Inventing A Millionaire - Bab 284 Gagal Transaksi

Timmy Wang ikut menyela, "CEO Ji, kurasa Anda tidak begitu mengerti tentang listing. Dalam 2 tahun ini, sangat banyak perusahaan yang listing IPO, begitu banyaknya hingga beberapa perusahaan bahkan tidak kunjung mendapat kesempatan selama bertahun-tahun. Persyaratan saat ini sangat ketat, kau belum tentu mendapatkan persetujuan hanya dengan bantuan dorongan dana. Mereka akan menjalankan investigasi yang terperinci. Begitu mereka mendapati bahwa asetmu palsu, mereka sangat mungkin melarangmu go public. Apalagi aset nyata perusahaan cabang Ji's Corp tidak banyak, kalian tidak akan bertahan bila hot money mana pun menyerang."

"Bocah, sepertinya kau lumayan paham tentang bursa saham," kata Leonard Gao sambil terkekeh, "Tapi sepertinya kau belum paham, Hongda Capital memiliki banyak klien di bidang ini berkat reputasi baik kami. Kami bisa melakukan hal yang tidak dapat dilakukan orang lain. Tentang serangan hot money yang kau katakan, kami juga memberikan layanan perlindungan. Jangankan hot money biasa, institusi besar pun tak akan berkutik di hadapan kami!"

Mendengarnya, Timmy Wang menatapnya dan berkata, "Oh ya? Sepertinya CEO Gao percaya sekali pada perusahaannya. Tapi kudengar, beberapa perusahaan yang dulu pernah diberi perlindungan oleh Hongda Capital justru diserang habis-habisan."

Leonard Gao tercengang. Layanan berbayar yang diberikan oleh Hongda Capital kebanyakan berhasil. Karena mereka sendiri termasuk hot money, kapasitas dana mereka jauh lebih besar dibanding hot money pada umumnya.

Dari segi uang saja, ada berapa hot money yang bisa menyaingi mereka?

Semua orang masuk ke bursa saham untuk menghasilkan uang. Kalau tidak ada persaingan, siapa yang akan berusaha keras?

Memang benar Hongda Capital pernah dikalahkan oleh hot money. Timmy Wang tahu karena ialah dalang di balik kejadian itu.

Kejadian yang terjadi tahun lalu itu, adalah saat Hongda Capital pertama kali menyediakan layanan perlindungan berbayar. Mereka mengeklaim bahwa selama ada Hongda Capital, hot money mana pun akan menghindar.

Banyak hot money yang coba menyerang dan benar-benar dikalahkan oleh Hongda Capital.

Timmy Wang yang masih muda dan agresif tak dapat menerimanya, ia pun turut mencoba.

Pertama, ia dikalahkan oleh Hongda Capital dengan jumlah uang yang sangat besar.

Setelah kegagalan itu, Timmy Wang mengganti tekniknya. Ia meminta orang menyelinap selama 3 bulan penuh untuk mengumpulkan saham-saham murah dalam jumlah yang besar. Dengan mengandalkan saham-saham murah itu, ia menggerakkan dana lebih dari 10 kali lipat modal Hongda Capital.

Meskipun Hongda Capital punya banyak uang, namun uang itu dihasilkan dengan jerih payah. Apalagi mereka masih punya klien lain, tidak mungkin mereka menempatkan seluruh uang mereka hanya pada satu perusahaan.

Layanan perlindungan mereka pun diserang habis-habisan oleh Timmy Wang. Pangsa pasar mereka yang bernilai 13 miliar turun hingga kurang dari 3 miliar.

Akibatnya, China Banking Regulatory Comission melakukan penyelidikan mendalam terhadap perusahaan tersebut dan mendapati bahwa mereka bergabung dengan membuat akun palsu. Karena sistem delisting saat itu belum sempurna, maka mereka hanya diberi Early Warning.

Sasaran dari kebijakan Early Warning umumnya adalah perusahaan yang memiliki masalah keuangan atau masalah lainnya. Sederhananya, jika perusahaan merugi selama 2 tahun berturut-turut, mereka akan diberi Early Warning. Jika kerugian itu berlanjut hingga 3 tahun, maka mereka berisiko dihapus dari pencatatan bursa, atau bisa dibilang terancam delisting.

Harga saham emiten yang telah terancam delisting, paling tinggi biasanya tidak akan lebih dari 3 RMB, sedangkan harga yang rendah mungkin bahkan tidak sampai 1 RMB.

Itu masih termasuk longgar, kalau sekarang, mereka mungkin langsung dikenakan Forced Delisting. Jika itu terjadi, bahkan investor individual yang memiliki hutang pun juga dapat menghancurkan perusahaan.

Akibat kerugian besar itu, bos dan para pemegang saham perusahaan tersebut memiliki dendam mendalam terhadap Hongda Capital.

Timmy Wang tidak berhenti begitu saja setelah satu kali kemenangan. Ia memblokir cukup banyak saham yang hanya menerima perlindungan Hongda Capital. Semua serangannya diawali dari jumlah uang yang kecil, dan diakhiri dengan serangan besar.

Perusahaan seukuran Hongda Capital tidak bisa menerima serangan sedemikian rupa, mereka dikalahkan beberapa kali berturut-turut, kredibilitas mereka pun anjlok.

Orang lain mungkin tidak mengerti detail perusahaan ini. Namun Timmy Wang tahu betul bahwa serangan mereka hanya sekadar mengandalkan uang. Jika serangannya tidak berhasil, mereka akan lepas tangan begitu saja.

Bagaimanapun, perusahaan itu memang masuk listing dengan cara yang tidak sah, mana berani mereka menuntut Hongda Capital?

Hongda Capital masih mengingat rasa bencinya terhadap penyerangan itu. Sudah lama mereka mencari Timmy Wang, namun tak kunjung menemukan jejaknya.

Dalam hal kehati-hatian, Timmy Wang dapat disebut sebagai titisan Robert Huo. Sangat sedikit orang yang mengetahui wajahnya.

Leonard Gao tidak tahu siapa Timmy Wang sebenarnya, namun karena ia bisa bicara seperti itu, tentu ia cukup mengenal perusahaan.

Hal itu membuatnya merasa tidak senang sekaligus waspada.

"CEO Gao, apakah yang ia katakan itu benar?" tanya Charles Ji.

"Mana mungkin benar," jawab Leonard Gao, tentu saja ia tak mau mengakui hal itu. Ia menatap Timmy Wang dan berkata dengan ekspresi suram, "Anak muda, kau boleh bebas makan sesukamu, tapi kau tidak boleh bicara sesuka hatimu. Kekuatan Hongda Capital sangat jelas, mana ada hot money yang bisa membuat kami rugi? Mau punya nyali sebesar apa pun, mereka tidak akan berani mengusik kami!"

Timmy Wang terkikik dan tak menjawab.

Baginya, Leonard Gao hanyalah seorang penipu yang hina. Ia bahkan merasa Hongda Capital hanya ditopang oleh sekelompok orang yang tidak profesional.

Keunggulan mereka satu-satunya hanyalah bisa mengumpulkan uang tunai yang cukup banyak di awal. Kalau tidak, sejak dulu mereka sudah akan dihabisi orang-orang.

Mereka masih berani masuk ke bursa saham meskipun tidak bisa mengalokasikan penggunaan dana dengan baik. Mungkin cuma orang-orang yang tidak ahli di bidang ini yang masih mempercayai mereka, seperti Charles Ji.

Meskipun tidak mengatakan apa pun, namun tawa Timmy Wang yang meremehkan itu membuat Leonard Gao sangat murka.

Berani-beraninya bocah yang tampaknya masih berumur 20 tahunan ini menertawakannya?

Kau pikir siapa dirimu?

Namun ia memilih untuk tidak mempedulikan Timmy Wang. Tidak peduli siapa pemuda ini dan apa yang diketahuinya, asalkan ia bukan anggota keluarga Ji, maka tidak ada hubungannya dengannya.

Sasarannya adalah Charles Ji dan perusahaan cabang Ji's Corp.

Karena itu, Leonard Gao langsung memandang Charles Ji dan berkata dengan tidak senang, "CEO Ji, apakah kau memanggil orang-orang ini untuk mempermalukan Hongda Capital? Kalau kau tidak ingin masuk listing, terus terang saja, kita sama-sama tidak perlu membuang-buang waktu."

Tentu saja Charles Ji berharap perusahaan cabang Ji's Corp bisa mendapatkan listing. Dengan total aset perusahaan saat ini, begitu mendapat listing, kekayaannya sebagai Vice GM akan meningkat setidaknya 20 hingga 30 kali lipat.

Charles Ji tidak peduli bagaimana tindak lanjut dari perusahaan. Dengan kekayaannya yang meroket nanti, ia dapat menjalani kehidupan yang menyenangkan dalam waktu yang cukup lama.

Charles Ji panik melihat Leonard Gao menunjukkan rasa tidak senangnya. Ia buru-buru berkata, "Jangan dipikirkan, CEO Gao, bukan aku yang memanggilnya. Li, siapa yang kau ajak ini? Asal bicara saja padahal tidak paham apa-apa!"

"Dia ini telah membuat beberapa prestasi di pasar saham, dan menurutku apa yang dia katakan sangat masuk akal. Mengenai listing, kami masih harus mengambil rencana jangka panjang, tidak bisa terburu-buru," ujar Robert Huo.

Pemahamannya terhadap bursa saham setingkat dengan Timmy Wang. Tentu saja ia tahu Hongda Capital adalah penipu.

Namun perkataannya membuat Charles Ji dan Leonard Gao semakin tidak senang.

Yang satu ingin listing, yang satu ingin menipu orang untuk listing, jelas saja mereka tidak mau mendengar fakta itu.

Leonard Gao berdiri dan berkata pada Charles Ji dengan wajah tidak senang, "CEO Ji, tidak ada gunanya membicarakan ini. Karena Asisten Li ternyata mempercayai anak muda yang tidak mengerti tentang saham, kurasa lupakan saja transaksi ini. Kami juga tidak menganggap serius perusahaan cabang Ji's Corp. Masih banyak perusahaan yang bekerja sama dengan Hongda Capital! Selamat tinggal!"

Melihat Leonard Gao berdiri, Charles Ji sangat panik, ia segera menghentikannya, "CEO Gao, CEO Gao! Mari kita bicarakan baik-baik. Bukankah masih bisa didiskusikan?"

"Bisa didiskusikan? Mau diskusi bagaimana?" kata Leonard Gao sambil mendengus, melirik Robert Huo dan Timmy Wang. "Menurutku sudah tidak bisa didiskusikan. Bahkan kalau masih bisa pun, aku juga tidak mau membicarakannya dengan orang-orang yang tidak paham! Jika perusahaan cabang Ji's Corp ingin listing, minta orang yang paham bursa saham untuk menemuiku!"

Setelah mengatakannya, Leonard Gao meninggalkan teahouse dengan marah.

Charles Ji menatap Robert Huo dengan panik. Melihatnya tidak ada maksud untuk mengejar atau minta maaf, ia pun berkata marah, "Asisten Li, apa yang kau lakukan! Aku susah payah mengundang CEO Gao kemari, kau malah membuatnya marah begini. Kau telah menghambat transaksi besar perusahaan!"

Robert Huo memandangnya dan berkata, "Aku justru merasa sudah membantu perusahaan menghemat uang dalam jumlah besar, atau bisa dibilang mencegah CEO Ji ditipu."

"Kau..." ucap Charles Ji marah. Aku ingin listing untuk meraup keuntungan, dan kini kau menggagalkannya, beraninya bilang kau menghemat uang dan takut aku tertipu?

Meskipun begitu, ia tidak akan menyinggung Robert Huo karena kedudukannya yang tidak biasa itu. Kalau itu setengah tahun lalu, ia sudah akan menggebrak meja dan menendang kursi, serta memaki-makinya.

Novel Terkait

Unlimited Love

Unlimited Love

Ester Goh
CEO
2 tahun yang lalu
Mbak, Kamu Sungguh Cantik

Mbak, Kamu Sungguh Cantik

Tere Liye
18+
2 tahun yang lalu
Cinta Adalah Tidak Menyerah

Cinta Adalah Tidak Menyerah

Clarissa
Kisah Cinta
3 tahun yang lalu
Cinta Pada Istri Urakan

Cinta Pada Istri Urakan

Laras dan Gavin
Percintaan
2 tahun yang lalu
Love and Trouble

Love and Trouble

Mimi Xu
Perkotaan
2 tahun yang lalu
After Met You

After Met You

Amarda
Kisah Cinta
2 tahun yang lalu
His Second Chance

His Second Chance

Derick Ho
Practice
2 tahun yang lalu
Pengantin Baruku

Pengantin Baruku

Febi
Percintaan
2 tahun yang lalu