My Greget Husband - Bab 228 Si Tuan Kurus

Sementara itu, di sisi lain.

Grace Qin memandangi Diana Sima dan berkata: “Kak Diana, sudah lewat dua jam. Mahluk busuk itu tidak ada kabar. Dia pasti menipumu.”

Selama ini Grace Qin sudah memeriksa seluk-beluk Yogi Chen. Mahluk busuk itu ternyata hanya sekedar menantu yang menikah ke dalam keluarga kecil tingkat rendahan saja. Mana mungkin dia bisa menyuling obat-obatan?

“Aku rasa juga begitu. Obat apa yang perlu disuling begitu lama!”

“Iya, pasti dia bohong.”

Saat itu, para wanita-wanita itu saling bersahutan satu sama lain.

Diana Sima menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menjelaskan: “Tidak mungkin. Beberapa hari yang lalu dia dan guru kita pergi mengikuti Kompetisi Apoteker. Lagipula baru dua hari yang lalu ada orang dari Asosiasi Kedokteran Kuno yang mengantarkan sendiri medali apoteker untuknya!”

“Medali apoteker? Mungkin itu hanya medali tingkat 1?”

“Haha, aku rasa juga begitu. Kalaupun orang ini bisa menyuling obat, bisa jadi dia hanya sekedar apoteker tingkat rendah.”

“Benar. Resep obat tingkat menengah seperti Sup Tulang Macan, setidaknya harus seorang apoteker tingkat 4 baru dapat menyulingnya. Kalau dia hanya apoteker tingkat 1 mana mungkin dia dapat menyulingnya?”

Diana Sima hanya senyum-senyum saja. Sesungguhnya dua hari yang lalu dia juga tidak sempat melihat jelas medali Yogi Chen itu medali tingkat berapa. Tetapi dengar-dengar dia mengikuti kompetisi itu bersama Sinta Wen. Dan obat yang mereka suling adalah Sup Xisui. Meskipun mereka gagal, di samping itu terbukti bahwa kemampuannya pasti lumayan tinggi.

Membiarkan Yogi Chen menyuling Sup Tulang Macan sebenarnya juga untuk mengujinya. Kalau benar Yogi Chen bisa menyuling Sup Tulang Macan, berarti setidak-tidaknya dia adalah apoteker tingkat 4.

Setelah itu dia akan memikirkan berbagai cara agar Yogi Chen bergabung dengan keluarga Sima dan menjadi sosok yang dipuja di keluarga Sima.

“Begini saja. Ayo kita pergi ke ruang penyulingan obat untuk melihatnya. Waktu berlalu sudah cukup lama, dia sudah saatnya untuk memadamkan api.”

Sambil berkata demikian, dia membawa para wanita tersebut ke dalam ruang penyimpanan obat.

Setelah tiba di luar pintu ruangan itu, Diana Sima mengetuk: “Yogi Chen, apakah obatmu sudah selesai disuling? Apa aku boleh masuk?”

Setelah menunggu beberapa detik, tidak ada jawaban.

Alis Diana Sima berkerut naik: “Yogi Chen…”

“Kak Diana, langsung saja dorong pintunya.” Tanpa menunggu Diana Sima bicara, Grace Qin yang karakternya gesit langsung mendorong pintu itu hingga terbuka.

Para wanita tersebut memasuki ruang penyimpanan obat. Di dalamnya selain ada api yang belum dipadamkan, tidak terdapat bayang-bayang Yogi Chen.

Diana Sima seolah disambar petir, termangu dan diam di tempat.

……………………………………………………………………………………………………………

Tidak tahu dia sudah pingsan berapa lama, akhirnya Yogi Chen sadar juga.

Yang terlihat pertama kali adalah kamar yang terkesan kuno dan tua. Ada pula wangi-wangian yang memabukkan orang.

“Ssshhh!”

Yogi Chen menari napas dan merasakan udara dingin. Dia meraba-raba belakang lehernya yang pegal dan bangkit berdiri dari atas lantai.

Kamar ini terkesan sangat familiar.

Pada saat Yogi Chen sedang berusaha mengingat-ingat. Ada suara seorang wanita yang tiba-tiba berbicara: “Sudah bangun?”

Suara yang terdengar malas dan santai itu memasuki telinga Yogi Chen dan membuatnya bergidik.

“Nyo…Nyonya…” Yogi Chen memutar tubuhnya dengan cepat, lalu melihat Citra Mu yang sedang berbaring menyamping di atas ranjang.

Saat melihat dirinya, Yogi Chen langsung saja teringat malam itu. Lebih tepatnya di atas ranjang itu lah dirinya dan Nyonya, isteri dari ketua organisasi itu….”

“Kalau kamu masih sembarang lihat, akan kucungkil bola matamu.” Kata Citra Mu sambil melotot ke arah Yogi Chen.

Yogi Chen tertawa dengan pahit dan berkata: “Nyonya, ternyata itu adalah orang kirimanmu. Apabila lain kali hendak memanggil hamba, seharusnya Anda langsung bilang. Biarkan aku memiliki kesiapan hati.”

“Begini lebih cepat!” Kata Citra Mu sambil melihat Yogi Chen.

Yogi Chen tidak berkomentar, dia kehabisan kata-kata untuk membalasnya.

“Oh, iya.” Citra Mu balik bertanya: “Bagaimana hal yang aku suruh kamu kerjakan waktu itu. Apakah kamu telah mendapatkan benda yang kucari?”

Sial!

Dia sudah menduga. Nyonya Ketua Organisasi mencarinya pasti demi hal itu.

Duh, bagaimana ini, bagaimana?

“Tuli? Tidak mendengar pertanyaanku?”

“Bu… bukan begitu.” Yogi Chen tersenyum pahit dan berkata: “Nyonya Bing mengumpulkan jagoan-jagoan dari Perguruan Tinggi Harapan. Ke-enam aliran besar telah mengirimkan jagoan-jagoan mereka dan disembunyikan di berbagai tempat di sekolah. Hamba telah menemukan sedikit petunjuk…”

“Oh? Coba katakan!” dalam sekejap, Citra Mu menjadi bersemangat.

Otak Yogi Chen berputar dengan cepat: “Kitab Taiji kemungkinan disembunyikan di dalam Paviliun Sutra di Perguruan Tinggi Harapan! Tetapi di setiap lantai di dalam Paviliun Sutra terdapat jagoan-jagoan yang menjaganya. Hamba butuh waktu lebih banyak agar dapat…”

“Paviliun Sutra, ya. Aku tahu tempat ini.” Citra Mu melambaikan tangannya dan memotong kata-kata Yogi Chen. Dia berkata: “Ada yang bilang, Paviliun Sutra menyimpan rahasia-rahasia kekuatan enam aliran besar. Setiap lantainya dijaga oleh jagoan-jagoan pembalik alam tingkat lanjut. Kalau memang dilihat dari sifat si tua Michael Zhang yang sangat berhati-hati itu, ada kemungkinan Kitab Taiji memang ada di dalam sana.”

Mendengar kata-kata Citra Mu, Yogi Chen menghela napas lega. Untung saja, sepertinya dia benar-benar berhasil mengelabuinya.

Sesungguhnya beberapa waktu belakangan ini dia bahkan tidak tahu di mana Michael Zhang berada. Bagaimana mungkin dia bisa mencari Kitab Taiji.

“Nyonya sangat brilian!” kata Yogi Chen memuji-mujinya.

“Dasar mahluk bermulut licin!” Citra Mu memutar bola matanya menjauhi Yogi Chen. Dia menunjuk ke samping sambil berkata: “Duduk di sana dan lanjut bicara.”

“Terima kasih, Nyonya!”

Sambil berkata demikian, dia duduk di kursi yang letaknya tidak jauh dari ranjang. Dari arah sudut pandang Yogi Chen melihat Citra Mu, dapat terlihat bulu mata lentik Citra Mu yang bergetar.

Wanita ini sungguh cantik. Terutama setelah dia berubah menjadi wanita dewasa. Rasanya pembawaan dirinya semakin baik.

“Akhir pekan depan adalah ulang tahun Ketua Organisasi yang ke-70. Kamu sebagai seorang Orang Sakti Organisasi Sun and Moon, apakah sudah mempersiapkan hadiah untuknya?”

Yogi Chen menepuk keningnya. Duh, bagaimana dia bisa melupakan hal ini.

Tiba-tiba dia terpikir dan tertawa. Dia melihat Citra Mu sambil berkata: “Nyonya, bolehkah aku bertanya. Apa yang disukai oleh Ketua Organisasi?”

“Kenapa? Kamu datang kepadaku untuk mencari jawaban?” Citra Mu tersenyum kecil : “Kalau aku beri tahu, apa untungnya buatku?”

Citra Mu tidak sadar saat dirinya berkata seperti itu dia terdengar sangat centil. Seperti seorang anak gadis yang meminta hadiah kepada pacarnya.

Bayangan gadis kecil ini memasuki mata Yogi Chen, membuat Yogi Chen kehilangan kendali, mengulurkan tangan dan membelai-belai wajah Citra Mu: “Apa yang kamu inginkan?”

Baru saja dia bicara seperti itu, Yogi Chen langsung menyesalinya.

Buset. Mengapa dia melakukan gerakan seperti ini? Mengapa dia bisa bicara seperti itu?

Citra Mu pun bengong. Tiba-tiba segaris warna kemerahan merambat naik pada wajahnya, tidak tahu karena malu atau marah.

“Yogi Chen, besar sekali nyalimu. Beraninya kamu menggoda Nyonya Kepala Organisasi!”

“Nyo.. Nyonya. Ha… hamba tidak sengaja…”

Yogi Chen belum sempat selesai bicara, Citra Mu berkata: “Tidak sengaja, berarti kamu bermaksud dong?”

“Tidak. Hamba tidak berani. Nyonya Kepala Organisasi yang terlihat terlalu cantik. Hamba terbuai dan tidak bisa menahan diri!” Yogi Chen menjelaskan dengan panik.

Mendengar hal itu, tanpa sadar Citra Mu menggigit bibirnya dengan rapat.

Dia juga tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya saat ini. Seharusnya dia sangat marah kepada Yogi Chen karena telah melecehkannya. Tetapi di dalam hatinya, bukan hanya tidak ada amarah, malahan dia merasa agak senang.

Perasaan aneh seperti ini membuatnya tidak berdaya.

Jangan-jangan setelah malam itu, dia jadi suka padanya?

Tidak… tidak boleh… Apabila benar demikian, bisa ada orang yang mati.

“Pergilah! Ingatlah, kamu adalah seorang Orang Sakti dari organisasi ini. Upacara ulang tahun Ketua Organisasi nanti, kamu tidak boleh hadir terlambat.” Citra Mu melirik Yogi Chen sejenak. Lalu dia berteriak ke arah luar pintu: “Tuan Kurus, antar dia pulang!”

Baru saja dia selesai berbicara, ada sesosok orang yang gendut masuk dari pintu itu.

Saat Yogi Chen melihatnya, bukankah dia adalah si gendut yang memukulnya hingga pingsan itu? Ternyata namanya adalah Si Tuan Kurus.

Tetapi dia gendut begitu, apa bagus kalau dipanggil Tuan Kurus?

Yogi Chen menepuk-nepuk perutnya.

“Ikuti aku!” Si Tuan Kurus berjalan di depan sambil menarik kerah baju Yogi Chen, membawanya meninggalkan kamar tidur Citra Mu.

“Hei, lepaskan aku. Biarkan aku berjalan sendiri…”

Setelah sampai di dermaga, Si Tuan Kurus melempar Yogi Chen ke atas perahu. Lalu membangunkan pelayar perahu itu.

Yogi Chen menahan pinggangnya, dia bangkit berdiri sambil teraduh-aduh.

Sial, orang gendut ini kasar sekali. Apakah dia tidak tahu bahwa dirinya adalah Orang Sakti?

Apakah kedudukannya tinggi?

Selama perjalanan, Yogi Chen berusaha dengan berbagai cara untuk berbicara padanya. Tetapi orang gendut itu duduk di bagian kepala perahu seperti orang yang sedang bermeditasi. Sama sekali tidak bisa diganggu.

Yogi Chen kehabisan kata-kata. Dia berbaring di atas papan dek itu dan memejamkan mata beristirahat sejenak.

Alhasil, baru saja matanya terpejam, Si Tuan Kurus yang tadinya memejamkan mata mulai bicara: “Namamu Yogi Chen kan? Apakah kamu bisa membantuku?”

“Maaf, tidak bisa!”

“Aku berharap kamu dapat membantuku mencari seseorang di dalam Perguruan Tinggi Harapan. Asalkan kamu dapat menemukannya, aku akan mengabulkan tiga permintaan darimu sebagai syarat. Apapun itu boleh kukerjakan.” Si Tuan Kurus seolah tidak mendengar kata-kata Yogi Chen. Dia hanya memedulikan apa yang ingin dia sampaikan.

“Aku tidak tertarik akan persyaratan darimu,” Yogi Chen tidak berpikir lebih lanjut. Dia langsung menolak.

“Jangan buru-buru menolak. Aku masih punya kabar yang sangat berguna bagimu. Tunggu sampai aku selesai bicara juga belum terlambat!” Si Tuan Kurus melihat Yogi Chen dan lanjut berkata: “Akhir pekan depan saat upacara ulang tahun Ketua Organisasi, ada yang berencana membunuhmu.”

Apa?

Yogi Chen mendadak bangkit duduk dari atas dek kayu: “Kamu tahu dari mana?”

“Kamu tidak usah tahu aku tahu dari mana. Aku hanya bertanya kepadamu, apakah kamu bersedia menerima permohonanku? Kalau kamu setuju, pada saat ulang tahun Ketua Organisasi, aku akan melindungimu. Kalau kamu tidak bersedia, ya tanggung saja sendiri akibatnya.”

“Cih, siapa yang sedang kamu takut-takuti? Aku adalah seorang Orang Sakti!” tawa Yogi Chen: “Lagipula ada Kepala Organisasi dan Nyonya Kepala, siapa yang berani macam-macam?”

Hehe…

Tuan Kurus tertawa ringan: “Dasar kekanak-kanakan. Justru karena kamu adalah Orang Sakti, makanya kamu menjadi sasaran orang. Tahun ini Kepala Organisasi sudah berusia 70 tahun, meskipun beliau berilmu tinggi, kamu kira beliau masih dapat bertahan berapa tahun lagi?”

Mendengar hal itu, hati Yogi Chen mendadak merasa takut.

Dia memang seorang Putra Sakti. Tetapi ilmu yang dia dapat di Organisasi Dragon God kurang mendalam. Tiba-tiba saja dia sudah berada di posisi tinggi. Baginya hal ini belum tentu merupakan sesuatu yang baik. Sebaliknya, bisa jadi ini adalah sebuah petaka yang besar.

Perlu diketahu bahwa Putra Sakti mempunyai hak untuk melanjutkan posisi Kepala Organisasi. Artinya saat Kepala Organisasi pergi meninggalkan dunia nanti, dia adalah Kepala Organisasi berikutnya.

Dia dianggap kurang layak berada di posisi yang tinggi itu. Dia tidak punya modal dan dukungan yang kuat. Siapa yang akan menurutinya?

Sekarang ini banyak yang sedang dipikirkan oleh Yogi Chen.

Kepala Organisasi usianya sudah cukup tua. Beliau juga sudah tidak cukup kuat untuk mengendalikan organisasi. Selama ini dia hanya menggunakan kesempatan untuk muncul saja dan membiarkan dirinya dijadikan bidak catur oleh orang-orang.

Ternyata sejak terakhir kali dia ditangkap oleh Organisasi Sun and Moon, semua gerak-geriknya sudah diperhitungkan orang.

Sialan!

Wajah Yogi Chen berubah pucat kebiruan.

“Hehe, secepat itu kamu sudah bisa paham. Ternyata kamu tidak bodoh!” tawa Si Tuan Kurus: “Bagaimana? Mau barter?”

“Mengapa? Mengapa kamu memberitahuku? Apa sebenarnya rencanamu di balik ini semua?” Yogi Chen menatapnya sambil berkata satu per satu.

Novel Terkait

Jalan Kembali Hidupku

Jalan Kembali Hidupku

Devan Hardi
Cerpen
4 tahun yang lalu
My Lady Boss

My Lady Boss

George
Dimanja
4 tahun yang lalu
The Gravity between Us

The Gravity between Us

Vella Pinky
Percintaan
5 tahun yang lalu
Blooming at that time

Blooming at that time

White Rose
Percintaan
5 tahun yang lalu
Gaun Pengantin Kecilku

Gaun Pengantin Kecilku

Yumiko Yang
CEO
4 tahun yang lalu
Cinta Tak Biasa

Cinta Tak Biasa

Susanti
Cerpen
4 tahun yang lalu
Cintaku Pada Presdir

Cintaku Pada Presdir

Ningsi
Romantis
4 tahun yang lalu
Perjalanan Cintaku

Perjalanan Cintaku

Hans
Direktur
4 tahun yang lalu