Inventing A Millionaire - Bab 125 Siapa Dia?

“Nanti siang aku masih harus mengantar Gaby pergi les, dan banyak juga pelanggan yang bertanya hari ini, mungkin aku tidak ada waktu, lagi pula, kamu bukannya sudah berjanji dengan Stella Yue kalau kamu akan memasakkan masakan yang enak untuknya? Nanti kamu saja yang mengantarnya.” Kata Natalie Ning.

“Tapi……”

Natalie Ning langsung memotong penjelasan dia, sambil mendekatinya dengan tersenyum, dan mencium pipinya, berkata: “Tenang saja, walaupun Nona Gu sangat cantik, tapi aku sangat yakin kepadamu, tidak akan berpikir yang aneh-aneh, pergilah, biar gadis kecil itu tidak lari kemana-kemana lagi gara-gara ingin makan masakan kamu.”

Bahkan pada saat Shawn Li sangat buruk, Natalie Ning juga tidak pernah melihat dia pernah memiliki niat terhadap wanita lain, dalam hal ini, Shawn Li melakukannya dengan cukup baik.

Wajah Robert Huo terlihat tidak berdaya, dia bukan takut Natalie Ning berpikir terlalu banyak, hanya saja di dalam pakaian itu ada baju dalamnya!

Dirinya seorang pria mengantarkannya, bukannya akan sangat malu?

Namun Natalie Ning sama sekali tidak ada maksud ingin mendengarkan penjelasan dia lagi, buru-buru langsung pergi menyalakan komputer, terus fokus terhadap Toko Taobaonya.

Waktu sisa kurang dari 2 bulan sebelum promosi tengah tahun, biasanya, sekarang sudah saatnya mempersiapkan acara promosi tersebut.

Ingin berpartisipasi dalam acara promosi tersebut, bukan siapa saja yang dapat ikut serta, terutama posisi rekomendasi terbaik, memiliki persyaratan tertentu terhadap kualitas produk, penjualan, dan komentar yang baik.

Ini mungkin adalah acara terbesar yang pernah diikuti Natalie Ning dalam hidupnya, jadi dia bertekad untuk melakukannya dengan baik, dan mendapatkan hasil yang dapat memuaskan dirinya dan suaminya.

Oleh karena itu, dalam beberapa hari ini, Natalie Ning telah bekerja keras untuk melakukan live streaming, membalas pesan, bahkan postingan promosi yang dibuat oleh Robert Huo, dia pun meninggalkan URL dengan detil, jika ada orang yang bertanya, dia pun langsung menjawabnya dengan jawaban yang detil.

Dan sikap serius ini, mendapatkan pengakuan dari banyak orang, dan penjualannya pun mengalami sedikit peningkatan.

Sejauh ini, penjualan harian telah mencapai 60.000 RMB, tingkat pencarian pun telah masuk ke 200 teratas, dan traffic pun naik dua kali lipat.

Tidak mudah untuk mendapatkan sebuah siklus yang baik, jadi Natalie Ning pun sangat menghargainya.

Robert Huo pun tidak mengganggunya lagi, meskipun dunia ini begitu merendahkan wanita, percaya bahwa kekuatan mental dan fisik wanita jauh lebih rendah daripada pria, termasuk pemikiran.

Namun, Robert Huo tetap berharap Istrinya dapat mendapatkan nilai dirinya sendiri melalui Toko Taobao.

Tidaklah mudah bagi seseorang untuk menjalan hidup ini, jika tidak memiliki pencapaian yang layak dalam hidup ini, itu terlalu menyedihkan.

Sekitar jam 2, Natalie Ning baru berdiri dan mengantar Gaby ke tempat les, melihat Robert Huo tidak ada maksud ingin pergi, dia pun mengingatkannya dengan berkata: “Nanti siang juga tidak ada urusan apa-apa, mending kamu sekalian beli sayur, dan mengantarkan baju kepada Nona Gu, oh iya, teh jahe yang kamu beli kemarin lumayan enak, bawa untuk dia juga, tidak tahu juga Ibu dan anak itu flu atau tidak.”

Setelah panjang lebar, Natalie Ning baru pergi.

Robert Huo tersenyum pahit, dirinya benar-benar tidak bisa beristirahat, memiliki seorang istri yang terlalu baik, kadang juga sedikit kehabisan kata-kata.

Menghelakan nafas, Robert Huo pun hanya bisa mengambil baju yang ada di kamar mandi dan melipatnya dengan rapi, lalu menaruhnya ke dalam kantong, dan keluar rumah.

Saat Freya Gu pergi terakhir kali, dia meninggalkan alamat kelas dancenya, katanya agar memudahkan Gaby mencari Stella Yue untuk bermain.

Mengenai apakah hanya ada satu alasan ini saja, hanya dia sendiri yang tahu.

Sampai di sekitar kelas dance, Robert Huo pergi ke supermarket untuk membeli bahan masak, buah, dan beberapa snack yang disukai anak-anak.

Sambil membawa satu kantong besar naik ke atas, kelas dancenya ada di lantai 2, areanya sangat luas, setidaknya lebih dari 150 m2.

Awalnya dikatakan bahwa tempat ini sebelumnya merupakan pabrik tekstil, tetapi akhirnya bangkrut dan dibagi menjadi banyak toko kecil. Namun, karena lokasinya tidak terlalu bagus, meskipun areanya luas, harga sewanya sangat rendah.

Kalau bukan karena demikian, Freya Gu juga tidak akan memilih tempat ini.

Sampai di depan pintu, Robert Huo mengangkat tangannya dan mengetuk pintu, dengan cepat, pintu kelas dance pun terbuka.

Melihat Robert Huo kemari, Stella Yue berlompat keluar dengan senang, dan langsung memeluknya: “Paman Li, mengapa kamu bisa kemari!”

“Bukannya Paman sudah berjanji dengan kamu kalau Paman akan memasakkan makanan yang enak untuk kamu, Ibumu kemana?” Tanya Robert Huo.

“Ibu sedang mengajar para Kakak menari, ayo cepat masuk, Ibu, Ibu, Paman Li kemari!” Stella Yue sambil menarik Robert Huo, sambil berteriak ke dalam.

Freya Gu yang sedang mengajar muridnya untuk menegakkan postur tarian yang benar, menolehkan kepalanya dan melihat ke arah sini, melihat Robert Huo membawa satu kantong besar dan masuk ke dalam, dia buru-buru meminta muridnya latihan sendiri terlebih dahulu, lalu berjalan ke sini dengan cepat.

“Mengapa kamu bisa kemari?”

Benar-benar merupakan pasangan Ibu dan anak, pertanyaan yang ditanya pun hampir sama.

Karena Freya Gu sedang mengajari orang menari, Freya Gu pun mengenakan pakaian ketat yang lebih leluasa, dan pakaian tersebut juga menunjukkan badannya yang elok itu.

Robert Huo diam-diam menganggukkan kepala, pantas ukuran pakaian dalamnya begitu besar, sepertinya memang benar.

Tidak tahu apakah menyadari apa yang dipikirkan Robert Huo, telinga Freya Gu menjadi sedikit memerah, dengan tidak sadar ia menarik jaket yang diikat dipinggang.

“Terakhir kali kalian berdua lupa membawa pakaian kalian pergi, jadi aku sekalian mengantarkannya.” Kata Robert Huo: “Dan aku juga sudah berjanji kepada Stella akan memasakkan masakan yang enak untuknya, kebetulan siang ini tidak ada urusan, jadi aku pun kemari.”

Sambil melihat pakaian yang terlipat rapi, dengan tersamar-samar melihat pakaian dalam yang ada di kantong, wajah Freya Gu pun menjadi merah.

Tidak peduli apakah baju ini disimpan oleh Robert Huo atau bukan, tapi barang yang begitu privat diantar oleh dirinya, sedikit banyak akan membuat dia merasa sedikit malu.

“Barangnya ini kamu menaruhnya di mana?” Tanya Robert Huo.

“Taruh di sini saja, wah, mengapa kamu membeli begitu banyak makanan? Tidak tidak, ini kamu bawa pulang untuk Gaby semua.” Freya Gu sambil melambaikan tangan.

“Sudah dibeli juga, barangnya begitu berat, sangat melelahkan jika suruh aku bawa pulang lagi.” Robert Huo sambil melihat ke sekeliling, dia melihat di mana panci dan wajan ditempatkan, lalu berjalan mendekat dan berkata," Apakah selalu memasak di sini?”

“Iya, hanya satu ruang ini, jadi disesuaikan dulu.” Kata Freya Gu dengan suara yang terdengar lebih kecil.

Lingkungan di sini terlalu buruk, membuat dia merasa minder.

Robert Huo malah seperti tidak menyadari apapun, menolehkan kepala dan sambil bertanya kepada Stella Yue dengan tersenyum: “Nona kecil cantik, malam kamu ingin makan apa?”

“Iga babi asam manis, ikan mas bawang putih, domba goreng daun bawang, tahu bakar dengan usus…..” Kata Stella Yue sambil menghitung dengan jari.

“Jangan mendengarkan dia, nanti aku traktir kamu makan di restoran.” Kata Freya Gu.

“Tidak apa-apa, aku sudah beli sayurnya juga, karena dia ingin makan, jadi aku buat saja, lagi pula, masakan di restoran belum tentu lebih enak daripada masakan aku.” Kata Robert Huo sambil tersenyum.

Dan ini, Freya Gu memang tidak bisa mengatakan apa-apa.

Dia pernah merasakan masakan dari Robert Huo, seumur hidupnya ini belum pernah makan masakan yang begitu enak.

Sambil mengeluarkan bahan masak, dia sambil menolehkan kepala dan berkata kepada Freya Gu: “Kamu sibuk saja dulu, aku saja yang menyiapkan semuanya, oh iya, aku masak di sini apakah akan menganggu kamu mengajar?”

“Tidak apa-apa, nanti aku memutarkan musik juga akan menutupi suara masak.” Kata Freya Gu.

“Aku juga mau membantu!” Stella Yue sambil mengangkat tangannya dengan gembira.

Saat pertama kali bertemu di dalam ruang kelas, Stella Yue masih pendiam, sekarang sudah menjadi akrab, sifat anak kecil yang ceria itu langsung terpancar.

Tentu saja, ini juga karena orang yang datang kemari adalah Robert Huo.

Hanya di depan dia, Stella Yue baru bisa bersikap ceria seperti itu.

Sambil melihat satu orang dewasa dan satu anak kecil yang sambil memetik sayur dan mengupas bawang, Freya Gu sedikit terbengong.

Adegan yang ini, dulu dia juga pernah melihatnya saat di dalam mimpi, begitu hangat, begitu susah dilupakan.

Mereka berdua, seolah-olah seperti Ayah dan anak kandung.

Teringat sampai di sini, Freya Gu tidak Manahan diri dan menghelakan nafas, sayang sekali, semua masa indah itu hanya sementara saja.

Setelah kembali ke murid-muridnya, Freya Gu sambil menepuk tangan, dan berkata: “Selanjutnya kita latihan gerakan yang ditentukan, perhatikan dan ikuti iramanya, jangan sampai salah mengikuti pukulan drum.”

Kelas dance ini sudah mulai lumayan lama, di sini ada beberapa murid, yang sudah belajar lebih dari seminggu.

Sifat Freya Gu memang lebih lembut, juga cantik, badannya juga bagus, tariannya juga sangat bagus, sangat disukai murid-murid.

Setelah belajar seminggu, masing-masing pun sudah tidak terlalu asing lagi, salah satu murid wanita pun mendekatinya, sambil tersenyum dan bertanya: “Guru Gu, Kakak tampan ini, suami kamu ya?”

Wajah Freya Gu menjadi semakin merah, dia tidak pernah mengungkit masalah rumahnya dengan murid-muridnya, jadi orang-orang ini tidak tahu bahwa suaminya telah meninggal dunia.

“Bukan, jangan sembarangan ngomong, itu adalah orang tua dari teman sekelasnya Stella.” Freya Gu buru-buru menjelaskannya.

“Oh…..berarti sedang mengejar kamu?” Murid wanita itu bertanya lagi.

Walaupun Freya Gu tidak pernah menceritakan masalah di rumah, tapi pasangan Ibu dan anak ini hidup di sini, tidak pernah melihat ada pria lain yang kemari, para murid juga tidak bodoh, tentunya bisa menebak kalau tidak suaminya meninggal, kalau tidak sudah bercerai, paling buruk, sudah putus hubungan.

Kalau tidak, bagaimana mungkin wanita secantik ini akan bersama anaknya tinggal di tempat seperti ini?

Novel Terkait

My Beautiful Teacher

My Beautiful Teacher

Haikal Chandra
Adventure
2 tahun yang lalu
Back To You

Back To You

CC Lenny
CEO
2 tahun yang lalu
Precious Moment

Precious Moment

Louise Lee
CEO
2 tahun yang lalu
Cinta Pada Istri Urakan

Cinta Pada Istri Urakan

Laras dan Gavin
Percintaan
2 tahun yang lalu
Dipungut Oleh CEO Arogan

Dipungut Oleh CEO Arogan

Bella
Dikasihi
3 tahun yang lalu
Love And War

Love And War

Jane
Kisah Cinta
2 tahun yang lalu
Ten Years

Ten Years

Vivian
Romantis
2 tahun yang lalu
Everything i know about love

Everything i know about love

Shinta Charity
Cerpen
3 tahun yang lalu