Inventing A Millionaire - Bab 39 Kamu Tidak Mengerti

Dia mengeluarkan kertas dan pena, Robert Huo menuliskan beberapa nama, lalu menyerahkannya pada Nova Ji.

"Setelah masalah ini selesai, pecatlah beberapa orang ini." Kata Robert Huo.

Nova Ji menerimanya dan melihat-lihat, ada dua nama yang dia kenal, merupakan ketua tim kecil Departemen Pemasaran.

Dia melihat Robert Huo sekilas, lalu menganggukkan kepala, kemudian menyimpan kertasnya dalam tas, berkata: "Mengerti."

Tidak bertanya kenapa harus memecat mereka, meskipun Robert Huo tidak menjelaskannya, tapi pasti ada alasan tertentu.

Kalau masa kritis kali ini bisa dilewati, anggap saja ini sebagai imbalan bagi Robert Huo, memangnya apa alasan di baliknya sangat penting?

Ini hanyalah beberapa pegawai Departemen Pemasaran saja, tidak akan berpengaruh besar terhadap perusahaan.

Kemudian, mereka berdua pergi meninggalkan ruang rapat bersama-sama, tatapan mata dari orang yang ditemui saat melintas sangat aneh.

Robert Huo dan Nova Ji sama-sama mengerti dengan tatapan mata semacam ini, gosip di perusahaan telah mereka dengar.

Tapi mereka berdua tidak meladeninya. Mereka bukanlah orang yang suka berdebat dengan orang rendahan.

Kalau tidak senang denganku, marahlah sepuasnya, tapi kalau aku tidak menyukaimu, aku akan langsung memecatmu.

Sederhana dan tegas, juga efektif.

Mungkin, inilah alasan kenapa kekuasaan sangat memikat.

Pagi harinya dua hari kemudian, Robert Huo datang ke sebuah gedung kantor.

Eugene Ning menyewa ruang kantor di sini, wawancara kerja pun diselanggarakan di sini.

Menaiki lift sampai lantai 15, Robert Huo melihat sudah ada banyak orang di lorong.

Berdasarkan perkataan Eugene Ning, orang yang datang melamar hari ini totalnya ada 32 orang, tidak banyak dan tidak sedikit.

Ini sudah termasuk lumayan bagus bagi sebuah merek online yang baru dibentuk.

Meskipun tahu bahwa ruang kantornya berada di lantai 15, tapi nomor ruang kantornya tidak dikatakan oleh Eugene Ning.

Dia terlihat tegang saat sedang menelepon, Eugene Ning yang baru pertama kali menjadi pihak perekrut dalam seumur hidupnya ini, sekarang mungkin sedang menata penampilannya dengan resah.

Robert Huo pun tidak meneleponnya, mencoba cari di sepanjang jalan.

Orang yang datang melamar, kebanyakan adalah anak muda yang tidak lewat dari umur 30 tahun, mungkin karena profesi ini pada dasarnya memang memerlukan orang yang mudah menerima hal-hal baru.

Dia terus mengamati ekspresi wajah para pelamar kerja ini sepanjang jalan, mendengar hal-hal yang mereka bahas membuatnya memiliki kesan pertama terhadap mereka.

Tidak lama kemudian, Robert Huo tiba di ruangan ujung, pelamar kerja pertama sedang berdiri di depan pintu.

Kalau tidak salah tebak, ruangan ini seharusnya adalah ruang kantor yang disewa Eugene Ning.

Demi memastikannya, Robert Huo mengambil inisiatif menyapa pelamar kerja yang berada di barisan pertama, lalu bertanya: "Tempat ini adalah kantor melamar kerja Jingyun Water Heater bukan?"

"Benar." Pelamar kerja itu menjawab.

"Oh" Robert Huo menanggapi, saat hendak mengetuk pintu, bahunya ditepuk oleh orang lain.

Robert Huo memalingkan, ada seorang pria yang seumuran dengannya berdiri di sana, sedang melihatnya dengan ekspresi tidak senang.

"Ternyata benar kamu, aku kira aku salah lihat." Pria itu berkata.

Nada bicara dan ekspresinya, telah dengan jelas menyatakan aura permusuhan terhadap Robert Huo, hal ini membuat Robert Huo merasa aneh. Tapi sedetik kemudian, terdapat gambaran memori tentang Shawn Li dalam lautan pikirannya, memperingatinya bahwa pria di depannya ini dikenal olehnya.

Pria ini bernama Daniel Huang, lebih tepatnya, dia lebih akrab dengan Natalie Ning.

Rumah Daniel Huang berada di samping toko buah, seberapa lama toko buahnya dibuka, maka selama itulah mereka telah saling kenal.

Sejak dari SD, Daniel Huang sudah sangat menyukai Natalie Ning, karena gadis ini sangat cantik, pintar juga lembut.

Setelah tumbuh besar, perasaan suka ini telah berkembang menjadi tahap cinta, Daniel Huang sering mengejar Natalie Ning.

Orang yang berada lebih dekat akan berkemungkinan duluan mendapatkannya, dia sering pergi membantu Ardi Ning dan Cornelia Deng bekerja, kesan kedua orangtua ini terhadapnya pun sangat baik. apalagi prestasi sekolah Daniel Huang pada dasarnya pun cukup bagus, wataknya pun lumayan, orangtua Natalie Ning cukup memahaminya dengan jelas, kalau diibaratkan dengan perkataan orang tua, ini adalah contoh dalam mencari pasangan.

Natalie Ning menyukai Daniel Huang atau tidak, siapapun tidak tahu, yang terlihat oleh semua orang saat tamat kuliah adalah gadis cantik terkenal ini tiba-tiba telah menikah dengan seorang kutu buku.

Hal ini telah memberikan pukulan yang berat bagi Daniel Huang, dan terjerumus untuk waktu yang cukup lama.

Untung saja Ardi Ning dan Cornelia Deng tidak begitu menyukai Shawn Li, selalu tidak menjaga gengsi Shawn Li saat bertemu di hari perayaan, bahkan hadiahnya saja sampai dibuang keluar, hal ini membuat hati Daniel Huang merasa senang.

Mungkin inilah kontradiksi dan keduniawian orang awam, kalau tidak bisa mendapatkan benda yang diinginkan, maka dia lebih bersedia menghancurkannya, ini lebih baik dibandingkan melihat sang gadis hidup dengan bahagia.

Dalam beberapa tahun ini, Daniel Huang telah berpacaran beberapa kali, tapi ujung-ujungnya tidak bisa bertahan sampai akhir.

Dia secara tanpa sadar akan memperbandingkan setiap pacarnya dengan Natalie Ning, tidak ada satupun yang sebanding dengannya.

Semakin seperti itu, Daniel Huang semakin membenci Shawn Li.

Seorang kutu buku yang tak berguna atas dasar apa bisa menikahi wanita sebaik ini?

Beberapa tahun ini, Daniel Huang sangat berharap bisa mendapatkan pekerjaan dan kesuksesan yang lebih baik dengan mengandalkan kemampuannya sendiri. Sayangnya kenyataan bertentangan dengannya, kemampuannya memang cukup bagus, juga sangat perpandangan jauh ke depat, tapi keberuntungannya sangat buruk.

Setiap perusahaan tempatnya bekerja terus mengalami kebangkrutan berturut-turut. Orang-orang yang mengenalnya mengatainya sebagai pembawa sial, tempat mana pun yang dia tujui pasti akan hancur.

Bahkan ada beberapa perusahaan menolaknya dengan sopan dan ekspresi wajah yang sangat aneh saat melihat CV nya.

Dia adalah seorang pembawa sial, kalau pun tidak begitu percaya dengan keberuntungan, tapi mereka tetap akan mewaspadainya.

Daniel Huang yang tidak mampu menemukan pekerjaan baru selama 3 bulan ini, terpaksa melamar terhadap Jingyun Water Heater, merek baru tidak pernah didengar olehnya selama ini.

Dia tidak begitu berharap besar terhadap wawancara kali ini, sebagian besar hanya untuk menghabiskan waktu saja.

Tidak disangka malah bertemu dengan orang yang paling dibencinya di sini.

Setelah Robert Huo kembali mengingat Daniel Huang, sebenarnya dia tidaklah berpikir berlebihan. Meskipun dia mulai cukup memahami Daniel Huang melalui ingatannya Shawn Li, juga tahu alasan di balik kebenciannya, sikapnya yang dingin di setiap pertemuan, dan terkadang akan memakinya adalah karena Natalie Ning.

Tapi Robert Huo bukanlah Shawn Li yang sesungguhnya, Robert Huo tidak mampu merasakan sedikit pun rasa dendam dan kebencian darinya.

Oleh karena itu, dia masih bisa tertawa dan berkata: "Ternyata kamu, lama tidak berjumpa."

Senyuman Robert Huo membuat Daniel Huang melongo.

Dalam ingatannya, Shawn Li selalu terlihat melamun ataupun murung, seakan-akan semua orang di dunia ini sedang berhutang padanya.

Terutama pada beberapa tahun yang lalu, mereka berdua hampir saja berkelahi karena bertengkar, setelah itu, Shawn Li selalu berekspresi kesal setiap kali bertemu dengannya.

Jadi ada apa dengan hari ini, kenapa tersenyum secermelang itu?

Robert Huo tersenyum dengan santai, tapi Daniel Huang malah tidak berniat bersikap ramah dengannya, "Hmph, masih bisa senyum pula kamu! Aku dengar-dengar dari Eugene, kamu sudah tidak bekerja selama berbulan-bulan. Kenapa, telah dipecat oleh perusahaan sebelumnya, makanya datang melamar di sini? Memangnya kamu mengerti dengan e-commerce, kenapa malah datang ke sini, kamu benar-benar mengira banyak membaca buku bisa melakukan pekerjaan apapun?"

Sindiran Daniel Huang telah diduga oleh Robert Huo, ucapan ini telah memancing banyak perhatian pelamar kerja di sekitar.

Karena bosan, melihat keramaian ataupun mendengar gosip pun lumayan bagus.

Perhatian semua orang. tidak membuat senyuman di wajahnya Robert Huo berkurang sedikit pun, dia tetap berkata dengan tenang: "Aku memang sedikit mengerti tentang e-commerce, tapi dari balik perkataanmu ini, kamu sepertinya jauh lebih memahaminya?"

Kalau mereka berdua tidak memiliki dendam apapun, ucapan ini akan terkesan seperti pertanyaan biasa.

Tapi mereka berdua pernah memiliki perseteruan. Orang yang mengatakan tidak memiliki maksud seperti itu, namun orang yang mendengar malah merasa ada maksud di balik ucapannya.

Menurut Daniel Huang, ucapan Robert Huo sedang menyindirnya tidak mengerti dalam hal ini, kalau benar-benar begitu hebat, untuk apa datang melamar ke perusahaan sekecil ini.

Daniel Huang yang sudah lama menganggur telah mendapatkan tekanan besar dari keluarga, sekarang malah mendengar "sindiran" semacam ini, hal ini membuatnya naik pitam.

"Aku tentu saja lebih memahaminya dibanding kamu!" Daniel Huang berkata dengan kesal: "Beasiswa jurusan Jurusan Ekonomi dan Manajemen Universitas Huanan kudapatkan dari tahun pertama sampai wisuda! Aku adalah juara dalam Universitas Huanan, juga merupakan lulusan terunggul! Kalau beradu denganku, memangnya kamu bisa apa? Orang lulusan Universitas bobrok pun berani datang melamar kerja!"

Suara pertengkaran telah memancing lebih banyak perhatian.

Robert Huo tetap tersenyum, lalu berkata: "Kalau begitu, riwayat pendidikanmu cukup bagus juga, tapi akan lebih yakin setelah melihatnya secara nyata, e-commerce selalu mengalami perkembangan per tahunnya, hal yang dipelajari dalam sekolah merupakan pengetahuan kuno, jadi apa gunanya? Jangan melototiku, yang kukatakan adalah kenyataan, kalau kamu tidak terima, akan kutanyakan beberapa pertanyaan, kalau bisa menjawabnya, kamu akan terhitung lulus."

"Tanyakan! Memangnya aku takut!" Kata Daniel Huang.

"Kamu tahu apa masalah utama yang sedang dihadapi e-commerce?" Tanya Robert Huo.

"Memangnya apa lagi, tentu saja adalah sistem kredibilitas yang tidak sempurna, selain itu adalah batas waktu logistik, pertanyaan semudah ini tidak malu kamu pertanyakan, dasar orang baru!" Daniel Huang menanggapi dengan risih.

Novel Terkait

Evan's Life As Son-in-law

Evan's Life As Son-in-law

Alexia
Raja Tentara
2 tahun yang lalu
Wahai Hati

Wahai Hati

JavAlius
Balas Dendam
2 tahun yang lalu
Love And War

Love And War

Jane
Kisah Cinta
2 tahun yang lalu
Penyucian Pernikahan

Penyucian Pernikahan

Glen Valora
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu
Istri Yang Sombong

Istri Yang Sombong

Jessica
Pertikaian
3 tahun yang lalu
Precious Moment

Precious Moment

Louise Lee
CEO
2 tahun yang lalu
Kamu Baik Banget

Kamu Baik Banget

Jeselin Velani
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu
Pejuang Hati

Pejuang Hati

Marry Su
Perkotaan
2 tahun yang lalu