Inventing A Millionaire - Bab 12 Pengganti

Ia bersikap bijak dan pergi menghindari pemandangan yang satu ini, lalu berpaling dan duduk di depan meja komputernya.

Ia seharusnya masih bisa menerima beberapa pesanan lagi untuk hari ini, Robert Huo tidak ingin menyia-nyiakan publikasi yang sudah ia lakukan.

Tidak lama kemudian, Natalie Ning menidurkan Gaby, berjalan menghampirinya dengan pakaian tidur yang tipis dan berkata,”Istirahatlah, aku akan melihatnya sejenak.”

“Tidak apa-apa, diriku yang di rumah ini juga tergolong sedang beristirahat, kamu pergi tidur saja,”ucap Robert Huo.

Natalie Ning menatapnya, lalu tiba-tiba berkata,”Seberapa baiknya jika kamu terus seperti ini.......”

Ia sangat berharap bahwa hal ini dapat menunjukkan bahwa ia tidak memilih suami yang salah, namun sayang sekali Shawn Li hanya terus membuatnya merasa kecewa.

Walaupun terjadi banyak sekali perubahan dalam dua hari ini, namun Natalie Ning tetap saja tidak percaya bahwa ia sudah sepenuhnya berubah.

Apakah semua ini hanya akan berlangsung untuk sementara atau dapat dipertahankan selamanya?

Robert Huo memahami rasa ragu yang muncul dalam hatinya, ia pun tersenyum dan berkata,”Tidak perlu berpikir terlalu jauh, kehidupanmu hanya akan terus membaik.”

“Semoga seperti itu.” Nataline Ning tidak memperebutkan hak atas Toko Taobao itu dengannya, karena ia tahu jelas, sekalipun ia duduk di sana, ia akan sulit sekali membalasnya dengan sangat baik sebagaimana Robert Huo melakukannya.

Setelah melirik ke arah sofa, Natalie Ning tiba-tiba bertanya,”Tidur sendirian di sofa sepertinya terasa sedikit dingin?”

Robert Huo tercengang, namun hatinya langsung tergerak, maksudnya adalah......

Jika dibicarakan secara terus terang, Natalie Ning tergolong cukup memikat, ia mempunyai aura dewasa yang umumnya sulit sekali ditemui pada seorang anak gadis, tubuhnya yang berliku itu membuatnya terlihat semakin tidak mirip seperti seorang wanita yang sudah pernah melahirkan.

Ia tergolong ke dalam wanita teratas diantara para wanita yang pernah Robert Huo temui.

Akhirnya, Natalie Ning mngulurkan tangan yang berada di punggungnya, melemparkan sebuah selimut dan berkata,”Walaupun ini adalah musim panas, namun sudah mulai memasuki musim gugur, berselimut akan terasa sedikit lebih hangat.”

Setelah selesai berbicara, Natalie Ning pun berpaling kembali ke kamarnya.

Saat melihat pintu kamar tertutup, Robert Hu tersenyum kusut, sepertinya tidak hanya Natalie Ning sendiri, ia sendiri juga berpikir terlalu berlebihan.

Tanpa menaruh permasalahan ini ke dalam pikirannya, Robert Huo pun akhirnya menstabilkan suasana hatinya dalam sekejap.

Karena sudah tidak meneruskan publikasinya pada sore hari tadi, lalu lintas klien yang sebelumnya didapatkan sudah berkurang cukup banyak, orang yang berkonsultasi juga sudah mulai berkurang.

Jika dihitung sejak dua hari yang lalu, ini sudah hari keempat di mana dirinya hidup kembali, berdasarkan fakta teori, ia seharusnya sudah bisa menemukan sedikit petunjuk di internet.

Lagipula, permasalahan kematian pewaris keluarga yang paling berbakat adalah sebuah permasalahan yang tergolong cukup besar.

Ia menemukan satu berita, namun isinya itu membuat Robert Huo tercengang melihatnya.

Judul dari berita ini adalah: “Kedatangan Keluarga Huo di kantor pusat Pearl Hotel pagi ini diragukan bersangkutan dengan masalah Pearl Corp. yang baru saja diakuisisi!”

Judul tersebut juga disertai oleh selembar foto yang terlihat sangat jelas.

Foto tersebut menampilkan Robert Huo yang sedang berjalan masuk ke dalam kantor pusat Pearl Hotel sambil dikelilingi oleh sekelompok orang.

Saat meliat wajah yang akrab di dalam foto tersebut, perasaan Robert Huo langsung menjadi berantakkan, kepalanya bahkan ikut terus mengiang.

Ia tidak pernah menyangka bahwa ia akan menemukan berita seperti ini pada hari keempat ia hidup kembali.

Dirinya masih belum mati?

Tidak, tidak mungkin!

Dirinya ini pasti sudah mati, jika tidak, bagaimana ia mungkin terlahir kembali di tubuh Shawn Li.

Terkecuali, dirinya bertemu dengan situasi yang serupa dengan “The Truman Show”, dimana orang-orang yang berada di sekelilingnya itu hanyalah aktor.

Namun The Truman Show hanyalah sebuah novel, walaupun ada banyak sekali aktor di dunia ini, namun sepertinya tidak memungkinkan sekali mengundang orang sebanyak itu hanya untuk mementaskan sebuah pertunjukan, lagipula, hal itu juga tidak perlu dilakukan.

Terutama rasa perhatian Gaby si gadis kecil itu terhadap ayahnya, itu benar-benar tidak mungkin palsu!

Jadi, di sini hanya ada satu kemungkinan.

Orang yang sudah membunuh dirinya itu sudah mempunyai rencana jahat sejak awal, bahkan sudah menemukan penggantinya.

Setelah dirinya meningeal, ia langsung menyuruh pengganti itu untuk melangkah maju dan terus menggunakan kekuatan pengaruhnya untuk menargetkan harta Keluarga Huo!

Mengesalkan!

Mata Robert Huo memerah, mouse yang berada di genggamannya itu juga tergenggam erat, hingga mengeluarkan suara gertak yang berlebihan.

Siapa!

Siapa yang memimpin semua ini!

Siapa yang menggunakan seorang penggantu untuk merebut semua hal yang seharusnya menjadi miliknya!

Robert Huo ingin sekali langsung bergegas pergi menuju ke rumah Keluarga Huo untuk menanyakannya, namun saat ia melihat orang yang berada di dalam foto tersebut, ia menghirup nafas yang dalam untuk beberapa kali, dan langsung kembali tenang.

Setelah mengunduh fotonya, membesarkan fotonya dan memperhatikannya untuk cukup lama, Robert Huo harus mengakui bahwa pengganti ini memiliki penampilan yang sangat mirip dengannya. Jika hanya menilai wajahnya, maka akan sulit sekali dibandingkan.

Terlebih lagi, hal yang dapat ia prediksi adalah, karena pelaku kejahatan di balik semua ini sudah memprediksi segalanya, maka selain dari pada penampilannya, penggantinya itu pasti juga sudah mempunyai persiapan diri yang sangat matang terhadap kebiasaannya sehari-hari, serta sikap dan nada bicaranya.

Sekalipun ia menirunya dengan sedikit perbedaan, namun tidak ada orang yang berani meragukannya, karena selain daripada orang yang sudah mengetahui kebenarannya, tidak akan ada orang yang menyangka bahwa bintang utama dari Keluarga Huo ini ternyata hanyalah barang palsu!

Setelah menatap fotonya untuk jangka waktu yang cukup lama, Robert Huo pun menutup jendelanya.

Ia perlahan bersandar pada punggung kursinya dan memejamkan matanya, pikirannya kemudian terus berputar cepat.

Pembunuhnya sudah menemukan penggantinya, tingkat kesulitannya untuk kembali ke rumah Keluarga Huo sepertinya terasa semakin sulit, apa yang harus ia lakukan sekarang ini supaya ia dapat menyelamatkan beberapa keadaannya?

Setelah berpikir cukup lama, Robert Huo pun terpikirkan akan sebuah cara.

Ia awalnya ingin berkembang secara perlahan, namun sepertinya ia sudah tidak bisa menghubungi Keluarga Huo lagi, kecepatannya ini sudah terlalu lambat.

Orang-orang yang pergi mendaki gunung bersama dengannya itu tidak hanya bermarga Huo, masih ada dua orang luar lainnya. Robert Huo sulit memastikan apakah kedua orang ini mungkin adalah pembunuhnya atau bukan.

Jika memang betul, maka keadaan Keluarga Huo saat ini pasti sedang sangat berbahaya!

Jadi, Robert Huo harus membangun hubungan dengan Keluarga Huo lebih cepat lagi.

Ketika teringat akan hal ini, cara yang paling mudah adalah, mencari sosok yang cukup besar, yang dapat menghubungi Keluarga Huo, lalu menggunakan kekuatannya untuk terbang lebih cepat lagi!

Alex Liao?

Robert Huo perlahan menganggukan kepalanya, walaupun kekuatan orang yang satu ini tergolong cukup baik, namun ia hanya pas-pasan untuk menarik perhatian, ia tidak cukup kuat untuk berdialog dengan Keluarga Huo.

Ia harus menemukan topangan yang lebih tinggi dibandingkan Alex Liao!

Pada saat sedang mengerutkan alisnya, pikiran Robert Huo tiba-tiba teringat akan seseorang.

Nova Ji!

Keluarga Ji tergolong sebagai lima puluh keluarga teratas di dalam negeri, aset keluarga mereka mencapai lima puluh miliyar yuan, berdasarkan apa yang Shawn Li ketahui, mereka memiliki selisih yang paling sedikit dengan Keluarga Huo.

Sama halnya dengan Keluarga Huo, Keluarga Ji juga terbagi atas banyak sekali keluarga samping, Nova Ji adalah keturunan salah satu cabangnya. Di antara para generasi muda di tengah keluarga cabang, ia memiliki kemampuan berbisnis yang paling baik, sehingga ia pun menjadi orang yang paling diperhatikan.

Orang seperti Shawn Li ini umumnya tidak akan mungkin mengenal Nova Ji, mereka berdua benar-benar berada pada dua level yang berbeda

Namun, ia sangat beruntung mendapatkan Natalie Ning sebagai istrinya, Natalie Ning dan Nova Ji kebetulan adalah teman sekamar pada masa kuliah, hubungan mereka juga tergolong cukup baik.

Pada saat Shawn Li mengalami benturan di dalam pekerjaannya dan melampiaskan emosinya di rumah, Nova Ji yang berinisiatif untuk menjadikannya sebagai supir pribadinya dan menggajinya sepuluh ribu yuan setiap bulannya.

Seorang murid tamat kuliah yang masih belum memiliki pengalaman bekerja sudah dapat dikatakan cukup hebat ketika ia bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji puluhan ribu yuan pada umur tiga puluh tahun. Namun Shawn Li tetap saja masih merasa tidak puas, ia selalu saja merasa bahwa pekerjaan sebagai supir ini terlalu terbatas dan terlalu rendahan.

Dia adalah seorang pria yang sangat ambisius, bagaimana ia mungkin mengendari mobil untuk seorang wanita setiap harinya?

Dalam menghadapi orang yang berimpian tinggi namun tidak memiliki kemampuan seperti Shawn Li, Nova Ji tidak terlalu baik dalam menanggapinya, ia juga sudah pernah mengomelinya beberapa kali. Jika bukan karena menghargai Natalie Ning, ia sepertinya sudah memecatnya sejak awal.

Akhirnya, Shawn Li terjatuh luka karena menaiki sepeda listrik, sudah dua bulan lamanya ia tidak pergi bekerja, juga tidak tahu apakah orang masih ingin memperkejakannya atau tidak.

Walaupun mempunyai kontak Nova Ji di ponselnya, namun Robert Huo tetap bersikap bijaksana and memutuskan untuk menyingkirkan dorongannya untuk meneleponnya.

Sekalipun waktu sudah sangat ketat, namun hanya akan berselisih satu mala mini.

Setelah berpikir sejenak, Robert Huo membuka jendela internet, lalu mencari kabar yang bersangkutan dengan Nova Ji.

Di dalam ingatan Shawn Li, ia bukannya terlalu paham mengenai Nova Ji, jika ia masih ingin bergantung kepada Keluarga Ji untuk mendapatkan bantuan, ia harus terlebih dahulu memahami titik kunci dari Nova Ji.

Setelah menyibukkan diri hingga tengah malam, Robert Huo akhirnya hanya beristirahat selama beberapa jam saja, pada keesokan pagi harinya, ia tetap saja mempersipakan sarapan pada waktu yang tepat.

Pangsit yang sudah ia persiapkan kemarin masih tersisa, makan makanan ini di pagi hari mungkin terdengar sedikit aneh, namun Gaby melahapnya dengan sangat enak dan terus memujinya.

Hari ini adalah akhir pekan, Gaby tidak perlu menghadiri kelas tambahan, secara teori, hari ini harusnya adalah hari dimana Robert Huo menemaninya seharian di rumah.

Karena ingin menghubungi Nova Ji, Robert Huo awalnya berencana menyuruh Natalie Ning untuk membawa anaknya, namun setelah ia pikirkan kembali, ia masih saja tidak mengatakannya.

Hubungannya baru saja sedikit membaik, jika ia langsung mengajukan permintaan yang “keterlaluan”, maka semua usahanya yang sebelumnya itu akan sia-sia.

Robert Huo berharap untuk memperbaiki hubungannya dengan Natalie Ning hanya karena ia paham bahwa identitas dirinya sendiri saat ini adalah Shawn Li.

Jika kedudukannya di dalam keluarga ini semakin stabul, maka identitas dirinya dapat semakin ia sembunyikan.

Pembunuh yang sudah membunuh dirinya sendiri masih belum dicek dengan jelas, semakin baik ia “menjalankan” identitas Shawn Li, maka ia akan semakin mendekati kebenarannya.

Novel Terkait

His Soft Side

His Soft Side

Rise
CEO
2 tahun yang lalu
Hei Gadis jangan Lari

Hei Gadis jangan Lari

Sandrako
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu
Unperfect Wedding

Unperfect Wedding

Agnes Yu
Percintaan
3 tahun yang lalu
Mendadak Kaya Raya

Mendadak Kaya Raya

Tirta Ardani
Menantu
2 tahun yang lalu
Dewa Perang Greget

Dewa Perang Greget

Budi Ma
Pertikaian
2 tahun yang lalu
Eternal Love

Eternal Love

Regina Wang
CEO
2 tahun yang lalu
My Lifetime

My Lifetime

Devina
Percintaan
2 tahun yang lalu
Sederhana Cinta

Sederhana Cinta

Arshinta Kirania Pratista
Cerpen
3 tahun yang lalu