Inventing A Millionaire - Bab 122 Meredakan Kemarahan

Setelah menarik nafas beberapa kali, emosi di dalam hatinya pun menjadi lebih tenang, lalu ia berkata dengan tenang: “Ngomong itu jangan berlebihan, kadang karma akan datang dengan cepat.”

“Waduh, malah mengutuk orang kamu? Aku bilang Tuan kaya ini, tolong Anda membayar lunas terlebih dahulu baru memberi aku pelajaran.” Kata Sales wanita tersebut dengan mencibir.

Saat ini, Gaby tiba-tiba berkata dengan sangat serius kepada Sales wanita tersebut: “Tante, kamu akan segera menjadi sial, Ayahku ini sangat hebat!”

“Haha, memang satu keluarga ya, bahkan anak yang masih kecil pun sudah bisa ikut berbual, hebat hebat. Tante memang merasa sangat ketakutan oleh Ayah kamu.” Kata Sales wanita tersebut dengan tidak peduli.

Sebenarnya Natalie Ning juga merasa kesal, tadinya membeli rumah merupakan kejadian yang menyenangkan, bagaimana bisa bertemu dengan orang seperti ini.

Yasudah jika berbisnis dengan tidak sesuai aturan, ini malah berkata dengan sinis, apakah masih mirip dengan pekerja pelayanan?

Sekarang, hp Fernaldy Fang sudah tersambung, dengan keras ia berkata: “Kak Lu, kamu ini mencari Sales macam apa ini, satu per satu saking hebat sudah hampir naik ke atas langit, jangan bertanya kenapa kepadaku, sekarang aku sedang berada di Departemen Penjualanmu, cepat kemari, jangan berkata aku tidak memberikan kesempatan kepada kamu, orang hebat yang aku katakan saat pagi tadi sedang berada di samping aku, jika tidak melihat kamu dalam 15 menit, maka kami akan langsung pergi, kedepannya juga tidak perlu berkontak lagi!”

Tadi pagi setelah Robert Huo berkata dirinya ingin membeli rumah, Fernaldy Fang langsung menelepon ke beberapa Bos real estate di Area Barat Laut, berkata kalau nanti siang akan membawa seseorang yang sangat hebat ke sana untuk membeli rumah.

Perusahaan real estate di sini, pada dasarnya dibangun oleh penduduk setempat seperti Fernaldy Fang, mereka pun telah berteman satu dengan yang lain.

Sifat Fernaldy Fang, mereka mengetahuinya dengan sangat jelas, terlihat seperti polos dan jujur, tapi sebenarnya dia sengat cerdas.

Orang yang disebut hebat olehnya, pasti sangat luar biasa.

Mengenai kehebatan seperti apa, Fernaldy Fang juga tidak memberitahu kepada mereka secara detil, bagaimanapun sejauh ini, dia mungkin adalah satu-satunya Bos real estate yang mengetahui potensi besar Area Barat Laut di masa depan.

Ia juga berpikir nanti ingin mengajak Robert Huo untuk mendiskusikan masalah ini dengan detil, mencari beberapa tanah atau langsung mengembangkannya, informasi ini jika diketahui oleh orang lain, bukannya ia menjadi harus membagikan daging besar ini.

Tidak peduli bagaimanapun, orang yang diakui Fernaldy Fang, beberapa Bos real estate yang lain juga pasti tidak berani memandang rendah.

Jadi, CEO Lu sana pun langsung menyetujui untuk langsung bergegas ke sana.

Setelah menutup telepon, Fernaldy Fang juga tidak ingin terlalu banyak omong kosong dengan kedua Sales wanita tersebut, hanya berkata kepada Robert Huo: “Tunggu sebentar dulu, Kak Lu segera datang kemari.”

“Wah, Tokoh besar yang mana lagi ya si Kak Lu ini?” Tanya seorang Sales wanita sambil tersenyum.

Fernaldy Fang melirik sekilas ke dia, lalu mendengus, dan tidak menghiraukannya lagi.

Dengan kedudukannya, kalau mempermasalahkan masalah dengan karyawan-karyawan level rendah seperti ini memang merusak wibawanya sendiri, jika merasa tidak senang, nanti dia langsung mencari yang bermarga Lu saja.

Melihat Fernaldy Fang tidak menghiraukan orang, Sales wanita itu pun ikut mendengus, sambil bergumam: “Badan gemuk seperti ini masih banyak gaya di sini, tidak mengaca dulu diri sendiri terlihat seperti apa.”

Dia sengaja tidak menekan suaranya, Fernaldy Fang juga tidak tuli, tentu saja bisa mendengarkannya dengan jelas.

Orang kaya dengan kekayaan yang lebih dari belasan miliar ini, wajahnya pun terlihat menghijau, hanya saja merasa karena adanya pasangan Robert Huo dan istrinya di sampingnya, ia tidak ingin bertengkar dengan orang lain di depan mereka, kalau tidak daritadi Fernaldy Fang sudah mulai mengutuknya.

Kedua Sales wanita yang sudah menganggap orang Robert Huo ini adalah orang miskin yang tidak memiliki uang tapi masih ingin membuat masalah, mereka juga tidak lama-lama berdiam di sana, kembali ke sisi rekan kerja mereka, lalu sambil bergosip tentang Robert Huo mereka.

Tidak perlu dipikirkan pun tahu, apa yang dikatakan mereka pasti merupakan ungkapan sinis.

Dan sebelahnya, setelah Goldwin Lu selesai menerima telepon, ia langsung menolehkan kepalanya dan melihat ke Sekretarisnya, bertanya: “Siapa yang bertanggung jawab atas Komplek Fenghua sekarang?”

Sekretaris pun langsung menjawab tanpa ragu-ragu: “Ditangani oleh Perusahaan manajemen properti di bawah perusahaan kita, tapi GM Vengo Chen sedang pergi ke provinsi lain untuk melakukan penelitian, sekarang seharusnya Wakil GM Stephan Sun yang bertanggung jawab atas masalah penjualan.”

Goldwin Lu berdiri dan mengambil sebuah mantel, berkata: “Langsung pergi ke Departemen Penjualan Stephan Sun, entah Sales mana yang tidak punya mata menyinggung CEO Fang di sana, meminta dia untuk menenangkan CEO Fang terlebih dahulu, aku segera ke sana.”

“Baik, aku segera menelepon dia.” Jawab Sekretaris dengan buru-buru.

Sudah bertahun-tahun menjadi Sekretaris Goldwin Lu, dia tahu orang yang bisa membuat Bos ini begitu berhati-hati, dan Tokoh besar yang bermarga Fang, hanya satu-satunya Bos dari Fernaldy Real Estate yang suka mengenakan celana besar dan berkeliaran ke mana-mana itu.

CEO Fang yang tidak menjaga penampilan, tapi bisa mengembangkan bisnisnya sampai begitu besar, Sekretaris juga sangat mengaguminya.

Dia langsung mengeluarkan hpnya, dan menelepon kepada Wakil GM Stephan Sun yang bertanggung jawab atas Departemen Penjualan sana.

Sekitar 5 menit kemudian, seorang pria paruh baya yang mengenakan setelan jas bergegas berlari ke Departemen Penjualan.

Saat melihat dia, semua Sales buru-buru menyimpan hp ke dalam kantong, lalu berdiri dan menyapa: “Selamat Siang Wakil GM Sun!”

Pria paruh baya ini, tentu saja merupakan Stephan Sun yang bertanggung jawab atas Departemen Penjualan Komplek Fenghua.

Dia pun sudah tidak peduli lagi dengan sapaan dari para Sales, melihat ke kiri dan kanan, dengan mudah ia langsung melihat Fernaldy Fang yang berdiri di depan pintu dengan wajah tidak senang.

Status Fernaldy Fang, tentu saja Stephan Sun mengetahuinya, walaupun bukan golongan teratas di dalam kota, tapi di industri real estate lokal ini, adalah Bos besar yang diakui semua orang, jangankan dia, bahkan Bos Goldwin Lu saja harus memberikan muka kepadanya.

Tadi Sekretaris Goldwin Lu meneleponnya, berkata mungkin ada Sales yang telah menyinggung Fernaldy Fang, ini benar-benar menakutkan Stephan Sun.

Tokoh pionir di dalam di industri ini, disinggung oleh bawahan dia, apakah dirinya masih ingin bertahan di dalam industri ini?

Dia pun langsung berlari dari ruangan kantornya, bergegas datang ke tempat ini.

Wajah Fernaldy Fang tidak terlihat jauh lebih baik karena berlalunya waktu, tetapi karena menunggu dengan lama, wajahnya pun terlihat semakin tidak senang.

Jantung Stephan Sun berdetak dengan cepat, setelah ia menarik nafas, menunjukkan senyuman yang menurut dia sudah merupakan senyuman paling ramah, baru berjalan ke sana.

Dari jauh ia sudah mengulurkan tangannya kepada Fernaldy Fang: “CEO Fang, tamu terhormat yang jarang berkunjung! Anda kemari mengapa tidak mengabari terlebih dahulu, biar aku bisa menyambut Anda di depan pintu.”

Fernaldy Fang melirik sekilas, dia tidak begitu akrab dengan Wakil GM dari Perusahaan manajemen properti di bawah perusahaan Goldwin Lu, mungkin dulu pernah bertemu sekali dua kali, namun ia tidak memiliki kesan.

Lagi pula, hari ini dia sudah kesal seperti ini, bahkan ada kesan pun ia juga malas berpikir banyak.

Dengan wajah yang tidak senang mendengus, bertanya: “Kamu siapa?”

Sikapnya Fernaldy Fang kurang baik, tapi Stephan Sun juga tidak berani merasa tidak senang, dia tahu mengapa ia bersikap demikian, hanya bisa sambil tersenyum dan berkata: "Aku Stephan Sun, Wakil GM Perusahaan manajemen properti yang ada di bawah perusahaan, tadi CEO Lu sendiri baru berpesan, meminta aku harus menyambut CEO Fang dengan baik, hanya saja tidak ku sangka, Anda sudah kemari dengan begitu cepat, silahkan silahkan silahkan, CEO Fang silahkan duduk dulu di ruang tamu VIP, siapa itu, ke ruangan kantor ku untuk ambil daun teh kemari!”

Sekumpulan orang di Departemen Penjualan, semuanya melihat adegan di depan sambil tercengang, benak mereka pun tidak sempat berpikir dengan baik.

Apa yang terjadi barusan, mereka melihatnya dengan sangat jelas, dan setelah kedua Sales wanita kembali, juga terus mengejek Fernaldy Fang, dan Robert Huo mereka.

Berkata ingin membeli rumah dengan pembayaran lunas, akhirnya malah tidak berani menggesekkan kartu, masih berpura-pura menelepon orang lain, tidak tahu juga bisa memanggil teman tidak jelas seperti apa untuk kemari.

Dulu juga bukan tidak ada orang yang mencari masalah di Departemen Penjualan, menelepon orang untuk kemari, tapi biasanya yang mereka panggil adalah preman kecil biasa, atau tidak PNS kecil saja.

Setelah kemari, bahkan kentut pun tidak berani langsung membawa orangnya pergi.

Jangan melihat rumah di Area Barat Laut sulit dijual, tapi tidak berarti perusahaan real estate di belakangnya tidak memiliki kekuatan.

Setiap penduduk lokal, pasti tahu kehebatan dari beberapa perusahaan real estate ini.

Brand lama, berada dalam satu lingkungan juga, beberapa Bos ini berkumpul untuk minum dan main kartu bersama setiap setiap hari, hanya kurang berjanji untuk menjadi saudara angkat saja.

Setelah orang-orang itu mendengarkan omongan Sales wanita, juga tidak menganggap Fernaldy Fang mereka, hanya menanggap seperti sedang menonton pertunjukan monyet saja.

Stephan Sun di dalam perusahaan real estate, hanya bisa terhitung sebagai pemimpin kecil saja, masih berbeda beberapa tingkat dari Goldwin Lu.

Namun di dalam Departemen Penjualan, tanpa ragu ia merupakan manajemen level tertinggi.

Saat ia baru masuk ke sini, semua orang mengira ia hanya datang untuk memeriksa saja, siapa pun tidak mengira, Wakil GM Sun ini baru datang langsung bergegas ke sisi si gemuk yang mengenakan celana besar dan singlet itu.

Lihat gaya dia yang sopan itu, bahkan terlihat lebih penting daripada Ayahnya.

Walaupun tidak tahun mengapa Stephan Sun harus begitu sopan kepada seorang pria gemuk yang bahkan mengeluarkan 1.000.000 RMB pun susah, namun wajah kedua Sales wanita tersebut, tetap terlihat mulai menjadi pucat.

Mereka memiliki firasat bahwa mereka akan sangat sial hari ini.

“Tidak ada waktu untuk omong kosong dengan kamu, mana CEO Lu kalian? Mengapa belum kemari?” Tanya Fernaldy Fang dengan sangat tidak segan-segan.

Stephan Sun berdiri di sana dengan wajah yang sangat sopan, berkata: “CEO Lu sedang di perjalanan, segera sampai, lebih baik Anda menunggu di ruang VIP……….”

“Ruang VIP kalian ini, aku tidak berani ke sana, jika benar-benar ke sana, takut juga nanti ada orang yang ingin menginjak kepalaku sambil berteriak-teriak.” Fernaldy Fang berkata dengan kesal.

Senyuman di wajah Stephan Sun langsung terlihat kaku, lalu sambil tertawa dengan garing: “CEO Fang jangan marah, apakah ada orang yang tidak tahu diri menyinggung Anda ya? Begini, aku langsung meminta dia kemari untuk meminta maaf kepada Anda, biar reda sedikit kemarahan Anda.”

Sambil ngomong, Stephan Sun membalikkan badan dan melihat ke arah para Sales, dengan nada dingin berkata: “Kalian, tadi siapa yang menyinggung CEO Fang, kemari sekarang juga!”

Novel Terkait

Meet By Chance

Meet By Chance

Lena Tan
Percintaan
2 tahun yang lalu
Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa

Wennie
Dimanja
2 tahun yang lalu
Mr Huo’s Sweetpie

Mr Huo’s Sweetpie

Ellya
Aristocratic
2 tahun yang lalu
Si Menantu Dokter

Si Menantu Dokter

Hendy Zhang
Menantu
2 tahun yang lalu
My Superhero

My Superhero

Jessi
Kejam
2 tahun yang lalu
Diamond Lover

Diamond Lover

Lena
Kejam
2 tahun yang lalu
My Lady Boss

My Lady Boss

George
Dimanja
2 tahun yang lalu
Waiting For Love

Waiting For Love

Snow
Pernikahan
3 tahun yang lalu