wealthy Son

The Campus Life of a Wealthy Son

Winston
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Back To You

Back To You

CC Lenny
CEO
2 tahun yang lalu
The Serpent King Affection

The Serpent King Affection

Lexy
Misteri
3 tahun yang lalu
Your Ignorance

Your Ignorance

Yaya
Cerpen
3 tahun yang lalu
Asisten Wanita Ndeso

Asisten Wanita Ndeso

Audy Marshanda
CEO
2 tahun yang lalu