My Greget Husband - Bab 173 Bertarung Sampai Mati

Di saat yang sama, kota Xichuan, Dream villa.

Michelle Su baru saja selesai dari live nya, setelah sedikit berdandan, dia langsung keluar dari rumah.

Tadi, Brenda Li meneleponnya untuk mengajak dia pergi jalan-jalan.

Cuaca hari ini sangatlah cerah, tapi suasana hati Michelle Su tidak terlalu bagus.

Semalam saat berada di Shepherd's Bar, setelah Arifin Li terluka, anak buahnya langsung datang.

Keadaan saat ini sangat kacau, dan Corten Shen menyuruh Michelle Su pergi terlebih dahulu.

Arifin Li adalah orang seperti bos Xichuan, jika Corten Shen mengganggunya takutnya hanya akan menimbulkan masalah, juga tidak tahu bagaimana keadaan sekarang.

Semalam Michelle Su tidak bisa tidur, dia terus menerus khawatir sehingga tidak bisa memejamkan matanya.

Dan dia juga tidak terlalu konsentrasi pada live siang tadi, pada akhirnya dia hanya live selama 2 jam.

Jangan bilang jika dia terkena masalah.

Otak Michelle Su sekarang sangat kacau.

Bruuttbruttt.

Tiba-tiba, ponselnya bergetar.

Saat mengambil ponselnya, hatinya merasa bahagia, ternyata itu adalah pesan dari Corten Shen.

“Michelle, masalah kemarin, tidak mengagetkanmu kan?” Dalam pesannya penuh dengan perhatian dan kerinduan.

Melihat pesan dari Corten Shen, seketika suasana hati Michelle Su menjadi lebih santai, dan suasana hatinya juga sudah mulai membaik.

Sepertinya, dia tidak apa-apa.

Dengan cepat Michelle Su membalas: “Aku tidak apa, kamu, apakah tidak apa? Arifin Li itu mempunyai kekuasaan yang besar di kota Xichuan, semalam kamu telah memukulnya, kamu harus berhati-hati, karena dia pasti tidak akan melepaskanmu.”

Di lain sisi, Corten Shen sambil tersenyum membalas: “Tenang saja, kekuatan Arifin Li di kota Xichuan memang besar, tapi aku sama sekali tidak menganggapnya, jika dia ingin menyentuhku, itu bukanlah hal yang mungkin.”

Melihat pesan balasan dari Corten Shen. Michelle Su akhirnya tenang.

Dengan cepat, Corten Shen kembali mengirim pesan: “Michelle, semalam kita telah diganggu oleh Arifin Li, aku sangat minta maaf, untuk menebusnya, bagaimana kalau malam ini kita keluar lagi? Dan masih tetap di Shepherd's Bar, bagaimana?”

Baru saja mengirim satu pesan, dengan cepat Corten Shen kembali mengirim pesan: “Semalam setelah aku pulang, saat memejamkan matanya aku terus tersenyum, asalkan memikirkanmu, semua masalah yang ada di hatiku, seketika menghilang.”

Setelah Michelle Su melihat pesan ini, hatinya sangatlah bahagia.

Corten Shen ini, bukan hanya kaya tapi dia juga sangat tampan, dia juga tulus, dan selalu royal terhadapnya.

Wanita mana yang bisa menolak pria hebat seperti ini.

Memikirkan hal itu, tanpa ragu Michelle Su langsung membalas: “Baik, kalau begitu sampai bertemu nanti malam.”

Di bagian belakangnya, ditambah dengan emoticon mengejek.

Setelah menerima pesan dari Michelle Su, Corten Shen meraba dagunya, dan sebuah senyuman licik muncul di bibirnya.

Di saat yang sama, Rumah sakit prima kota Xichuan.

Lantai 3 departemen rawat inap, di sana berdiri ratusan orang yang berbadan tegap! Lorong pun dipenuhi oleh mereka hingga air pun tidak bisa melewatinya, dan aura di sekitar tubuh mereka sangatlah kuat, sehingga membuat keluarga pasien yang ingin datang tidak berani mendekat.

Mereka semua adalah orang dari keluarga Li.

Tidak ada yang berada sembarangan bergerak, bahkan dokter pun tidak berani berbicara terlalu keras, beberapa suster yang lebih penakut, sangat ketakutan hingga kakinya gemetar.

Siapa yang tidak takut melihat orang yang berbadan tegap sebanyak ini.

Ada seorang berpakaian setelan Tang berwarna hitam berdiri di depan orang tegap ini, orang tua ini memegang tongkat dengan wajah yang panik, dan tidak ada henti-hentinya melihat ruang operasi.

Orang ini bukanlah orang lain, dia adalah kakek dari Arifin Li, Jimmy Li.

Setelah kakek Li berumur 70 tahun, dia memberikan seluruh kekuasaan keluarga Li pada Arifin Li, dia sendiri pergi ke villa yang berada di pelosok untuk menikmati masa tua, setelah bekerja keras selama setengah abad, saat tua dia pergi menanam bunga dan memelihara burung, saat bosan kadang juga melihat barang antik, dan bersiap menunggu cucunya memberi cicit untuknya, dengan begitu kehidupannya sudah lengkap.

Setelah dia mengadakan pertemuan ringkasan triwulanan keluarga tadi malam, dia tidur di villanya, tapi saat tengah malam, pengurus keluarga mengetuk pintu, dan memberitahunya jika Arifin Li telah ditusuk, Jimmy Li langsung emosi, dan langsung berangkat ke rumah sakit.

Dari semalam sampai sekarang, sudah lewat beberapa jam, dan Arifin Li terus dalam masa penyelamatan, dan sampai sekarang juga operasi belum selesai dilakukan.

Hati Jimmy Li sangatlah tidak tenang, karena dia hanya memiliki satu cucu, jika terjadi apa-apa pada cucunya, bagaimana dia bisa melanjutkan hidupnya.

Tapi di saat bersamaan, terdapat amarah yang besar di hatinya.

Memikirkan ketika itu, dia sendiri menggunakan kedua tangannya mengangkat keluarganya, dan berhasil membuahkan hasil di kota Xichuan, dia hanya mengandalkan kekuatan dan kekejaman dari tubuhnya agar bisa sampai ke hari ini.

Semua keluarga di kota Xichuan, jika bertemu dengannya harus memberi hormat padanya?

Dan sekarang dia sudah tua, dengan berani melakukan sesuatu pada cucu kesayangannya! Apakah mereka mengira aku sudah tua, tidak bisa mengangkat pedang lagi, sehingga bisa meremehkanku?

Amarah ini, tidak bisa dibendung oleh Jimmy Li!

Agnes Song yang duduk di kursi panjang terus menangis hingga matanya merah, dari semalam sampai sekarang, dia terus menangis.

Semalam, ketika melihat tubuh Arifin Li yang penuh dengan darah segar dan terbuang di samping tong sampah, hatinya Agnes Song sangatlah hancur.

Akhirnya dia menelepon beberapa anak buah Arifin Li, kemudian setelah puluhan anak buah Arifin Li sampai dan masuk ke dalam Shepherd's Bar, tapi sesuatu yang tidak disangka adalah, ternyata anak buah Corten Shen ada ratusan orang, dari segi jumlah orang saja sudah tidak menguntungkan untuknya.

Meskipun anak buah Arifin Li berani bertarung, tapi jumlah lawannya adalah 2 kali lipat dari jumlah mereka.

Dan juga lawan mereka juga sangat kejam, dan tidak kalah dengan mereka.

Setelah pertarungan sengit, anak buah Arifin Li semua kalah, dan sekarang berada di rumah sakit.

Tidak tahu Agnes Song sudah berdoa berapa kali, dia selalu berdoa agar tidak terjadi apa-apa pada suaminya.

Tepat di saat semua orang sedang panik, tiba-tiba lampu ruang operasi berubah menjadi warna hijau, pintu tersebut terbuka dari dalam, setelah itu, Yanni Lan keluar dengan pakaian operasinya.

Yanni Lan turun tangan sendiri untuk operasi kali ini.

Karena dia tahu, hubungan Yogi Chen dan Arifin Li sangat baik.

Dan dari semalam sampai sekarang, operasi sudah memakan waktu 10 jam.

Saat ini wajah Yanni Lan terlihat sangat kelelahan, seperti baru saja selesai berperang.

“Kepala rumah sakit Yan, bagaimana keaadaan suamiku?”

“Apakah Cucuku tidak apa?”

Yanni Lan yang baru saja keluar, sudah mendapat sambutan yang penuh dengan rasa panik dari Jimmy Li dan Agnes Song.

Yanni Lan menghela napas: “Semua luka yang ada di tubuh Arifin Li sudah dijahit, tapi kondisinya saat ini tidak terlalu bagus, karena luka yang diderita sangatlah parah, ditambah terlalu banyak kehilangan darah, bisa bertahan atau tidak, semua tergantung pada tekadnya, dan, jika bisa tetap hidup, takutnya dia akan menjadi orang cacat....”

Selama Yanni Lan menjadi dokter bertahun-tahun, dia tidak pernah melihat pasien yang terluka separah ini.

Arifin Li telah ditusuk sebanyak 40 kali lebih, hampir seluruh tubuhnya mengeluarkan darah dan terluka, tidak ada daging yang utuh lagi, bahkan urat yang berada di tangan dan di kakinya sudah putus, dan saat dia diantar di rumah sakit sudah dalam keadaan kritis.

Saat baru memasuki ruang operasi, seorang suster magang langsung kaget dan menangis karena melihat luka yang ada di tubuh Arifin Li.

Luka seperti ini jika dialami oleh orang biasa, mungkin sudah tidak sempat sampai di rumah sakit, dan sudah meninggal di perjalanan.

Jadi, di dalam kegelisahan Yanni Lan, terdapat rasa salut pada tekad Arifin Li, dia masih bisa bertahan sampai selesai operasi setelah mendapatkan luka yang dipastikan sangat maut ini.

Baru saja Yanni Lan selesai berkata, mata Jimmy Li langsung memerah, sebuah cahaya menakutkan keluar dari matanya.

Keluarga Li, setiap generasi pasti mempunyai keturunan!

Apakah tuhan ingin membiarkan keluarga Li tidak memiliki keturunan!

Corten Shen, aku pasti tidak akan melepaskanmu, aku akan membuat keluarga Shen merasakannya juga!

Sudah menghilangkan keturunannya, ini adalah dendam yang sangat kuat dan besar!

“Kakek, kakak ipar, gawat!” Tiba-tiba, seorang anak muda dengan panik berlari ke arah mereka, dan seperti langsung tergesa-gesa menghadap Jimmy Li dan Agnes Song, dengan ekspresi wajah yang sangat panik dan gugup.

Jimmy Li berkata: “Ada apa, kenapa berteriak seperti itu, apa yang terjadi!”

Anak muda berkata dengan tergesa-gesa: “Kakek, Corten Shen membawa orang dan menduduki jalan keluarga Li.”

Apa?

Menduduki jalan keluarga Li?

Jalan keluarga Li di kota Xichuan kenapa di sebut jalan keluarga Li karena, ada 90% toko yang ada di jalan keluarga Li adalah milik keluarga Li.

Termasuk hotel, KTV, bar, warnet, restoran. Dan toko-toko ini, 90% adalah milik keluarga Li, dan toko ini setiap bulannya tepat waktu membayar uang perlindungan pada keluarga Li.

Corten Shen ini, bukan hanya telah melukai Arifin Li, dia juga telah menduduki jalan keluarga Li, dan telah memutuskan keuangan keluarga Li!

Benar apa yang dikatakan pepatah lama, memutuskan rejeki orang lain sama saja seperti membunuh orang tua orang tersebut, Corten Shen ini benar-benar bernyali besar, seperti jika tidak mati maka tidak akan diam.

Jimmy Li langsung menghempaskan tongkat di tangannya, terdengar suara “Duuaarr!”: “Keluarga Shen dari kota Dongnan, keluarga Li dan kalian akan berselisih.”

Semua orang merasa tanah sedikit bergetar, setelah itu baru sadar jika tongkat kakek keluarga Li menancap di atas tanah.

“Krakk, krakk!”

Kemudian melihat keramik yang di lantai pecah seperti sarang laba-laba.

“Sst!”

Semua staff rumah sakit yang melihatnya langsung terkejut, dan merasa kakek ini sangatlah menakutkan.

“Apakah merasa keluarga Li bisa direndahkan?” Saat ini, Agnes Song menghapus air matanya, dan berdiri dari kursi, sambil berkata dengan wajah sedih: “Semua orang ikuti aku, hari ini, hari ini kita akan bertarung sampai mati dengan Corten Shen!”

“Baik!”

Pada dasarnya semua orang sudah bersiap untuk membalaskan dendam Arifin Li, sekarang dengan di kepalai Agnes Song, seketika mereka menjadi bersemangat.

“Agnes, jangan gegabah.”

Saat Agnes Song bersiap pergi membawa orang-orangnya, Jimmy Li menahannya.

Agnes Song menghentikan langkahnya, dan merasa sedikit bingung melihatnya: “Kakek, mereka sudah membuang kotoran kepada keluarga Li, emosi ini sudah tidak bisa kutahan lagi!”

Jimmy Li menganggukkan kepala: “Aku tahu, aku juga tidak bisa menahan emosi ini!”

Sambil berkata dia menghela napas, kemudian kembali berkata: “Dendam ini pasti akan kita balas, tapi keluarga Shen adalah keluarga terhormat, kekuatan mereka sangat kuat, jika kita sekarang melawannya pasti kita akan kalah. Rencana sekarang, hanya menunggu Arifin Li keluar dari masa kritis, kita pulang dulu ke rumah membahas bagaimana melawan keluarga Shen!”

Novel Terkait

Jalan Kembali Hidupku

Jalan Kembali Hidupku

Devan Hardi
Cerpen
4 tahun yang lalu
My Charming Wife

My Charming Wife

Diana Andrika
CEO
4 tahun yang lalu
My Goddes

My Goddes

Riski saputro
Perkotaan
4 tahun yang lalu
My Lady Boss

My Lady Boss

George
Dimanja
4 tahun yang lalu
The Richest man

The Richest man

Afraden
Perkotaan
4 tahun yang lalu
Get Back To You

Get Back To You

Lexy
Percintaan
4 tahun yang lalu
Villain's Giving Up

Villain's Giving Up

Axe Ashcielly
Romantis
4 tahun yang lalu
Asisten Wanita Ndeso

Asisten Wanita Ndeso

Audy Marshanda
CEO
4 tahun yang lalu