My Greget Husband - Bab 352 Arena Pertandingan

Keesokan paginya, Yogi Chen masih tertidur.

Telepon dari Arifin Li membangunkan dirinya.

“Suamiku, siapa?” kata Carmila Xu setengah sadar.

Kemarin malam, mereka berdua baru tertidur tadi pagi.

“Telepon dari Arifin, menyuruhku jangan sampai telat.” kata Yogi Chen.

Carmila Xu teringat, bahwa hari ini adalah pertandingan kelompok tingkat kelahiran, dia langsung terbangun dan berkata: “Aku akan pergi menemanimu.”

Melihat dia sangat kelelahan, Yogi Chen berkata: “Lebih baik kamu istirahat saja di rumah.”

“Tidak bisa.”

Carmila Xu berdiri, dan berkata: “Hari ini kamu bertanding, aku akan datang untuk menyemangatimu.”

“Baiklah.”

Melihat dia sangat bersikeras untuk pergi, Yogi Chen tidak menghentikannya lagi.

Setengah jam kemudian , keduanya mengendarai mobil dan pergi ke Perguruan Tinggi Harapan.

Pada saat ini, lapangan Perguruan Tinggi Harapan sudah dipenuhi oleh lautan manusia, sangat ramai.

Kontes Konfrensi Beladiri sudah dimulai, dan para penonton mulai bertepuk tangan dan bersorak.

Setelah berpesan kepada Carmila Xu, dia pergi mencari Arifin Li

Melihat Yogi Chen, Arifin Li langsung menyambutnya: “Mengapa kamu baru datang sekarang? Sebentar lagi giliran kita!”

Yogi Chen tertawa, dan berkata: “Tadi di jalan kena macet, jadi sedikit telat!”

“Nanti saat pertandingan perhatikan keamanan, pertandingan kali ini, tidak hanya sekolah kita, tetapi ada dari tempat lain juga, mereka sangat kejam, sudah puluhan orang dibunuh oleh mereka kemarin.” kata Arifin Li mengingatkannya.

“Begitu kejam?”

“Jadi, jika kamu tidak bisa mengalahkannya, kamu bisa melompat keluar dari area pertandingan.”

Yogi Chen terkekeh, dan berkata: “Kalau begitu kamu terlalu meremehkan aku, tenang saja, juara pertama pasti menjadi milikku.”

“Kalau begitu kamu juara pertama, aku juara kedua!”

Dia dengan Yogi Chen adalah teman sehidup semati, siapa juara pertama siapa juara kedua dia sama sekali tidak peduli.

Dengan cepat, Arifin Li naik ke area pertandingan, lawannya adalah seorang pria berumur 30 tahun, dan bela dirinya adalah tingkatan awal kelahiran.

Arifin Li langsung mengambil kapak di tangannya, dan berkata kepada pria itu: “Pedang tidak memiliki mata, kalau takut mati, lebih baik kamu turun sekarang.”

“Jangan banyak omong kosong, perhatikan baik-baik!”

Setelah mengatakannya pria itu langsung menyerangnya dengan sebuah palu tembaga besar di tangannya.

Prangg!

Kapak dan palu tembaga besar saling bertabrakan, dan percikan api di mana-mana.

Sungguh kekuatan yang hebat.

Arifin Li tiba-tiba merasa sulit untuk menahannya, palu tembaga besar itu sekitar 40-an kilo, jika terkena pukulan palunya sungguh akan mati.

Pria besar itu tertawa dan berkata: “Dasar bocah bodoh, lihat kamu bisa menahan berapa lama kekuatan paluku.”

Setelah mengatakan itu, dia kembali mengangkat palu tembaga besar di tangannya dan memukul ke arah Arifin Li.

Setelah dua pertarungan sengit, kapak di tangan Arifin Li hampir terlepas.

Tidak, Arifin Li dalam bahaya!

Yogi Chen terburu-buru berteriak: “Arifin, jangan menyerangnya, pancing dia, sampai tenaganya berkurang, baru menyerangnya!”

Kata-kata Yogi Chen menarik perhatian para penonton.

“Apa yang kamu teriakkan? Tutup mulutmu!”

“Jangan mendengarnya, bagaimana bisa melarikan diri dalam kontes bela diri, jadilah seorang pria sejati!”

“Arifin Li, jangan lari, bertarunglah seperti seorang pria!”

Orang-orang sudah bertaruh, jika Arifin Li menang maka akan menang satu kali lipat uang taruhan, tapi jika pria itu menang sekali maka akan memenangkan lima kali lipat uang taruhan.

Arifin Li mendengar perkataan Yogi Chen, perlahan-lahan mundur, tidak berani menyerangnya lagi, dan pada saat ini dia mulai menyadari sesuatu.

Meskipun pria itu memiliki kekuatan yang besar, tapi dia tidak begitu lincah, dan lagipula membawa palu seberat itu, pasti sangat menghabiskan banyak energi.

Huh!

Palu tembaga itu terhempas dengan kekuatan angin mengarah ke arahnya.

Arifin Li menghindar.

“Aku mau lihat kamu bisa meghindar kemana lagi!”

Pria itu mulai marah, melambaikan palu tembaga di tangannya kepada Arifin Li, memukul sebanyak tujuh delapan kali, membuat area pertandingan retak, tapi bahkan baju Arifin Li tidak tersentuh sama sekali, dirinya sudah mulai kelelahan.

Huhhuhhuh, dia terengah-engah.

Kesempatan yang bagus!

Arifin Li melihat waktu, kemudian menendangnya, kemudian mengenai pria besar itu sampai terbang keluar arena pertandingan.

“Cih!”

Pria itu mengeluarkan darah dari mulutnya dan beberapa giginya ikut patah.

Wasit di sampingnya melihatnya dan dengan cepat berkata: “Babak kali ini Arifin Li menang!”

Arifin Li berharap dia bisa memenangkan babak selanjutnya, dan Yogi Chen juga sudah mulai memasuki area pertandingan lainnya.

Hal yang tak terduga, lawannya kali ini adalah kenalannya!

Calvin Cao!

“Yogi Chen, tidak diduga lawanmu adalah aku kan?”

Saat musuh bertemu dengan tatapan yang luar biasa, Calvin Cao sangat ingin membunuh pria yang merebut tunangannya ini.

Yogi Chen berkata dengan tenang: “Bertarung denganmu lalu mau bagaimana, atau jangan-jangan kamu berpikir bahwa kamu bisa mengalahkan aku?”

Setelah selesai berbicara, wajah Calvin Cao menjadi serius.

“Bukankah itu hanya omong kosong, siapa yang tidak bisa?” kata Calvin Cao dengan marah: “Aku tidak akan berbelas kasih, aku akan mengalahkanmu di depan semua orang di sini.”

Banyak orang datang untuk menonton, termasuk Jackie Tong, Andi Yan, Kevin Wang, Cesar Di, dan kakak beradik Anita Lin.

Mereka berteriak kepada Calvin Cao: “Ayo, habisi dia!”

“Bunuh orang lemah ini.”

“Jangan biarkan dia, pukul dia!”

Orang sekeliling mulai bertaruh kembali, jika Yogi Chen menang maka akan mendapat sepuluh kali lipat uang taruhan, tapi jika Calvin Cao menang sekali maka akan mendapatkan satu kali lipat uang taruhan.

Apakah ada hal yang begitu bagus?

Jackie Tong langsung berteriak: “Aku bertaruh 1 juta RMB (sekitar 2 miliar rupiah) untuk Calvin Cao.”

“Aku 100 ribu RMB (sekitar 200 juta rupiah) untuk Calvin Cao!”

“Aku juga 100 ribu RMB...”

Orang-orang di sampingnya bertaruh Calvin Cao menang, menurut mereka, ini bukankah uang gratis?

Di atas area pertandingan, setelah Yogi Chen mendengarnya, kemudian tertawa dan berkata: “Bisakah aku bertaruh untuk diriku sendiri jika aku menang?”

Semua orang yang hadir mulai tertawa.

Orang yang bertaruh segera mencibirnya: “Kamu berencana bertaruh berapa?”

“10 juta RMB (sekitar 20 miliar rupiah)!”

Hahaha...

Semua penonton tertawa lagi, mereka pernah melihat orang bodoh, tapi tidak pernah melihat yang sebodoh dia, bukankah ini terburu-buru untuk memberikan uang?

“Bisakah kamu mengeluarkan uang sebanyak itu?”

Benar, kamu bisa mengeluarkan uang sebanyak itu?

Ketika semua orang mulai bertanya-tanya, Carmila Xu datang dan berkata: “Uang ini aku yang akan mengeluarkannya!”

Semua penonton menatap ke arah Carmila Xu, dan berkata: “Nona Xu, apa yang sedang kamu lakukan?”

“Nona Xu, kamu jangan melakukan hal bodoh!”

Kakak beradik Anita Lin datang dan berkata: “Orang lemah seperti Yogi Chen ini, jelas bukan lawan Calvin Cao, kamu membantunya untuk membayar 10 juta RMB, bukankah sia-sia saja?”

Orang-orang yang mendengarnya, mulai berbisik satu sama lain.

Carmila Xu tidak memedulikan mereka, dan bersorak dari bawah area pertandingan memberi semangat.

Yogi Chen mengerti, dan tersenyum kepadanya.

Melihat Carmila Xu tidak memedulikannya, Anita Lin tidak berdaya.

“Kak, sudahlah, dia mempunyai banyak uang, biarkan saja.”

Yang lainnya juga menggelengkan kepala, tidak melihatnya lagi.

“Kalian berdua masih mau bertanding tidak, jika tidak cepat turun.” kata wasit dengan kesal.

Calvin Cao mencibir, membalikkan tangannya, memegang sebuah pedang iblis dan menyerbunya.

Dia ingin mengambil pisau ini untuk membelah badan Yogi Chen, lagipula ini di atas area pertandingan, bahkan jika Yogi Chen terbunuh, juga tidak ada yang akan mengatakan apapun.

Yogi Chen berdiri di posisinya, dengan senyum sinis.

Dia sudah lama ingin membari pelajaran kepadanya, jika dia tidak memakan pil penyelamat, apakah dia masih mempunyai syarat untuk berada di sini?

Melihat Yogi Chen tidak bergerak sama sekali, Calvin Cao sangat gembira, mungkinlah dia takut padanya?

Manfaatkan kesempatan bagus ini, dengan sekali potongan, dia pasti akan berakhir!

Mengangkat tinggi pedang iblis tajamnya, dengan tatapan tajam menuju arahnya.

Penonton gadis di sekeliling area pertandingan sangat ketakutan sampai menutup matanya.

“Kali ini Yogi Chen pasti mati!”

“Aku harus merekam adegan ini, untuk diperlihatkan kepada yang lain.”

Hanya saja Cesar Di terlihat kebingungan, ini sangat tidak masuk akal, dirinya bukan lawan bagi Yogi Chen, apakah Calvin Cao lawannya?

Ilmu bela diri Calvin Cao sama dengan dirinya, yaitu tingkat kelahiran tahap awal, tidak mungkin akan mati di tangannya.

Ini pasti ada penipuan...

“Yogi Chen, cepat menghindar!”

Arifin Li terburu-buru berteriak kencang.

Carmila Xu juga sangat cemas dan khawatir.

“Matilah kau, Yogi...”

Belum selesai berbicara, dia sudah terbang dan menyerangnya.

“Bruk!”

Setelah itu, dia terjatuh ke tanah.

Apa?

Apa yang terjadi sebenarnya?

Semua orang tercengang!

Yogi Chen belum bergerak, bagaimana bisa dia terbang dan menyerangnya?

Wasit pun dibuat tercengang.

Dia hanya melihat sedikit bayangan tadi, sepertinya Yogi Chen menendang Calvin Cao.

Apakah ini tendangan tanpa bayangan?

Pedang iblis Calvin Cao terjatuh ke samping.

Tendangannya ini, hampir saja membuat napasnya berhenti.

Tidak menunggu dia bangkit, Yogi Chen mulai menyerangnya, meraih kakinya, dan melambaikan di udara..

Calvin Cao yang memiliki berat sekitar 50an kg, seperti sebuah mainan di tangan Yogi Chen yang sangat kuat.

Melihat adegan seperti ini, para penonton tidak bisa menahan rasa terkejutnya.

Semua orang bersorak: Wow!

Yogi Chen begitu hebat?

Calvin Cao seperti sebuah boneka di tangannya, tanpa perlawanan sama sekali.

“Brak brak brak!”

Dengan cepat, Yogi Chen tidak berhenti melemparnya seperti anak ayam.

“Uhuk!”

Calvin Cao memuntahkan darah di udara.

Semprotan darah itu langsung mengenai wajah para penonton yang hadir.

“Ah...”

Seorang gadis tidak tahan melihatnya kemudian berteriak.

Tumpahan darah, sangat kejam.

Jackie Tong dan beberapa orang setelah melihat kejadian ini, langsung menggigil.

Yogi Chen ini, sungguh iblis.

Setelah tujuh delapan kali terlempar, bahkan wasit di sampingnya tidak tahan melihatnya lagi.

“Pemain ini, dia sudah seperti ini, masih tidak membiarkannya.”

Mendengar kata wasit, Yogi Chen tertawa sambil menganggukkan kepala dan berkata: “Baiklah, wasit sudah berkata seperti itu, aku akan membiarkannya!”

Selesai mengatakannya, dia melempar Calvin Cao yang sudah sekarat keluar area pertandingan.

Jika kali ini lemparannya langsung mendarat ke lantai, takutnya dia kehilangan nyawanya kali ini.

“Cepat menangkapnya!”

Untung ada banyak penonton, puluhan orang berkumpul untuk menangkapnya.

Saat mereka melihat situasi Calvin Cao saat ini dengan jelas, mereka tidak bisa menahan diri melihat ke atas.

Wajahnya sudah berdarah dan tidak bisa dikenali lagi, dan tulangnya sudah patah puluhan ruas.

Beberapa wanita yang melihatnya, langsung berlari ke samping dan muntah.

Pada saat seperti ini murid-murid Kelas Heaven keduapuluh berdiri dan menunjuk ke Yogi Chen: “Sungguh kejam, begitu kejam dengan teman satu sekolahnya.”

“Sungguh gila, tidak layak menjadi murid Perguruan Tinggi Harapan.”

Arifin Li yang berdiri di samping, tidak tahan mendengarnya, menghampiri dan berkata: “Sialan, diam kalian!”

“Mata kalian buta ya? Tidak melihat apa yang telah dilakukannya kepada Yogi Chen? Jika Yogi Chen tidak hebat, pedangnya itu telah membunuhnya sekarang.”

“Jika memang terbunuh lalu mau bagaimana, bukankah berarti keterampilannya hebat?”

Setelah mendengarnya, Arifin Li tertawa.

Yogi Chen membuat orang terluka disebut kehilangan akal, tapi dia membunuh Yogi Chen disebut keterampilan hebat.

Sungguh sangat berlebihan.

“Tutup mulut kalian juiika tidak ingin terbunuh, jika mengatakan satu kata saja, aku akan membunuh kalian.”

Amarah Arifin Li sangat besar, siapa yang tidak tahu jika membuat orang terhebat di Kota Xichuan marah, apa yang akan terjadi padanya?

Carmila Xu yang berdiri di samping menghela napas, kejadian barusan benar-benar membuatnya ketakutan setengah mati.

Pada saat ini, di antara kerumunan orang muncul seseorang...

Novel Terkait

Air Mata Cinta

Air Mata Cinta

Bella Ciao
Keburu Nikah
5 tahun yang lalu
Cinta Tak Biasa

Cinta Tak Biasa

Susanti
Cerpen
4 tahun yang lalu
Cinta Adalah Tidak Menyerah

Cinta Adalah Tidak Menyerah

Clarissa
Kisah Cinta
4 tahun yang lalu
Suami Misterius

Suami Misterius

Laura
Paman
4 tahun yang lalu
Kakak iparku Sangat menggoda

Kakak iparku Sangat menggoda

Santa
Merayu Gadis
4 tahun yang lalu
Uangku Ya Milikku

Uangku Ya Milikku

Raditya Dika
Merayu Gadis
4 tahun yang lalu
My Cute Wife

My Cute Wife

Dessy
Percintaan
4 tahun yang lalu
Asisten Wanita Ndeso

Asisten Wanita Ndeso

Audy Marshanda
CEO
4 tahun yang lalu