My Greget Husband - Bab 113 Jebakan Naga

Foto-foto yang dikirim Emely Liu semuanya berasal dari foto pribadinya, dan semuanya dari sudut pandang yang berbeda-beda.

Harus diakui bahwa Jennifer Du adalah seorang wanita yang sangat cantik.

Saat SMA, dia bahkan diakui sebagai guru tercantik di sekolah, tidak tahu sudah ada berapa banyak guru pria yang sungguh mendambakan guru wanita ini.

Tapi yang membuat Yogi Chen heran adalah, mengapa Emely Liu bisa tiba-tiba mengirimkan begitu banyak foto mengenai Jennifer Du?

Tepat saat kebingungan melanda pikirannya, orang-orang di sampingnya malah memandang kepadanya.

"Loh, Yogi Chen, bagaimana bisa ponselmu memiliki sinyal?"

Setelah perkataan itu muncul, Calvin Cao segera menghampirinya, melihat layar ponsel Yogi Chen, dan berseru: "Oke, aku tidak menyangka ternyata ponsel Anda memiliki sinyal, dan kamu malah diam-diam bersembunyi di sudut sana untuk melihat foto-foto seorang wanita cantik. Sepertinya kamu memiliki motif tersembunyi dibalik ini. Mengapa kamu tidak menelepon ambulans ketika kakak iparmu tidak sadarkan diri?"

Setelah selesai mengatakan itu, dia memandangnya dengan tatapan sinis dan berkata: "Aku mengerti, kamu pasti sangat mendambakan kecantikan dari kakak iparmu itu. Tapi aku tidak pernah menyangka ternyata kamu adalah orang yang seperti itu, walaupun ponsel kamu memiliki sinyal namun kamu tidak mau meneleponnya, selain itu, di belakang kami semua ternyata kamu sedang diam-diam melihat hal seperti itu, orang seperti kamu sungguh menjijikkan!”

Begitu Calvin Cao selesai berbicara, gadis-gadis yang ada di sekitarnya segera mengambil dua langkah kaki mundur sambil menatap Yogi Chen dengan tatapan mata yang sinis dan menjijikkan.

Tidak terduga, ternyata Yogi Chen adalah orang yang seperti itu. Ketika mereka mempertaruhkan nyawa mereka untuk menyelamatkan orang di siang hari, hati mereka masih ada sedikit rasa tersentuh olehnya, namun sekarang itu semua tampaknya hanya sebuah settingan, tepat seperti apa yang telah dikatakan oleh Calvin Cao.

Yogi Chen mematikan ponselnya, dia sudah terlalu malas untuk menjelaskan, dia tidak akan pernah mau berdebat dengan orang bodoh, karena itu akan membuat orang bingung siapakah orang bodoh yang sebenarnya.

Dia berdiri, menepuk-nepuk debu yang ada di celananya, dan pergi ke pintu masuk gua untuk menikmati angin sepoi-sepoi. Pada waktu itu hujan telah berhenti, dan awan gelap di langit juga telah lenyap. Cahaya bulan bersinar di atas permukaan laut, hal ini membuat Yogi Chen merasa lebih baik.

Tapi sesaat berikutnya,Yogi Chen mengerutkan kening dan berseru: "Tidak baik!"

"Brengsek, dasar bodoh, kamu ingin menakuti siapa?” Calvin Cao kaget karena perkataan "Tidak baik" yang diucapkannya, dia pikir siapa yang sedang dalam masalah.

Yogi Chen mengabaikan kata-katanya dan melihat ke dalam gua. Dia mengambil napas dalam, sambil menggelengkan kepala dan berkata, "Tidak, malam ini kita tidak bisa tinggal di dalam gua ini."

Setelah mengatakan itu, semua orang langsung bingung terhadap ucapannya!

Apa yang sedang dia bicarakan?

Tidak bisa tinggal di gua ini? Lantas, di manakah kita harus beristirahat?

Yogi Chen menunjuk ke arah sebuah teluk dengan jarak ratusan meter jauhnya dan menunjuk ke arah pegunungan di sekitarnya, dan berkata dengan serius, "Lihat, Siro Bay ini dikelilingi oleh banyak pegunungan dari keempat sisinya. Apakah teluk yang berliku-liku itu terlihat seperti seekor naga air yang sedang hibernasi?"

Arifin Li, Michelle Su dan yang lainnya memandang ke arah yang ditunjukkannya, ternyata sungguh terlihat seperti naga air, terutama ketika cahaya bulan bersinar di atas permukaan air, naga tersebut terlihat sedang bersinar dan bergerak, layaknya sisik naga.

Yogi Chen menghela napas: "Sebenarnya ini adalah tipikal jebakan naga yang khas. Dari perspektif fengshui, tempat ini selalu mendatangkan kesialan. Oleh karena itu, kami sebelumnya dapat diserang oleh seekor ikan hiu, bukan hanya karena kejadian kantong darah tersebut.”

Mendengar kata-katanya, Arifin Li terkejut dan berkata: "Tuan Yogi, apakah kamu masih mengerti tentang Fengshui?"

"Hehe", Hendri Su mencibir: "Mengerti dari mana, jika dia mengerti tentang Feng Shui, bagaimana mungkin dia masih menumpang makan di keluarga Su sambil menunggu kematiannya?"

Segera setelah perkataan ini diucapkan, semua orang tertawa terbahak-bahak.

Arifin Li menatap Yogi Chen, meskipun cahaya di dalam gua sangatlah minim, namun nada suara dari perkataannya tidak terdengar seperti sebuah lelucon!

Dia bertanya dengan bingung, "Tuan Yogi, menurut kamu, apakah 'Jebakan Naga' ini ada hubungannya dengan gua tempat kita tinggal?”

Yogi Chen tidak peduli dengan semua olokan mereka, dia berkata dengan tenang, "Tentu saja, jika kamu berdiri di posisi aku, apakah bukit kecil di tengah teluk itu terlihat sungguh bulat, seperti seekor naga yang sedang memegang mutiara?"

Arifin Li segera berjalan ke sisi Yogi Chen dan melihat, ternyata apa yang dikatakannnya benar-benar nyata.

“Seperti kata pepatah, jika seekor harimau lapar, dia akan keluar dari gunung dan mencari mangsa; Jika seekor naga telah terperangkap dan mati, maka ia akan mulai naik ke langit. Arifin Li, lihatlah pegunungan di sebelah kananmu, apakah itu terlihat seperti seekor harimau yang ganas?"

Arifin Li memandang jauh, tepat di bawah cahaya bulan, pegunungan tersebut benar-benar tampak seperti seekor harimau ganas yang sedang menuruni gunung, hal ini membuatnya takut sehingga dia pun mulai berkeringat dingin.

Setelah mengatakan itu, Yogi Chen mulai menunjuk ke dalam gua lagi: "Gunung di mana gua kita berada tepat pada posisi kepala harimau. Gua ini layaknya mulut besar nan ganas dari seekor harimau. Jika menurutmu seekor harimau yang lapar akan menuruni gunung, bagaimana jika melihat seekor naga terjebak dalam sebuah perangkap? Keduanya pasti akan saling bertarung, bisakah kita mendapatkan tempat baik di mulut seekor harimau yang lapar? Maka dari itu, gua ini tidak dapat ditinggali.

Setelah mengatakan itu, orang-orang hanya bisa melihat keluar dari gua, dan menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh Yogi Chen persis seperti yang telah dilihat mereka. Sejenak, semua orang saling melihat satu sama lain, bingung, mereka tidak tahu harus berbuat apa.

Pada saat ini, Hendri Su tidak bisa menahan dirinya lagi, dia pun keluar dari orang banyak dan berkata, "Yogi Chen, jangan berbicara omong kosong disini. Sudah zaman apa sekarang ini? Kamu masih saja percaya pada hal-hal takhayul kuno seperti itu. Harimau lapar mana yang akan menuruni gunung dan naga apa yang akan naik ke langit ? Jangan bicara tentang hal itu di sini. Kami semua sudah sangat lelah setelah bekerja seharian, dan sekarang kami perlu beristirahat!"

Setelah Hendri Su selesai berbicara, Calvin Cao mengangkat suara dan berkata, "Hendri Su, apakah menantu dari keluarga Su kalian ini sudah gila? Jelas-jelas sekarang sudah tahun 2020, masih saja percaya pada takhayul kuno seperti itu. Apakah karena dia sudah terlalu banyak menderita di lingkungan keluarga kamu sehingga otaknya pun sudah tidak berguna lagi?"

"Kami keluarga Su tidak pernah memperlakukan dia dengan buruk. Iya, kami membiarkan dia untuk makan dan minum bersama dengan keluarga kami. Mungkin saja dia sudah terlalu lelah mengerjakan pekerjaan rumah, sehingga membuatnya menjadi seorang suami yang suka menggerutu." Hendri Su dengan cepat menjelaskan.

Yogi Chen tidak berbicara, namun dia berkata kepada Arifin Li: "Aku tidak peduli ada tidaknya bahaya di tempat ini, yang penting aku tidak akan mau tinggal di sini malam ini. Arifin Li, demi aspek keselamatan, apakah kamu ingin menemani aku pergi mencari tempat di luar sana untuk beristirahat?"

Sebenarnya hati Arifin Li telah tergerak untuk pergi, akan tetapi ketika dia berbalik badan memandang Agnes Song yang masih tidak tersadarkan diri. Dia kemudian berkata dengan senyuman pahit: "Aku...lebih baik aku tidak pergi, di luar sana belum tentu ada tempat untuk berlindung, aku khawatir istri aku akan menggigil kedinginan."

Sebenarnya, dia sangat ingin pergi keluar menemani Yogi Chen untuk mencari tempat peristirahatan yang baru, akan tetapi sekarang istrinya masih dalam keadaan tidak tersadarkan diri.

Yogi Chen mengangguk, dia paham akan masalah yang sedang dihadapinya, dan tidak lagi membujuknya, dia memandang ke kerumunan orang dan berkata, "Bagaimana dengan kalian semua? Apakah ada orang yang ingin keluar bersamaku?"

Sejujurnya, Yogi Chen tidak ingin bertanya kepada orang-orang dari keluarga kaya ini, akan tetapi hati nuraninya mengatakan kepadanya bahwa dia harus bertanya kepada mereka.

Namun, hasilnya sudah jelas, tidak ada seorang pun yang ingin keluar bersamanya. Sebaliknya, mereka semua hanya menatap dia dengan tatapan mata yang bodoh.

Apakah orang ini telah cacat mental? Tepat setelah hujan berhenti, temperatur udara di luar juga sedang menurun. Siapa sangka nantinya akan hujan lagi saat tengah malam? Selain itu, tempat ini juga dekat dengan pantai, siapa sangka akan ada kemunculan ular laut atau hal sejenis lainnya?

"Sudahlah Yogi Chen, jangan menghambur-hamburkan waktu lagi." Michelle Su berjalan ke sisi Yogi Chen dan berkata dengan wajah yang memerah.

Menurut pendapat Michelle Su, apa yang dikatakan oleh Yogi Chen tentang situasi jebakan naga, dan harimau kelaparan yang menuruni gunung, semua dikatakan olehnya hanya agar dapat tidur berdua dengannya.

Sejak saat itu, perasaan kedua orang ini dengan cepat mulai memanas, yang menyebabkan Yogi Chen ingin...

Pada detik ini, jantung Michelle Su mulai berdetak semakin cepat, paras cantik miliknya juga mulai terasa panas dan memerah, orang-orang pasti tidak akan bisa melihat apa pun dengan cahaya segelap itu.

Selain itu, pada saat yang bersamaan dia juga merasa malu dalam hatinya, Michelle Su juga memiliki beberapa alasan di dalam hatinya, hujan baru saja berhenti, segala tempat pasti masih tergenang dengan air hujan. Jika dia pergi keluar dengannya, bukankah dirinya akan masuk angin?

"Aku tidak sedang menghabiskan waktu. Bagaimana bisa aku melakukan itu?" kata Yogi Chen dengan sedikit tertekan.

Ketika Michelle Su ingin lanjut berbicara, tiba-tiba ada sesosok bayangan anggun yang keluar dari kerumunan orang banyak: "Aku...aku akan pergi dengan kalian!"

Siapa lagi yang bisa mengatakan hal tersebut selain Carmila Xu?

Sebenarnya, Carmila Xu sangat menyesal, Yogi Chen mempertaruhkan hidupnya untuk menyelamatkan dirinya sendiri, sekarang Yogi Chen hampir jatuh ke situasi yang tidak menguntungkan. Jika dia tidak mendukungnya lagi kali ini, maka dia mungkin akan kecewa dengan dirinya sendiri.

Selain itu, dia juga tidak memiliki motif egois di dalam dirinya...

Mendengar kata-kata Carmila Xu, orang-orang di kerumunan pun terkejut, dan kemudian meledak dalam keramaian.

Apa-apaan ini!

Aku pasti tidak salah mendengarnya.

Nona Xu ingin pergi dengan menantu ini?

Ini sudah tidak terlalu masuk akal, mengapa wanita cantik sepertinya mau ikut pergi dengan manusia sampah itu?

Ternyata bukan hanya mereka, seluruh keluarga Xu juga tidak bisa diam mendengar hal ini!

Yogi Chen hanyalah seorang menantu dari keluarga Su, sementara Carmila Xu adalah putri dari para pejabat keluarga Xu. Dalam tingkat kedudukan status di masyarakat maupun jumlah uang yang mereka miliki, mereka berdua tidak menduduki posisi yang imbang.

Selain itu, Carmila Xu orangnya bagaikan sebuah batu giok yang bersih nan mulia, dia bahkan tidak mempunyai seorang pun pacar. Jika dia ikut pergi bersama seorang pria yang sudah beristri, masalah besar apa yang akan terjadi!

"Nona Xu, kamu tidak boleh dibutakan dengan kata-kata dari orang itu, itu semua sepenuhnya hanyalah omong kosong belaka!”

"Benar. Orang itu jelas tampak seperti orang yang licik, sekali melihatnya sudah langsung tahu bahwa dia bukanlah orang yang baik. Cobalah kamu pikirkan, jelas-jelas dia memiliki sinyal di ponselnya, akan tetapi dia tidak mau menelepon ambulans, dan yang parahnya, dia malah bersembunyi di sudut sana untuk melihat foto-foto seorang wanita cantik. Bisakah orang seperti itu dipercaya?"

Tepat ketika kami satu demi satu memfitnah Yogi Chen, Calvin Cao pergi menemui Arifin Li untuk mempersiapkan serangan terakhirnya dan berkata, "Presdir Li, kamu tidak boleh membiarkan orang itu pergi. Orang itu pasti tidak mempunyai khasiat dalam proses membuat pil, bahkan sekarang dia akan mencari jalan keluar untuk melarikan diri. Pastikan kamu jangan tertipu olehnya!"

Novel Terkait

Cutie Mom

Cutie Mom

Alexia
CEO
5 tahun yang lalu
Air Mata Cinta

Air Mata Cinta

Bella Ciao
Keburu Nikah
5 tahun yang lalu
The Richest man

The Richest man

Afraden
Perkotaan
4 tahun yang lalu
Satan's CEO  Gentle Mask

Satan's CEO Gentle Mask

Rise
CEO
4 tahun yang lalu
Back To You

Back To You

CC Lenny
CEO
4 tahun yang lalu
Pria Misteriusku

Pria Misteriusku

Lyly
Romantis
4 tahun yang lalu
Dewa Perang Greget

Dewa Perang Greget

Budi Ma
Pertikaian
4 tahun yang lalu
Uangku Ya Milikku

Uangku Ya Milikku

Raditya Dika
Merayu Gadis
4 tahun yang lalu