Inventing A Millionaire - Bab 322 Pulang Dibicarakan Lagi

“Dia...Bagaimana dia tahu....” Suara Natalie Ning sedikit tergagap.

Nada suara Nova Ji tidak lebih baik darinya, juga membawa nada panik, berkata : “Aku juga tidak tahu....Tapi dia mencari, pasti sudah tahu.”

“Kalau begitu sekarang bagaimana?”

Nova Ji juga tidak tahu harus bagaimana, bila tahu, dia tidak perlu menelepon Natalie Ning.

Setelah lama ragu, Nova Ji berkata : “Sekarang tidak ada cara lain, bila bisa menunda sehari maka tunda sehari, kamu bicarakan dengan jelas dengan Shawn Li secepatnya. Bila dia tidak bersedia menyelidiki, paling tidak kamu tidak perlu terseret.”

“Bagaimana denganmu?”

“Aku....” Nova Ji mengeluarkan tawa pahit, berkata : “Aku sudah menahan bertahun-tahun, sekarang akhirnya memiliki kesempatan mengatakan semuanya dengan jelas, untukku juga termasuk sebuah kebebasan. Untuk seterusnya mereka akan bagaimana melakukannya, aku tidak ingin menebak, lihat takdir saja. Walaupun benar menginginkan nyawaku, maka berikan saja pada mereka.”

Ucapan ini, tidak diucapkan Nova Ji secara sembarangan.

Dia sudah dibuat letih karena masalah ini, bukan berarti harus mencari mati sendiri. Tapi untuk seorang yang sudah lelah, kematian bukanlah hal yang sangat mengerikan.

Natalie Ning tidak tahu bagaimana membujuknya, di dalam hal ini, dia tidak memiliki terlalu banyak hak bicara. Bahkan apakah dapat menjamin dirinya, juga menjadi masalah.

Bagaimanapun hal yang pernah dilakukan di tahun itu, bila diletakkan pada pria manapun, akan sulit dimaafkan.

Saat ini, ponsel Natalie Ning menerima telepon kedua, yaitu Robert Huo yang menelepon.

Melihat nomor Robert Huo, hati Natalie Ning terkejut, dia bergegas berkata pada Nova Ji : “Shawn Li menelepon, bagaimana, apa aku menjawabnya?”

“Jawab! Robin Li sudah mencari, menurutmu masih bisa menyembunyikan berapa lama lagi? Kamu menaruh semua tanggung jawab ke atas kepalaku juga boleh, yang lainnya tidak perlu berkata banyak.” Kata Nova Ji, selanjutnya dia berinisiatif memutus telepon.

Natalie Ning ragu beberapa detik, lalu menggertakkan gigi menjawab telepon.

Di dalam telepon terdengar suara Robert Huo yang serak dan lembut : “Natalie, aku ingin pergi mentraktir Zila Tang makan, mungkin akan pulang lebih malam.”

“Oh, baik....” Kata Natalie Ning tanpa sadar.

Robert Huo mendengar dia tidak fokus, jadi bertanya : “Apa masalah perusahaan sudah selesai? Apa perlu bantuan?”

“Tidak, tidak perlu....” Natalie Ning bergegas menggeleng, selanjutnya teringat dia tidak bisa melihat gerakannnya. Hatinya masih sedikit kesal, dia kembali berkata : “Itu, ada hal yang ingin aku katakan padamu....”

“Katakan.”

Robert Huo menunggu kira-kira satu menit, dari awal sampai akhir tidak mendengar suara apapun, dengan sedikit ragu melihat ponsel, sinyalnya baik, dia bertanya : “Natalie? Kenapa tidak ada suara? Apa kamu mendengar?”

“Mendengar...” Jawab Natalie Ning.

“Bukankah ada hal yang ingin diberitahukan padaku? Kenapa tidak bicara?” Tanya Robert Huo.

Natalie Ning ragu untuk beberapa saat, karena tidak tahu bagaimana berkata pada Robert Huo. Sekarang didesak olehnya, dia sedikit gugup, pada akhirnya berkata : “Tunggu kamu pulang baru dibicarakan lagi, kamu sibuk urusanmu dulu.”

Robert Huo mendengar suasana hatinya yang gelisah, dia tidak bertanya lagi, berkata : “Baik, kalau begitu aku akan pulang ke rumah secepatnya.”

Setelah menutup telepon, dia melihat nomor yang terlihat di ponsel, wajah Natalie Ning tampak bingung.

Beberapa tahun yang lalu saat kejadian baru terjadi, untuk waktu yang lama dia sedang mengkhawatirkan bagaimana menyembunyikannya. Seiring waktu berlalu, suaminya dari jahat menjadi baik, terjadi perubahan besar di hidupnya, membuatnya mulai melupakan masa lalu ini.

Tapi sekarang, semuanya kembali ke semula.

Bila suaminya benar mengetahui segalanya, apa dia masih bisa sama seperti sekarang?

Natalie Ning sangat tidak rela menyerahkan semuanya sekarang. Bukan demi uang, melainkan karena ini adalah hidup bahagia yang dia selalu impikan.

Tanpa sadar dia menghela napas, bahkan Sisilia Jian yang datang menyerahkan dokumen pun dapat melihat kejanggalannya, dengan perhatian berkata :”CEO Ning, kamu kenapa?”

“Tidak apa-apa...” Natalie Ning menggeleng menyangkal, berusaha keras membuat dirinya tenang, berkata : “Teruskan bekerja, hari ini sebisa mungkin selesaikan lebih cepat.”

“Ya!” Sisilia Jian mengangguk keras, menunjukkan dia akan bekerja keras.

Bila biasanya, Natalie Ning akan menunjukkan pujian pada sikap kerjanya yang baik, tapi hari ini dia tidak memiliki suasana hati. Dia melambaikan tangan sembarangan, menyuruh Sisilia Jian pergi.

Di sisi lain Robert Huo menatap ponsel sebentar, tidak terlalu mengerti Natalie Ning menemui kesulitan apa.

Bila masalah pekerjaan, dia seharusnya akan berkata padanya baru benar, bila tidak mengatakannya, hanya mungkin masalah dalam hidup, lagi pula masalah yang sulit.

Robert Huo tidak tahu ada masalah di aspek mana, bagaimanapun hati wanita susah ditebak. Terkadang di mata pria itu adalah masalah kecil, tapi untuk mereka sangat penting.

Tapi Natalie Ning berkata akan dibicarakan setelah pulang, seharusnya juga tidak terlalu mendesak.

Robert Huo tidak banyak berpikir lagi, dia fokus menyetir menuju hotel di mana Zila Tang berada.

Tidak lama kemudian, dia sampai ke depan pintu hotel, dari jauh dia melihat Zila Tang berdiri di sebelah pintu dengan ekspresi bosan.

Sekarang kebanyakan orang selalu mengeluarkan ponsel mencari kesenangan saat menunggu. Antara melihat-lihat video pendek, atau mengobrol dengan teman.

Zila Tang seharusnya termasuk yang tidak biasa, walaupun ponselnya adalah jenis yang paling baru, memiliki fungsi yang paling lengkap, tapi waktu memakainya sangat sedikit.

Bila tidak ada apa-apa, dia hanya akan mengeluarkan untuk melihat foto, data lelang dan lain-lain. Selain itu, dia akan memilih pergi minum kopi, melihat-lihat pejalan kaki. Atau dia akan pergi berlatih piano atau kaligrafi.

Hidupnya seperti wanita dari keluarga terhormat di zaman dulu, walaupun tidak sampai tidak keluar rumah, namun juga memiliki perbedaan yang sangat besar dengan orang zaman sekarang.

Untuk Zila Tang, hal yang bisa dinikmati terlalu banyak, juga sudah bosan menikmatinya. Sekarang tujuan hidup terbesarnya adalah menikah dengan Robert Huo, menjadi istri yang baik, selain ini, dia tidak memiliki keinginan lain.

Berdiri di sebelah Zila Tang, ada seorang pria paruh baya bernama Jeffrey Hou, dan tiga orang bodyguard berjas hitam.

Seorang wanita cantik, ditambah empat orang yang kelihatannya sangat profesional, tentu saja sangat mudah menarik perhatian orang lain.

Zila Tang sangat tidak suka perasaan diperhatikan oleh orang asing, bila bukan karena berjanji dengan Robert Huo

menunggu di sini, dia sudah lama pergi.

Menghentikan mobil di depan pintu hotel, Robert Huo membuka jendela mobil dan menyapa Zila Tang.

Melihatnya, wajah Zila Tang tanpa sadar menunjukkan ekspresi gembira, namun selanjutnya tidak tahu berpikir apa, ekspresinya tiba-tiba berubah.

Setelah mendengus sebentar dia berkata : “Membuat seorang gadis menunggu begitu lama, sepertinya sangat tidak seperti pria sopan, bukankah seharusnya meminta maaf dulu?”

Robert Huo sangat familiar dengan sifatnya, dia tahu gadis ini bukanlah orang yang suka menyulitkan orang, hanya terkadang mengeluarkan temperamen “nona besar” nya, berharap mendapatkan lebih banyak rasa hormat.

Sifat yang hanya membutuhkan satu dua kalimat untuk membujuknya, sebenarnya bukan termasuk manja.

Robert Huo tertawa lalu berkata : “Maaf, datang terlambat.”

Permintaan maaf ini tidak termasuk sangat tulus, paling tidak juga bida diterima.

Wajah Zila Tang sedikit membaik, kali ini dia menghampiri bersiap membuka pintu mobil dan naik.

Lalu dia baru melangkah namun sudah dihentikan oleh Jeffrey Hou, pada saat yang bersamaan, seorang bodyguard berjas hitam berdiri di sebelah pintu mobil Robert Huo.

Jeffrey Hou berkata pada Zila Tang : “Nona besar, walaupun aku tidak menghalangi Anda bertemu dengan teman, tapi kami juga memiliki kesulitan sendiri. Paling tidak, biar orang kami yang menjadi supir. Aku percaya tidak peduli Anda, atau Tuan ini, seharusnya percaya dengan tingkat profesional kami.”

Para bodyguard berjas hitam ini, setiap dari mereka memiliki kemampuan tinggi, ahli dalam berbagai kemampuan. Seperti hal menyetir, untuk seorang bodyguard yang hampir sama dengan pembalap mobil adalah sebuah hal kecil.

Hanya saja sikap Jeffrey Hou ini membuat Zila Tang sangat tidak suka.

Aku makan bersama dengan teman, kalian ikut untuk apa?

Bila biasanya, karena melihat hubungan Jeffrey Hou dan ayahnya, Gordon Tang, Zila Tang tidak akan berkata banyak.

Tapi hari ini, dia tidak ingin diam saja.

Saat di Keluarga Huo, dia sudah dipermalukan karena diam, dianggap lelucon oleh banyak orang. Dia datang kemari mencari Robert Huo agar dia senang sedikit.

Jadi, Zila Tang melotot, hal yang sangat jarang dilakukannya, berkata : “Tidak perlu kalian terlalu banyak berpikir, kemampuan menyetirnya tidak kurang dari kalian! Bila ingin mengikuti, maka setir mobil sendiri!”

Jeffrey Hou sedikit merasa sulit, perintah yang diberikan Gordon Tang padanya adalah, tidak peduli bagaimanapun harus menjaga keamanan Nona Besar, tidak boleh ada kecelakaan apapun.

Dari sudut pandangnya, dia tidak menentang Zila Tang bertemu dengan temannya, tapi bila yang menjadi supir adalah dia sendiri, maka akan membuat kemungkinan munculnya kecelakaan menjadi kecil.

Novel Terkait

Asisten Bos Cantik

Asisten Bos Cantik

Boris Drey
Perkotaan
2 tahun yang lalu
The Gravity between Us

The Gravity between Us

Vella Pinky
Percintaan
3 tahun yang lalu
The True Identity of My Hubby

The True Identity of My Hubby

Sweety Girl
Misteri
2 tahun yang lalu
 Habis Cerai Nikah Lagi

Habis Cerai Nikah Lagi

Gibran
Pertikaian
2 tahun yang lalu
Awesome Guy

Awesome Guy

Robin
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Doctor Stranger

Doctor Stranger

Kevin Wong
Serangan Balik
2 tahun yang lalu
Seberapa Sulit Mencintai

Seberapa Sulit Mencintai

Lisa
Pernikahan
2 tahun yang lalu
My Beautiful Teacher

My Beautiful Teacher

Haikal Chandra
Adventure
2 tahun yang lalu