Inventing A Millionaire - Bab 18 Kerepotan Nova Ji
Robert huo tersenyum mengelus hidungnya, lalu berbicara dengan ekspresi memanjakannya,”Pada hari ulang tahun tahun ini, ayah akan membuatkan sebuah kue cokelat bertingkat yang sangat besar, supaya kamu kenyang melahapnya!”
“Benarkah?”
“Benar!”
“Kalau begitu, apakah aku boleh mengundang teman-temanku untuk datang?”
“Tentu saja boleh.”
“Kalau begitu, kita harus berjanji!”
“Janji!”
Ketika melihatnya mengulurkan jempolnya dan menempelkannya bersamaan dengan jempol ayahnya, Natalie Ning pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Hansel and Gretel memang adalah dongeng Grimm Brothers, ia juga pernah melihatnya sebelumnya, dongeng tersebut menceritakan dua anak penebang yang menemukan sebuah rumah yang terbuat dari kue cokelat di tengah hutan. Hingga akhirnya ditangkap oleh seorang penyihir.
Dongeng tersebut sangat menarik, ceritanya mendeskripsikan banyak sekali hal-hal yang sudah diinginkan oleh orang-orang pada masa kecil mereka.
Namun itu masih terlalu sulit diwujudkan.
Setidaknya Natalie Ning tidak merasa bahwa keluarganya memiliki kemampuan ini, dimana ia bisa menggunakan coklat kue dan membentuknya sebagai rumah sebagai hadiahnya.
Saat berjalan masuk ke dalam rumah, Robert Huo lanjut berkata,”Oh iya, aku akan pergi menyupiri Nova Ji mulai besok.”
“Nova? Dia sudah menghubungimu?”Tanya Natalie Ning.
“Ia sudah datang kemari hari ini, kamu kebetulan sedang tidak ada di rumah,”jawab Robert Huo.
Natalie Ning hanya menjawab oh, lalu menganggukan kepalanya dan berkata,”Kalau begitu pergilah, namun bagaimana dengan toko onlinenya?”
“Jika kamu bersedia, kamu boleh mengundurkan diri dan melakukan siaran langsung di Taobao. Persyaratan untuk melakukan siaran langsung tidak setinggi pembalasan. Pekerjaan yang satu ini lebih mudah. Ketika saatnya tiba, aku bisa membuat sedikit rencana kegiatan untukmu, publisitas dapat dilakukan setelah aku pulang ke rumah,”ucap Robert Huo.
Natalie Ning tidak mengelak, ia memiliki sedikit rasa trauma terhadap kehidupan.
Walaupun Robert Huo kini bersikap sangat baik, namun beban dalam hati Natalie Ning belum sepenuhnya terlepas, ia masih merasa sedikit sulit menerima keadaan jika ia harus langsung mengundurkan diri dari pekerjaannya.
Robert Huo juga tidak memaksa dan berkata,”Tidak apa-apa jika kamu memang tidak ada waktu, toko tak berawak saat ini benar-benar cukup baik, walaupun akan sedikit berefek pada penjualan harian, namun kita dapat mengadakan promosi untuk mengambil kembali penjualannya.”
“Bahas saja setelah beberapa hari nanti, gaji akan segera dikirimkan akhir bulan nanti,”ucap Natalie Ning sambil perlahan menundukkan kepalanya.
Robert Huo tentu saja memahami keraguannya, sehingga ia juga tidak berbicara lebih lagi.
Satu malam yang hening pun berlalu, pada keesokan pagi harinya, Robert Huo mempersiapkan semuanya.
Setelah kedua ibu dan anak itu selesai makan, ia berinisiatif untuk mengantar Gaby pergi bersekolah, supaya Natalie Ning tidak perlu berputar terlalu jauh.
Natalie Ning kini sudah tidak menolaknya, sebagai seorang ayah, Shawn Li tentu saja mempunyai hak, juga mempunyai kewajiban untuk mengantar anaknya ke sekolah.
Namun, mereka langsung terkejut ketika melangkah keluar, sebuah mobil Maybach terlihat sedang berhenti di pinggir jalan.
Nova Ji beranjak turun dari mobil dan melambaikan tangannya ke arah Natalie Ning.
Natalie Ning berjalan menghampirinya dan bertanya,”Mengapa kamu datang kemari?”
“Datang untuk menemui Nona Besar Ning, apakah kamu hendak pergi berangkat bekerja?” Tanya Nova Ji.
“Hmm, kamu......” Natalie Ning menatapnya, lalu menatap ke arah Robert Huo yang berada di sampingnya dengan perasaan kebingungan,”Apakah kamu mungkin datang untuk menunggunya?”
“Untuk apa aku menunggunya.” Nova Ji mengelaknya secara tidak sadar, lalu berkata,”Supirku kebetulan tiba-tiba mempunyai urusan, ia kebetulan mulai bekerja hadi ini, jadi aku hanya membantunya mengendarai mobilnya kemari. Apakah Gaby ingin berangkat bersekolah? Kebetulan sekali, aku yang mengantarnya saja.”
“Tidak perlu, kalian harus lebih mementingkan pekerjaan, aku yang akan mengantarnya pergi bersekolah saja.” Natalie Ning menggelengkan kepalanya, lalu menatap ke arah Robert Huo dan memerintahkannya,”Pergi bekerja dengan baik, Nova sudah membantu kita cukup banyak, jangan terus merepotkannya lagi.”
“Aku mengerti,”Robert Huo menganggukan kepalanya.
“Sampai jumpa, Ayah, sampai jumpa, Bibi Ji!” Gaby berinisiatif naik ke sepeda listrik dan melambaikan tangannya ke arah mereka berdua.
Saat melihat kedua perempuan itu pergi dengan menggunakan sepeda listrik, Nova Ji melirik Robert Huo dan berkata,”Apakah kamu tidak merasa malu?”
Robert Huo tercengang,”Malu apa?”
“Sampai usianya saat ini, kamu masih saja membiarkan istrimu menaiki sepeda listrik menghadapi angin dan teriknya matahari, bisa-bisanya kamu bertanya malu apanya? Wanita cantik seperti Natalie ini seharusnya menaiki Benz atau BMW, memakai riasan wajah yang mahal, membeli tas bermerek, apakah kamu tidak takut akan ada suatu hari dimana ia direbut oleh lelaki lain.”
Robert Huo kini baru memahami maksudnya, ia pun tersenyum dan berkata,”Benz dan BMW bukanlah apa-apa, aku mungkin saja menggunakan pesawat pribadi untuk mengajak mereka berdua pergi berlibur ke Hawaii.”
Selama ia dapat kembali mengendalikan Keluarga Huo, pesawat pribadi itu hanyalah sebuah urusan kecil.
Namun Nova Ji tidak memahami hal yang satu ini, ia hanya mengerutkan bibirnya dan berkata,”Lelaki memang mahir menyombongkan diri.”
Setelah selesai berbciara, Nova Ji pun naik ke atas mobil.
Robert Huo juga tidak terus menunda, lalu berjalan ke kursi pengemudi. Ia mengikat sabuk pengamannya sambil bertanya,”Ke mana kita akan pergi sekarang?”
“Tentu saja ke perusahaan, apakah mungkin pulang ke rumah?” Ucap Nova Ji dengan nada tidak senang.
Robert Huo juga tidak banyak berbicra, ia langsung menginjak pedal gas dan berkendara dengan stabil.
“Aku sudah melaksanakan hal-hal yang kamu bicarakan, namun sampai saat ini, Perusahaan Dagang Donglai masih belum menghubungiku. Sebaliknya, aku mendapat kabar bahwa mereka sedang menghubungi pesawat kargo menuju ke Xiangjiang.” Nada bicara Nova Ji terdengar tenang, namun tetap saja membuat orang lain menyadari rasa tidak tenang dan rasa kesal yang tersembunyi di balik nada bicaranya.
Terlihat jelas bahwa Perusahaan Dagang Dongla tidak berkompromi hanya karena tekanan yang ada seperti apa yang Robert Huo katakan, hal ini membuat Nova Ji merasa bahwa ia mungkin saja membuat sebuah kesalahan yang sangat besar.
Robert Huo mengendalikan setir mobil dengan mahir melewati sebuah jalan sambil berkata,”Kamu mungkin kurang memahami Perusahaan Dagang Donglai, mereka dapat berkembang menjadi sebuah perusahaan besar dalam waktu sepuluh tahun yang singkat bukan karena hanya bergantung kepada harga barang yang sesungguhnya. Sejujurnya, kualitas produk mereka memang cukup baik, namun pertambahan penjualan setiap tahunnya itu terjadi karena mereka senang menggunakan tak-tik kecil seperti ini ketika sedang berbisnis. Karena mereka mampu melakukannya secara rahasia, maka tidak banyak orang yang mengetahuinya sampai saat ini. Ditambah lagi dengan sikap mereka yang tidak terlalu serakah, dimana mereka hanya meninggikan sepuluh hingga dua puluh persen harganya, sekalipun kalian menyadarinya, tetapi kalian juga tidak akan terlalu mempermasalahkannya. Jadi kamu hanya perlu menunggu dengan tenang, jika mereka sudah meninggikan harganya, maka mereka sudah berencana untuk menjualnya kepada kalian.”
Nova Ji mengerutkan alisnya dan bertanya,”Mengapa kamu bisa berbicara seakan-akan kamu sangat memahami Perusahaan Dagang Donglai? Apakah kamu juga mengeceknya di internet?”
“Aku mendengarnya dari temanku,”jawab Robert Huo.
Sebenarnya, pada saat Robert Huo berkeliaran sendirian, ia pernah saling menyapa dengan Perusahaan Dagang Donglai dan mengetahui semua tak-tik kecil mereka ini.
“Kamu mempunyai teman yang memahami rahasia bisnis Perusahaan Dagang Donglai?” Nova Ji terlihat tidak mempercayainya.
Robert Huo tidak berniat untuk menjelaskannya, Nova Ji juga tidak terus mempertanyakannya, setelah beberapa saat, ia hanya berbicara dengan nada rendah,”Jika aku kehilangan pesanan kali ini, aku mungkin saja akan diturunkan dari jabatanku, aku akan memperhitungkannya denganmu ketika saatnya tiba.”
Robert Huo tersenyum dan tidak berbicara lagi.
Memperhitungkannya ataupun tidak adalah permasalahan nanti. Nova Ji kini sudah menjalankannya, ia tidak akan mungkin mengundurkan diri semudah itu. Jika tidak, bagaimana ia mungkin hanya menggunakan kata-kata untuk mengancamnya.
Seiring dengan jalur yang berada dalam ingatannya, mereka pun tiba di perusahaan dengan lancar.
Saat Nova Ji baru saja berjalan masuk ke dalam kantor, bahkan belum sempat duduk, pintu ruang kerja didorong dengan kuat, seorang pria berumur tiga puluh tahunan berjalan masuk dengan aura yang ganas.
Lelaki ini langsung berjalan ke depan hadapan Nova Ji, dan langsung mengomelinya,”Apa yang kamu lakukan? Mengapa kamu menyuruh orang untuk sembarangan menyebarkan kabar burung, kamu berkata bahwa aku menghubungi pemasok lain hanya untuk menekanmu? Kamu ini melakukan pemfitnahan! Aku sudah melaporkannya ke kantor pusat perusahaan, kamu hanya perlu menunggu dihukum saja!”
Dia adalah salah satu generasi penerus keluarga inti Ji, Charles Ji yang merupakan Vice GM perusahaan.
Dia jelas-jelas adalah keturunan keluarga inti, namun ia hanya bisa menjadi Vice GM yang berada di bawah Nova Ji yang merupakan keturunan dari keluarga cabang, ini benar-benar membuat Charles Ji merasa sangat tidak senang.
Ia akhirnya sudah menemukan kesempatan, sehingga ia tentu saja akan menggapainya dengan baik.
“Aku hanya berpikir demi keuntungan perusahaan, aku bisa menjelaskan detilnya kepadamu,”ucap Nova Ji, ia ingin menyampaikannya lebih awal kepada Charles Ji kemarin, namun lelaki ini terus-menerus tidak berada di perusahaan, ia juga tidak bisa dihubungi.
“Tidak perlu menjelaskannya kepadaku, apakah kamu kita aku tidak tahu, Perusahaan Dagang Donglai tidak menyetujui pembeliannya dan kamu hanya ingin menggunakanku sebagai tamengnya? Berhentilah bermimpi!” Charles Ji tersenyum dingin dan berkata,”Aku sudah menyuruh orang untuk mengirimkan pesannya ke Perusahaan Dagang Donglai bahwa kita tidak akan menghubungi pemasok lain, jika kamu tidak bisa menaklukkan Perusahaan Dagang Donglai, maka kamu hanya perlu menunggu dipecat saja!”
Setelah selesai berbicara, Charles Ji berpaling meninggalkan ruang kerjanya tanpa memberikan Nova Ji sedikitpun kesempatan untuk berbicara.
Sedangkan Nova Ji juga tidak memanggilnya, ia hanya mengerutkan alisnya seakan-akan merasa sedikit khawatir.
Tujuan Charles Ji ini sangat jelas, tidak peduli apapun yang Nova Ji lakukan, dia tidak akan membantunya dan hanya akan semakin menjatuhkannya.
Nova Ji bertanggung jawab atas pembelian kali ini, jika bahan bakunya tidak berhasil dibeli, maka ini adalah kesalahan besar Nova Ji, ketika saatnya tiba, menyerangnya kembali juga akan menjadi sulit. Mengenai menghubungi pemasok lainnya, Nova Ji akan menjelaskannya setelah permasalahannya selesai.
Novel Terkait
Half a Heart
Romansa UniverseSee You Next Time
Cherry BlossomAwesome Husband
EdisonSuami Misterius
LauraKamu Baik Banget
Jeselin VelaniLoving Handsome
Glen ValoraThat Night
Star AngelInventing A Millionaire×
- Bab 1 Tiba-Tiba Mendapat Istri
- Bab 2 Perubahan Sang Suami
- Bab 3 Hidangan Lezat
- Bab 4 Menghasilkan 2000 RMB Dalam 1 Hari
- Bab 5 Adik Ipar Pemarah
- Bab 6 Jasa
- Bab 7 Berkat Dia
- Bab 8 Metode Pemasaran
- Bab 9 Tentukan 1 Tujuan Kecil
- Bab 10 Pendekatan Dengan Adik Ipar
- Bab 11 Harmonis
- Bab 12 Pengganti
- Bab 13 Nova Ji
- Bab 14 Berpura-pura Mengerti
- Bab 15 Berhasil
- Bab 16 Cara-Cara Manusia
- Bab 17 Sekuntum Bunga Magnolia
- Bab 18 Kerepotan Nova Ji
- Bab 19 Ikuti Saja Alurnya
- Bab 20 Ini Adalah Orang Berbakat
- Bab 21 Menghina
- Bab 22 Howard Xia
- Bab 23 Kode
- Bab 24 Membandingkan
- Bab 25 Tidak Bisa Apa-Apa
- Bab 26 Jarak yang Semakin Dekat
- Bab 27 Kesenangan Keluarga Inti
- Bab 28 Berbeda Dari Biasanya
- Bab 29 Menjadi Perwakilan
- Bab 30 Menampar
- Bab 31 Harus Ada Kharisma
- Bab 32 Niat
- Bab 33 Ingin Pulang
- Bab 34 Reaksi Orangtua
- Bab 35 Jalan Buntu
- Bab 36 Sebuah Lelucon
- Bab 37 Mandul
- Bab 38 Menyulitkan
- Bab 39 Kamu Tidak Mengerti
- Bab 40 Perdebatan
- Bab 41 Bertoleransi
- Bab 42 Mengancam
- Bab 43 Rencana Akuisisi
- Bab 44 Berkunjung
- Bab 45 Marah
- Bab 46 Membantu
- Bab 47 Menegur
- Bab 48 Buah sebanyak 3000 kg
- Bab 49 Kualitas Super Tinggi
- Bab 50 Keterkejutan Di Dalam Hati
- Bab 51 Satu Meja Makanan Dan Wine
- Bab 52 Berlomba Minum Wine
- Bab 53 Aturan
- Bab 54 Tempat Penuh Cinta
- Bab 55 Akrab Sejak Awal Bertemu
- Bab 56 Dunia
- Bab 57 Kepedulian Seorang Ayah
- Bab 58 Dipermalukan
- Bab 59 Apa Kamu Gila
- Bab 60 Membujuk
- Bab 61 Hak GM
- Bab 62 Sebuah Kejadian
- Bab 63 Harapan Sang Gadis
- Bab 64 Hidup Sebagai Orang Biasa
- Bab 65 Tipikal Kegagalan
- Bab 66 Kemampuan
- Bab 67 Kesepian
- Bab 68 Bantuan
- Bab 69 Pemikiran Yang Berbahaya
- Bab 70 Kerinduan Anak
- Bab 71 Perhatian
- Bab 72 Kegiatan Toko Buah
- Bab 73 Kamu Harus Belajar Darinya
- Bab 74 Pertemuan
- Bab 75 Menampar Wajah
- Bab 76
- Bab 77 Tersenyum Sampai Akhir
- Bab 78 Kabar
- Bab 79 Berangkat Menuju Ibu Kota Provinsi
- Bab 80 Mempersulit
- Bab 81 Pencemaran Nama Baik
- Bab 82 Memutarbalikkan Keadaan
- Bab 83 Pembalasan Dendam Seorang Pria
- Bab 84 Tidur Di Tempat Tidur Yang Sama
- Bab 85 Saling Menyapa Sebagai Saudara
- Bab 86 Bertemu.
- Bab 87 Berubah.
- Bab 88 Targetnya Berubah.
- Bab 89 Pinjamkan Dan Dipinjamkan.
- Bab 90 Rekaman.
- Bab 91 Berbicara.
- Bab 92 Orang Yang Tidak Seharusnya Kamu Ganggu.
- Bab 93 Tersentuh.
- Bab 94 Psikiater.
- Bab 95 Buku.
- Bab 96 Mengundang
- Bab 97 Orang Keluarga Huo
- Bab 98 Menjebak
- Bab 99 Puas
- Bab 100 Mengagumi
- Bab 101 Kecelakaan
- Bab 102 Hubungan
- Bab 103 Memberi Kompensasi
- Bab 104 Tamu Profesor
- Bab 105 Mimpi
- Bab 106 Kalah Dengan Sangat Cepat
- Bab 107 Orang Yang Menjijikan
- Bab 108 Tamparan
- Bab 109 Thiago Huo Yang Meragukan Kehidupannya
- Bab 110 Minta Maaf
- Bab 111 Omong Kosong Yang Tidak Menyelesaikan Masalah
- Bab 112 Hubungan Kerja Sama Yang Baru
- Bab 113 Dendam Dan Kebencian
- Bab 114 Pemandangan Yang Indah
- Bab 115 Siapa Sih Psikolognya
- Bab 116 Stella Yue Menghilang
- Bab 117 Psikologi Lego
- Bab 118 Keluarga
- Bab 119 Tidak Akan Meninggalkannya
- Bab 120 Mencairkan Cek
- Bab 121 Kesombongan
- Bab 122 Meredakan Kemarahan
- Bab 123 Kebaikan Yang Besar
- Bab 124 Tidak Serakah
- Bab 125 Siapa Dia?
- Bab 126 Dua Kelebihan
- Bab 127 Persiapan
- Bab 128 Ancaman
- Bab 129 Tenang
- Bab 130 Dia Datang
- Bab 131 Orang Gila
- Bab 132 Ajaran Leluhur
- Bab 133 Tidak Bisa Menjadi Teman
- Bab 134 Bercandaan Apa Yang Kamu Katakan
- Bab 135 Event Baru
- Bab 136 Berita Buruk
- Bab 137 Generasi Jahat
- Bab 138 Sekelompok Orang Jahat
- Bab 139 Aktor
- Bab 140 Rapat
- Bab 141 Kamu Jangan Keterlaluan
- Bab 142 Syarat
- Bab 143 Sebuah Jalan
- Bab 144 Moris Liu
- Bab 145 Tanpa Penyesalan
- Bab 146 Tanda-Tanda
- Bab 147 Akar Masalah
- Bab 148 Pihak Yang Banyak Bebicara Dipukuli
- Bab 149 Sebelum Badai Tiba
- Bab 150 Terlalu Mengenaskan
- Bab 151 Satu Kesulitan Yang Ditambah Dengan Banya Kesulitan Lainnya
- Bab 152 Topangan Yang Jatuh Akan Berdampak Pada Orang Disekitarnya
- Bab 153 Segala Jenis Cobaan
- Bab 154 Aku Mau Dua Ratus Juta
- Bab 155 Kuota Dirut
- Bab 156 Hasil
- Bab 157 Memberikan Bunga
- Bab 158 Menjauh
- Bab 159 Tidak Nyaman
- Bab 160 Kegiatan Dimulai
- Bab 161 Orang Yang Paling Akrab.
- Bab 162 Bercanda
- Bab 163 Aku Ingin menjadi Pemilik Saham.
- Bab 164 Kenalan Dekat.
- Bab 165 Kamu Bisa Menghasilkan Berapa Banyak.
- Bab 166 Harapan Baru
- Bab 167 Acara Reuni Kelas
- Bab 168 Tatapan Aneh
- Bab 169 Memesan Bir
- Bab 170 Sangat Suka
- Bab 171 Menyaksikan Kemesraan
- Bab 172 Pendapatan
- Bab 173 Nicho Huo
- Bab 174 Balas Dendam Berikutnya
- Bab 175 Kemalangan yang Tidak Terduga
- Bab 176 Transaksi
- Bab 177 Menyelidiki
- Bab 178 Khawatir
- Bab 179 Berantakan
- Bab 180 Plat Nomor Kendaraan
- Bab 181 Kebebasan
- Bab 182 Memeriksa Mobil
- Bab 183 Tidak Bisa Kabur
- Bab 184 Alex Liao Yang Bingung
- Bab 185 Bukti Kesalahan
- Bab 186 Memikirkan Keuntungan Masa Depan
- Bab 187 Menggali Kuburan Sendiri
- Bab 188 Bantuan
- Bab 189 Tidak Masuk Akal
- Bab 190 Kamu Tidak Pergi, Aku Yang Pergi
- Bab 191 Tahu Sopan Santun Tidak
- Bab 192 Segera Pindah
- Bab 193 Profesior Mengalami Kecelakaan
- Bab 194 Memarahi
- Bab 195 Trik Pahit
- Bab 196 Kesibukan
- Bab 197 Menyewa Teater Menonton Film
- Bab 198 Berbohong
- Bab 199 Dicuri
- Bab 200 Meminta Maaf
- Bab 201 Sanak Saudara
- Bab 202 Kedatangan Tamu
- Bab 203 Terkejut
- Bab 204 Siapa Dia
- Bab 205 Sudah Mati Rasa
- Bab 206 Hadiah Terbaik
- Bab 207 Dia Itu Alex Liao
- Bab 208 Bingung
- Bab 209 Saran
- Bab 210 Muntah Darah
- Bab 211 Kemunafikan Dunia
- Bab 212 Ekspansi
- Bab 213 Keterkejutan Nova Ji
- Bab 214 Perubahan Sikap
- Bab 215 Pemilik Perusahaan Yang Baru
- Bab 216 Ide
- Bab 217 Perusahaan Diet
- Bab 218 Rapat Umum Pemegang Saham
- Bab 219 Mencintai Dan Menghormati
- Bab 220 Hatinya Tergerak
- Bab 221 Petunjuk
- Bab 222 Memalukan
- Bab 223 Zila Tang
- Bab 224 Masalah Keluarga Huo
- Bab 225 Jaga Tubuhmu Agar Tetap Hangat
- Bab 226 Tidak Bisa Diobati
- Bab 227 Kompeten dan Tangkas
- Bab 228 Merugi
- Bab 229 Pilih Satu Saham
- Bab 230 Pengikut
- Bab 231 Penutupan Kenaikan Harga Saham
- Bab 232 Bertemu Dengan Zila Tang Lagi
- Bab 233 Arena Balap
- Bab 253 Situasi Yang Tidak Baik
- Bab 254 Krisis
- Bab 234 Memilih Mobil
- Bab 235 Penghinaan
- Bab 236 Menyelip
- Bab 237 Kecelakaan
- Bab 235 Tamparan Yang Familiar
- Bab 239 Masalah
- Bab 240 Saling Memuji
- Bab 241 Kabar Baik Dan Buruk
- Bab 242 Pemerasan
- Bab 243 Orang Bodoh Yang Mengantarkan Uang
- Bab 244 Memulai Dari Awal
- Bab 245 Pekerjaan Kayu
- Bab 246 Koneksi
- Bab 247 Kata Sandi
- Bab 248 Meninggalkan
- Bab 249 Warisan
- Bab 250 Berpendidikan Dan Bisa Bela Diri
- Bab 251 Tidak Pantas
- Bab 252 Acara Besar
- Bab 255 Kunjungan
- Bab 256 Jalan
- Bab 257 Latar Belakang Yang Mengejutkan
- Bab 258 Ekspansi
- Bab 259 Membeli Mobil
- Bab 260 Tunggu Menangis
- Bab 261 Bos Besar Datang
- Bab 262 Kebenaran
- Bab 263 Mengembalikan Dan Menganti Rugi Sebanyak 3 Kali Lipat
- Bab 264 Meminum Anggur
- Bab 265 Amnesia
- Bab 266 Mencegah Lebih Baik Daripada Mengabaikan
- Bab 267 Perenungan
- Bab 268 Tambahan Uang
- Bab 269 Rasa Simpati
- Bab 270 Popularitas
- Bab 271 Iri Hati
- Bab 272 Beruntung
- Bab 273 Petarungan Tiga Prajurit Dengan lü Bu
- Bab 274 Firasat Buruk
- Bab 275 Iri Hati
- Bab 276 Berpikir Terlalu Jauh.
- Bab 277 Satu Lagi Yang Suka Berpikir Berlebihan.
- Bab 278 Keributan.
- Bab 279 Bertemu.
- Bab 280 Murid.
- Bab 281 Orang Penting
- Bab 282 Hongda Capital
- Bab 283 Nasihat
- Bab 284 Gagal Transaksi
- Bab 285 Persahabatan
- Bab 286 Minum-Minum
- Bab 287 Mabuk
- Bab 288 Mengumpulkan
- Bab 289 Membeli Cincin Berlian
- Bab 290 Memaksa Diri Berlagak Kaya
- Bab 291 Keluar Membantu
- Bab 292 Identitasnya
- Bab 293 Restoran
- Bab 294 Tersentuh
- Bab 295 Mengeluh
- Bab 296 Minta Maaf
- Bab 297 Pekerjaan
- Bab 298 Acara Selesai
- Bab 299 Membalas Budi
- Bab 300 Merayakan Keberhasilan
- Bab 301 Ide Baru
- Bab 302 Pengembangan
- Bab 303 Ancaman
- Bab 304 Serangan
- Bab 305 Jahat
- Bab 306 Tenang
- Bab 307 Terjebak Masuk
- Bab 308 Hasil Penyelidikan
- Bab 309 Tujuan Satu-satunya
- Bab 310 Pendapat Natalie Ning
- Bab 311 Harapan
- Bab 312 Pernah Digit Ular
- Bab 313 Bujukan
- Bab 314 Menangis
- Bab 315 Bertemu Orang Tua
- Bab 316 Pernikahan Kedua Juga Tidak Apa-apa
- Bab 317 Anggap Kamu Menyerahkan Diri
- Bab 318 Nasehat
- Bab 319 Orang Yang Terabaikan
- Bab 320 Kesempatan Besar
- Bab 321 Rahasia Yang Tersembunyi Akhirnya Akan Terbuka Juga
- Bab 322 Pulang Dibicarakan Lagi
- Bab 323 Makan Untuk Pertemanan
- Bab 324 Maaf
- Bab 325 Kenyataan
- Bab 326 Memaafkan
- Bab 327 Undangan
- Bab 328 Menuju Keluarga Li