Inventing A Millionaire - Bab 202 Kedatangan Tamu

Pada saat ini, sekelompok kerabat masuk, Ferdi Ning dan Selina Yan berhenti membahas hal-hal di toko, bangkit dan menyapa: “Kakak ketiga, kakak ipar ketiga, ah, ini adalah kakak Marshella bukan....”

Yang datang adalah sanak saudara dari Keluarga Ning dan juga Keluarga Deng, mereka juga saling kenal.

Belasan orang masuk, membuat lantai pertama tiba-tiba penuh sesak.

Marshella Deng memiliki restoran, meskipun tidak sebesar yang disewa Robert Huo. Tapi itu juga bisa menghasilkan enam sampai tujuh puluh juta RMB setahun. Di antara kerabat keluarga Deng, dia adalah yang lebih sukses.

Dia memasuki toko, melihatnya dengan memandang sekeliling, melihat banyak orang datang, bertanya:"Siapa yang merancang toko ini ?"

Cornelia Deng berkata sambil tersenyum:"Shawn sendiri yang merancangnya, jangan lihat anak ini seperti kutu buku, tapi saat bekerja sangat... "

"Desain ini tidak bagus!"Marshella Deng menyela Cornelia Deng, sambil menunjuk ke dapur dan berkata:"Kamu lihat dapurnya terlalu besar, toko di lantai pertama menghabiskan enam puluh persen tempat. Hanya menyisakan sedikit tempat ini. Peralatannya banyak sekali, meja, kursi dan bangku hanya enam set, dan semuanya kecil-kecil. Bagaimana orang bisa duduk dan makan? Jangankan makan, kita semua ada di sini juga tidak ada tempat untuk duduk. Tidak, tidak, ini terlalu sempit, tidak ada gunanya.”

Beberapa kali berturut-turut mengatakan tidak, wajah Cornelia Deng menjadi hitam.

Dia berpikir bahwa saudara perempuannya ingin memuji, siapa yang tahu bahwa dia terus mengatakan ini tidak boleh, itu tidak boleh.

Ardi Ning berkata di samping: “Sebenarnya, ada banyak ruang di lantai dua bisa mengatur meja dan kursi.”

“Bagaimana bisa.”Marshella Deng tampak seperti berpengalaman berkata: “Membuka restoran, harus membiarkan para tamu makan dengan nyaman, orang-orang sekarang sangat malas, kamu menyuruhnya berjalan lebih dari dua langkah saja dia sudah tidak sudi, pasti suka makan di lantai satu. Kalau tidak ada urusan, naik ke lantai dua, saat pertama kali datang itu masih oke, untuk selanjutnya mereka tidak akan datang lagi. Itu tidak akan berhasil, harus diubah. Kakak, kamu tidak memberi tahu aku sebelumnya bahwa mereka membuka restoran, orang muda tidak memiliki pengalaman, kamu berkata sebelumnya, aku akan datang dan memberi mereka petunjuk, tidak akan membuat kesalahan tingkat rendah seperti itu.”

Cornelia Deng tidak senang dan berkata:"Orang muda punya ide anak muda, pengalamanmu membuka restoran, belum tentu cocok untuk mereka. Apalagi mereka ini membuat restoran pesan antar, tidak seperti kamu yang membutuhkan pelanggan untuk datang makan."

"Perkataanmu ini, kamu kira aku tidak tahu tentang pesan antar, restoran aku juga menawarkan pesan antar. Tapi bawa pulang dan makan di tempat tidak bertentangan, kamu tidak tahu, sulit untuk melayani pelanggan sekarang ini, dan mereka tidak ingin merasa sedikit tidak nyaman.” Marshella Deng memandang para koki yang sibuk di sana lagi dan bertanya:"Dan juga, kenapa mempekerjakan begitu banyak koki, apakah ada gunanya? Ada delapan koki di toko saja sudah cukup, toko kalian ini ada puluhan koki bukan, berapa banyak uang yang terbuang."

Wajah marah Cornelia Deng terlihat jelas, meminta mu datang ke sini untuk memberi selamat, bukan ke sini untuk mencari kesalahan.

Dengan begitu banyak orang di sini, semua kerabat dan teman, dia tidak ingin membuat adegan itu terlalu jelek.

Natalie Ning berjalan mendekat dan berkata: "Bibi kecil, kami memiliki energi yang terbatas sekarang, jadi kami hanya melakukan pesan antar. Meja dan kursi ini hanya untuk pelanggan yang ingin makan di sini sementara, bukan..."

"Bagaimana cara kerjanya? Ah, izinkan aku mengatakan bahwa kalian, kaum muda, tidak berpengalaman. Makan di tempat ini jauh lebih penting daripada dibawa pulang. Ketika orang datang ke toko kamu, mereka bisa merasakan suasananya. Bagaimana mereka bisa dibandingkan dengan pesan antar. Jika kamu tidak membuat restoran dengan baik, siapa yang ingin membeli makanan dibawa pulang?."Marshella Deng berkata:" Untuk toko baru seperti milikmu, jika kamu ingin menarik pelanggan, kamu harus mengeluarkan banyak uang untuk sumber promosi selama sebulan. Tidak bisa menghasilkan uang, masih harus kehilangan biaya promosi. Anak muda, kamu harus memperkuat dasarnya terlebih dahulu, jika restorannya belum siap, bagaimana kamu bisa membuat pesan antar?"

Seorang kerabat bertanya di sebelahnya:"Natalie, aku pikir bibi kamu benar. Bahkan jika kamu ingin membuat pesan antar, kamu harus mempromosikannya terlebih dahulu. Seperti toko yang baru di kota kita, semua toko ketika pembukaan menggunakan drum dan gong, yang bersedia mengeluarkan uang, akan mengundang artis, selebriti internet untuk datang bernyanyi dan bergabung untuk mendukung mereka.”

"Ya, tidak ada yang mendukung, tidak akan menarik orang untuk datang. Terlebih lagi, apa yang kamu masak adalah makanan diet. Bukankah ini sesuatu yang tidak mudah untuk dijual?"

"Aku sudah memakannya, rasanya tidak enak, tidak ada rasa, hanya kelihatannya enak. Kaum muda suka melakukan kesenangan semacam ini. Toko sebesar ini, uang sewa untuk setahun tidak sedikit bukan. Bagaimana jika rugi. Lebih baik biarkan bibi kamu mengajari kamu membuka restoran yang serius."

Sekelompok orang membicarakannya, Ardi Ning Cornelia Deng sangat kesal saat mendengarnya, tapi tidak bisa membantah mereka. Jika tidak, mereka akan mengatakan bahwa mereka picik. Tidak bisa mendengarkan pendapat apa pun.

Sebaliknya, Eugene Ning kesal, berdiri dan berkata,“Kakak ipar sangat pandai dalam berbisnis. Karena dia memilih untuk membuka toko ini, dia pasti akan bisa melakukannya dengan baik!”

“Eugene, ada apa denganmu? Tiba-tiba menyebut kakak ipar, aku tidak melihatmu begitu perhatian sebelumnya.”

“Apakah tidak ada pekerjaan dan ingin meminta makan?”

Sekelompok kerabat berkata dengan nada bercanda, Eugene Ning dengan marah ingin memaki mereka.

Hanya kerabat ini. Tidak tahu mengapa mencarinya, bukankah itu tidak menyenangkan bagi diri aku sendiri.

Natalie Ning merasa malu mendengarnya. Meskipun dia ingin menjelaskan kepada semua orang mengapa dia membuka toko ini, tetapi dia tidak ingin terlalu mencolok, jadi dia menarik Robert Huo dan berbisik:"Kamu jangan marah, mereka memang seperti itu, mulut mereka mengerikan.”

“ Tidak apa-apa, perkataan mereka , tetap tidak mengubah niat awal.”kata Robert Huo sambil tersenyum.

Ekspresi wajahnya sangat rileks. Natalie Ning juga lega melihat, mengetahui bahwa suaminya adalah orang dengan ambisi besar, dan seharusnya tidak terlalu peduli dengan kerabatnya.

Seiring waktu berlalu, semakin banyak kerabat dan teman yang datang untuk bergabung.

Beberapa tinggal, sementara yang lain pergi setelah mengucapkan selamat.

Daniel Huang dan yang lainnya juga datang kesini, awalnya dia ingin makan makanan diet, tapi sekarang para koki sibuk membuat order lebih dari 1.000 pesanan, jadi tidak ada waktu lagi buat mereka.

Hal ini tentu saja membuat Marshella Deng dan lainnya bertanya-tanya, ada orang yang mau makan dan kalian tidak punya waktu. Lalu bagaimana dengan tamu yang benar-benar datang nantinya?

Mengabaikan makan di tempat untuk dibawa pulang, ini membuang-buang uang!

Di antara orang-orang ini, Marshella Deng adalah"ahli" di industri katering dan paling banyak berbicara.

Begitu dia mengkritik, seseorang akan setuju, membuat Ardi Ning dan Cornelia Deng marah.

Pada akhirnya, Cornelia Deng tidak bisa menahan diri untuk berkata:“Kamu kurangilah berbicara, apakah ini milikmu?”

Marshella Deng mendengar ketidakpuasannya, dan berkata tidak senang:“Kakak, apa yang kamu katakan, aku melakukan ini untuk mereka berdua, jadi bantu saja idenya. Jika diganti dengan orang lain, meskipun dia berbisnis dengan rugi, aku terlalu malas untuk mengontrol, bagaimana kamu bisa tidak melihat kebaikanku.”

Perkataan sudah di ucapkan, Cornelia Deng juga tidak berencana untuk menyembunyikannya. Berkata:"Tidak tahu kebaikan hati orang-orang, kamu mencari kesalahan begitu kamu memasuki pintu. Hari ini adalah hari pertama pembukaan. Menyuruh kalian datang untuk bergabung dan meningkatkan popularitas. Kamu selalu berkata ini tidak boleh, itu tidak boleh..."

Melihat dua saudara yang bertengkar ini. Kerabat di samping keluar untuk membujuk.

Marshella Deng dengan marah berkata:“Lupakan saja, aku tidak akan mengatakannya, jika nanti membuat kerugian, kamu akan tahu siapa yang baik kepada kalian!”

“Kamu masih mengatakannya!”Cornelia Deng memelototinya.

Pada saat ini, mobil lain datang dan berhenti di depan pintu, seorang kerabat melihatnya. Dengan cepat berkata:“Baiklah, kalian berhenti bicara, sepertinya ada orang datang, kalian pergi menyambutnya.”

Ardi Ning menarik Cornelia Deng, tidak cukup waktu untuk pergi, mendengar suara Novi Ji:“Natalie, kamu Bos besar tidak keluar untuk membantuku!"

Natalie Ning keluar dengan tergesa-gesa ketika dia mendengarnya, tetapi melihat Novi Ji mengeluarkan karangan bunga besar dari bagasi. Ada berbagai macam bunga, dan ada sebuah kotak transparan yang berisi sapi emas kecil, yang berukuran sebesar telapak tangan.

“Mengapa membeli begitu banyak bunga?”Kata Natalie Ning.

"Bukankah kamu suka bunga? Aku tidak tahu hadiah apa yang akan diberikan padamu, jadi aku membeli ini,"kata Novi Ji.

Robert Huo juga keluar untuk menyambutnya, dan ketika dia melihatnya, Novi Ji mendengus, dan berkata,"Asisten Li, setiap hari kamu tidak serius bekerja, sungguh tidak menganggap GM mu ini. Hari ini karena Natalie, aku hanya akan memotong setengah hari gajimu.”

“Terima kasih, GM Ji, silahkan masuk.”Kata Robert Huo sambil tersenyum.

Dia memiliki sikap yang lebih baik, jadi Novi Ji mengikutinya masuk.

Sekelompok kerabat di toko memperhatikan arah para pengunjung, pertama mereka melihat karangan bunga besar yang dipegang oleh Robert Huo, dan kemudian mereka melihat sapi emas kecil yang dipegang oleh Natalie Ning.

“Halo paman dan bibi.” Novi Ji menyapa Ardi Ning dan Cornelia Deng dengan sangat sopan.

Novel Terkait

My Cute Wife

My Cute Wife

Dessy
Percintaan
2 tahun yang lalu
Cinta Tapi Diam-Diam

Cinta Tapi Diam-Diam

Rossie
Cerpen
3 tahun yang lalu
Harmless Lie

Harmless Lie

Baige
CEO
3 tahun yang lalu
Nikah Tanpa Cinta

Nikah Tanpa Cinta

Laura Wang
Romantis
2 tahun yang lalu
Waiting For Love

Waiting For Love

Snow
Pernikahan
3 tahun yang lalu
The Serpent King Affection

The Serpent King Affection

Lexy
Misteri
3 tahun yang lalu
Cinta Adalah Tidak Menyerah

Cinta Adalah Tidak Menyerah

Clarissa
Kisah Cinta
3 tahun yang lalu
The Campus Life of a Wealthy Son

The Campus Life of a Wealthy Son

Winston
Perkotaan
2 tahun yang lalu