Inventing A Millionaire - Bab 172 Pendapatan

Pemahaman Robert Huo tentang makanan Barat melampaui siapa pun yang hadir, jadi tidak ada yang berani membuat masalah tentang ini dengannya. Jika berani, itu namanya siap dikalahkan, bahkan dipermalukan, di depan umum.

Meski Robert Huo tidak pernah terpikir untuk menyaingi orang-orang ini demi jadi pusat perhatian, pertarungan dapat sebuah reuni seringkali tidak bisa dielakkan.

Reuni kelas memang seperti itu. Selain sebagai sarana memperluas kenalan, reuni hampir pasti bakal dijadikan ajang adu dan pamer soal kesuksesan masing-masing. Cara kerjanya adalah para peserta saling menanyakan tentang kehidupan satu sama lain, lalu di akhir, baik disimpulkan langsung atau hanya dipendam dalam benak masing-masing, pasti ada satu dua orang yang menjadi paling superior.

Para peserta reuni memandang rendah Robert Huo. Kalau dia tahu banyak tentang makanan Barat, terus kenapa? Semua pengetahuannya itu bisa dipelajari dari buku.

Kekayaan dan kedudukan tidak bisa digapai hanya dengan membaca!

Untuk mengalihkan fokus semuanya dari makanan, Handy Niu memulai topik ini. Ia pertama-tama mengobrolkan beberapa hal yang tidak berkaitan, lalu baru mengubah topik pembicaraan. Dengan santai, pria itu bertanya pada orang sebelah: “Hazel Ning, kudengar usaha logistikmu baru-baru ini menghasilkan banyak uang?”

Hazel Ning melirik Robert Huo dan Natalie Ning dengan tenang, lalu menampilkan senyum rendah hati dan menjawab: “Banyak uang dari mana? Layanan logistic dalam negeri kan sudah dikuasai enam perusahaan raksasa. Usaha logistikmu sangat terbatas jangkauannya, labanya hanya bisa untuk belanja kebutuhan pokok.”

“Kamu terlalu rendah hati. Aku melihat fotomu di linimasa WeChat kok. Mercedes-Benz E-Class yang baru kamu beli itu harganya setengah juta yuan kan? Bisa beli mobil mewah, masa tidak menghasilkan banyak uang?” Handy Niu menggoda.

Di antara semua yang hadir, banyak yang penghasilan bulanannya dua puluh ribu hingga tiga puluh ribu yuan. Tetapi, mereka semua menetap di kota besar. Hanya untuk beli tempat tinggal, mereka harus berhemat dalam urusan makan, pakaian, dan liburan selama sepuluh tahun.

Oleh karena itu, gaji bulanan sebesar dua puluh ribu hingga tiga puluh ribu yang belum tentu bisa menghasilkan tabungan untuk beli mobil mewah seharga setengah juta yuan.

Tidak bisa terus bersikap rendah hati, Hazel Ning membalas dengan agak bangga: “Faktanya memang seperti itu. Jika kerja maksimal setiap hari, aku sebulan dapat seratus ribuan yuan. Hitungannya masih agak berat untuk beli apartemen.”

Beberapa orang mendengar decak “wow”. Wajah mereka penuh keterkejutan dan rasa iri.

Seratus ribuan sebulan…… Bukankah itu berarti satu jutaan setahun?

Meski membeli rumah di kota besar butuh minimal tiga juta hingga lima juta yuan, namun bisa memiliki penghasilan tahunan sebesar satu juta sudah layak dianggap orang sukses.

Handy Niu berdecak kagum dan menyimpulan, “Di antara kita, selain Pan Simi, berarti Hazel Ning yang paling oke. Jangan lihat dia sekolahnya biasa-biasa saja. Dia punya bakat untuk berbisnis, pendapatannya per tahun tembus satu juta yuan. Luar biasa!”

Yang dipuji terkekeh dan merendah, “Dibandingkan dengan Pan Simi, aku biasa saja. Dengar-dengar, psikiater senior sepertinya mengenakan bayaran dengan hitungan jam. Ia per jam pasti bisa dapat ratusan hingga ribuan yuan!”

“Benarkah? Psikiater juga menghasilkan uangnya seperti ini?” Handy Niu bertanya heran.

Pan Simi sedikit tersenyum dan menjawab: “Kalian tidak boleh hanya lihat pendapatanku. Saat belajar psikologi di luar negeri, aku setiap hari menganalisis kasus dengan dosen pembimbingku. Aku sering sekali kehilangan waktu istirahat. Bersusah-payah selama bertahun-tahun, aku tentu layak mendapat sedikit lebih banyak buah dong?”

“Itu layak, itu sangat layak. Bekerja keras memang akan menjadikan kita kaya.” Handy Niu mengangguk setuju. Setelahnya, si pria mengalihkan pandangan ke Natalie Ning: “Omong-omong, kamu sekarang kerja apa? Kalau tidak salah, dulu kamu bilang kamu jadi sales perusahaan pakaian?”

Mendengar pertanyaan ini ini, sebagian besar peserta tersenyum. Mereka tidak menghina pekerjaannya, melainkan merasa lebih superior saja.

Sales perusahaan pakaian yang lihai bisa dapat belasan ribu yuan per bulan, tetapi pekerjaan ini sama sekali bukan pekerjaan kelas atas.

Mana setara pekerjaan sales dengan pekerjaan mereka yang kantornya terletak di gedung-gedung tinggi di pusat kota, yang kalau bukan perusahaan asing maka perusahaan top dalam negeri? Walau hitungannya sama-sama bekerja pada orang lain, prestise pekerjaan sales dengan pekerjaan-pekerjaan mereka tidak selevel.

Sedang diajarkan Robert Huo tentang bagaimana menilai suatu minuman anggur enak atau tidak, konsentrasi Natalie Ning agak pecah. Tanpa perhatian penuh, ia menjawab: “Aku sudah mengundurkan diri. Sekarang, aku di rumah buka sebuah toko di Taobao.”

“Toko di Taobao?”

Senyuman orang-orang makin lebar. Ternyata, kehidupan mantan siswi idola bernama Natalie Ning ini masih lebih buruk dari yang mereka kira.

Toko Taobao…… Apa yang kamu bisa harapkan dari toko Taobao? Volume penjualan tahunan tidak bisa melebihi seribu barang. Itu sama saja dengan tidak mengerjakan apa-apa.

Berhenti dari pekerjaannya sebagai sales perusahaan pakaian dan berwirausaha di Taobao, hidup wanita ini pasti sangat berat.

Beberapa teman laki-laki, yang kepalanya daritadi terkulai karena merasa hidupnya paling biasa-biasa saja, mulai meluruskan pinggang. Wah, ternyata tingkat kesuksesan mereka bukan yang paling rendah!

Meskipun pendapatan mereka tidak bisa menandingi pendapatan tahunan sebesar satu jutaan yuan milik Hazel Ning, namun mereka tetap pekerja kantoran dengan gaji bulanan sepuluh ribu hingga dua puluh ribu yuan. Bagaimana pun, angka segitu masih lebih besar daripada pendapatan jualan di Taobao!

Handy Niu dan istrinya, Debby Meng, saling memandang dan terbahak. Kemudian, si istri bertanya, “Toko Taobao punya masa depan apa? Sudah banyak buang waktu, pendapatannya kecil pula. Masih lebih bagus kamu kerja di perusahaan pakaian.

“Tidak kok. Toko Taobao cukup bisa menghasilkan.” Natalie Ning membela diri.

Handy Niu menggeleng. Dengan raut dan nada yang sangat pengertian, pria itu bertutur: “Natalie Ning, kamu tidak bisa menerima mentah-mentah cerita tentang kesuksesan besar penjual-penjual di Taobao. Mereka bisa sukses karena membayar supaya produk-produk mereka bisa ada di deret teratas. Mereka membayar banyak sekali uang untuk mendapatkan keistimewaan itu. Aku punya teman yang merupakan petinggi Taobao, jadi aku cukup paham soal cara kerja ini. Pemilik toko Taobao yang tidak beriklan, tidak peduli seberapa keras mereka bekerja, setahun dapat beberapa puluh ribu yuan saja sudah hebat. Yang super duper beruntung paling dapat dua ratus hingga tiga ratus ribu yuan.”

“Siapa tahu Natalie Ning merupakan yang super duper beruntung.” Debby Meng menimpali. Kata-katanya terdengar memuji si wanita, namun nada bicaranya terdengar bak sedang berlelucon.

“Dia yang super duper beruntung atau tidak, kita harus tanyakan langsung ke dia. Natalie Ning, apakah laba toko Taobao-mu bulan ini mencapai lima ribu yuan?” Handy Niu bertanya.

Dengan berpegang pada bimbingan Robert Huo tentang “cara menilai enak tidaknya sebuah minuman anggur”, yang ditanya memusatkan perhatian pada gelas, mencium aroma anggur di dalamnya, dan menjawab santai tanpa mengangkat kepala: “Aku bulan ini menghasilkan sekitar empat juta yuan.”

Ruang VIP kembali terjerumus dalam keheningan. Semua orang menatapn Natalia Nning dengan takjub. Mereka dalam hati bertanya-tanya apakah mereka salah dengar.

Empat juta yuan ini penghasilan bulanan?

Atau penghasilan setahun?

Kalau pun merupakan penghasilan tahunan, itu sudah sangat luar biasa.

Ketahuilah, Hazel Ning yang dianggap paling top saja setahun hanya dapat satu juta yuan.

Perbedaan satu juta yuan dengan empat juta yuan bukan sekadar kelipatan sederhana.

Mungkin karena kesunyian ruangan datang sangat cepat, konsentrasi Natalie Ning pada minuman anggur langsung terhenti.

Ia kini mengamati para peserta reuni dengan fokus penuh. Wanita itu bertanya tidak paham: “Kalian mengapa berekspresi begini? Apakah aku mengatakan sesuatu yang salah?”

Wanita itu mengira dirinya salah bicara karena tadi pecah konsentrasi.

Pan Simi jadi yang pertama bereaksi. Ia mencoba memastikan: “Kamu barusan bilang kamu sebulan menghasilkan empat juta yuan?”

“Iya.” Natalie Ning melanjutkan dengan senyum lebar: “Shawn Li membantuku merancang sebuah promo, efeknya luar biasa bagus. Per minggu ini, pendapatan harian tokoku bahkan mencapai angka dua ratus ribu yuan. Andai tidak meluangkan waktu untuk menghadiri reuni teman sekelas, aku hari ini bisa jadi bakal dapat tiga ratus ribu yuan. Selain merancang promo, Shawn Li juga membantuku mendapatkan harga pembelian terendah dari produsen. Kami sekarang punya saham tiga puluh persen di perusahaan produsen itu, besok rencananya akan tanda tangan peresmian. Kedepannya, jika perlu beli produk penurun berat badan, teman-teman bisa mencariku. Aku akan memberi kalian harga modal.”

Wajah semuanya bertambah melongo.

Mereka kira Natalie Ning tidak tahan dengan pekerjaannya sebagai sales, lalu membuka toko Taobao untuk bertahan hidup.

Nyatanya, dia bukan hanya dapat uang yang diperlukan untuk bertahan hidup, melainkan juga uang yang bisa dipakai untuk beli barang apa pun yang diinginkan! Dia secara mengejutkan dapat empat juta yuan per bulan!

Dan barusan, dia bilang dia juga punya saham perusahaan produsen?

Jadi, Natalie Ning sekarang merupakan pemegang saham besar sebuah perusahaan?

Yang paling utama, dia bilang dia dalam sebulan dapat empat juta yuan dengan mengandalkan promo yang dirancang Shawn Li? Promo apa ini, kok ajaib sekali!

Tidak ada yang berani percaya dan tidak ada yang bersedia percaya. Semua yakin Natalie Ning hanya punya toko kecil-kecilan dan barusan sengaja membesar-besarkan penjualan……

Pan Simi juga sempat berpikir begini, namun langsung menyingkirkannya.

Itu karena dia sejak lulus tidak pernah putus kontak dengan Natalie Ning. Wanita itu tahu teman sekelasnya itu tidak pernah mau berbohong.

Tetapi, tetap saja, Pan Simi sedikit kesulitan menerima fakta bahwa Natalie Ning beralih pekerjaan dari seorang sales perusahaan pakaian biasa menjadi seorang bos besar toko daring.

Di sekolah, Debby Meng punya hubungan baik dengan Natalie Ning. Sikapnya ketika menghadapi sesuatu yang tidak dipercayai sangat sederhana: ia akan melontarkan keraguannya.

Debby Meng pun bertanya dengan tergagap: “Natalie, Natalie Ning, apakah, apakah kamu bercanda? Satu bulan kamu dapat empat juta yuan?”

Novel Terkait

Evan's Life As Son-in-law

Evan's Life As Son-in-law

Alexia
Raja Tentara
2 tahun yang lalu
Loving The Pain

Loving The Pain

Amarda
Percintaan
3 tahun yang lalu
My Only One

My Only One

Alice Song
Balas Dendam
3 tahun yang lalu
Love In Sunset

Love In Sunset

Elina
Dikasihi
3 tahun yang lalu
Asisten Bos Cantik

Asisten Bos Cantik

Boris Drey
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Suami Misterius

Suami Misterius

Laura
Paman
2 tahun yang lalu
Dewa Perang Greget

Dewa Perang Greget

Budi Ma
Pertikaian
2 tahun yang lalu
Si Menantu Buta

Si Menantu Buta

Deddy
Menantu
2 tahun yang lalu