Inventing A Millionaire - Bab 272 Beruntung

Robert Huo dapat melihat keanehan Natalie Ning, Dia tidak bersikap terlalu terang-terangan, dia hanya berkata dengan acuh tak acuh: "Aku juga tidak tahu kapan kehilangan ingatan. Pan Simi lah yang bertanya kepadaku tentang masa lalu, tiba-tiba aku menemukan diriku tidak bisa mengingatnya lagi. "

Natalie Ning menatapnya, kepanikan di matanya terlihat jelas.

Dia adalah wanita yang tidak pandai berbohong, tidak peduli bagaimana dia mencoba untuk berpura-pura tenang, dia tetap tidak bisa bergerak dan setenang Robert Huo.

Ini adalah sikap dan ketenangan seseorang setelah mengalami hal-hal berbahaya dalam waktu yang lama.

"Aku juga tidak begitu jelas. Sebelumya belum pernah aku mendengarmu mengatakan ini.” Natalie Ning melihat ke arahnya.

“Lalu bagaimana kita saling kenal” Tanya Robert Huo.

"Kita sudah saling kenal sepanjang waktu, kita adalah teman baik." Kata Natalie Ning.

Tidak peduli nada atau ekspresi kata-kata ini, terlihat tidak benar.

Robert Huo bisa melihat Natalie Ning menyembunyikan sesuatu. Walau dia tidak tahu apa itu, tapi dia tidak bertanya lagi.

Karena dia tahu satu hal dengan sangat baik, Natalie Ning tidak akan melukai dirinya, dia menyembunyikan ini karena ada alasannya tersendiri. Apakah penting alasannya apa?

Bahkan bagi Robert Huo, tahu atau tidak Shawn Li dulu orang yang bagaimana, melakukan apa, ini sedikitpun tidak penting.

Dia bukan lah Shawn Li, dan tidak ingin menjadi Shawn Li, mengapa dia harus banyak mengetahuinya.

Dan jika terus bertanya, hanya akan merusak hubungannya dengan Natalie Ning. Dilihat dari penampilannya, begitu dia bertanya sampai akhir, hanya akan ada kemungkinan sangat burut akhirnya.

Kalau begitu, kenapa repot-repot bertanya

Robert Huo tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak seharusnya dia lakukan.

Namun, melihat Robert Huo tidak bertanya lagi, Natalie Ning dengan sangat gugup bertanya: "Mengapa kamu tidak bertanya lagi?"

“Kenapa harus bertanya?” Robert Huo tersenyum dan memeluknya, berkata: “Menurutku sekarang juga sudah cukup baik. Lupakan masa lalu, Aku adalah aku yang baru. Bukannya kita telah sepakat, kita akan saling mengenal kembali. Kalau begitu anggap saja masa lalui tidak pernah terjadi.”

“Tapi, apakah kamu tidak ingin tahu tentang siapa kamu, dari mana asalmu?” Natalien Ning kembali bertanya.

Kalimat ini mengungkapkan beberapa petunjuk bahwa Shawn Li mungkin bukan penduduk lokal.

Sebenarnya, selama beberapa hari pertama kelahirannya kembali, Robert Huo menyadari bahwa logatnya tidak terlalu sama dengan aksen penduduk setempat. Meski setiap orang berbicara bahasa mandarin, tapi karena perbedaan daerah tetap membuat pelafalannya berbeda.

Namun saat itu, Dia masih memikirkan bagaimana menyesuaikan diri dengan identitas barunya, tidak terpikirkan hal-hal lainnya.

Meskipun aksennya sedikit berbeda, menurutnya itu normal.

Sekarang tampaknya dia kemungkinan bukan orang lokal, jika tidak, Natalie Ning tidak akan bertanya apakah dia tidak penasaran dengan asalnya dan orang seperti apa dia.

“Tidak ada yang perlu ditanyakan, tidak peduli dari mana asalku atau kemana aku ingin pergi, selama aku tahu apa yang aku lakukan, itu cukup.” Kata Robert Huo sambil tersenyum.

Natalie Ning menundukkan kepalanya dalam diam, seolah memikirkan sesuatu.

Terlihat jelas dia ragu, mungkin karena dia memikirkan apakah perlu megatakan yang sebenarnya ke Robert Huo.

Tetapi pada akhirnya, dia tidak mengatakan apa-apa, ini juga tidak terlalu mengejutkan.

Menurut psikologi manusia, ketika seseorang ingin mengatakan yang sebenarnya, dia seringkali sangat lugas. Hanya ketika ingin berbohong, baru akan ragu-ragu. Dan bisa merusak ini teori ini, dia cukup lancar berbohong daripada mengatakan yang sebenarnya, ini berarti dirinya sendiri adalah penipu.

Oleh karena itu, Robert Huo tidak ingin di saat Natalie Ning ragu-ragu mengatakan ini semua, karena ini mungkin akan membuatnya tanpa sadar kehilangan sesuatu.

Tidak mengatakannya, dia tidak akan menyalahkan siapapun, karena tidak tahu alasan yang sebenarnya, jadi dia tidak pantas menyalahkan orang lain.

Tetapi jika Natalie Ning mengatakannya dan berbohong tentang ini, maka itu akan tidak baik.

Jadi, Robert Huo lebih suka tidak tahu apa-apa, dan tidak berharap memiliki kesalahpahaman dengan Natalie Ning.

Lalu Gaby melihat mereka berdua, dan segera berlari keluar dari toko buah dengan gembira: "Ayah. Ibu!"

Ardi Ning yang sibuk menimbang buah-buahan untuk para tamu, juga tidak lupa memperhatikan gerakan gadis kecil itu, jadi tentu saja dia melihat dua orang di luar toko.

Sejak Robert Huo diculik terakhir kali, hampir menghilangkan kesalahpahaman diantara mereka. Tentu saja, alasan utamanya adalah karena Robert Huo yang cukup memberikan Ardi Ning muka.

Belum lagi yang lain, hanya dari bisnis toko buah saja, sekarang di sekitar mereka, siapa yang tidak tahu ini semua adalah berkat Menantu Tuan Ning?

Apalagi tentang Yacob Zhao, sudah tersebar diantara penduduk setempat.

Mungkin orang kalangan atas akan mengabaikan hal ini, tapi semakin rendah status orang maka akan semakin tertarik dengan hal ini.

Mereka semua tahu bahwa Robert Huo mewarisi warisan Profesor Yacob Zhao, jika mencari hubungan mereka di dunia maya, mereka berdua tidak terlalu banyak berhubungan, bagaimanapun jarak mereka sangat jauh.

Tapi warisan miliaran itu sangat mengejutkan banyak orang.

Impian terbesar orang biasa mungkin menghabiskan dua Rmb untuk memenangkan hadiah pertama lima juta Rmb, ini bagi merek adalah angka yang besar.

Dan puluhan miliaran, itu tidak terbayangkan.

Mereka tidak peduli apakah angka ini dibesar-besarkan atau tidak, bagaimanapun, semua orang mengatakan itu, itu pasti benar.

Dulu saat orang-orang membicarakan menantu Ardi, mereka bersikap sinis dan mengejek, sekarang, semuanya merasa sangat iri hati.

Tentunya selain iri hati, banyak juga yang cemburu.

Selalu ada beberapa orang yang berpikir bahwa ini adalah omong kosong yang bagus, dan mereka mendapat tawaran besar tanpa alasan, mungkin itu penipuan.

Banyak yang berbicara seperti ini di belakang mereka, tetapi tidak ada yang berani mengatakan ini di depan Keluarga Ning.

Eugene Ning menganggap Kakak iparnya sebagai dewanya manusia, dan karena sifatnya yang berapi-api, jika ada yang berani mengatakan yang tidak-tidak tentang Robert Huo di depannya, maka dia akan tidak akan tinggal diam dan memberimu sebuah pukulan.

Tidak mempedulikan kamu tetangga atau bukan, usiamu tua atau masih muda, saat harus turun tangan, dia pasti akan melakukannya!

Soal ini, Ardi Ning dan Cornelia Deng tidak pernah menjelaskannya. Ketika ditanya mereka hanya tertawa dan tidak menjelaskan dengan jelas. Mereka tidak bisa ikut campur tentang menantu dan putrinya, ada atau tidak ada uang, juga tidak berhubungan dengan mereka. Uang yang dihasilkan sendiri, dihabiskan sendiri. Untuk apa terlalu banyak mengaturnya.

Bagaimanapun, setiap hari mulut rekan-rekan Tuan Ning hampir mencapai belakang teliga, siapa yang tidak bisa melihatnya?

Sekarang ini begitu keluar dan bertemu kenalan, maka mereka akan sangat berinisiatif dengan sangat ramah menyapa, dan jumlah teman yang mengundang makan juga cukup meningkat banyak.

Ini semua adalah wajah yang diberikan Robert Huo kepadanya, sehingga Ardi Ning sulit tidak mengenali menantu laki-lakinya ini.

Sekarang melihat Robert Huo dan Natalie Ning kemari, Ardi Ning segera mengangkat tangannya dan berteriak di sisi lain: "Shawn, kemari kemari kemari, duduk di dalam, aku masih sibuk sedikit.”

Suaranya yang besar mengejutkan orang lain, semua pelanggan di dalam ruangan mendengarnya, mereka yang mengenal juga menoleh dan menyapa Robert Huo dan Natalie Ning.

Robert Huo menggandeng Gaby dan Natalie Ning bersama masuk ke toko buah, dengan sopan berkata: “Ayah, apa yang harus aku lakukan?”

"Tidak, tidak perlu. Bawa anakmu ke atas untuk beristirahat. Itu Apa, Cornelia, potong semangka yang ada di dalam kulkas!” Teriak Ardi Ning.

Cornelia Deng menghela nafas, dan berjalan ke arah Robert Huo sambil tersenyum: "Apakah kamu sudah melihat sikap ayahmu sekarang. Bukankah dia menampar mukanya sendiri? Beberapa bulan yang lalu, masih bersikeras untuk tidak membiarkanmu masuk, sekarang dia mengambil inisiatif untuk memotong Semangka."

Wajah Ardi Ning yang dibicarakan memerah, dan berkata: "Kamu ini, kenapa terus membuka lembaran lama, apakah menyenangkan!”

Cornelia Deng menutup mulutnya dan tersenyum. Sebenarnya perkataannya adalah untuk memberitahu Robert Huo bahwa sekarang hubungannya dalam keluarga telah membaik, yang sudah berlalu biarlah berlalu.

Robert Huo memahami pikirannya. Dia tersenyum dan berkata: "Ayah benar, yang sudah berlalu sudah tidak penting, kalau begitu aku tidak mengganggu kesibukan kalian.”

“Mengganggu apanya, setiap hari seperti ini, jadi sudah terbiasa. Pergilah, aku akan memotong semangka untuk kalian.” Kata Cornelia Deng.

Setelah melewati beberapa orang di dalam toko dan berjalan sampai belakang, beberapa orang kenalan maupun tidak, juga termasuk pelanggan yang tidak terlalu asing bertanya: “Bos, orang ini terlihat sangat familiar, tadi aku mendengar dia adalah menantumu? Apakah yang mewarisi puluhan miliaran warisan Profesor Yacob Zhao itu?”

Ardi Ning berkata dengan riang: "Benar menantuku, tapi mengenai apakah mewarisi puluhan miliaran aku tidak tahu. Kalian juga tahu, orang seperti apa Profesor Yacob Zhao, aku juga tidak bisa menjangkaunya. Namun, menantuku sepertinya memang memiliki hubungan yang cukup baik dengannya.”

Semua orang memandang dengan iri hati ke arah punggung Robert Huo, puluhan miliaran, sehari habiskan sepuluh ribu Rmb, itu juga akan memakan waktu hampir seribu tahun!

Novel Terkait

Angin Selatan Mewujudkan Impianku

Angin Selatan Mewujudkan Impianku

Jiang Muyan
Percintaan
2 tahun yang lalu
Ten Years

Ten Years

Vivian
Romantis
2 tahun yang lalu
Pernikahan Tak Sempurna

Pernikahan Tak Sempurna

Azalea_
Percintaan
2 tahun yang lalu
Pernikahan Kontrak

Pernikahan Kontrak

Jenny
Percintaan
3 tahun yang lalu
See You Next Time

See You Next Time

Cherry Blossom
CEO
3 tahun yang lalu
Cinta Di Balik Awan

Cinta Di Balik Awan

Kelly
Menjadi Kaya
2 tahun yang lalu
Your Ignorance

Your Ignorance

Yaya
Cerpen
3 tahun yang lalu
Siswi Yang Lembut

Siswi Yang Lembut

Purn. Kenzi Kusyadi
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu