My Greget Husband - Bab 305 Kakak ipar

Siapa yang tahu mengapa dia mengatakan hal itu.

Namun, dia tidak menyesal sama sekali, tetapi menatap Yogi Chen dengan penuh harapan.

Pria yang begitu hebat, bagaimana mungkin hatinya tidak tergerak.

Yogi Chen tertegun, lalu tersenyum dan menggelengkan kepalanya, "Sudah sangat malam, istriku sudah menungguku di rumah."

Mendengar ini, Nara Bao sedikit kecewa, tetapi dia masih tersenyum, "Tuan Chen, bisakah aku mengundang kamu untuk makan malam besok?"

"Tidak ada arti lain, hanya ingin mengucapkan terima kasih."

Yogi Chen ragu-ragu sejenak, dan berkata, “Tiga hari lagi, aku agak sibuk dua hari ini."

“Oh, baiklah.” Nara Bao sangat kecewa.

“Aku pergi dulu, sampai nanti.” Yogi Chen berbalik dan pergi.

Ketika Nara Bao kembali ke rumah, dia tiba-tiba teringat bahwa dia masih mengenakan jaket Yogi Chen.

Dia melepasnya dengan cepat dan menempelkan pakaiannya ke wajahnya dengan muka memerah dan wajah yang memerah.

Ada juga sedikit bau anggur di atasnya.

Ketika Yogi Chen kembali ke rumah, sudah lebih dari pukul satu pagi.

Setelah mandi, Yogi Chen berbaring di tempat tidur dan tertidur.

Hari berikutnya, Yogi Chen bangun pagi-pagi, membuat sarapan dan pergi ke sekolah.

Begitu dia masuk, semua siswa di kelas telah tiba.

“Yogi, kamu cukup jahat, kamu tidak tidur di rumahku setelah kamu menurunkanku kemarin,” Arifin Li pura-pura tidak senang.

"Bukankah kamu kemarin bilang ingin membuat aku mabuk?" Kata Yogi Chen sambil tersenyum.

Tepat ketika dua orang sedang mengobrol, Diana Sima masuk.

Dia masih sama seperti biasanya sangat dingin.

Mengangguk pada Yogi Chen, dan Yogi Chen menanggapinya dengan senyuman.

Setelah terakhir kali mereka menyelesaikan kesalahpahaman di Pearl Tower, Diana Sima tahu bahwa dia telah salah paham terhadap Yogi Chen.

Terutama ketika Yogi Chen mentransfer 3 miliar RMB (sekitar 6 triliun rupiah) ke Grace Qin dalam sekejap, dia merasa sedikit malu.

Fakta telah membuktikan bahwa Yogi Chen mampu meramu obat tradisional yang cukup kompleks Tidak mudah untuk merekrut seorang apoteker tingkat menengah. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk sementara waktu.

"Yogi Chen, apakah kamu kosong besok malam?"

"Ada masalah apa?"

"Aku ingin mentraktirmu makan," kata Diana Sima.

Sebelum Yogi Chen berbicara, Arifin Li di samping tiba-tiba menggandeng Yogi Chen: "Sialan, Yogi Chen bukankah dia hari itu sudah mentraktirmu? Mengapa dia mentraktirmu lagi kali ini? Ayo kalian berdua katakanlah ada rahasia apa di antara kalian berdua? "

“Kamu berpikir terlalu jauh.” Yogi Chen melirik Arifin Li dan menjawab: “Seharusnya kosong.”

“Yah, besok, tempat yang sama!” Setelah berbicara, Diana Sima berbalik, tidak berbicara lagi.

"Wah, tempat lama, masih bilang tidak ada apa-apa!" Arifin Li mengedipkan mata dan berkata: Yogi Chen, kalian seharusnya bukan sudah... "

Ketika dia berkata, dia tersenyum: "Itu loh, itu, kamu seharusnya tahu…..."

"Kurangi omong kosongmu." Yogi Chen berkata dengan nada tidak baik

Pada saat ini, Windy Xia wali kelas mereka berjalan masuk, dan di belakangnya ada seorang gadis kecil dengan rambut yang dikuncir kebelakang.

Begitu dia berjalan, Windy Xia tanpa sadar melihat posisi Yogi Chen.

"Huh."

Melihat sosok Yogi Chen, wajah Windy Xia tanpa sadar menjadi dingin.

"Aku datang untuk memperkenalkan, yang di sebelah aku ini adalah teman sekelas yang baru saja pindah dari luar negeri, karena dia sebelumnya menerima pendidikan asing, jadi aku harap kalian dapat lebih membantunya."

"Mari perkenalkan dirimu kepada semua orang."

"Halo semuanya, nama aku Merry Su, aku berusia 19 tahun tahun ini, dan aku tumbuh besar di luar negeri. Kalian bisa memanggil aku Merry Su atau Merry."

Begitu suara itu keluar, seluruh kelas menjadi gaduh.

Oh oh!

Gadis kecil ini terlalu cantik.

Kaki ini panjang dan putih, dan bokongnya terlihat sangat indah, dan pinggang kecil ini membuat mereka bertanya-tanya apakah pinggangnya bisa patah kapan saja.

Terutama wajah yang sangat putih, terlihat sangat murni.

Ketika orang melihatnya, mereka secara tidak sadar tumbuh rasa ingin melindunginya.

"Guru, di samping aku masih kosong. Biarkan murid Su duduk dengan aku." Kevin Wang mengajukan diri sambil berdiri.

"Hushh, aku masih punya tempat di sini," kata Andi Yan.

“Guru, bagaimana duduk denganku.” Jackie Tong berdiri dan berkata.

“Aku pikir lebih baik tempat aku!” tidak tahu kapan Cesar Di juga berdiri.

Baik anak laki-laki dan perempuan di kelas sangat antusias dengan gadis ini yang baru tiba-tiba pindah ke sekolah mereka.

“Yogi Chen, ini hebat sekali!” Arifin Li tidak bisa menahan perkataanya.

Yogi Chen mengerutkan kening, bukankah gadis ini anak perempuan tidak sah dari lelaki tua itu?

Dia ... kenapa dia pindah ke sini?

Windy Xia memandang siswa yang antusias, menekan tangannya dan berkata, "Siswa Su, kamu bisa duduk di sebelah Sima ..."

Sebelum dia selesai berbicara, Merry Su berkata: "Guru, aku memiliki seorang kenalan di kelas, dapatkah aku duduk di sebelahnya?"

Punya kenalan?

Windy Xia juga terkejut, siapa itu?

Sambil berbicara Merry Su, dia berjalan lurus menuju Yogi Chen.

Melihat adegan ini, semua orang tercengang. Kenalan yang dia katakan bukan Yogi Chen, kan?

Ketika dia berjalan ke Yogi Chen, Merry Su tersenyum manis dan berteriak, "Kakak ipar."

Wow!

Pada saat ini, semua orang menjadi kebingungan.

Dia memanggilnya apa?

Kakak ipar?

Semua orang memandang Yogi Chen dengan tidak bisa percaya, anak ini benar-benar memiliki adik ipar yang muda dan cantik?

Sial!

Arifin Li juga tercengang.

Yogi Chen ... dia memiliki adik ipar yang cantik?

Diana Sima hanya bisa melihatnya, gadis kecil ini tidak kurang dari dirinya dalam hal tubuh dan penampilan.

Yang paling penting adalah bahwa napas muda di tubuhnya penuh semangat, yang membuat orang merasa senang pada pandangan pertama.

Terutama wajahnya yang polos, bahkan seorang wanita seperti dia saja ingin untuk menjaga dirinya, apalagi para pria ini.

“Guru, bisakah aku duduk di sebelah kakak iparku?” Merry Su berkata dengan mata yang berkedip.

Windy Xia juga sedikit terkejut, tapi dia dengan cepat tersadar kembali, memberi Yogi Chen pandangan yang dalam, dan berkata, "Arifin Li, kamu duduk di sebelah Cesar Di, kosongkan kursimu, dan biarkan Siswa Su mengambil tempat dudukmu. . "

Mendengar ini, wajah Arifin Li tiba-tiba seolah-olah mendapatkan kesialan.

Bangke, mengapa aku harus memberikan tempat dudukku?

Dia bersumpah bahwa dia bukan karena takut pada Windy Xia, tetapi pindah untuk menjaga adik ipar Yogi Chen yang cantik.

“Terima kasih kakak,” kata Merry Su dengan patuh.

“Hehe, aku adalah teman baik kakak iparmu, kamu ... kamu juga bisa memanggilku kakak ipar.” Ketika berbicara Arifin Li telah duduk di sebelah Cesar Didong.

Wajah Cesar Di tiba-tiba berubah hitam.

Duduk dengan pria kasar tidak senyaman duduk sendirian.

Selain itu, Arifin Li ini bukanlah seseorang yang bisa dicari masalah dengannya. Dia dan Yogi Chen memiliki dendam. Arifin Li dan Yogi Chen ini adalah teman baik, dan ini benar-benar menjeratnya.

"Kepada siapa kamu menunjukan wajah sedihmu itu? Kamu tidak menerimaku?" Arifin Li berkata dengan dingin.

"Tidak, tidak!" Cesar Di berkata sambil memaksa tersenyum, "Aku senang."

"Huh."

Arifin Li mendengus dingin dan menoleh.

“Siswa Su, kamu bisa duduk di sini.” Jackie Tong berkata, “Kakak iparmu ini tidak memiliki etika yang baik, bagaimana jika dia menindasmu ketika kamu duduk di sampingnya?”

"Benar, Siswa Su, Jackie Tong kami tampan dan jujur. Kamu bisa duduk di sisinya," Kevin Wang dan Andi Yan berkata bersama.

“Tapi, kupikir kamu juga tidak seperti orang baik.” Merry Su memiringkan kepalanya dan berkata, “Lupakan saja, lebih baik aku duduk di sebelah kakak iparku.”

Jacky Tong kesal hingga tidak dapat mengatakan apa pun karena kata-kata ‘tidak seperti orang baik’.

Ha ha ha...

Para siswa di kelas tidak bisa menahan tawa.

Wajah Jacky Tong sebentar merah sebentar putih, malu yang tak terlukiskan.

“Oke, berhentilah berdebat, Siswa Su hanya akan duduk di sana.” Windy Xia menyelesaikan masalah ini dengan satu kalimat.

Merry Su duduk di samping Yogi Chen seperti yang dia inginkan.

Menempatkan tas sekolah di laci, Merry Su bertanya dengan suara rendah, "Kakak ipar, mengapa kamu tidak menambah aku?"

“Jangan sembarangan berbicara, siapakah kakak iparmu?” Yogi Chen berkata dengan dingin, “Apakah kamu 'LING' yang tadi malam?”

“Kamu adalah kakak ipar aku, kakak perempuanku adalah Michelle Su, kamu adalah suaminya, tentu saja kamu adalah kakak ipar aku.” Merry Su tersenyum dan berkata, “Kakak ipar, dapatkah kamu menambahkan aku?”

"Tidak!"

Yogi Chen menolak bahkan tanpa memikirkannya.

Jika Michelle Su tahu bahwa Merry Su ada di sini, dia tidak tahu akan ada keributan apa yang terjadi.

"Kakak ipar, tolong, tambahkan aku ..."

Berbicara, dia mengulurkan tangan dan menggandeng lengan Yogi Chen, dan menggerakkannya kesana-kemari.

Ekspresinya yang sedang merengek, orang biasa tidak akan bisa menahan diri karenanya.

Tapi apakah Yogi Chen adalah orang biasa?

“Cepat lepaskan, kamu sudah meminta mengganti posisi duduk seperti ini.” Yogi Chen mengerutkan kening dan menatap Merry Su sembari menarik tangannya keluar.

Sejujurnya, dia dan Merry Su belum pernah bertemu, dan tidak perlu membiasakan diri dengannya.

Dia tidak bisa mengatakan dia suka atau tidak suka adik iparnya yang muncul entah dari mana.

Rasa syukur dan kebencian antara ayah mertua dan ibu mertua adalah rasa syukur dan kebencian dari generasi sebelumnya dan tidak ada hubungan dengan dirinya.

Tapi dia selalu merasa bahwa Merry Su ini hatinya tidak murni.

"Kakak ipar, kamu sangat membenciku?"

"Aku mohon, sudah waktunya kelas, bisakah kamu berhenti membuat suara?"

Ini adalah kelas Windy Xia, jika dia menyadari apa yang sedang terjadi, dia pasti akan marah lagi.

"Kamu tambah saja aku kan sudah tidak ada masalah lagi."

“Aku bilang tidak tambah maka tidak tambah!” Yogi Chen kehilangan kesabaran dan tiba-tiba berteriak!

Citttt!

Kapur itu bergesekan dengan papan tulis dan mengeluarkan suara yang sangat memekakkan telinga.

Windy Xia berbalik dan semua orang memandang Yogi Chen secara bersama.

“Yogi Chen, apa yang ingin kamu lakukan?” Windy Xia berkata dengan dingin.

“Guru, maaf, ini salahku!” Merry Su berdiri dan berkata dengan cepat, “Aku tidak mengerti beberapa kata, jadi aku meminta kakak iparku untuk mengajariku. Mungkin aku terlalu bodoh, kakak iparku sudah mengajariku beberapa kali dan aku masih saja belum bisa, jadi suaranya membesar. "

Mendengar ini, wajah Windy Xia sedikit menjadi lebih tenang.

Para siswa di sekitarnya sangat membenci Yogi Chen, hingga ini membuat sorotan mata seolah-olah ingin membunuhnya.

Sialan, gadis yang seimut ini, kamu sebaliknya masih tidak sabar, dan kamu malah berteriak padanya.

Benar-benar tidak mengerti arti laki-laki harus melindungi wanita cantik.

"Yogi Chen, Pelajar Su baru saja kembali dari luar negeri. Itu normal jika dia tidak tahu beberapa kata. Kamu harus lebih sabar. Jika dia memiliki pertanyaan ke depannya, kamu harus menjawab dengan sabar."

"Aku mengerti Guru Xia," kata Yogi Chen sambil tersenyum masam.

“Ngomong-ngomong, mulai sekarang jangan panggil dia kakak ipar di kelas, panggil saja namanya.” Setelah itu, dia berbalik dan melanjutkan kelas.

“Aku mengerti bu.” Merry Su menjulurkan lidahnya dan duduk kembali.

"Kakak ipar ... Oh, tidak, Yogi Chen, guru sudah berkata, kedepannya akan mempercayakanku padamu, kamu harus mengajari aku dengan baik."

Novel Terkait

Rahasia Istriku

Rahasia Istriku

Mahardika
Cerpen
5 tahun yang lalu
Nikah Tanpa Cinta

Nikah Tanpa Cinta

Laura Wang
Romantis
4 tahun yang lalu
Mbak, Kamu Sungguh Cantik

Mbak, Kamu Sungguh Cantik

Tere Liye
18+
4 tahun yang lalu
Eternal Love

Eternal Love

Regina Wang
CEO
4 tahun yang lalu
Step by Step

Step by Step

Leks
Karir
4 tahun yang lalu
Penyucian Pernikahan

Penyucian Pernikahan

Glen Valora
Merayu Gadis
4 tahun yang lalu
Suami Misterius

Suami Misterius

Laura
Paman
4 tahun yang lalu
Awesome Guy

Awesome Guy

Robin
Perkotaan
4 tahun yang lalu