Inventing A Millionaire - Bab 321 Rahasia Yang Tersembunyi Akhirnya Akan Terbuka Juga

Berbicara sampai di sini, jika Nova masih belum mengerti juga dari awal dia sudah dibuat hancur oleh Colin dan Charles.

Hanya kalau dilihat kembali, beberapa menit yang lalu dirinya merasa tidak tenang. Masalah yang membuatnya panik dan bingung sekali sampai di tangan Robert hanya dalam waktu hitungan menit persoalan ini telah diatasi.

Hati yang lega membuat Nova samar-samar merasakan sedikit takut.

Semua keluarga Ji mungkin akan kacau karena reformasi kali ini dan pria yang ada di depannya ini mengatasi situasi ini dengan diam-diam.

Tidak akan yang bisa mengira dia akan mengganggap reformasi kali ini menjadi sebuah kesempatan besar yang sulit didapatkan.

Kemampuan yang bisa mengubah bahaya menjadi aman sungguh bukan orang biasa!

Bahkan Nova mempunyai perasaan pria ini seperti sedang bermain game, dengan mudah dia bisa membuat seluruh keluarga Ji kelabakan.

Mungkin dirinya, juga Colin atau orang yang seperti Cedric, baginya mungkin hanya sekedar buah catur yang mudah diatur.

Orang seperti itu, apa yang dipikirkan dalam hati, siapa yang bisa menebaknya?

Bahkan sampai saat ini Nova masih tidak mengerti, Robert yang memiliki kemampuan ini mengapa memilih membantu dirinya yang “orang kecil” ini untuk naik posisi.

Jika dia ingin, semua perusahaan besar lainnya pasti akan membuka pintu lebar-lebar dan membiarkannya masuk.

Inilah yang dibilang tidak mengejar keuntungan kecil pasti memiliki rencana yang besar.

Nova ingin sekali menanyakan, sebenarnya apa yang telah dia rencanakan.

Pertanyaan yang sama sudah pernah dia tanyakan pada Robert sebelumnya, namun jawaban yang diterima asal-asalan, seperti benar namun juga tidak, membuat orang sulit untuk memahaminya.

Dan keluarga Ji saja tidak mampu melepaskan diri dari permainannya, bagaimana dengan dirinya sendiri?

Apa yang terjadi di tahun itu, apakah dia selalu mengingatnya?

Dia membantu dirinya untuk melakukan ini semua, sebenarnya untuk menyanjung dirinya atau ada sebab lain?

Berpikir sampai di sini Nova tidak bisa menahan lagi dan langsung bertanya : “Sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan!”

Robert yang sedang memikirkan untuk menarik siapa dalam keluarga inti Ji, mendengar pertanyaan ini membuatnya sedikit terkejut : “Apa maksudnya apa yang ingin dilakukan?”

Kata-kata ini bagaikan jarum yang menusuk Nova, dia meloncat berdiri dengan mata melotot pada Robert, berkata : “Tidak peduli kamu ingat atau tidak, juga tidak peduli apa yang ingin kamu lakukan. Aku beritahu dengan jelas, masalah itu tidak ada hubungan dengan orang lain! Jika ingin balas dendam padaku, cukup ke aku sendiri saja. Jangan melibatkan orang lain! Aku tidak suka dipermainkan seperti ini!”

Sikapnya yang tiba-tiba berubah membuat Robert merasa aneh.

Barusan masih diskusi dengan serius, mengapa sekarang mendadak menjadi marah?

Apa maksudnya ingin balas dendam, bukankah ini sedang ingin membantumu?

Dia tahu reaksi Nova yang seperti ini karena hal yang pernah terjadi di masa lalu.

Hal itu memiliki hubungan erat dengan Shawn, tapi dia bukan Shawn, juga tidak ingin karena masalah yang lalu itu muncul konflik dengan Nova.

Robert bangkit berdiri dan mengulurkan tangan bermaksud menepuk bahunya untuk menghibur, namun Nova seperti ketakutan dan mundur selangkah.

Dengan sedikit canggung Robert menarik tangan dan berkata : “Jangan terlalu banyak berpikir. Jika aku ingin balas dendam padamu, apa kamu bisa menghindar? Tidak peduli apa yang terjadi di masa lalu, itu hal yang sudah berlalu, aku juga tidak ingat lagi. Walaupun ingat juga malas untuk memikirkan. Aku yang sekarang hanyalah asisten kamu dan hanya melakukan hal yang kusenangi saja. Kamu jangan selalu berpendapat sepertinya aku memiliki muslihat, kalau begitu hanya akan membawa masalah yang tidak perlu ada bagi dirimu.”

Nova menatap lurus padanya dengan ekspresi yang serius juga hati-hati. Dan mengamatinya seolah sedang memastikan apakah yang dikatakan Robert itu sesungguhnya atau bukan.

Robert tidak menghindar sama sekali dan juga menatap lurus padanya, berkata “Aku rasa mungkin karena kamu terlalu tertekan, jadi berpikir yang tidak-tidak. Kalau bisa istirahatlah dua hari, baru kita bicarakan lagi. Aku masih ada sedikit urusan lain dan akan pergi dulu.”

Nova tidak menjawab, dengan pandangan mata dia mengantar kepergian Robert.

Setelah menunggu bayangan pria itu benar-benar sudah menghilang dari pandangannya, jantungnya yang berdebar kencang pelan-pelan mulai kembali normal.

Setelah menghela napas panjang, Nova berpaling dan melihat laptop yang ada di atas meja.

Dia mengingat kembali setiap ucapan dari Robert, bahkan setiap kata. Tiba-tiba dia ada perasaan jika pria ini tidak berkata bohong.

Apakah dia sungguh tidak mengingat apapun atau memang tidak bermaksud untuk mengejar masa lalu.

Kalau begitu memang dirinya yang berpikir banyak?

Semua tindakannya baru-baru ini, dilihat bagaimanapun tidak seperti ingin balas dendam, meskipun ingin menyanjungnya cara begini juga sangat tidak wajar.

Perjuangan dalam batinnya membuat Nova semakin bingung.

Masa lalu itu selalu menjadi bom waktu di hatinya dan terus kuatir entah kapan akan meledak.

Dia semakin berapi-api. Harus memperjelas dulu masalah itu dengan Robert, bahkan kelak apa yang akan terjadi dia tidak akan peduli. Bila hal ini tidak diungkapkan, suatu hari dia akan tercekik hidup-hidup!

Tetapi jika dia memang tidak ingat apapun, buat apa dirinya mencari susah sendiri?

Kalaupun diungkapkan juga tidak ada untung bagi dirinya sendiri, apalagi melibatkan Natalie.

Semula memang sudah bersalah pada Natalie, mana boleh membuat dia menderita lagi.

Atau……biarkan masalah ini terkubur di dalam hati, Robert tidak bicara, dirinya juga tidak mengungkit, ini adalah pilihan yang paling tepat.

Berpikir seperti ini pelan-pelan membuat Nova tenang kembali.

Apa pun yang terjadi, hadapi dulu rencana reformasi ini baru membicarakan yang lain.

Jalan pikiran yang dikatakan oleh Robert tadi sangat menyadarkan dirinya, semakin dipikir semakin merasa ada benarnya juga.

Keluarga inti mengeluarkan rencana reformasi ini, tampak jelas sangat iri dengan keuntungan perusahaan cabang. Semakin iri mereka, maka kekuatan chip taruhannya juga semakin besar!

Lima belas kursi dewan direksi, ditambah satu hasil dari perjuangannya. Ditambah lagi Colin, sampai saat ini jumlah suara yang ada di tangannya membuat dia memiliki otoritas untuk berbicara.

Asal dia bisa memperjuangkan tiga atau empat lagi, maka hal besar ini akan ada harapan!

Hanya saja, harus menarik siapa dari cabang lain?

Tepat saat sedang berpikir apakah akan menelepon Colin atau tidak untuk berunding, ponsel Nova mendadak berdering.

Dia mengambil dan melihat sebentar, sebuah nomor asing. Namun nomor ponselnya sendiri sudah terdaftar di layanan telekomunikasi, biasanya tidak akan ada panggilan yang tidak dikenal.

Dia menerimanya dan dari sana terdengar sebuah suara yang rendah dan mantap : “Apakah ini dengan nona Nova Ji?”

“Iya aku sendiri, ini dengan siapa?” tanya Nova.

“Aku adalah Robin Li, ingin mencari nona Ji untuk menanyakan keberadaan seseorang.” Jawab orang tersebut.

Nova sedikit terkejut pada saat mendengar nama Robin. Setelah dia mengingat akan nama yang tidak asing ini seketika wajahnya menjadi pucat.

Robin……

Robin……

Di saat dia paling bingung dan selalu ragu-ragu apakah dia harus melepaskan semua hal masa lalu, kini sepertinya tidak perlu ragu lagi.

Hal yang paling dikuatirkan akhirnya terjadi juga, orang yang seharusnya tidak muncul telah datang.

Meskipun dia tidak tahu bagaimana mereka bisa menemukan dirinya dan bagaimana bisa mendapatkan kontaknya. Namun mengingat nama orang ini Nova tidak merasa aneh.

Kini hatinya penuh kepanikan. Tidak tahu harus bagaimana menjawab pertanyaan orang tersebut.

“Maaf, aku sekarang lagi sibuk, nanti aku akan membalas pada anda.”

Setelah itu Nova langsung menutup telepon.

Membawa ponsel itu ke depan dadanya, raut wajah Nova semakin memucat.

Sekitar setengah menit kemudian, dia menyalakan ponsel dan menghubungi Natalie.

Saat panggilan sudah terhubung, Nova buru-buru berkata : “Natalie, ini tidak baik……”

Natalie sedang sibuk dengan urusan pekerjaan kantor, Owen sudah mengakui segalanya dan para pengacara juga sudah siap dengan dakwaan, kini sedang menjalani prosesnya.

Sebagai penanggung jawab perusahaan, Natalie juga harus interaksi dengan pengacara, kemudian nanti dia akan memberikan keterangan sebagai salah satu saksi. Selain itu juga perlu menangani beberapa dampak yang timbul karena masalah ini, sekarang dia ingin sekali bisa membelah diri menjadi beberapa untuk bisa mengurusnya.

Tidak hanya Natalie, Sisilia dan yang lainnya juga sibuk membantu dan repot bukan main.

Volume bisnis yang begitu besar di setiap harinya selalu muncul berbagai macam persoalan. Mulai dari layanan perusahaan sampai penyortiran, sekalipun hanya sebagian kecil yang tersisa juga perlu waktu setengah hari untuk mereka tangani.

Hingga semua orang menjadi sungkan untuk menerima upah lembur.

Ketika menerima telepon dari Nova dengan kata pembuka seperti itu membuat Natalie tidak mengerti : “Apa yang tidak baik?”

“Robin telah menelepon aku.”

“Robin? Siapa ya?”

“Paman keempat Shawn.”

Jawaban ini membuat semua aktivitas Natalie seketika berhenti.

Kalau saja bukan memakai handsfree bluetooth, mungkin saja ponselnya juga akan jatuh ke lantai.

Semua orang mengira Shawn adalah yatim piatu, hanya Nova dan Natalie yang tahu, kenyataannya tidak seperti itu.

Dia bukan yatim piatu dan ada beberapa kerabatnya yang masih hidup.

Sekarang Nova berkata bahwa paman keempat Shawn telah muncul, Natalie segera teringat akan peribahasa “Angin tak dapat ditangkap, asap tak dapat di genggam“ yang berarti “rahasia yang tersembunyi akhirnya akan terbuka juga”.

Novel Terkait

Kisah Si Dewa Perang

Kisah Si Dewa Perang

Daron Jay
Serangan Balik
2 tahun yang lalu
Demanding Husband

Demanding Husband

Marshall
CEO
2 tahun yang lalu
Ternyata Suamiku Seorang Milioner

Ternyata Suamiku Seorang Milioner

Star Angel
Romantis
3 tahun yang lalu
Harmless Lie

Harmless Lie

Baige
CEO
3 tahun yang lalu
Pria Misteriusku

Pria Misteriusku

Lyly
Romantis
2 tahun yang lalu
Akibat Pernikahan Dini

Akibat Pernikahan Dini

Cintia
CEO
3 tahun yang lalu
After Met You

After Met You

Amarda
Kisah Cinta
2 tahun yang lalu
Wanita Yang Terbaik

Wanita Yang Terbaik

Tudi Sakti
Perkotaan
2 tahun yang lalu