My Greget Husband - Bab 11 Menyanjung

“Tuuutt~”

Suara dering telepon baru berbunyi sekali, Donny Wei sudah langsung mengangkat telepon.

Agar Carmila Xu bisa mendengarnya, Michelle Su bahkan sengaja mengaktifkan pengeras suara.

Julia Tang melihat sejenak orang yang menghubunginya, seketika itu hatinya berbunga-bunga, dengan senyum dia berkata: “Oh anakku, ternyata kalungmu itu pemberian dari Donny ya, dia baik sekali padamu, pria seperti ini, harus kamu jaga baik-baik.”

Suaranya Julia Tang sangat keras, orang-orang yang duduk di dekat mejanya saja bisa mendengarnya, mereka semua melihat ke arahnya.

Julia Tang sengaja mengatakan itu agar didengar oleh Yogi Chen, dibandingkan dengan Donny Wei, Yogi Chen jelas tidak ada apa-apanya.

Sementara itu pada waktu bersamaan, Donny Wei sedang memegang sebuah nasi kotak di tangannya, berjongkok di tepi jalan dan memakan makanannya dengan cepat dan lahap.

Telepon dari Michelle Su membuatnya terkejut, memangnya Michelle Su tidak tahu bahwa dirinya sudah bangkrut?

Dia menyeka sesuap makanan ke mulutnnya, sambil berpikir, siapa sebenarnya yang sudah dia singgung, bahkan keluarga Chen juga tidak bisa menyelamatkan dirinya.

Jika dilihat dari tingkatan dalam keluarga ibunya sendiri adalah adik perempuan dari kepala keluarga Chen, walaupun dari keluarga cabang bukan dari keluarga inti, tapi status ibunya juga tidak rendah.

Dia memohon ibunya untuk pergi mencari Kepala keluarga, tapi Kepala keluarga juga sangat berhati-hati dalam berbicara dan berterus terang mengatakan bahwa Donny Wei sudah menyinggung seseorang yang tidak seharusnya dia singgung.

Donny Wei yang sekarang, sangat miskin hingga lalat saja tidak mau dekat dengannya.

Meski tidak tahu kenapa Michelle Su meneleponnya, tapi dia tetap saja mengangkat telepon: “Halo, Michelle.”

“Donny, aku sudah menerima ‘Endless Love (nama lain Sky City)’ yang kamu berikan, sangat indah, kamu…sangat perhatian.” Wajah Michelle Su sedikit merona dan berkata: “Aku ingin bertanya padamu, apakah kamu masih bisa mendapatkan kalung edisi ‘Sky City’ yang lainnya?

“Endless Love?” Donny Wei tertegun sejenak, lalu berkata: “Michelle, apakah yang kamu maksud adalah kalung imitasi yang aku suruh orang buat dengan menghabiskan biaya 200 ribu Rmb (Sekitar 400 juta rupiah)?”

“Imitasi?”

“Benar, beberapa hari yang lalu aku ingin memberikannya padamu, tapi bukankah sudah dibuang oleh suamimu yang tidak berguna itu?” Donny Wei sambil tersenyum berkata: “Kalungnya sekarang masih tersimpan di rumahku, jika kamu mau, maka aku akan menjualnya padamu dengan harga yang lebih murah.”

“Jual padaku?”

Michelle Su merasa sedikit bingung, dari nada bicaranya Donny Wei, jelas bahwa kalung yang dikenakan Michelle Su sekarang bukan pemberian dari dia.

“Biaya pembuatan dan material kalung ini menghabiskan total 500 ribu RMB, tapi karena kita cukup dekat, kamu cukup bayar 490 ribu RMB saja.” Hati Donny Wei merasa senang seketika, dirinya sekarang tidak memiliki sepeser pun, dengan menjual kalung ini, setidaknya dia masih bisa balik modal sedikit.

“Terima kasih tidak perlu.”

Selesai berbicara, Michelle Su memutuskan sambungan teleponnya.

Sepertinya hal ini tampak sedikit rumit, jadi siapa sebenarnya yang memberikan kalung itu?

Tiba-tiba, Michelle Su melihat Yogi Chen yang duduk di meja sebelah.

Jangan-jangan……dia?

Michelle Su tiba-tiba teringat setelah Yogi Chen membuang barang pemberian Donny Wei hari itu, Yogi Chen pernah mengatakan akan memberikannya ‘Sky City’ yang asli…

Apakah benar-benar dia?

Michelle Su dengan refleks melihat ke arah Yogi Chen.

Yogi Chen mengelus-elus perutnya, dia makan dengan kenyang, meja ini dipenuhi makanan enak dan tidak ada orang yang berebut dengannya.

Jika saja, mereka tidak menatap dirinya dengan wajah mengeluh, maka itu akan lebih baik lagi.

Setelah menyeka mulutnya, Yogi Chen bersendawa dengan perasaan puas, kebetulan dia melihat Michelle Su sedang menatap dirinya, wajahnya mengulas seutas senyum.

“Hah, apa yang sedang kupikirkan, bagaimana mungkin dia sanggup memberikan barang yang begitu mahal? Ini sama saja dengan mimpi di siang bolong.” Michelle Su menghela napas dan berhenti menebak-nebak.

“Eh, hiasan rambut yang ada di kepala wanita itu cukup menarik, seperti itu barang antik.” Yogi Chen melihat Carmila Xu yang duduk di samping Michelle Su, Carmila Xu terlihat sedang memakai aksesoris rambut yang diukir dari giok putih, dilihat dari modelnya itu harusnya berasal dari dinasti Ming, itu benar-benar barang antik.

Ada pepatah mengatakan, nilai barang antik ibarat harga emas saat krisis.

Keluarga Chen banyak berinvestasi di bidang barang antik, karena sering melihat dan berurusan dengan barang antik, Yogi Chen pun memiliki kemampuan untuk membedakan barang antik.

Kemudian, Keluarga Chen bahkan secara khusus mengundang pelopor nomor satu pengamat barang berharga dari Huaxia, Guru Hans Wang untuk menjadi pengamat utama barang berharga milik Keluarga Chen.

Kala itu, begitu libur musim panas tiba Yogi Chen akan mengikutinya untuk belajar.

Jika dia tidak salah lihat, aksesoris yang ada di pakai Carmila Xu itu harusnya diukir dari giok putih, sementara jika dilihat dari modelnya, harusnya berasal dari dinasti Ming, selain itu hiasannya itu juga hanya boleh dipakai oleh bangsawan kerajaan dari dinasti Ming saja yang boleh pakai.

Barang antik apapun yang berhubungan dengan kerajaan, harganya pasti sangat fantastis, jika dilelang, setidaknya juga akan terlelang 10 juta, 10 juta yang dimaksud ini adalah dolar Amerika.

“Baik, semuanya harap tenang dulu.”

Saat ini, Nenek keluarga Su bangkit dari tempat duduknya, menarik tangan Michelle Su, lalu dengan penuh kasih sayang mengatakan: “Michelle Su, ayo cepat beritahu nenek, bagaimana caranya kamu berunding dengan Magic Entertainment Group.”

Michelle Su bangkit berdiri, ekspresinya tampak sedikit canggung, setelah berpikir sejenak, dia akhirnya mengatakan dengan jujur: “Itu…Hari itu setelah aku sampai di Magic Entertaintmen Group, aku menunggu di ruang rapat selama beberapa menit, namun aku bahkan tidak bertemu dengan presdir direktur Magic Entertainment Group yang baru, lalu asisten presdir langsung datang dan memberitahuku bahwa mereka ingin bekerja sama dengan kita.”

“Apa!”

“Masih ada hal sebaik ini!”

“Aku tidak salah dengar bukan?”

“Ternyata dia tidak melakukan apa-apa langsung berhasil menanda tangani kontrak, ini sungguh terlalu mudah!”

“Benar sekali, kupikir sehebat apa dirinya, jika tahu dari awal akan semudah ini, aku sudah pergi sejak awal.”

Michelle Su baru saja selesai berbicara, semua orang pun mulai membicarakannya.

Mendengar keraguan dan ucapan meremehkan dari orang-orang, Hendri Su bangkit dari kumpulan orang-orang tersebut, lalu berjalan ke hadapan nenek keluarga Su, dengan suara pelan dia berkata: “Nenek, hari itu setelah aku beserta hadiah yang kubawa diusir keluar dari Magic Entertainment Group, kita kembali mengutus Michelle Su untuk ke sana, pasti Magic Entertainment Group merasa tersentuh dengan ketulusan dari keluarga Su, lalu kemudian setuju untuk bekerja sama dengan keluarga Su.”

Selesai berbicara, dia melanjutkan: “Jika saat itu yang pergi bukan Michelle Su, melainkan orang lain, pasti juga akan berhasil. Jadi, nenek aku harap anda bisa melakukan penilaian akan hal ini.”

Maksud perkataan Hendri Su ini sangatlah sederhana, dia ingin mengambil sedikit jasa dari hal ini .

Nenek keluarga Su, sejak dulu menyayangi Hendri Su, mendengar Hendri Su berkata seperti itu, Nenek keluarga Su setuju dengan berkata: “Apa yang dikatakan Hendri Su benar, Michelle, jika bukan karena Hendri Su yang terlebih dulu berkorban, kamu juga tidak akan semudah itu bisa menanda tangani kontrak dengan Magic Entertainment, menurutku, jasa ini perlu dibagi dua antara kamu dan Hendri.”

Mendapatkan pilih kasih dari nenek keluarga Su, dalam hati Hendri Su merasa lebih sombong lagi, dia dengan penuh keadilan berkata: “Nenek, sebagai bagian dari anggota keluarga Su dan demi usaha keluarga, apa salahnya jika sedikit dirugikan.”

“Benar, anggota keluarga Su sudah seharusnya begitu.” Nenek keluarga Su mengangguk dengan setuju.

Mendengar pujian dari nenek keluarga Su, Hendri Su semakin bersemangat: “Nenek, kudengar Magic Entertainment Group belum lama ini menanda tangani kontrak dengan seorang artis baru, namanya Emely Liu. Dia sangat cantik, menurut perkiraanku, Magic Entertainment Group pasti akan sepenuhnya mendukung artis ini, jika keluarga Su diberikan kesempatan untuk mempermak artis ini, tidak perlu diragukan ini pasti akan mendatangkan banyak uang untuk keluarga kita! Aku bersedia untuk mewakili keluarga Su, pergi ke Magic Entertainment Group untuk membahas hal ini besok.”

“Baik”. Nenek keluarga Su semakin melihat Hendri Su, dia semakin puas: “Hendri, benar-benar sudah dewasa, sudah bisa membantu nenek untuk menanggung beban keluarga.”

Michelle Su dan Julia Tang merasa sedikit tidak senang sekarang ini, jelas-jelas hari ini adalah pesta perayaan hasil kerja Michelle Su, kenapa pada akhirnya, jasanya terbagi setengah, lalu malah Hendri Su yang menjadi pusat perhatian.”

Sekarang keluarga Su dan Magic Entertainment Group sudah mencapai kesepakatan awal, besok Hendri Su pergi berunding dengan Magic Entertainment, itu seratus persen bisa berhasil, maka semua jasa pada nantinya, akan menjadi milik Hendri Su semuanya.

Michelle Su menghela napas dalam hati, siapa suruh dia bukan anak laki-laki dan juga tidak bisa mendapatkan rasa sayang dari nenek.

“Nenek, hari ini adalah hari yang membahagiakan, aku yang akan membayar tagihan makan hari ini.” Hendri Su dengan gagah berkata: “Kalian semua harus makan dan minum sepuasnya, jika tidak berarti kalian tidak menghargai aku.”

“Pelayan, keluarkan araknya.” Hendri Su berteriak pada pelayan yang berada cukup jauh di sana.

Setelah mendengar suara itu, dua orang pelayan yang mengenakan baju terusan tradisional, datang dengan membawa menu.

“Tuan, ini adalah menu kami, arak apa yang anda butuhkan?”

“Bawa pergi menunya.” Hendri Su mengesampingkan menu yang ada di hadapannya: “Dasar tidak bisa melihat situasi, hari ini aku sedang senang, berikan aku arak yang paling mahal di toko ini, satu botol untuk setiap meja, aku tidak mau jika bukan yang paling mahal.”

“Baik tuan, mohon ditunggu sebentar.”

Tidak lama kemudian, satu baris pelayan yang mengenakan pakaian tradisional berjalan masuk membawakan arak, pakaian mereka tampak putih, sungguh pemandangan yang indah bagi siapa pun yang melihatnya。

Hendri Su berdiri, mengangkat tinggi gelasnya dan berkata: “Hari ini adalah hari menuju kesuksesan bagi keluarga Su, di sini aku mewakili nenek, memberi penghormatan pada setiap orang yang ada di sini.”

Hendri Su yang sekarang, memiliki kedudukan yang sangat tinggi, nenek keluarga Su jelas ingin membimbing Hendri Su menjadi pewaris keluarga Su, jika sekarang tidak menyanjungnya, kapan lagi?

Lalu semua orang berbondong-bondong mengangkat gelas mereka, tanpa henti memberikan kata-kata pujian, suasana saat itu juga mencapai puncaknya.

Hendri Su, dengan sukses menjadi pusat perhatian semua orang, setelah beberapa putaran meneguk arak, dia pun mulai sedikit mabuk.

Saat melihat waktu, Hendri Su merasa waktu sudah cukup larut, dia pun memanggil pelayan.

“Hitung totalnya, pakai kartu ini.”

Hendri Su mengeluarkan kartu dengan gerakan santai, lalu melihat Carmila Xu yang duduk di sampingnya, wanita cantik berada di samping, kesempatan yang baik seperti ini, tidak mungkin dia lepaskan.

“Astaga, kartu kredit American express centurion spesial dari ICBC!”

Melihat kartu bank yang dikeluarkan oleh Hendri Su, orang yang tahu tentang kartu itu pun langsung berteriak.

Novel Terkait

Loving The Pain

Loving The Pain

Amarda
Percintaan
5 tahun yang lalu
The Sixth Sense

The Sixth Sense

Alexander
Adventure
4 tahun yang lalu
Cinta Seumur Hidup Presdir Gu

Cinta Seumur Hidup Presdir Gu

Shuran
Pernikahan
4 tahun yang lalu
Uangku Ya Milikku

Uangku Ya Milikku

Raditya Dika
Merayu Gadis
4 tahun yang lalu
Mr Lu, Let's Get Married!

Mr Lu, Let's Get Married!

Elsa
CEO
4 tahun yang lalu
Siswi Yang Lembut

Siswi Yang Lembut

Purn. Kenzi Kusyadi
Merayu Gadis
4 tahun yang lalu
My Greget Husband

My Greget Husband

Dio Zheng
Karir
4 tahun yang lalu
Menantu Hebat

Menantu Hebat

Alwi Go
Menantu
4 tahun yang lalu