Inventing A Millionaire - Bab 124 Tidak Serakah

Sikap Natalie Ning, dilihat oleh Goldwin Lu, ia pun merasa sedikit bingung.

Orang yang bisa dipuji oleh Fernaldy Fang sebagai orang hebat, mengapa istrinya bisa begitu heboh hanya karena keuntungan yang seharga jutaan RMB ini saja?

Tapi dia tidak menunjukkan kebingungannya, ia juga tidak bertanya, hanya meminta Sekretarisnya untuk menyelesaikan administrasi pembelian rumah.

Robert Huo mengeluarkan kartu banknya dari saku dan berikan kepada Natalie Ning, dan berkata: “Di dalam rekening ada 1.000.000 RMB, langsung bayar lunas saja, tidak perlu hipotek.”

“1.000.000 RMB?” Natalie Ning sambil melihatnya dengan terkejut: “Dari mana kamu mendapatkan uang sebanyak ini?”

“Sudah bekerja dengan keras, lalu diberikan oleh Nova Ji sebagai bonus.” Kata Robert Huo sambil tersenyum.

Hati Natalie Ning merasa terkejut, namun tidak merasa curiga, akhir-akhir ini suami memang tampil dengan baik, walaupun bonus 1.000.000 RMB ini terlalu banyak, tapi bukan tidak mungkin juga, setidaknya, lebih nyata daripada menebak dia pergi merampok bank.

“Pantas tadi kamu berani menggesek kartu, ternyata sudah yakin di dalam hati.” Kata Natalie Ning sambil menyalahinya, tadi dirinya benar-benar merasa sangat panik, hampir saja langsung menutupi wajahnya tidak berani bertemu dengan orang.

Tapi karena sudah memiliki uang sebanyak 1.000.000 RMB, teringat kata Goldwin Lu yang berkata diskon 50%, maka satu rumah paling seharga 600 700 ribu RMB, dan dengan uang yang ada di tangan mereka sekarang, sanggup beli dua rumah.

1 rumah diskon 50%, maka 2 rumah berarti hampir sama seperti beli 1 gratis 1, sudah lebih dari sekadar hemat biaya.

Terpikir sampai di sini, tatapan Natalie Ning langsung berapi-api, tidak menahan diri dan berkata kepada Robert Huo: “Kalau tidak kita….”

“Pergi bayarlah, beli 1 saja sudah cukup, aku pikir yang 3 kamar bagus juga.” Robert Huo memotong kata-katanya.

Sambil melihat senyuman di wajah suaminya, Natalie Ning tahu, kalau dia paham dengan apa yang dimaksud oleh dirinya, ucapannya ini, artinya dia menolaknya.

Walaupun tidak tahu mengapa harus menolak hal baik seperti ini, tapi karena Robert Huo tidak setuju, Natalie Ning juga tidak memaksanya.

Dia selalu menjadi panutan perempuan tradisional, semuanya mengikuti Suami, mungkin dia tidak seekstrem yang disebut dalam aturan Tiga Kepatuhan dan Empat Kebajikan wanita, tapi dirinya cukup patuh.

Melihat Natalie Ning sambil membawa kartu bank dan mengikuti Sekretaris, Robert Huo baru menolehkan kepalanya dan berkata kepada Goldwin Lu: “Terima kasih kepada CEO Lu, kali ini telah membantu aku menghebat uang hampir 1.000.000 RMB, siang nanti biar aku yang traktir, sebagai tanda terima kasih atas kemurahan hati CEO Lu dan Kak Fang.”

Beli 1 gratis 1 memang sangat hemat biaya, tapi Robert Huo tahu, bagi Developer, menghasilkan uang adalah tujuan utama.

Goldwin Lu dapat memberikan diskon sebesar ini karena Fernaldy Fang, sudah sangat memberi muka kepadanya, jika dirinya masih tidak tahu diri membeli 1 rumah lagi, mengambil daging dari mangkuk orang lain, maka dirinya sudah terlalu tidak tahu aturan.

Ada uang yang kita boleh menginginkan lebih, ada yang tidak.

Dan Goldwin Lu juga melihat proses komunikasi antara Robert Huo dan Natalie Ning.

Tatapan dan omongan Natalie Ning sampai setengah, bagaimana mungkin dia tidak paham apa yang ingin Natalie Ning ucapkan, pasti merasa harga rumah begitu murah, ingin beli 1 lagi.

Tadinya hatinya juga merasa sedikit kurang senang, dirinya tidak kenal dengan kalian, baru datang langsung memberikan diskon sebesar 1.000.000 RMB sudah lumayan, wanita ini memang sedikit serakah.

Namun yang membuat dia tidak menyangka adalah, Robert Huo tidak membiarkan istrinya selesai ngomong langsung memintanya pergi menyelesaikan pembayaran, terlihat jelas ia tidak ingin mengambil keuntungan lebih.

Meskipun sudah memastikan bahwa keluarganya tidak sekaya yang dipikirkan, namun sikap Robert Huo ini, tetap membuat Goldwin Lu berkesan baik terhadap dirinya.

Orang yang semakin miskin, seharusnya semakin serakah, namun Robert Huo malah bersikap sebaliknya, ini menunjukkan bahwa pengendalian diri dan disiplin dirinya sangat kuat.

Setiap orang yang memiliki pengendalian diri dan disiplin diri yang kuat, tidak ada yang tidak berkompetensi, mungkin Fernaldy Fang mengatakan bahwa dia adalah orang yang hebat, bukan hanya membual saja.

Terpikir sampai di sini, senyuman di wajah Goldwin Lu pun terlihat semakin jelas, berkata: “Adik Li sudah segan sekali, kalau begitu, aku juga tidak munafik, siang nanti kita makan dengan baik, saling kenalan, kedepannya mungkin kita akan sering berurusan.”

Fernaldy Fang tertawa keras di samping, bekata: “Kamu ini punya kemampuan mengenali orang hebat ya, kamu tidak akan rugi jika menjalin persahabatan dengan Adikku yang satu ini. jangan mengira mengeluarkan 1.000.000 RMB itu sangat merugikan, kedepannya akan ada banyak keuntungan yang membuat kamu tertawa.”

Robert Huo dengan rendah hati, berkata, "Kak Fang terlalu bisa memuji orang, di depan kalian bedua, mana ada yang bisa aku katakan.”

Dia sengaja bersikap rendah hati, membuat hati Goldwin Lu dan Fernaldy Fang merasa senang.

Manusia bukannya memang begitu, orang yang semakin hebat menunduk di depan kamu, kamu akan merasa semakin puas.

Mungkin Goldwin Lu merasa biasa saja, namun Fernaldy Fang sendiri merasakannya dengan mendalam.

Di dalam pandangannya, Robert Huo adalah orang hebat dengan visi dan strategi, dia bisa memprediksi tren masa depan dari data makro, memang sangat mengagumkan.

Dan orang seperti ini, malah merendahkan diri di depannya, hati Fernaldy Fang pun merasa sangat senang.

Ini karena Robert Huo sendiri tidak mengatakan kalau dirinya ingin membeli rumah, kalau tidak, dirinya pun hendak ingin memberikan sebuah rumah kepada Adiknya ini.

Sekretaris Bos sendiri yang menangani proses administrasi, tentu saja sangat cepat, langsung selesai dalam waktu kurang dari 10 menit.

Natalie Ning ke sana juga tidak melakukan apapun, hanya melaporkan NIK, no hp, nama lengkap, menggesekkan kartu dan pergi.

Karena Komplek Fenghua adalah rumah jadi, jadi saat menulis nama di atas sertifikat rumah, Natalie Ning merasa sedikit ragu-ragu, akhirnya ia kemari lagi untuk menanyakan pendapat Robert Huo.

Rumah dengan seharga 1.000.000 RMB lebih, Robert Huo mana mungkin akan menanggapinya, sambil berkata dengan tersenyum: “Karena kita sekeluarga yang datang membeli rumah, tentu saja harus menulis nama kita semua.”

Artinya ia merasa menulis nama atau tidak menulis nama di atas sertifikat rumah saat pembelian rumah tersebut terjadi dalam pernikahan masih berlangsung pasti akan dihitung dengan kepemilikan setengah-setengah, kalau tidak, Robert Huo juga tidak malas untuk menambahkan namanya.

Natalie Ning dengan sangat senang menolehkan kepala dan berkata kepada Sekretaris, : “Kalau begitu, nama kami sekeluarga bertiga ditulis saja di atas sertifikat tersebut.”

“Baik!” Sekretaris memastikan nama mereka benar, lalu mengisinya di atas dokumen, nanti pada hari senin, mereka sudah dapat mengajukan sertifkat rumah.

Dengan demikian, masalah membeli rumah pun selesai, seperti yang dikatakan Robert Huo sebelumnya, ia mentraktir Goldwin Lu dan Fernaldy Fang ke sebuah restoran yang lumayan berkelas.

Tadinya Goldwin Lu ingin membiarkan Robert Huo duduk di mobil, namun langsung ditarik oleh Fernaldy Fang: “Baru berapa lama saja kamu sudah mulai ingin merebut orang dengan aku, kamu ada Mayback, memangnya aku tidak punya? Ayo, masuk ke mobil aku saja! Adik ipar, ponakan, ayo kita pergi, jangan memberikan kesempatan kepada Si bocah tua ini!”

Goldwin Lu tertawa, berkata: “Kamu ini, memang……”

Bagaimanapun, dia juga tahu bahwa Fernaldy Fang sangat menghargai pemuda yang bernama Shawn Li ini. Jika dirinya memiliki sedikit maksud ingin merebut orang saja, mungkin akan membuat Fernaldy Fang kesal sampai membalikkan meja.

Proses makan bersama ini sangat menyenangkan, cara berbicara dan sikap Robert Huo membuat Goldwin Lu semakin memiliki kesan baik kepada dirinya, tidak peduli topik apapun yang dia bicarakan, pemuda ini secara alami dapat berpartisipasi di dalamnya, pengalaman dia, bahkan lebih daripada dirinya sendiri.

Dan ada beberapa sudut pandang baru yang membuat Goldwin Lu merasa membuat pandangannya terbuka.

Meskipun dia adalah orang kaya dengan kekayaan yang lebih dari belasan miliar ini, bagaimanapun, dia hanya tinggal dan berkembang di kota tingkat kedua dan tingkat ketiga ini, Ada kesenjangan besar dalam visi dari Bintang Harapan Keluarga Huo.

Robert Huo semakin banyak berkata, hati Goldwin Lu semakin terkejut, dan pada saat yang sama ia pun semakin mengagumi pemuda ini.

Setelah makan bersama, dia pun sudah paham mengapa Fernaldy Fang begitu menghargai dan mementingkan Robert Huo.

Sungguh menakjubkan sekali, masih muda sudah memiliki wawasan yang begitu luas, jika dilatih beberapa tahun lagi, sepertinya kemampuannya akan mencapai langit.

Setelah selesai makan, Goldwin Lu menjabat tangan Robert Huo dengan sangat antusias, dengan semangat terus mengundangnya untuk berkumpul lagi, jika ingin membeli rumah, silahkan mencari dia, silahkan pilih yang mana saja di Area Barat Laut ini, jika tidak bisa mendapatkan harga diskon seperti hari ini, maka silahkan menulis marganya dengan terbalik!

Fernaldy Fang yang di samping terlihat kurang senang, memangnya Area Barat Laut ini punya keluargamu? Jika ingin mencari bantuan, juga mencari aku, kamu ingin menjalin hubungan, juga harus sambil mengantri di belakang aku.

Lagi pula, kamu ini bermarga Lu, ditulis dengan terbalik juga tetap Lu?

Dua bos yang sangat antusiasi ini, Robert Huo sambil menghadapi mereka dengan senyum, dan mengucapkan kata-kata dengan segan sebelum ditarik ke dalam mobil oleh Fernaldy Fang.

Mengantar sekeluarga ini ke depan pintu rumah, Fernaldy Fang cegukan di dalam mobil, sambil tersenyum dan melambaikan tangannya: "Sudah, aku akan pulang untuk tidur, nanti jika ingin membeli rumah lagi baru menelepon aku saja.”

“Terima kasih Kak Fang, tunggu nanti setelah pindah rumah, baru makan-makan di rumah.”

“Tentu saja, sampai nanti aku pasti harus datang untuk makan gratis.”

Sambil tersenyum dan menyaksikan Bos ini pergi, Natalie Ning sambil berkata di samping: “Kak Fang ini memang orang baik.”

“Dia berkata ia akan datang untuk makan gratis, kamu masih menyebutnya sebagai orang baik.”

“Dia hanya bercanda saja, lagi pula, ini bukannya berarti hubungan kalian sangat baik?” Wajah Natalie Ning terlihat bangga, ketika berada di meja makan tadi, Sang suami berbicara dengan kedua Bos di meja makan, terlihat tidak kalah dari mereka, cara berbicaranya, sikapnya, sangat elegan, membuat dia merasa sangat bangga.

Hanya saja teringat masalah membeli rumah tadi, dia masih sangat bingung, bertanya: “Tadi mengapa kamu tidak membiarkan aku membeli satu rumah lagi?”

“Mengambil manfaat dari orang lain maka pasti harus membayarnya, apalagi baru pertama kali bertemu, mengambil satu kali keuntungan masih bisa diterima, namun mengambil kedua kali sudah keterlaluan, tidak hanya sekali dua kali berurusan dengan orang seperti mereka, kedepannya masih ada banyak waktu, pertama kali saja sudah mengejutkan orangnya, bagaimana kedepanya bisa memanfaatkan mereka lagi?” Robert Huo sambil menjelaskan sambil tersenyum.

Natalie Ning sambil tertawa dengan menutup bibirnya, berkata: “Aku rasa, kamu ini hanya sombong, kamu tidak menganggap uang kecil ini, dan kamu takut orang akan mengatakan kamu ini serakah, dan kamu masih menjelaskannya dengan begitu enak didengar.”

Robert Huo tersenyum, ungkapan ini tidak salah juga.

Setelah masuk ke dalam rumah, Robert Huo teringat barang yang ada di kamar mandi, lalu berkata kepada Natalie Ning: “Pakaiannya Nona Gu ketinggalan di rumah kita, tunggu nanti ada waktu kamu sekalian mengantarkannya.”

Novel Terkait

Meet By Chance

Meet By Chance

Lena Tan
Percintaan
2 tahun yang lalu
Aku bukan menantu sampah

Aku bukan menantu sampah

Stiw boy
Menantu
2 tahun yang lalu
My Japanese Girlfriend

My Japanese Girlfriend

Keira
Percintaan
2 tahun yang lalu
The Comeback of My Ex-Wife

The Comeback of My Ex-Wife

Alina Queens
CEO
2 tahun yang lalu
Istri kontrakku

Istri kontrakku

Rasudin
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Hidden Son-in-Law

Hidden Son-in-Law

Andy Lee
Menjadi Kaya
2 tahun yang lalu
Love From Arrogant CEO

Love From Arrogant CEO

Melisa Stephanie
Dimanja
2 tahun yang lalu
Hei Gadis jangan Lari

Hei Gadis jangan Lari

Sandrako
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu