Inventing A Millionaire - Bab 17 Sekuntum Bunga Magnolia

Sebelumnya, setiap kali perlu membuat sebuah keputusan kecil ataupun besar, Shawn Li selalu saja berkata “terserah”,”Kamu urusi saja”, ataupun jawaban sejenisnya.

Bagi seorang wanita, ini bukanlah jawaban yang mereka inginkan.

Sebagian besar wanita lebih suka ketika seorang pria membantu mereka dalam membuat sebuah keputusan.

Bukannya karena keputusan yang mereka pilih akan jauh lebih baik namun mereka senang dengan sejenis perasaan dimana mereka dapat bersandar kepada orang lain.

Robert Huo kini langsung memberikan sebuah jawaban yang jelas untuknya. Sekalipun ia menggunakan nada bertanya, namun hal itu hanya akan membuatnya merasa dihormati oleh dirinya.

Natalie Ning menatapnya dan perlahan mengatakan,”Baik.”

Robert Huo mengiyakannya, juga tidak banyak berbicara dan langsung berpaling menuju ke dapur. Tidak lama kemudian, ia pun mendengar suara potongan daging kambing yang saling bergesekkan dengan papan potong.

Suara ini membuat Natalie Ning merasa sangat tenang. Ia diam-diam berdoa di dalam hatinya, jika ini adalah sebuah mimpi, maka ia berharap ia dapat bangun sedikit lebih lama lagi.

“Kak, kak......”Eugene Ning terus memanggilnya. Saat Natalie Ning melihat ke arahnya, ia melirik ke arah dapur, lalu berkata,”Aku kira dia kini sudah jauh lebih baik dibandingkan di masa lalu, bagaimana kalau kita mencari waktu untuk pulang ke rumah sejenak? Jangan menilai ayah dan ibu hanya dari sikap mereka saja, mereka memang tajam dalam berbicara namun sebenarnya berhati lunak, mereka mungkin berkata tidak merindukanmu, anmun mereka sebenarnya merasa sangat rindu di dalam hati. Saat makan sosis bulan lalu, Ibu bahkan tidak sengaja berkata tidak tahu apakah kakamu masih makan sosis atau tidak, kalau tidak, bagaimana kepalaku yang satu ini bisa mengingat untuk memberikan sosis untukmu. Terlebih lagi, ayah bahkan memarahiku ketika aku mengantarkan sosis. Ia memarahiku bahwa aku selalu mengantarkan segalanya kemari, jika memang sudah memutuskan untuk memberikan, mengapa hanya memberikan tiga sosis, megnapa tidak mengantarkan semuanya saja? Sosis sebanyak itu adalah hasil dari tangannya sendiri. Ia mungkin terus memarahiku dengan menggunakan mulutnya, namun ia tidak pernah mengurangi satupun hal yang hendak diberikan kepadamu.”

Mata Natalie Ning memerah ketika mendengarnya, ia dapat membayangkan keadaan dimana ayahnya memarahinya, ia juga paham bahwa ayah dan ibunya tidak sesungguhnya ingin memutuskan hubungan dengan dirinya, mereka hanya merasa kurang puas dan berharap yang lebih baik untuk dirinya saja.

Harapan kedua orang tua itu terhadap putri yang satu ini sangat tinggi, tetapi kenyataannya sangat mengenaskan, sehingga mereka tentu saja merasa marah.

Natalie Ning memutuskan untuk tidak pulang bukan karena merasa takut mereka memarahinya, namun benar-benar merasa malu untuk menemui mereka.

Sekarang, Robert Huo sudah mengubah semua kesannya, namun Natalie Ning tetap saja masih tidak ingin pulang ke rumah semudah itu.

Ia khawatir semuanya akan kembali seperti sebelumnya, sebelum ia bisa memastikan suaminya sudah sepenuhnya membaik, maka dia akan menahan semua rasa sedih dan penantiannya itu di dalam dirinya sendiri.

“Bicarakan saja setelah beberapa waktu berlalu.” Natalie Ning menghapus air mata pada sudut matanya, lalu melihat ke arah laptotp dan bertanya dengan rasa penasaran,”Apa yang sedang kalian lakukan?”

“Membuka toko online!” saat berbiara mengenai hal ini, Eugene Ning pun langsung merasa bersemangat dan berkata,”Aku kini benar-benar mendapatkan harta karun, kusampaikan kepadamu, kakak ipar benar-benar sangat ahli dalam bidang berbisnis! Aku hari ini......”

Saat melihat sikap adiknya yang terus tidak bisa diam dan memujinya, Natalie Ning pun merasakan kesenangan yang tidak bisa ia deskripsikan.

Pada saat baru saja menikah, ia sudah pernah memimpikan akan ada suatu hari dimana semua orang memuji suaminya.

Mungkin ada orang yang juga berkata bahwa keangkuhan akan mendatangkan malapetaka, namun berapa orang yang tidak merasa sombong?

Sombong bukanlah sejenis dosa, sebaliknya akan mendorong seseorang untuk terus termotivasi bergerak maju.

Jika semua orang merasa puas dengan kehidupan mereka saat ini, bagaimana dunia dapat mengalami kemajuan.

Lima belas menit kemudian, mie dengan daging kambing yang hangat pun disajikan.

Tidak ada cara yang terlalu rumit, namun Robert Huo berhasil membuat setiap mangkuk mie daging kambing itu menjadi sangat menggiurkan.

Sayur bok choy yang hijau terlihat bertopang di samping daging kambing yang lembut, mie-mie yang berwarna putih terlihat seperti Mahua yang berbentuk mengguling. Dua tetes minyak yang membuat semua aroma bersatu memasuki hidungnya dan sepenuhnya tersebar.

Eugene Ning menghirup aromanya hingga mendalam, lalu mengambil sumpitnya dan langsung melahapnya. Ia terus makan dan tidak lupa untuk mengacungkan jempolnya,”Enak! Enak! Kakak ipar. Kemampuan memasakmu ini masih lebih hebat dibandingkan koki di restoran, aku tidak akan pulang ke rumah untuk makan lagi kedepannya, apapun yang kamu masak, mohon masak satu porsi lebih untukku.”

“Lihat penampilanmu yang serupa seperti hantu kelaparan ini, makanlah sedikit lebih pelan, tidak ada orang yang berebutan denganmu,”ucap Natalie Ning sambil tersenyum.

Senyumannya terlihat sangat menawan, serupa seperti bunga Magnolia yang membuat Robert Huo tidak bisa menahan diri untuk tidak melihatnya lebih lama lagi.

Natalie Ning berpaling dan menatap dirinya, lalu bertanya,”Kenapa kamu tidak makan, apa yang kamu lihat?”

“Kamu terlihat menawan saat tersenyum, benar-benar terlihat seperti bunga Magnolia yang langka,”ucap Robert Huo.

Natalie Ning tercengang, wajahnya kemudian terasa memanas, Shawn Li si kutu buku itu tidak pernah menyanjungnya seperti ini sebelumnya.

“Huh.......” Eugene Gaby dan Gaby berseru hingga membuat Natalie Ning merasa malu, lalu berkata,”Hu apanya hu. Makan!”

“Kamu juga harus makan, kamu sudah bekerja keras,”ucap Robert Huo yang kemudian menyerahkan sepasang sumpit kepadanya.

Lembut, perhatian, semua ini membuat Natalie Ning merasa dirinya seakan-akan sedang bermimpi.

Ia perlahan menundukkan kepalanya, mengambil sumpitnya, menggenggamnya, dan tidak bisa menahan diri hingga mengangkat kepalanya sedikit untuk melirik Robert Huo.

Saat menyadari tatapannya, Robert Huo tersenyum kepadanya.

Wajah Shawn Li awalnya memang tergolong tampan, namun ia terlalu kutu buku dan terlalu melankolis untuk waktu yang lama, sehingga membuatnya terlihat sedikit lemah gemulai.

Namun senyuman Robert Huo saat ini terlihat seperti sinar matahari. Seceria itu, berbeda dengan perasaannya sebelumnya.

Wajah Natalie Ning semakin memanas ketika melihat senyumannya, ia bergegas menundukkan keaplanya dan mulai melahap mie di dalam mangkuknya.

Namun dirinya yang tidak sepenuhnya fokus itu membuatnya sangat lambat melahapnya.

Setelah selesai makan, Eugene Ning yang masih ingin bermalas-malasan sedikit lebih lama akhirnya “diusir” oleh Robert Huo tanpa sedikitpun perasaan bersegan.

Pada saat Natalie Ning pergi mengantarnya, Eugene Ning naik ke atas mobil. Kepalanya mengulur ke arah luar jendela, melirik Robert Huo yang sedang merangkul Gaby di depan pintu, lalu berbisik kepada Natalie Ning,”Festival Pertengahan Musim Gugur akan segera tiba, kamu urusi saja kapan pulang. Ayah dan ibu benar-benar sangat merindukanmu.”

“Aku mengerti.” Eugene Ning menganggukan kepalanya dan berkata,”Berhati-hatilah di perjalanan pulang, jangan terlalu tergesa-gesa.”

“Tenang saja.” Eugene Ning tertawa sambil menyalakan mesin mobilnya, lalu pergi meninggalkannya

“Eugene ini anak yang sangat menarik, walaupun ia terlihat berpikir secara sederhana, namun hatinya sebenarnya berpikir sangat mendetil,”ucap Robert Huo.

Natalie Ning yang sudah kembali ke pintu menganggukan kepalanya dan berkata,”Sejak kecil sampai dewasa, ia sedikit lebih banyak menjaga diriku, aku yang merupakan kakaknya ini tidak terlalu membantunya.”

Saat melihat suasana hati Natalie Ning yang tidak terlalu baik, Robert Huo diam-diam mulai paham akan rasa depresinya di rumah. Segala jenis kata penghibur akan sia-sia pada saat ini, ada beberapa hal yang harus ia putuskan sendiri.

Setelah berpikir sejenak, Robert Huo berkata,”Ada satu kabar baik, penjualan toko hari ini mencapai empat puluh ribu yuan, uang yang dapat diterima setidaknya mencapai lima ribu yuan.”

Natalie Ning merasa terkejut, lalu mengangkat kepalanya dan menatapnya,”Benarkah? Sebanyak itu?”

“Tentu saja sungguhan, namun tingkat penambahan penjualan harian tidak cukup, kita sudah seharusnya memilih beberapa produk tambahan saat ini. Dalam dua hari kedepan, model yang benar-benar hangat akan segera dijual, penjualan hariannya pasti akan lebih meledak lagi,”ucap Robert Huo.

Natalie Ning tidak meragukannya, berdasarkan segala jenis pujian yang Eugene Ning berikan, ia sudah percaya bahwa suaminya benar-benar memiliki bakat dalam bidang bisnis.

Mungkin semua pekerjaan yang sebelumnya ia temukan itu tidak cocok dengannya.

Bagaimana mungkin orang yang ingin berdiri sendiri tiba-tiba menjadi anjing penggembala yang berada dibawah perintah orang lain.

“Ayah, apakah kamu berkata bahwa kamu sudah mendapatkan sangat banyak uang?” Gaby tiba-tiba mengangkat kepalanya dan bertanya.

“Betul.” Jawab Robert Huo sambil menganggukan kepalanya.

“Kalau begitu, bolehkah kita memesan kue sebesar ini di ulang tahunku di tahun ini?” Gaby membuka tangannya yang memberikan jarak setidaknya sepanjang delapan inci, yang umumnya hanyalah ukuran kue ulang tahun yang paling kecil.

Robert Huo tercengan dan menatap ke arah Natalie Ning.

Natalie Ning hanya tersenyum kusut,”Aku membelikan kue berharga dua puluh yuan untuk ulang tahunnya yang sebelumnya.”

Uang milik keluarga sudah dihabiskan oleh Shawn Li, dapat bertahan hidup saja sudah tergolong cukup baik, darimana lagi ia mungkin memiliki uang lebih untuk merayakan ulang tahun. Untung saja Gaby adalah seorang anak perempuan yang pengertian sehingga ia tidak menuntut terlalu banyak.

Saat melihat Natalie Ning yang tidak bisa menahan rasa sedihnya, Robert Huo diam-diam menghela nafasnya, ia menggendong Gaby, lalu tersenyum dan berkata,”Apakah kamu mengetahui cerita Hansel and Gretel?”

“Tahu, tahu, itu adalah dongeng Grimm Brothers, aku pernah melihatnya di toko buku sebelumnya!” Gaby mengangkat tangannya, daya ingatnya ini cukup mengejutkan, ia bahkan dapat dikatakan mengingat semua yang pernah ia lihat.

Novel Terkait

Menantu Luar Biasa Bangkrut

Menantu Luar Biasa Bangkrut

Menantu
2 tahun yang lalu
Anak Sultan Super

Anak Sultan Super

Tristan Xu
Perkotaan
2 tahun yang lalu
His Second Chance

His Second Chance

Derick Ho
Practice
2 tahun yang lalu
Kisah Si Dewa Perang

Kisah Si Dewa Perang

Daron Jay
Serangan Balik
2 tahun yang lalu
My Goddes

My Goddes

Riski saputro
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Blooming at that time

Blooming at that time

White Rose
Percintaan
3 tahun yang lalu
My Superhero

My Superhero

Jessi
Kejam
2 tahun yang lalu
Because You, My CEO

Because You, My CEO

Mecy
Menikah
2 tahun yang lalu