Inventing A Millionaire - Bab 44 Berkunjung

Akuisisi itu benaran?

Pemikiran ini terlintas di benak Charles Ji, lalu dia pun langsung membantah pemikiran ini.

Seharusnya palsu!

Charles Ji sama sekali tidak menyadari, dari paling awal yang pasti palsu, sampai sekarang menjadi seharusnya palsu, pemikiran dia sudah tergoyah.

Waktu lewat dengan sangat cepat, pada hari minggu dua hari kemudian, pagi-pagi hari, Gaby dengan penuh semangat menarik Natalie Ning yang sangat lelah karena melakukan live streaming sampai sangat malam.

Karena hari ini adalah hari pulang ke rumah nenek, gadis kecil ini sudah menantikan hari ini dari hari senin.

Akhirnya sudah sampai akhir pekan, ia tidak ingin menundanya satu menit pun.

“Sangat lelah ya? Kalau tidak kamu tidur lagi, aku bawa dia pergi cuci muka.” Robert Huo berkata dengan perhatian.

“Tidak apa-apa, kamu juga sibuk bukan.” Natalie Ning sambil menggelengkan kepala, menepuk-tepuk wajahnya, agar dirinya menjadi lebih segar.

Sekarang pada dasarnya Toko Taobao sekarang ditangani oleh dirinya, pagi dia sibuk dengan memperbarui persediaan, membalas pesan customer, malam dari jam 7 sampai jam 1, ia terus melanjutkan live streaming selama 4 jam.

Ditambah dengan dirinya masih harus memperhatian pendidikan Gaby, ini membuat Natalie Ning hampir tidak memiliki waktu untuk beristirahat, tiba-tiba ia tidak bisa beradaptasi dengan intensitas seperti ini.

Untung Robert Huo beberapa hari ini tidak berangkat kerja, dan banyak membantunya, kalau tidak, Natalie Ning benar-benar akan sibuk sampai pingsan.

Masalah Suaminya tidak pergi bekerja, awalnya Natalie Ning merasa curiga, tapi karena Nova Ji sendiri yang meneleponnya dan memberikan penjelasan kepada dirinya, berkata kalau dirinya harus bekerja sama dengan Robert Huo untuk bersandiwara, perannya Robert Huo, adalah berdiam di rumah tidak pergi kemana-mana.

Kalau hanya Robert Huo sendiri saja yang berkata demikian, mungkin Natalie Ning tidak akan percaya, tapi ucapan dari Nova Ji, dirinya masih percaya.

Tidak peduli kedua ingin ingin menyandiwarakan adegan seperti apa, dia tidak akan ikut campur.

Seteleh cuci muka dan makan, lalu berberes dengan sederhana, Robert Huo mengganti pakaian kasual yang baru.

Modelnya sangat sederhana, mirip dengan pakaian olahraga yang disebutkan sebelumnya, Natalie Ning menyarankan dia untuk membelinya.

Karena akan pulang, bagaimanapun hasilnya, setidaknya harus tampil lebih terseri.

Robert Huo juga tidak membantah, orang mengandalkan pakaian, dan kuda mengandalkan pelana, tidak salah berpakaian bagus.

Bahkan Gaby pun sengaja mengganti menjadi rok suspender, dan terus bertanya apakah dirinya terlihat cantik.

“Tentu saja cantik, wanita cantik!” Robert Huo memuji dengan sambil tersenyum.

Gaby sambil merangkul tangannya dengan senyum manis, walaupun masih berumur 7 tahun, namun tingginya sudah hampir 130 cm, wajah yang cantik ini, benar-benar mewarisi kecantikan Natalie Ning, tampak seperti gadis cantik.

Sambil membawa kue bulan yang dibeli untuk orang tua, dan kepiting yang sengaja dipilih oleh Robert Huo kemarin di pasar seafood, satu keluarga memanggil taksi, dan menuju ke rumah orang tua.

Setelah 20 menit kemudian, taksi tersebut berhenti di sekitar toko buah.

Setelah turun dari mobil, sambil melihat toko buah yang tidak jauh itu, Natalie Ning merasakan bau-bau nostalgia yang tersamar-samar.

Beberapa tahun tidak pulang kemari, lalu melihat semuanya yang terlihat familiar ini, dia pun memiliki rasa seperti tidak nyata.

Atau dengan kata lain, tidak memiliki kepercayaan diri yang cukup.

Saat ini, seorang Ibu yang sedang membuang sampah di jalan melihat dia, lalu melihatnya dengan detil, tiba-tiba berkata dengan terkejut: “Duh, ini bukannya Natalie, sudah beberapa tahun tidak bertemu ya?”

“Iya, Halo Tante Xiao.” Natalie Ning menyapa Ibu tersebut.

“Baik baik baik, kamu ini, beberapa tahun tidak bertemu tetap terlihat begitu cantik.” Kata Tante Xiao, lalu ia melihat ke Robert Huo yang ada di samping Natalie Ning, dan kado yang dibawa di tangan, tersenyum dan bertanya: “Kenapa, datang memberi kado kepada Ayah dan Ibu kamu ya? Ya, kalau begitu cepat pergilah, nanti kalau sudah tidak ada urusan lagi datang ke rumahku ya.”

“Iya, terima kasih Tante Xiao.” Natalie Ning berkata dengan sangat sopan.

Setelah Tante Xiao pergi, Natalie Ning menghelakan nafas dengan dalam, lalu berkata kepada Robert Huo: “Kalau begitu kita ke sana yuk.”

Bisa terlihat, kalau dirinya terlihat sangat canggung, malah Robert Huo yang terlihat sangat tenang.

Semua yang ada di sini, bagi Shawn Li mungkin sangat tidak cocok, namun bagi Robert Huo, sama seperti pertama kali ia pulang kemari.

Dan sifat dia juga tidak seperti Shawn Li yang pengecut, kepercayaan dirinya, cukup membuat dia menghadapi segalanya dengan hati tenang.

Saat sekeluarga sampai di depan toko buah, Tante Xiao sedang berdiri di depan toko dan menyapa Cornelia Deng.

Penglihatan Gaby yang tajam, langsung melihat Cornelia Deng yang ada di dalam, langsung berteriak dengan senang: “Nenek!”

“Aduh cucu kesayanganmu sudah datang, pergilah, aku pulang dulu.” Tante Xiao sambil pergi dengan tersenyum.

Saat Cornelia Deng keluar dari toko buah, dan melihat Natalie Ning, dengan tidak sadar ia ingin maju ke depan, tapi melihat Robert Huo yang berdiri di samping, ia menghentikan langkahnya lagi.

Terhadap menantu ini, Cornelia Deng sangat tidak suka dengannya, biarpun Eugene Ning beberapa hari ini sudah menceritakan banyak hal baik tentang dirinya, Cornelia Deng dan Ardi Ning juga tidak memiliki niat untuk mengubah pemikiran mereka.

Namun Gaby tidak peduli begitu banyak, dengan senang ia berlari dan memeluknya, “Nenek, aku kangen dengan kamu!”

Mendengar suara cucunya yang lucu dan hangat itu, hati Cornelia Deng merasa tidak enak, buru-buru membungkuk dan memeluknya, berkata: “Nenek juga kangen dengan kamu.”

Gaby tersenyum, dan berkata: “Hari Ayah Ibu dan aku datang bersama-sama, Ayah membeli kepiting yang super besar untuk kalian!”

Gadis kecil ini sangat pintar, ia tahu hubungan Kakek Nenek dengan Ayah kurang baik, jadi ingin mengatakan hal yang menyenangkan untuk menghangatkan suasana.

Cornelia Deng melihat sekilas ke Robert Huo, dengan datar ia berkata: “Tidak punya nasib baik, tidak sanggup makan barang sebagus itu.”

Di saat yang sama, Ardi Ning dan Eugene Ning juga keluar dari toko buah.

Toko tersebut dipulih kembali ketika pembongkaran, lantai pertama dan lantai kedua dijual bersama, ditambah dengan toko buah juga tidak memerlukan tempat yang begitu besar, lalu mereka pun mengubah lantai dua menjadi kamar, dan rumah yang dibongkar itu, disewa dalam jangka panjang.

Tadi mereka semua sedang sarapan, mendengar suara Gaby baru keluar untuk melihat-lihat.

Melihat anak mereka datang, Ardi Ning juga sama seperti Cornelia Deng, seperti ingin mengatakan sesuatu, namun ketika melihat Robert Huo, langsung terdiam lagi, wajah pun terlihat dingin.

Melihat ekspresi mereka berdua, hati Natalie Ning merasa sedih, namun tidak tahu harus mengatakan apa, hanya bisa memanggil: “Ayah, Ibu.”

Eugene Ning adalah orang yang pintar, langsung berkata: “Wah, Kakak sudah kemari, cepat cepat cepat, masuk ke dalam, pasti belum sarapan kan? Tadi baru beli susu kedelai dan cakwe, dari toko Wang yang di ujung jalan itu, kamu paling suka!”

Sambil ngomong, Eugene Ning berlari ke ke sana untuk menarik Natalie Ning dan Robert Huo lalu berjalan masuk ke dalam toko buah.

Ardi Ning langsung melototi matanya, berkata dengan marah: “Banyak sekali omong kosong kamu, kamu ingin makan masuk sana makan sendiri!”

Dengan sedikit kaku Eugene Ning menghentikan langkahnya, berkata: “Ayah, Kakak datang melihat kamu dan Ibu, bagaimanapun berikan sedikit muka kepadanya!”

“Berikan muka kepadanya? Aku masih ada muka?” Ardi Ning berkata dengan semakin kesal, lalu, dia melihat ke Natalie Ning, berkata : “Kamu adalah anakku, dulu iya, kedepannya juga iya, asal aku masih hidup, tidak akan kekurangan sesuap nasi untukmu di rumah, tapi kamu masuk, biar dia enyah dari sini!”

Ardi Ning tidak menyebutkan nama, namun siapapun tahu yang dia maksud itu siapa.

Hati Natalie Ning semakin sedih, menundukkan kepala, berkata: “Ayah…..Shawn….sebenarnya sudah banyak berubah.”

“Kamu jangan coba mengelabui aku di sini, dia bisa berubah? Sulit mengubah anjing untuk tidak memakan kotoran! Dia adalah orang seperti apa, kamu tahu, aku juga tahu!” Ardi Ning terlihat sangat kesal, lalu berkata kepada Robert Huo dengan marah: “Dan kamu, sikap anakku lembut, dan baik hati, tapi kamu seorang pria, selalu bersembunyi di balik wanita, kamu tidak merasa malu? Jika masih punya malu, sekarang juga enyahlah, jangan sampai membuat aku memukul kamu dengan sapu!”

“Ayah!” Eugene Ning memanggilnya.

“Kamu diam! Masuk ke dalam sana!” Kata Ardi Ning sambil marah.

Eugene Ning masih ingin mengatakan sesuatu, namun ditahan oleh Robert Huo.

lalu ia memberikan barang yang ada di tangannya kepada Eugene Ning, lalu Robert Huo berkata: “Bawa ke dalam dulu.”

Eugene Ning mengambil kue bulan dan kepiting, melihat ke Ardi Ning, lalu melihat lagi ke Robert Huo, akhirnya ia berkata dengan suara pelan: “Temperamen Ayahku memang seperti itu, dulu ia sangat kesal kepadamu, jadi kamu bersabarlah.”

“Tenang saja.” Robert Huo tersenyum kepadanya.

Sekarang Eugene Ning juga sangat percaya kepadanya, tidak banyak berkata, membawa barang hendak masuk ke dalam.

Berjalan ke depan pintu, dihalangi oleh Ardi Ning: “Siapa yang mengizinkan kamu mengambil barang dari dia, buang!”

Saat ini, Robert Huo berkata: “Anda marah kepadaku, aku paham, tapi kue bulan ini telah dipilih oleh Natalie dengan lama, mengingat Anda sudah berumur, tidak boleh makan gula yang terlalu banyak, lebih memilih-milih makanan juga, jadi ia mencari dengan sangat lama baru menemukan kue bulan yang tanpa gula ini, rasanya juga enak, Anda membuangnya, yang terluka bukan aku, tapi Natalie.

Ardi Ning tadi sudah hampir ingin merebut barang dari anak laki-lakinya yang tidak mau mendengarkan kata-katanya ini dan membuang barang tersebut, namun mendengar Robert Huo berkata demikian, gerakannya pun sedikit tertegun.

Dan di saat yang sama, Gaby ikut berkata: “Iya Kakek, Ibu mencarinya dengan sangat sangat lama, Ibu berkata kalau Kakek pasti suka, bahkan aku ingin memakannya pun tidak diperbolehkan dia!”

Ucapan Robert Huo, Ardi Ning belum tentu percaya, tapi ucapan cucunya, dia percaya.

Novel Terkait

After Met You

After Met You

Amarda
Kisah Cinta
2 tahun yang lalu
Behind The Lie

Behind The Lie

Fiona Lee
Percintaan
2 tahun yang lalu
Pengantin Baruku

Pengantin Baruku

Febi
Percintaan
2 tahun yang lalu
Seberapa Sulit Mencintai

Seberapa Sulit Mencintai

Lisa
Pernikahan
2 tahun yang lalu
My Lifetime

My Lifetime

Devina
Percintaan
2 tahun yang lalu
 Habis Cerai Nikah Lagi

Habis Cerai Nikah Lagi

Gibran
Pertikaian
2 tahun yang lalu
Cantik Terlihat Jelek

Cantik Terlihat Jelek

Sherin
Dikasihi
2 tahun yang lalu
Pejuang Hati

Pejuang Hati

Marry Su
Perkotaan
2 tahun yang lalu