My Greget Husband - Bab 317 Kunjungan di Tengah Malam

Setelah meremas mulut Yogi Chen, Sally Yao dengan paksa menuangkan cairan gelap ke mulutnya.

Dalam sekejap, bau busuk memenuhi mulutnya.

Uhuk-uhuk!

Rasanya terlalu menusuk.

"Enak?"

Dia memegang cambuk kulit di tangannya. Selama Yogi Chen berani mengatakan itu tidak enak, cambuk itu akan mencambukinya tanpa ampun.

"Enak endasmu."

"Plak!"

"Sebenarnya enak atau tidak!"

"Enak bapakmu!"

"Plak!"

"Ah ... Meskipun kamu membunuhku, tetap saja tidak enak!" Yogi Chen tidak percaya dia berani membunuhnya. Dia sudah tahu perannya dalam percakapan dengan Raja Cacing Gu bersayap 4 tadi malam.

Zander Yao tidak akan membiarkannya membunuhnya.

"Dia adalah orang yang sangat langsung dalam berkata-kata."

Sally Yao berjalan ke samping dan mengambil gunting yang tergantung di balok kusen rumah ke tangannya.

Menjilati lidahnya, dia tersenyum dan berkata, "Meskipun kami tidak bisa membunuhmu sekarang, tidak apa-apa untuk menghapus bagian yang berlebihan dari tubuhmu?"

Ketika dia berkata, dia mengulurkan tangannya dan membelai wajahnya: "Apakah maksudmu telinga, mata, atau lidah? Atau apakah bagian berlebihan yang lain!"

Kata-kata ini, membuat Yogi Chen berkeringat dingin.

"Aku mendengar bahwa jika seseorang tidak memiliki benda itu, dia tidak dapat mengacau lagi, bagaimana kalau kita memotong si pengacau kecil itu."

Tangannya membelai wajahnya.

"Anjir, kamu bajingan, hentikan!"

“Hahaha ... kamu marah lah saja, dan lihat apakah mulutmu lebih keras atau gunting di tanganku lebih keras.” Suara tertawa Sally Yao seolah-olah seperti bunyi bel perak.

Tepat pada saat itu, sebuah suara terdengar di luar pintu: "Nona Wanita Sakti, Yang Mulia Grandmaster ini bertemu denganmu!"

"Tunggu, akan segera selesai!"

"Wanita sakti, Yang Mulia Grandmaster sudah bilang menyuruhmu cepat menemuinya."

“Tidak apa-apa, aku tahu.” Sally Yao meletakkan gunting di tangannya dengan kecewa, dengan ekspresi tidak senang: “Ayah, apa yang kamu ingin aku lakukan sekarang?”

Ketika Sally Yao pergi, Yogi Chen menghela napas lega.

Bangke.

Wanita ini gila sekali, psikopat!

Hampir, ia hampir saja dikebiri tadi.

Tidak, itu terlalu berbahaya, dia masih harus melepaskan ikatan di titik syaraf ini sesegera mungkin.

Memikirkan hal ini, Yogi Chen dengan cepat mulai memukul titik syaraf kedua, titik syaraf Qishe.

Ketika Yogi Chen berusaha kedelapan puluh kali untuk melepaskan titik syarafnya yang dilumpuhkan, akhirnya dia berhasil juga!

Baik!

Titik syaraf kedua sudah normal, dan Yogi Chen merasa bahwa dia bisa menggerakkan tangan kanan dan lehernya.

Namun, saluran syaraf pusat Ren dan Du telah disegel, dan ia tidak bisa menggunakan tenaga Qi-nya untuk melepaskan syaraf dia yang dilumpuhkan ini, ia hanya bisa berusaha dengan tenaga sendiri dan berusaha sedikit demi sedikit untuk melepasnya.

Tidak tahu apa yang sedang dilakukan gadis iblis itu, sudah begitu lama dan masih belum kembali.

Tapi ini adalah hal yang baik bagi Yogi Chen!

Pada siang hari, seorang pengikut datang membawa semangkuk makanan yang memiliki manfaat untuk kesehatan.

Kali ini adalah ramuan obat yang benar-benar biasa, yang mengandung berbagai bahan obat yang berfungsi untuk memperkuat tubuh, tidak ada aneh-aneh.

Setelah makan, Yogi Chen mulai mencapai titik syaraf ketiga, titik Tiantu!

Titik syaraf ini sangat istimewa, Yogi Chen tidak berani bergerak di bawah tenggorokannya.

Dia baru berhenti ketika malam ketika para pengikut membawakan makan malam.

Setelah memakan makanan berkhasiat tersebut, Yogi Chen tidak menekan titik syarafnya lagi. Dia menghitung-hitung waktu, Zander Yao seharusnya sudah hampir kembali.

Benar saja, setelah beberapa saat, Zander Yao masuk dengan wajah tenang.

Tanpa bicara, dia langsung membiarkan Raja Cacing Gu bersayap 4 menembus ke dalam hatinya dan mulai mengisap darahnya.

Meskipun prosesnya menyakitkan, Yogi Chen telah aktif berkomunikasi dengan Raja Cacing Gu bersayap 4.

Dan kali ini, dia mendapatkan informasi yang lebih penting lagi. Pada malam bulan purnama dua hari berikutnya, Zander Yao akan membuat gerakan besar.

Tidak begitu jelas gerakan apa itu.

Kebijaksanann Raja Cacing Gu bersayap 4 tidak terlalu tinggi, dan sudah sangat di luar perkiraan dia bisa memperingatkan Yogi Chen.

Kali ini, Raja Cacing Gu bersayap 4 meminum cukup banyak darah.

Pasokan Qi dan darah lebih dari cukup beberapa kali sebelumnya.

Ini membuat Zander Yao sangat puas, dan membiarkan Raja Cacing Gu bersayap 4 masuk dan menyedot banyak darah, dan membuat Yogi Chen semakin lemah, sebelum melepaskannya.

Sebelum pergi, dia memasukkan empat atau lima ginseng darah ke dalam mulut Yogi Chen.

Perasaan akrab ini lagi, yang benar-benar memancing kemarahan Yogi Chen.

Setelah Zander Yao pergi, dia menenangkan hatinya lagi dan memukul syaraf ketiga.

Satu kali, dua kali, tiga kali!

Pukulan kesepuluh!

Yogi Chen mengendurkan tenggorokannya, dan dia tahu bahwa titik Tiantu telah berhasil dilepaskan.

Pada saat ini kedua tangannya sudah bisa bergerak.

Bagus sekali, jika ini terus berlanjut, dan dia memiliki waktu satu hari lagi, ia dapat melepaskan semua syarafnya.

Di sisi lain, di dalam kamar kerja Sally Yao.

Dia berbaring di tempat tidur dengan marah, bolak-balik dan tidak bisa tidur.

Dia adalah wanita sakti dari Aliran lima racun, tetapi dia tidak memiliki teman dan tidak dapat menemukan seseorang untuk diajak bicara.

Dia telah berhubungan dengan semua jenis serangga beracun sejak dia masih kecil, dan satu-satunya teman baginya adalah Cacing Gu, serangga es.

Meskipun ayahnya sangat mencintainya, tetapi mereka tidak terlalu banyak berkomunikasi.

Karena dia adalah Grandmaster yang sangat tinggi jabatannya, dia harus berwibawa sepanjang waktu.

Karena ibunya meninggal ketika dia berusia tujuh tahun. Dia tidak pernah merasakan cinta dari kedua orang tuanya, dan juga tidak memiliki sahabat. Dia yang tumbuh dalam situasi ini, tidak pernah memiliki perasaan aman.

Tabiatnya juga sangat aneh.

Dia sangat kesepian!

Tidak ada yang bisa berbicara padanya, atau bisa dibilang di seluruh Aliran lima racun, tidak ada yang berani mendekatinya.

"Serangga es, Serangga es, menurutmu mengapa si darah babi itu sangat berani, mengapa dia berani memarahiku?"

Serangga es tidak menanggapi.

Dia menghela napas, walaupun serangga es itu langka, ia memiliki sebuah kekurangan yang fatal, artinya, ia tidak memiliki kebijakan seperti Raja Cacing Gu bersayap 4.

Dengan kata lain, serangga es tidak cukup bijak.

"Serangga es, Serangga es, bagaimanakah kalau kita memanfaatkan malam yang sunyi ini untuk mencari si darah babi?"

"Jika kamu tidak berbicara, berarti kamu setuju!"

"Hehe, ayo kita pergi!"

Dengan itu, dia meniup lilin di kamar dengan kencang, dan kemudian menyelinap keluar ruangan.

Ruangan obat berjarak sekitar seratus meter darinya, dan dia adalah satu-satunya yang akan pergi ke sana pada hari biasa, jadi tidak ada yang tinggal di sekitar sana.

Keluar dari ruangan dan melihat ke bawah, terlihat sekelompok murid patroli sedang berpatroli di pondok dengan obor di tangan.

Dia dengan pelan berjalan ke arah ruangan obat, karena dia takut ketahuan oleh ayahnya yang berada di samping.

Dia pikir dia sudah berjalan dengan sangat pelan, tetapi dia tidak tahu bahwa Zander Yao sudah tahu itu ketika dia berada pintu dapur.

Eh!

Dengan suara menghela nafas kecil, Zander Yao menutup matanya.

Pada saat ini, Yogi Chen yang sedang melepaskan syaraf keempat, dan ketika dia akan mencapai titik kelima, telinganya bergerak.

Tidak, bocah itu datang lagi!

Dia tidak akan pernah melupakan lonceng di kakinya.

Dia dengan cepat menutup matanya dan pura-pura tidur.

"Clekkk"

Pintu sedikit terbuka, dan suara lonceng semakin dekat.

Dia berdiri diam di samping tempat tidur untuk waktu yang lama sebelum dia berkata: "Darah Babi, apakah kamu tidur?"

Yogi Chen tidak menjawabnya. Dia datang dengan mengendap-endap di malam hari dan tidak menyalakan lampu minyak.

Apa yang ingin dia lakukan?

“Jangan berpura-pura, aku tahu kamu tidak tidur.” Ketika dia berkata, dia duduk di sisi tempat tidur.

"Kamu tampaknya berbeda dari darah babi lain. Orang-orang sangat takut padaku. Mengapa kamu begitu berani? Apakah kamu tidak takut mati?"

Sunyi, kesunyian seolah-olah kematian.

"Aku belum pernah melihat orang sepertimu, kamu tahu, di Aliran lima racun, semua orang takut padaku. Tidak ada yang berani memarahiku atau menatapku. kamulah yang pertama."

"Hei, apakah kamu mendengar itu?"

Dia tampak sedikit tidak sabar, dan dia tidak bisa untuk tidak melebih-lebihkan: "Jika kamu tidak berbicara lagi, aku akan memotongmu sekarang."

Bangke, hanya mengucapkan beberapa patah kata, lalu mengeluarkan sifat aslinya lagi.

Bocah ini tidak main-main

“Kamu bilang, kamu seorang gadis kecil, mengapa kamu begitu kejam?” Yogi Chen berkata dengan tak berdaya: “Apakah kamu psikopat?”

“Ya, aku seorang psikopat,” Sally Yao terkikik.

Sial, bagaimana bisa aku berbicara tentang ini?

Yogi Chen terdiam!

“Katakanlah, di malam hari ini apa yang ingin kamu lakukan di sini ?” Titik syaraf pada tubuh Yogi Chen hanya setengah terbuka, dan itu bukan waktunya untuk bertindak dengan gegabah.

"Aku sangat bosan, aku tidak bisa tidur, kamu berceritalah untukku," Sally Yao berkata: "Ketika nenekku masih hidup, dia akan menceritakan cerita untuk membuatku tertidur."

"Silakan, cerita apa yang ingin kamu dengar!"

Dalam kegelapan, Sally Yao memiringkan kepalanya dan berpikir sejenak: "Aku tidak tahu, terserah kamu saja."

Dengan mengatakan itu, dia berbaring di tempat tidur dan tidur berdampingan dengan Yogi Chen.

Bercerita ya bercerita sajalah, mengapa kamu juga rebahan di sampingku.

Apakah kamu berencana tidur di sini sampai pagi hari?

Ceritakan saja supaya dia cepat pergi.

Memikirkan hal ini, Yogi Chen berkata: "Kalau begitu aku akan bercerita tentang Snow White."

"Suatu ketika, ada seorang gadis kecil yang cantik bernama Snow White. Ibu tirinya sangat iri padanya, jadi dia mengirim seseorang untuk membunuhnya. Siapa tahu Snow White tidak mati, tetapi diselamatkan oleh tujuh kurcaci. Sejak itu, Snow White Sang putri dan tujuh kurcaci hidup bahagia bersama! Oke, ceritanya sudah berakhir, kamu harus segera kembali. "

“Kamu bohong padaku, kisah Snow White tidak seperti ini,” Sally Yao menopang tubuh bagian atasnya dan menekan tubuh Yogi Chen: “Mengapa Snow White yang kamu ceritakan berbeda dari apa yang diceritakan nenekku?”

"Aku seorang lelaki, dan nenekmu seorang wanita. Pasti berbeda."

"Aku akan mengigitmu sampai mati!"

Sally Yao menggigit dadanya dengan satu gigitan.

"Shiii, itu menyakitkan! Cepat lepaskan!"

Yogi Chen menarik napas panjang karena kesakitan, jika bukan karena titik syarafnya belum terbuka semuanya, dia dari awal pasti sudah memukulnya.

"Aku bilang sekali lagi, jika kamu menipuku lagi maka aku tidak akan melepaskanmu!"

"Aku cerita, aku cerita." Yogi Chen meremas tinjunya dan segera bercerita: "Kalau begitu aku akan menceritakan kisah Cinderella lagi padamu."

"Dahulu kala, ada seorang gadis bernama Cinderella ..."

Dua puluh menit kemudian, ketika kisah Cinderella selesai, Sally Yao masih bersemangat dan berkata, "Ceritakan satu lagi, satu lagi!"

"Tolong lepaskan aku, aku benar-benar tidak punya cerita lain lagi."

"Kamu ... lupakan saja." Sally Yao menggertakkan giginya dan berbalik dan bangkit dari tempat tidur. Dia dengan sombong berkata kepada Yogi Chen: "Aku tidak peduli, mulai dari malam ini, kamu harus menceritakan sebuah kisah setiap malam. Aku tidak peduli apakah kamu bisa atau tidak, kamu harus bisa mengarangnya. Jika tidak, jangan salahkan aku jika aku bertindak kejam. "

Dengan itu, dia membuka pintu dan berjalan keluar dengan senang.

Yogi Chen tersenyum dingin, paling lama besok malam, titik syarafnya akan telepas semua besok.

Memikirkan hal ini, Yogi Chen menenangkan hatinya dan fokus pada titik syarafnya.

Sekali, dua kali, tiga kali, ketujuh puluh kali, titik syaraf Dachui terlepas.

Dia sudah bisa mengerakkan kembali bagian bawah tubuhnya dari paha sampai leher.

Selanjutnya, adalah syaraf Neiguan ...

Novel Terkait

His Soft Side

His Soft Side

Rise
CEO
4 tahun yang lalu
Innocent Kid

Innocent Kid

Fella
Anak Lucu
4 tahun yang lalu
The Richest man

The Richest man

Afraden
Perkotaan
4 tahun yang lalu
Nikah Tanpa Cinta

Nikah Tanpa Cinta

Laura Wang
Romantis
3 tahun yang lalu
Asisten Wanita Ndeso

Asisten Wanita Ndeso

Audy Marshanda
CEO
4 tahun yang lalu
Cinta Yang Paling Mahal

Cinta Yang Paling Mahal

Andara Early
Romantis
3 tahun yang lalu
The Break-up Guru

The Break-up Guru

Jose
18+
4 tahun yang lalu
Precious Moment

Precious Moment

Louise Lee
CEO
4 tahun yang lalu