Inventing A Millionaire - Bab 135 Event Baru
Dengan menahan rasa tidak tenang dihatinya, Natalie berkata lagi, "Jika kalian setuju, kami menjamin dalam waktu dua bulan bisa mencapai penjualan harian 150.000 rmb keatas! jika tidak bersedia kami akan menjual merek lain!"
Marahan dan makian yang dipikirkan oleh Natalie tidak terdengar, melainkan adalah diam.
Dan terdengar sepertinya ada suara diskusi dan juga ada perdebatan, terakhir, suara ini hilang.
Dua menit kemudian, terdengar lagi, "Apakah kamu yakin dalam waktu dua bulan bisa mencapai target penjualan harian 150.000 rmb?"
"Yakin!" Kata Natalie, dia sudah berkata hingga begini, dia tentu saja tidak bisa mundur, sekalipun dia merasa bahwa ini adalah misi yang tidak akan selesai.
Suara dari hp terdiam sekitar 20 detik lagi, barulah terdengar, "Baik, kami berikan kamu harga discount potongan 70%, bersamaan dengan itu, kalian juga harus jamin bahwa dalam waktu dua bulan mencapai misi penjualan harian 150.000 rmb, jika tidak kami tidak hanya akan menarik hak agen, dan akan menuntut kalian melanggar kontrak dan mengharuskan kalian membayar setidaknya uang ganti rugi sebanyak satu bulan penuh!'
Penjualan harian 150.000 Rmb, satu bulan uang ganti ruginya adalah 4.500.000 rmb, begitu banyak uang,itu semakin membuat Natalie tegang.
Dia tidak memutuskannya sendiri, dia hanya bisa melirik kearah Robert.
Hpnya menggunakan speaker, jadi semua perbincangannya tadi didengar jelas oleh Robert.
Dia tersenyum dan berkata, "Tidak bermasalah, jika tidak bisa mencapainya, 4.500.000 uang pelanggaran kontrak."
Setelah mempertanyakan dan tahu bahwa orang itu adalah suaminya Natalie, mereka tidak lagi basa-basi.
Kontrak detailnya akan dikirim kesini dalam waktu dua hari, dan semenjak hari ini, Natalie bisa menggunakan harga agen tunggal sebesar 30% dari harga normal untuk menjualnya, baik berapapun harga jualnya, dia hanya bisa mencapai penjualan harian 150.000 rmb, itu sudah termasuk menyelesaikan misinya!
Setelah meletakkan hp, dikening Natalie sudah keringatan dingin.
Seusai perbincangan, itu sudah membuatnya merasa tidak enak.
4.500.000 uang pelanggaran kontrak, itu seperti gunung yang menimpah dihatinya.
"Jangan khawatir, penjualan harian 150.000 tidaklah terlalu susah, hanya saja butuh sedikit strategi saja." kata Robert menasehati.
Natalie menatapinya lagi, dia bertanya, "Tapi bagaimana kamu bisa tahu mereka bersedia memberikan harga 30% dari harga penjualannya saja?"
Robert tadi mengatakan bahwa jika mereka tidak setuju maka beralih saja ke brand lain, itu pasti ada alasannya, Yang bisa terpikiran oleh Natalie adalah pasti setelah memeriksa informasinya dan mendapatkan sebuah kesimpulan barulah bisa melakukan hal seperti itu.
Robert tersenyum, "Alasannya sangatlah sederhana, pabrik ini menjual produk diet, efeknya itu termasuk yang sangatlah unggul, bisa mempercepat pencernaan tubuh, dan memasok pembakaran lemak, bersamaan dengan itu, juga tidak melukai tubuh, inti dari resep mereka itu konon dikabarkan ada orang yang ingin menggunakan uang 50.000.000 rmb untuk membelinya dan mereka bahkan tidak mau menjualnya."
"Namun apa hubungannya dengan 30% ini?" Natalie tetaplah tidak mengerti.
Robert berkata sambil tersenyum, "Hubungannya sangatlah besar, karena sekarang resep intinya sudah terbongkar, lebih tepatnya, dibagikan oleh orang lain ke seluruh dunia, mungkin tidak perlu waktu satu bulan akan ada berbagai jenis produk diet muncul, dan memperebutkan market share dengan mereka."
Natalie tercengang, "Inilkah informasi yang tadi kamu temukan diinternet?"
"Tidak ada kabar pasti mengenai resep intinya." Jawab Robert.
"Lalu bagaimana kamu bisa tahu?"
"Kamu juga tahu bahwa sekalipun tidak bisa membongkar resep yang detail, tapi bpom selalu mewajibkan produk untuk menulis komposisinya, aku menemukannya diinternet bahwa seluruh bahan yang berhubungan dengan produk diet mereka terutama beberapa jenis bahan mentah yang hanya mereka pakai itu harganya naik, apa artinya ini"
Natalie langsung menjawab, "Berarti ada yang membeli dalam jumlah banyak dan menaikkan harganya."
Seusai menjawab ini, Natalie tercengang lagi, karena jawabannya sangatlah sederhana, sederhana hingga bahkan dia yang baru saja memasuki dunia bisnis juga mengerti.
Jika semua bahan dasar yang berhubungan anik harga, terutama beberapa jenis komposisi inti itu juga begitu, berarti ada banyak orang yang sengaja membeli dalam jumlah besar.
Tapi mengapa Robert bisa terpikiran dengan itu?
Jika tidak diingatkan oleh Robert, maka sekalipun Natalie tahu bahwa membeli banyak barang akan menaikkan harganya, tapi dia juga tidak akan menghubungkannya dengan resepnya terbongkar.
Robert tersenyum dan berdiri disana, dia tidak berbicara.
"Mengapa kamu bisa terpikiran untuk mengecek ini?"
"Kita sudah mencapai penjualan harian sebanyak 50.000 rmb sejak lumayan lama, namun mereka tidak pernah mengontak kita, bahkan sebelumnya juga sudah memeriksanya, jika toko yang penjualannya kurang dari 100.000 rmb mereka sama sekali tidak akan mempertanyakannya, dan akan langsung diurus oleh agen, sekarang baru saja 60.000 rmb saja sudah mencari kita, hanya saja mungkin karena bisnisnya mengalami masalah besar dan butuh channel baru, barulah aku berpikir untuk mengecek mengapa inti dari kemampuan bersaing mereka bisa menurun." Jawab Robert.
Tatapan Natalie terhadap Robert perlahan menjadi kaget, dan terakhir bahkan sedikit terasa salut.
Hanya saja karena orang itu datang kesini ketika penjualan sudah mencapai 60.000 rmb dan bisa menyimpulkan begitu banyak hal, apakah ini masih adalah manusia?
Eugene sebelumnya sering bilang bahwa kakak ipar adalah orang berbakat dibidang bisnis, dia bisa tahu segalanya dan tidak ada orang yang lebih hebat daripada dia.
Waktu itu Natalie merasa bahwa adiknya sengaja memuji Robert, bagaimanapun juga Robert juga membantunya menjual banyak produk dan bahkan membentuk toko official.
Namun sekarang Natalie mengerti bahwa adiknya bukan sengaja menaikkan derajatnya, melainkan suaminya sendiri memang hebat dibidang bisnis.
Jika orang dari pabrik tahu bahwa gerak-gerik aneh mereka membuat orang lain menyimpulkan hal yang begitu rahasia, mereka mungkin akan ketakutan parah.
"Kamu sungguh hebat sekali......" kata Natalie.
Robert tersenyum, "Sebenarnya ini bukanlah titik poin utama, sesuai dengan keputusanku, beberapa waktu lagi produk diet pasti akan mengalami pertempuran harga yang sangatlah parah, ada begitu banyak jenis produk yang bersaing bersama, jika tidak memulai perang harga, dan membuat beberapa pabrik runtuh, maka itu tidak mungkin akan berakhir, jadi kita harus berusaha menurunkan harga pengambilan produk dan bersamaan dengan itu juga harus mencari jalan keluar lain."
"Maksudmu adalah menjual produk brand lain kah?" Tanya Natalie.
"Bukan begitu juga." Robert mengelengkan kepalanya, "Efek diet dari brand lain kurang bagus, jika menjualnya hanya akan menghancurkan reputasi baik yang telah kita pertahankan selama ini, jadi tetaplah menjual produk mereka, namun bersamaan dengan menjual produk mereka, masih harus mencari teknik tambahan misalnya contoh untuk melakukan penjualan seperti grabfood?"
"Grabfood?" Natalie bingung, bukankah menjalankan tokoh online, mengapa tiba-tiba beralih ke penjualan makanan?
"Diet bukan hanya karena makan beginian saja juga bisa berefek, makanan untuk diet juga adalah sebuah produk yang sangatlah menarik perhatian, dan yang terpenting adalah sekarang sistem ekspredisi sangatlah bagus, efektivitas sangatlah tinggi, dalam satu provinsi biasanya bisa tiba diantarkan hari itu juga, diluar provinsi bisa sampai diesok harinya, jadi aku berencana untuk membuat makanan diet, dan dibuat vacuum-packed, dan diantarkan menggunakan sistem pendingin untuk diantarkan keseluruh nasional dalam waktu 48 jam."
"Mungkin tempat orang lain juga ada yang menjual makanan diet, dan lebih praktis dan lebih cepat, mengapa mereka harus makan punya kita?" Tanya Natalie.
"Karena kita lebih mempunyai daya tarik." Robert tertawa, "Apakah kamu pernah lihat film 'Hello Mr. Billionaire'?"
"Yang tiba-tiba punya banyak uang itu?"
"Iya, diakhir cerita, demi untuk menghabiskan uang, dia membuat sebuah asuransi diet, setiap orang berhasil mengurangi setengah kilo mendapatkan uang 1.000 rmb, namun kita tidak menjual asuransi, dan hadiahnya juga bukanlah 1.000 rmb, melainkan 2.000.000 rmb! Setiap orang yang membeli produk diet dan makanan diet dari kita terhitung mendaftar, dalam waktu 6 bulan, orang yang pengurangannya paling banyak akan mendapatkan hadiah 1.000.000 rmb, nomor dua mendapat 700.000 rmb, sedangkan ketiga mendapat 300.000 rmb, menurutmu akan ada berapa banyak orang gendut ayang akan membeli barang kita demi 1.000.000 rmb inii?"
Natalie sampai melongo mendengarkannya, ketika baru mendengar hadiah 2.000.000 dia masih kaget ini benar-benar membangkrutkan diri.
Namun setelah Robert selesai berkata, dia langsung mengerti, ini adalah trik yang kurang lebih sama dengan acara buah kemarin.
Hanya saja event kali ini lebih punya tujuan dan lebih menarik lagi.
Buah dari seluruh toko apakah bisa dibandingkan dengan uang 1.000,000 rmb?
"Daya tarik 1.000.000 rmb sangatlah besar, akan ada banyak orang yang bersedia untuk berkontribusi untuknya, dan bersamaan dengan itu, untuk menghilangkan kemungkinan curang dan untuk mendapatkan kepercayaan dari pelanggan, kita akan mengumumkan datanya dibawah pengawasan pihak ketiga, semua orang yang melapor harus melakukan penyusunan ranking, setiap hari menuliskan angka pengurangan berat, dengan begitu, maka mereka akan punya motivasi yang cukup untuk melampaui orang yang berada dihadapannya, dan tidak perlu khawatir bawha acaranya palsu." Robert tertawa, dia terakhir menyimpulkan, "Meskipun diawal periode harus mengeluarkan banyak uang, namun asalkan acaranya berhasil,aku percaya, pendapatannya pasti akan jauh lebih besar daripada pengorbanan!"
Novel Terkait
Siswi Yang Lembut
Purn. Kenzi KusyadiMy Charming Lady Boss
AndikaMore Than Words
HannyDoctor Stranger
Kevin WongSi Menantu Buta
DeddyCantik Terlihat Jelek
SherinHanya Kamu Hidupku
RenataInventing A Millionaire×
- Bab 1 Tiba-Tiba Mendapat Istri
- Bab 2 Perubahan Sang Suami
- Bab 3 Hidangan Lezat
- Bab 4 Menghasilkan 2000 RMB Dalam 1 Hari
- Bab 5 Adik Ipar Pemarah
- Bab 6 Jasa
- Bab 7 Berkat Dia
- Bab 8 Metode Pemasaran
- Bab 9 Tentukan 1 Tujuan Kecil
- Bab 10 Pendekatan Dengan Adik Ipar
- Bab 11 Harmonis
- Bab 12 Pengganti
- Bab 13 Nova Ji
- Bab 14 Berpura-pura Mengerti
- Bab 15 Berhasil
- Bab 16 Cara-Cara Manusia
- Bab 17 Sekuntum Bunga Magnolia
- Bab 18 Kerepotan Nova Ji
- Bab 19 Ikuti Saja Alurnya
- Bab 20 Ini Adalah Orang Berbakat
- Bab 21 Menghina
- Bab 22 Howard Xia
- Bab 23 Kode
- Bab 24 Membandingkan
- Bab 25 Tidak Bisa Apa-Apa
- Bab 26 Jarak yang Semakin Dekat
- Bab 27 Kesenangan Keluarga Inti
- Bab 28 Berbeda Dari Biasanya
- Bab 29 Menjadi Perwakilan
- Bab 30 Menampar
- Bab 31 Harus Ada Kharisma
- Bab 32 Niat
- Bab 33 Ingin Pulang
- Bab 34 Reaksi Orangtua
- Bab 35 Jalan Buntu
- Bab 36 Sebuah Lelucon
- Bab 37 Mandul
- Bab 38 Menyulitkan
- Bab 39 Kamu Tidak Mengerti
- Bab 40 Perdebatan
- Bab 41 Bertoleransi
- Bab 42 Mengancam
- Bab 43 Rencana Akuisisi
- Bab 44 Berkunjung
- Bab 45 Marah
- Bab 46 Membantu
- Bab 47 Menegur
- Bab 48 Buah sebanyak 3000 kg
- Bab 49 Kualitas Super Tinggi
- Bab 50 Keterkejutan Di Dalam Hati
- Bab 51 Satu Meja Makanan Dan Wine
- Bab 52 Berlomba Minum Wine
- Bab 53 Aturan
- Bab 54 Tempat Penuh Cinta
- Bab 55 Akrab Sejak Awal Bertemu
- Bab 56 Dunia
- Bab 57 Kepedulian Seorang Ayah
- Bab 58 Dipermalukan
- Bab 59 Apa Kamu Gila
- Bab 60 Membujuk
- Bab 61 Hak GM
- Bab 62 Sebuah Kejadian
- Bab 63 Harapan Sang Gadis
- Bab 64 Hidup Sebagai Orang Biasa
- Bab 65 Tipikal Kegagalan
- Bab 66 Kemampuan
- Bab 67 Kesepian
- Bab 68 Bantuan
- Bab 69 Pemikiran Yang Berbahaya
- Bab 70 Kerinduan Anak
- Bab 71 Perhatian
- Bab 72 Kegiatan Toko Buah
- Bab 73 Kamu Harus Belajar Darinya
- Bab 74 Pertemuan
- Bab 75 Menampar Wajah
- Bab 76
- Bab 77 Tersenyum Sampai Akhir
- Bab 78 Kabar
- Bab 79 Berangkat Menuju Ibu Kota Provinsi
- Bab 80 Mempersulit
- Bab 81 Pencemaran Nama Baik
- Bab 82 Memutarbalikkan Keadaan
- Bab 83 Pembalasan Dendam Seorang Pria
- Bab 84 Tidur Di Tempat Tidur Yang Sama
- Bab 85 Saling Menyapa Sebagai Saudara
- Bab 86 Bertemu.
- Bab 87 Berubah.
- Bab 88 Targetnya Berubah.
- Bab 89 Pinjamkan Dan Dipinjamkan.
- Bab 90 Rekaman.
- Bab 91 Berbicara.
- Bab 92 Orang Yang Tidak Seharusnya Kamu Ganggu.
- Bab 93 Tersentuh.
- Bab 94 Psikiater.
- Bab 95 Buku.
- Bab 96 Mengundang
- Bab 97 Orang Keluarga Huo
- Bab 98 Menjebak
- Bab 99 Puas
- Bab 100 Mengagumi
- Bab 101 Kecelakaan
- Bab 102 Hubungan
- Bab 103 Memberi Kompensasi
- Bab 104 Tamu Profesor
- Bab 105 Mimpi
- Bab 106 Kalah Dengan Sangat Cepat
- Bab 107 Orang Yang Menjijikan
- Bab 108 Tamparan
- Bab 109 Thiago Huo Yang Meragukan Kehidupannya
- Bab 110 Minta Maaf
- Bab 111 Omong Kosong Yang Tidak Menyelesaikan Masalah
- Bab 112 Hubungan Kerja Sama Yang Baru
- Bab 113 Dendam Dan Kebencian
- Bab 114 Pemandangan Yang Indah
- Bab 115 Siapa Sih Psikolognya
- Bab 116 Stella Yue Menghilang
- Bab 117 Psikologi Lego
- Bab 118 Keluarga
- Bab 119 Tidak Akan Meninggalkannya
- Bab 120 Mencairkan Cek
- Bab 121 Kesombongan
- Bab 122 Meredakan Kemarahan
- Bab 123 Kebaikan Yang Besar
- Bab 124 Tidak Serakah
- Bab 125 Siapa Dia?
- Bab 126 Dua Kelebihan
- Bab 127 Persiapan
- Bab 128 Ancaman
- Bab 129 Tenang
- Bab 130 Dia Datang
- Bab 131 Orang Gila
- Bab 132 Ajaran Leluhur
- Bab 133 Tidak Bisa Menjadi Teman
- Bab 134 Bercandaan Apa Yang Kamu Katakan
- Bab 135 Event Baru
- Bab 136 Berita Buruk
- Bab 137 Generasi Jahat
- Bab 138 Sekelompok Orang Jahat
- Bab 139 Aktor
- Bab 140 Rapat
- Bab 141 Kamu Jangan Keterlaluan
- Bab 142 Syarat
- Bab 143 Sebuah Jalan
- Bab 144 Moris Liu
- Bab 145 Tanpa Penyesalan
- Bab 146 Tanda-Tanda
- Bab 147 Akar Masalah
- Bab 148 Pihak Yang Banyak Bebicara Dipukuli
- Bab 149 Sebelum Badai Tiba
- Bab 150 Terlalu Mengenaskan
- Bab 151 Satu Kesulitan Yang Ditambah Dengan Banya Kesulitan Lainnya
- Bab 152 Topangan Yang Jatuh Akan Berdampak Pada Orang Disekitarnya
- Bab 153 Segala Jenis Cobaan
- Bab 154 Aku Mau Dua Ratus Juta
- Bab 155 Kuota Dirut
- Bab 156 Hasil
- Bab 157 Memberikan Bunga
- Bab 158 Menjauh
- Bab 159 Tidak Nyaman
- Bab 160 Kegiatan Dimulai
- Bab 161 Orang Yang Paling Akrab.
- Bab 162 Bercanda
- Bab 163 Aku Ingin menjadi Pemilik Saham.
- Bab 164 Kenalan Dekat.
- Bab 165 Kamu Bisa Menghasilkan Berapa Banyak.
- Bab 166 Harapan Baru
- Bab 167 Acara Reuni Kelas
- Bab 168 Tatapan Aneh
- Bab 169 Memesan Bir
- Bab 170 Sangat Suka
- Bab 171 Menyaksikan Kemesraan
- Bab 172 Pendapatan
- Bab 173 Nicho Huo
- Bab 174 Balas Dendam Berikutnya
- Bab 175 Kemalangan yang Tidak Terduga
- Bab 176 Transaksi
- Bab 177 Menyelidiki
- Bab 178 Khawatir
- Bab 179 Berantakan
- Bab 180 Plat Nomor Kendaraan
- Bab 181 Kebebasan
- Bab 182 Memeriksa Mobil
- Bab 183 Tidak Bisa Kabur
- Bab 184 Alex Liao Yang Bingung
- Bab 185 Bukti Kesalahan
- Bab 186 Memikirkan Keuntungan Masa Depan
- Bab 187 Menggali Kuburan Sendiri
- Bab 188 Bantuan
- Bab 189 Tidak Masuk Akal
- Bab 190 Kamu Tidak Pergi, Aku Yang Pergi
- Bab 191 Tahu Sopan Santun Tidak
- Bab 192 Segera Pindah
- Bab 193 Profesior Mengalami Kecelakaan
- Bab 194 Memarahi
- Bab 195 Trik Pahit
- Bab 196 Kesibukan
- Bab 197 Menyewa Teater Menonton Film
- Bab 198 Berbohong
- Bab 199 Dicuri
- Bab 200 Meminta Maaf
- Bab 201 Sanak Saudara
- Bab 202 Kedatangan Tamu
- Bab 203 Terkejut
- Bab 204 Siapa Dia
- Bab 205 Sudah Mati Rasa
- Bab 206 Hadiah Terbaik
- Bab 207 Dia Itu Alex Liao
- Bab 208 Bingung
- Bab 209 Saran
- Bab 210 Muntah Darah
- Bab 211 Kemunafikan Dunia
- Bab 212 Ekspansi
- Bab 213 Keterkejutan Nova Ji
- Bab 214 Perubahan Sikap
- Bab 215 Pemilik Perusahaan Yang Baru
- Bab 216 Ide
- Bab 217 Perusahaan Diet
- Bab 218 Rapat Umum Pemegang Saham
- Bab 219 Mencintai Dan Menghormati
- Bab 220 Hatinya Tergerak
- Bab 221 Petunjuk
- Bab 222 Memalukan
- Bab 223 Zila Tang
- Bab 224 Masalah Keluarga Huo
- Bab 225 Jaga Tubuhmu Agar Tetap Hangat
- Bab 226 Tidak Bisa Diobati
- Bab 227 Kompeten dan Tangkas
- Bab 228 Merugi
- Bab 229 Pilih Satu Saham
- Bab 230 Pengikut
- Bab 231 Penutupan Kenaikan Harga Saham
- Bab 232 Bertemu Dengan Zila Tang Lagi
- Bab 233 Arena Balap
- Bab 253 Situasi Yang Tidak Baik
- Bab 254 Krisis
- Bab 234 Memilih Mobil
- Bab 235 Penghinaan
- Bab 236 Menyelip
- Bab 237 Kecelakaan
- Bab 235 Tamparan Yang Familiar
- Bab 239 Masalah
- Bab 240 Saling Memuji
- Bab 241 Kabar Baik Dan Buruk
- Bab 242 Pemerasan
- Bab 243 Orang Bodoh Yang Mengantarkan Uang
- Bab 244 Memulai Dari Awal
- Bab 245 Pekerjaan Kayu
- Bab 246 Koneksi
- Bab 247 Kata Sandi
- Bab 248 Meninggalkan
- Bab 249 Warisan
- Bab 250 Berpendidikan Dan Bisa Bela Diri
- Bab 251 Tidak Pantas
- Bab 252 Acara Besar
- Bab 255 Kunjungan
- Bab 256 Jalan
- Bab 257 Latar Belakang Yang Mengejutkan
- Bab 258 Ekspansi
- Bab 259 Membeli Mobil
- Bab 260 Tunggu Menangis
- Bab 261 Bos Besar Datang
- Bab 262 Kebenaran
- Bab 263 Mengembalikan Dan Menganti Rugi Sebanyak 3 Kali Lipat
- Bab 264 Meminum Anggur
- Bab 265 Amnesia
- Bab 266 Mencegah Lebih Baik Daripada Mengabaikan
- Bab 267 Perenungan
- Bab 268 Tambahan Uang
- Bab 269 Rasa Simpati
- Bab 270 Popularitas
- Bab 271 Iri Hati
- Bab 272 Beruntung
- Bab 273 Petarungan Tiga Prajurit Dengan lü Bu
- Bab 274 Firasat Buruk
- Bab 275 Iri Hati
- Bab 276 Berpikir Terlalu Jauh.
- Bab 277 Satu Lagi Yang Suka Berpikir Berlebihan.
- Bab 278 Keributan.
- Bab 279 Bertemu.
- Bab 280 Murid.
- Bab 281 Orang Penting
- Bab 282 Hongda Capital
- Bab 283 Nasihat
- Bab 284 Gagal Transaksi
- Bab 285 Persahabatan
- Bab 286 Minum-Minum
- Bab 287 Mabuk
- Bab 288 Mengumpulkan
- Bab 289 Membeli Cincin Berlian
- Bab 290 Memaksa Diri Berlagak Kaya
- Bab 291 Keluar Membantu
- Bab 292 Identitasnya
- Bab 293 Restoran
- Bab 294 Tersentuh
- Bab 295 Mengeluh
- Bab 296 Minta Maaf
- Bab 297 Pekerjaan
- Bab 298 Acara Selesai
- Bab 299 Membalas Budi
- Bab 300 Merayakan Keberhasilan
- Bab 301 Ide Baru
- Bab 302 Pengembangan
- Bab 303 Ancaman
- Bab 304 Serangan
- Bab 305 Jahat
- Bab 306 Tenang
- Bab 307 Terjebak Masuk
- Bab 308 Hasil Penyelidikan
- Bab 309 Tujuan Satu-satunya
- Bab 310 Pendapat Natalie Ning
- Bab 311 Harapan
- Bab 312 Pernah Digit Ular
- Bab 313 Bujukan
- Bab 314 Menangis
- Bab 315 Bertemu Orang Tua
- Bab 316 Pernikahan Kedua Juga Tidak Apa-apa
- Bab 317 Anggap Kamu Menyerahkan Diri
- Bab 318 Nasehat
- Bab 319 Orang Yang Terabaikan
- Bab 320 Kesempatan Besar
- Bab 321 Rahasia Yang Tersembunyi Akhirnya Akan Terbuka Juga
- Bab 322 Pulang Dibicarakan Lagi
- Bab 323 Makan Untuk Pertemanan
- Bab 324 Maaf
- Bab 325 Kenyataan
- Bab 326 Memaafkan
- Bab 327 Undangan
- Bab 328 Menuju Keluarga Li