My Greget Husband - Bab 150 Pembantaian

Bruce Tan sangat marah, jikalau ini bukan dipenjara, dia pasti akan memberitahu ini ke murid-murid Dragon God untuk membunuhnya. Tetapi sekarang dipenjara, daripada menambah masalah lebih baik mengurangi masalah, jadi dia bersabar saja.

“Oh, masih berani menatap aku, kamu minta ditampar?"

“Piak! “

Cesar Di menampar wajahnya lagi dan menunjuk ke arah bola basket yang tidak jauh dari situ: “Pergi ambil bola basketnya ke sini, lalu pergilah menjauh dan jangan duduk di sini menganggu pemandangan aku.

Setelah Bruce Tan menerima penghinaan seperti itu, dia pun sangat marah sampai kedua matanya merah.

“Brengsek, apakah kamu tidak mendengar perintah Cesar Di? Mengapa kamu tidak pergi mengambil bola basket itu!“

“Bocah sial, kamu memelototi siapa? “ Percaya atau tidak, aku akan mencari orang untuk mengabisi kamu? “

Beberapa pria gagah di belakang Cesar Di datang, menatap Bruce Tan dengan mata yang seram, satu per satu melipat lengan baju dan mengeluarkan ekspresi senyum yang seram.

“Ha ha, apakah kalian semua tidak malu satu melawan banyak orang?

Tepat pada saat ini, terdengar suara tertawa dari samping, beberapa pria gagah itu terkejut dan melihat ke arah suara tersebut.

Ternyata Yogi Chen yang mengatakan ini.

Dia ingin mendekati Bruce Tan, tidak peduli cara ini bisa membuat dia curiga atau tidak, tapi menggertak orang-orang gagah ini adalah kesempatannya.

Jadi, dia dengan percaya diri bersuara.

Dan ada satu hal lagi adalah dia dari awal sudah tidak suka dengan orang bernama Cesar Di ini.

Begitu Cesar Di berbalik badan, dia langsung menatap ke arah Yogi Chen.

Dia langsung terkejut, dan dalam hatinya berpikir, bukankah orang ini adalah menantu keluarga Su?

Setelah itu, kemarahan di hatinya pun melonjak: “Yogi Chen, masih ada jalan di surga, tapi kamu malah pilih jalan ke neraka, matilah kamu! “

Ini benar-benar ketika kita bertemu musuh, membuat satu sama lain semakin marah, satu hal yang paling dipikirkan Cesar Di di penjara adalah bagaimana bisa membalas dendam kepada Yogi Chen, dan yang tak terduga adalah ternyata dia juga masuk penjara, dia tidak bisa menahan lagi dan langsung menyerbu kesana.

Yogi Chen dengan tersenyum sinis berdiri diam di tempat dan tidak menghindar, Cesar Di langsung bergegas menghampiri Yogi Chen, dan ketika dia melihat wajahnya akan dipukul, dia langsung berbalik dan menghentikan pukulannya.

Brengsek, apa yang terjadi?

Bukankah orang ini sebelumnya masih tingkat awal?

Dalam waktu kurang satu bulan ini, kenapa menjadi tingkat masa depan tahap akhir?

Sial, diawal saja aku sudah tidak bisa melawannya, sekarang sudah tahap akhir, bagaimana dia bisa menjadi musuh aku?

Orang yang mampu menjadi pahlawan adalah suatu hal yang luar biasa, oleh karena itu Cesar Di tidak akan mengakui bahwa dia takut.

Dia menggertakkan giginya dan melihat beberapa pria gagah yang ada di belakang: “Ayo sini datang kawan-kawan! “

Setelah selesai berbkata, beberapa pria gagah yang di belakangnya pun datang.

Dikelilingi oleh mereka, Yogi Chen tidak merasa takut, melihat Cesar Di dengan tersenyum: “Coba kamu berbalik dan melihat ke belakang, apakah benar ada 2 pistol yang menghadap ke kepala kamu? Bersikaplah dengan baik jika ingin keluar dari sini dengan cepat.“

Cesar Di berbalik arah ke belakang, benar saja, ada lubang hitam di dinding yang menghadapnya dan seketika dia langsung berkeringat dingin.

Tapi pada saat itu, Bruce Tan juga memakai kacamata pecah yang tadi dan juga mengambil buku yang berjudul "Guiguzi" lagi.

Ada debu di lensa, dia tidak bisa melihat dengan jelas, tetapi dia menggunakan baju untuk membersihkan kacamatanya, sehingga dia baru bisa melihat dengan jelas siapakah yang berdiri di depannya.

Bagus juga, menghadapi sekumpulan orang yang gagah, masih begitu tenang dan dilihat sekilas sudah pasti adalah orang yang mempunyai keberanian yang besar.

Bruce Tan mengangguk, dengan pandangan mata yang mengagumkan.

Pergerakan dia dipantau oleh Yogi Chen, tetapi dia juga tidak berbicara, dan juga tidak melihat ke arah Bruce Tan.

Nia Yu memberitahu dia sebelum datang ke sini, Bruce Tan ini sudah pernah mengikuti pelatihan yang luar biasa, tidak hanya mempunyai tujuan yang besar dan dia juga sangat licik.

Jika Yogi Chen melakukannya terlalu berlebihan, maka akan mudah dicurigainya.

Ketika kedua orang ini tidak ada yang mengalah, seorang penjaga penjara wanita tinggi datang dengan membawa tongkat listrik, dia berteriak: “Apakah kalian sudah tidak mau keluar dari penjara lagi? Semua tangan di atas kepala dan jongkok, cepat! “

Dia baru saja selesai berkata, semua tahanan berjongkok dengan tangan di atas kepala, Setelah itu Yogi chen menatap penjaga penjara wanita tersebut, matanya berbunga-bunga, wah wanita cantik ini ternyata bekerja sebagai penjaga penjara.

Cesar Di melihat Yogi chen berdiri bengong seperti orang bodoh, dan tertawa, dalam hatinya berpikir si idiot ini masih tidak jongkok, dia akan menerima akibatnya.

Penjaga penjara wanita melihat sekeliling, dia menemukan Yogi Chen masih berdiri bengong ditempat yang sama memandangi dirinya, tongkat listrik yang di tangannya seketika mengeluarkan suara “Pilipala”.

Bruce Tan melihatnya, dia buru-buru menarik celana Yogi Chen dan berbisik: “Kawan, jongkoklah. “

“Oh, baik! “

Yogi Chen tersadar, dan langsung jongkok dengan kedua tangan memegang kepala.

Melihat Yogi chen berjongkok, penjaga penjara wanita itu menghembuskan napasnya, dia berbalik arah melihat semua orang, berbicara kepada Cesar Di: “Kalian semua, bertingkahlah yang benar, jika kalian membuat masalah lagi, aku akan membiarkan kalian semua hidup lebih lama lagi di penjara.

“Penjaga, ini adalah sebuah kesalahpahaman, kita semua tidak membuat masalah! “ Cesar Di mengganguk kepalanya dan berkata sambil tersenyum: “Kami hanya bermain basket.“

Di penjara, harimau harus berbaring, dan naga harus berperilaku dengan baik. Yang artinya ketika di tempat yang tidak biasa kalian harus berperilaku dengan baik.

“Jangan macam-macam dengan aku! “

Dia memeloloti Cesar Di, lalu dia berkata kepada semua orang: “Bertingkahlah dengan benar, jangan menghina pendatang baru! “

Setelah selesai berkata, dia juga melihat ke arah Yogi Chen, setelah itu dia langsung pergi.

Setelah penjaga penjara wanita itu pergi, semua orang merasa lega.

Setelah kondisi sudah tentram, Cesar Di dan para pengikutnya di dalam sel merencanakan sesuatu.

“Kak Cesar, apakah masalah ini mau diselesaikan begitu saja? “

“Bocah ini sudah terlalu tengil, sampai berani merusak harga diri kak Cesar, benar-benar harus beri dia pelajaran.

Setelah mendengar perkataan kawannya, muka Cesar Di menjadi kesal, dia melambaikan tangannya, dan berkata dengan suara cuek: “Jangan khawatir tentang Yogi Chen, kita harus membuat kesepakatan, mari kita menyerang Bruce Tan terlebih dahulu, baru kita lihat respon Yogi Chen apakah dia akan marah dan menentang kita lagi?. “

"Bunuh ayamnya lalu kutuk monyetnya, trik yang bagus! "

“Kakak Cesar benar-benar sangat luar biasa! “

Pengikut-pengikutnya memberikan masing-masing mengeluarkan jempol mereka, dan memberi pujian kepada Cesar Di, membuat Cesar Di sangat tenang.

Pada siang ini, setelah selesai makan siang, semua tahanan mempunyai waktu setengah jam untuk melakukan aktivitasnya masing-masing.

Setelah Yogi Chen dan Bruce Tan mencuci peralatan makannya, mereka bersama-sama pergi ke toilet membuang air kecil, ketika membuang air kecil, Cesar Di membawa sekelompok pengikutnya ke dalam toilet.

Sekelompok pengikutnya berjalan lurus menuju Bruce Tan.

Mereka tidak melakukan apa-apa, karena di dalam toilet terpasang kamera pemantau, satu per satu melepaskan ikat pinggang celananya, mereka menarik pria ini, lalu membuang air kecil ke arah tubuh Bruce Tan.

“Oh, maaf, akhir-akhir ini saluran kemih ku bermasalah."

“Hei, kenapa aku tiba-tiba tidak bisa mengontrolnya, sungguh maaf! “

Hal yang paling menjijikkan adalah setelah mereka membuang air kecil ke celana Bruce Tan, mereka masih mengatakan maaf kepadanya, seolah-olah mereka tidak sengaja melakukannya.

Air kencingnya sangat bau, Bruce Tan hampir saja memuntahkan semua makanan yang dia makan pada siang hari tadi.

Pada saat itu dia hampir tidak bisa menahannya, tetapi agar bisa lebih cepat keluar dari tempat hantu ini, dia terpaksa harus bersabar.

Waktu berlalu sedikit demi sedikit, waktunya makan malam, semua orang menyantap makan malam masing-masing .

Cesar Di membawa sekelompok orang, ketika dia berjalan melintas di samping Bruce Tan, dia tiba-tiba berhenti, kemudian dia mengeluarkan kotoran hidung dari hidungnya dan melempar ke dalam piring makan Bruce Tan.

Yang lebih parah lagi adalah dia bahkan meletakkan tangan yang bekas dari kotoran hidungnya ke tubuh Bruce Tan untuk membersihkan tangannya.

Ini hal yang tidak bisa di toleransi lagi.

Bruce Tan berdiri dengan kesal, kedua matanya merah, menggertakkan giginya, dan marah sampai badannya bergetar.

“Kamu jangan keterlaluan! “ Dia berkata.

Dia adalah utusan dari Dragon God tingkat tinggi, tidak pernah mengalami penghinaan seperti ini, jikalau ini di luar penjara, dari awal dia pasti sudah membuangnya ke danau Wanglong.

“Memang kenapa kalau aku keterlaluan? “

Cesar Di tersenyum dan menggunakan tangan bekas kotoran hidung tadi menunjuk ke wajah Bruce Tan: “Wah, kulihat kamu hampir menghabiskan makananmu, ini adalah tambahan lauk baru untukmu, bahkan kamu seharusnya berterimakasih kepadaku, mengapa kamu menyalahkan aku? “

Begitu dia selesai berbicara, semua orang di sekitarnya tertawa!

Bruce Tan mengepal tangannya dengan erat, menahan amarahnya, menatap Cesar Di dengan seram: “Tunggu aku keluar dari sini, aku akan membunuh keluargamu. “

Novel Terkait

 Istri Pengkhianat

Istri Pengkhianat

Subardi
18+
4 tahun yang lalu
Nikah Tanpa Cinta

Nikah Tanpa Cinta

Laura Wang
Romantis
4 tahun yang lalu
Jalan Kembali Hidupku

Jalan Kembali Hidupku

Devan Hardi
Cerpen
4 tahun yang lalu
Cantik Terlihat Jelek

Cantik Terlihat Jelek

Sherin
Dikasihi
4 tahun yang lalu
Mr. Ceo's Woman

Mr. Ceo's Woman

Rebecca Wang
Percintaan
4 tahun yang lalu
The Winner Of Your Heart

The Winner Of Your Heart

Shinta
Perkotaan
5 tahun yang lalu
Chasing Your Heart

Chasing Your Heart

Yany
Dikasihi
4 tahun yang lalu
Sederhana Cinta

Sederhana Cinta

Arshinta Kirania Pratista
Cerpen
4 tahun yang lalu