Inventing A Millionaire - Bab 33 Ingin Pulang

Setelah saling berpamitan, baru Natalie Ning berpisah dengan perasaan tak rela bersama mereka berdua.

Melihat Natalie Ning hendak pergi, para pegawai toko lainnya pun bergegas lari keluar dan melambaikan tangan terhadapnya.

Semua orang memandang kepergian 3 orang sekeluarga itu, sesaat kemudian, entah siapa yang bertanya: "Kalian rasa, dia akan bahagia tidak?"

"Bahagia apaan! Otakmu bermasalah!" Kepala toko menyangkalnya, terlihat jelas sangat tidak mempercayai Robert Huo.

Tidak hanya dia, orang lain juga sama. Semuanya sama-sama merasa pengunduran diri Natalie Ning kali ini sungguh begitu ceroboh.

Kenapa dia berani mempercayai suami seperti itu?

Hampir semua orang merasa, lain kali kalau bertemu dengan Natalie Ning, dia yang merupakan orang tercantik di toko ini pasti akan menjadi lebih terpuruk dan sengsara.

Saat ini, 3 orang sekeluarga itu sedang berjalan di pinggir jalan.

Natalie Ning terlihat sedang bersuasana hati buruk. Dia sekarang malah mengundurkan diri dari di toko busana yang merupakan tempat di mana dia sudah bekerja begitu lama begitu saja, hal ini membuatnya merasa sedikit gundah, dan sangat merasa bersalah.

Dengan kepergiannya ini, dia merasa sangat tak enak hati terhadap orang-orang yang pernah membantunya.

Robert Huo selalu memperhatikan ekspresi wajahnya, setelah merasa ragu sejenak, dia bertanya: "Apakah langsung menyuruhmu mengundurkan diri membuatku terlihat tidak menghormatimu? Sebenarnya aku tidak bermaksud seperti itu, hanya merasa mereka......"

"Aku tahu kamu bukan bermaksud seperti itu." Natalie Ning menggelengkan kepala, melihat Robert Huo, menghela napas dan berkata: "Sebenarnya mereka tidak sejahat yang kamu pikirkan, mereka setiap hari selalu mengambil inisiatif menyuruhku pulang lebih awal untuk menjemput Gaby, setelah selama ini, tidak pernah ada seorang pun yang mengkritikku. Terkadang saat bos menyadari aku pulang lebih awal, mereka pun selalu membelaku. Cara penyelesaian mereka terhadap hal seperti ini pun sebenarnya tidaklah salah. Kami membantu bos mendapatkan uang, tidak boleh mempengaruhi keuntungan orang lain karena keluhan pribadi."

Robert Huo menganggukkan kepala, dia dari awal sudah menyadari, bahwa hubungan Natalie Ning dan para pegawai itu sangat akrab.

"Tadinya aku memang telah salah paham, tapi alasanku menyuruhmu mengundurkan diri bukanlah sepenuhnya karena cara mereka dalam menyelesaikan perkara. Meskipun segara garis besar mereka tidaklah bersalah, tapi aku tidak berharap kamu mengorbankan dirimu demi menyelesaikan perkara." Robert Huo menatap matanya Natalie Ning, berkata dengan sangat serius: "Percaya padaku, aku memiliki kemampuan untuk tidak membuat kalian berdua mengalami kesedihan demi kehidupan!"

Nada bicaranya begitu tegas, tatapan matanya pun sama. Natalie Ning menatapnya, sesaat kemudian, wajahnya bertambah ekspresi senyuman.

"Hmm, aku mempercayaimu." Jawab sang wanita.

"Aku juga mempercayai Ayah!" Gaby merangkul lehernya Robert Huo dan berkata dengan suara keras.

Robert Huo tertawa lepas dan memeluknya dengan erat, berkata: "Demi berterima kasih atas kepercayaan kalian, bagaimana kalau kita sekeluarga pergi makan enak di luar?"

"Tidak makan di rumah?" Natalie Ning menanyakan.

"Hari ini tidak makan di rumah, aku baru saja naik pangkat dan naik gaji, sudah sepatutnya dirayakan." Robert Huo berkata sambil tersenyum.

"Naik pangkat?" Natalie Ning tidak hanya tidak merasa senang, malahan sangat terkejut. Di matanya, suaminya seharusnya tidak memiliki kemampuan untuk naik pangkat, mungkin ini merupakan sebuah perhatian spesial dari Nova Ji terhadap sang wanita.

Bagi keluarganya, ini adalah hal baik, tapi Nova Ji sudah begitu sering membantunya, Natalie Ning benar-benar tidak ingin berhutang budi dengannya lagi.

Robert Huo menyadari pemikirannya, berkata: "Jangan berpikir sembarangan, ini hanya karena aku telah membantunya membereskan dua masalah besar merepotkan. Kalau tidak, Nova Ji mungkin saja akan dipecat."

"Hah? Kok bisa?" Natalie Ning merasa terkejut.

"Ceritanya panjang. Kita cari tempat makan dulu, sambil makan sambil kuceritakan. Kalau tidak, perutnya Gaby bakalan kelaparan sampai mengempis." Robert Huo mengatakan.

Gaby bekerja sama dengan menutup perutnya sendiri, mengerutkan kening dan berkata: "Sudah kempis......"

Robert Huo dan Natalie Ning tertawa, bocah ini sungguh imut.

Kemudian, Robert Huo mencari restoran makanan laut dengan level yang lumayan bagus, mereka bertiga makan sampai kenyang.

Sebenarnya Robert Huo merasa acara makan kali ini seharusnya pergi ke restoran yang lebih berkelas, tapi karena Natalie Ning sudah hidup dalam kondisi ekonomi keluarga yang cukup melarat dalam jangka waktu yang panjang, makanya meskipun tahu Robert Huo sekarang sudah naik pangkat dan naik gaji, dan juga mendapatkan imbalan puluhan ribu RMB karena membantu Eugene Ning beberapa hari yang lalu, Natalie Ning tetap tidak ingin makan terlalu mewah.

Makanan laut mau makan di mana pun tetap saja sama, untuk apa harus pergi ke tempat yang sangat mahal.

Saat Robert Huo menjadi seorang Tuan Muda, dia sudah jenuh memakan makanan laut, makanya mau makan di mana pun tidaklah bermasalah baginya. Oleh karena itu dia tidak begitu memaksakan kehendak.

Saat Gaby melihat raja kepiting dan lobster, ekspresinya yang kaget dan girang itu membuat sang pria seketika merasa sedih.

Saat melihat ekspresi Robert Huo yang aneh, Natalie Ning bertanya: "Ada apa denganmu?"

Robert Huo mematahkan satu kaki raja kepiting, menghancurkannya menggunakan gunting yang disediakan oleh restoran, lalu memberikan daging kepiting yang lebih besar dari jempol kepada Gaby, juga membantunya mengusap cairan jus yang ada di pinggir bibirnya dengan lembut.

Melihat sang gadis menyantap daging kepiting dengan girang, Robert Huo kembali menghancurkan satu lagi kaki kepiting untuk Natalie Ning, lalu baru berkata: "Aku merasa, kalian seharusnya menikmati kehidupan yang lebih baik, dan bukanlah kehidupan yang akan merasa senang hanya karena satu raja kepiting ini. Hal ini membuatku merasa bersalah. Ada beberapa hal yang tak berarti saat diucapkan, tapi aku tetap ingin mengatakannya padamu, aku ada di sisimu, dan tidak akan membuat kalian kembali mengalami kesedihan apapun lagi."

Saat menerima daging kepiting yang masih memiliki sedikit kuah dan melihat Robert Huo yang berkata dengan lembut namun penuh dengan rasa bersalah ini, Natalie Ning diam beberapa detik.

Kemudian, sang wanita tiba-tiba berkata: "Sebentar lagi Festival Pertengahan Musim Gugur akan tiba."

"Benar." Robert Huo menganggukkan kepala.

"Aku ingin membeli kue bulan. Lalu nantinya antarkan ke Papa dan Mama." Natalie Ning lanjut berkata.

Robert Huo terkejut, dalam beberapa tahun ini, karena Shawn Li sangat gagal, mereka berdua sudah bertahun-tahun tidak pernah pergi menemui ayah dan ibu mertua. Lebih tepatnya adalah, orangtuanya Natalie Ning lah yang tidak menerima kedatangan mereka.

Natalie Ning pun merasa dirinya sedikit bersalah terhadap jasa orangtuanya yang telah membesarkannya, juga telah mengecewakan harapan mereka karena mencari seorang suami yang seperti ini, juga tidak ada muka menemui mereka.

Setelah bertahun-tahun ini, setiap kali tiba di hari perayaan untuk berkumpul bersama keluarga seperti Festival Pertengahan Musim Gugur, tahun baru ataupun tahun baru Imlek, dia selalu merasa sedih sendirian, tidak pernah mengeluhkannya terhadap Shawn Li.

Karena dia tahu, serindu apapun dirinya terhadap keluarga, Shawn Li tidak akan peduli.

Dia hanya mementingkan gengsi dan kepentingannya sendiri, merasa tidak pulang akan lebih baik.

Hari ini adalah pertama kalinya Natalie Ning mengambil inisiatif mengajukan permintaan ingin pulang bersama Robert Huo setelah bertahun-tahun ini.

Kalau dibahas dengan teliti. Meskipun Robert Huo lumayan baik, tapi malah tidak pernah memperlihatkannya di hadapan ayah dan ibu mertua. Kalau pulang pada saat seperti ini, mungkin masih akan memancing kebencian kedua orangtua.

Tapi Natalie Ning malah tiba-tiba ingin pulang bersamanya, dia berharap ayah dan ibunya bisa melihat suaminya sudah memperbaiki kesalahannya di masa lalu.

Dia sedang maju ke depan dengan positif, bahkan sampai meraih pencapaian kecil.

Mungkin karena pengalaman hidup sebelum ini terlalu sengsara, sehingga membuat Natalie Ning sangat ingin mendapatkan pengakuan mereka, dan bisa memperbaiki hubungan antara mereka saat ini.

Natalie Ning menatap Robert Huo dengan sedikit tegang, takut akan mendengar kata "tidak ingin pergi" dari mulutnya sang pria.

Tapi Robert Huo tahu kejadian masa lalu, sebenarnya dia pun selalu merenungkan apakah harus mencari sebuah kesempatan untuk memperbaiki hubungan keluarga ini. Sekarang Natalie Ning sudah mengambil inisiatif mengungkitnya, dan ini sangat cocok dengan pemikirannya.

Apakah ayah dan ibu mertua akan memperlakukan mereka dengan buruk atau tidak nantinya, semua ini bukanlah hal yang perlu dipikirkan Robert Huo.

Seburuk apapun hasilnya, itu semua adalah akibat yang ditinggalkan oleh Shawn Li, cepat atau lambat dia harus menyelesaikannya, dan harus bisa menyelesaikannya.

Kalau sudah seperti ini, jadi untuk apa menunda waktu.

Sang pria menganggukkan kepala, berkata: "Baik, aku tahu sebuah merek yang bagus, rasa kue bulannya cukup enak, cukup memesannya secara online saat hendak pulang. Saat kue bulan tiba, kita langsung pulang."

Saat melihat senyuman di wajahnya Robert Huo, dan mendengar nada bicaranya yang terdengar seperti sedang bercanda itu, mata Natalie Ning sedikit memerah.

Dia sungguh begitu sensitif, ataupun karena terlalu polos, sangat sulit mengontrol suasana hatinya.

Robert Huo menyodorkan tisu dengan sangat tepat waktu, berkata dengan suara kecil: "Anak masih di sini, kamu harus menjadi contoh yang baik baginya."

Watak Natalie Ning telah terbentuk sejak kecil, Robert Huo tidak berniat untuk mengubahnya. Tapi, dia tidak berharap Gaby nantinya pun akan begitu sensitif sepertinya.

Meskipun merupakan seorang gadis, tetap harus tahu bagaimana mengontrol suasana hati diri sendiri.

Semakin parah tingkat sensitifnya, dia akan semakin mudah ditumbangkan orang lain.

Natalie Ning menerima tisu, tersenyum dan mengusap sudut mata, berkata: "Kamu kesal?"

Jarang-jarang dia bisa mengatakan kalimat bermanja, membuat Robert Huo tertawa, berkata: "Aku mana ada merasa kesal, hanya sekedar mengatakannya saja, bagaimana kalau kamu menangis dulu sejenak, aku kupasin cangkang kaki kepiting untukmu dulu."

"Kamulah yang menangis!" Natalie Ning bernada lembut, suasana hatinya telah membaik, kemudian sepertinya telah teringat akan sesuatu, berkata dengan sedikit resah: "Tapi sikap Papa dan Mama terhadapmu dulu......"

Novel Terkait

Memori Yang Telah Dilupakan

Memori Yang Telah Dilupakan

Lauren
Cerpen
3 tahun yang lalu
Milyaran Bintang Mengatakan Cinta Padamu

Milyaran Bintang Mengatakan Cinta Padamu

Milea Anastasia
Percintaan
2 tahun yang lalu
Istri Yang Sombong

Istri Yang Sombong

Jessica
Pertikaian
3 tahun yang lalu
Perjalanan Selingkuh

Perjalanan Selingkuh

Linda
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu
Cinta Di Balik Awan

Cinta Di Balik Awan

Kelly
Menjadi Kaya
2 tahun yang lalu
Excellent Love

Excellent Love

RYE
CEO
2 tahun yang lalu
You Are My Soft Spot

You Are My Soft Spot

Ella
CEO
2 tahun yang lalu
Balas Dendam Malah Cinta

Balas Dendam Malah Cinta

Sweeties
Motivasi
3 tahun yang lalu