My Greget Husband - Bab 339 Bertha Kabur

Yang paling penting adalah tiga butir pil Penyelamat itu, bisa membuat keluarga Chen bertambah tiga pendekar tingkat Kelahiran.

Di saat itu, bisa langsung menginjak-injak keluarga Li.

“Terima kasih pimpinan Zen! Terima kasih pimpinan Zen!” Alvyn Chen sangat bersyukur dan bahagia menerima tiga butir pil tersebut.

Semua anggota keluarga Chen sangat bahagia.

“Ibra, pimpinan Zen sudah menempuh perjalanan jauh, pasti sangat lelah, antar beliau pergi istirahat.” Perintah dari Alvyn Chen.

“Tidak perlu, aku masih ada masalah lain, malam ini tidak tinggal di sini.” Sambil berkata, dia pun memutar badan dan pergi.

Alvyn Chen langsung membawa semua anggota keluarga mengantar pimpinan Zen ke depan pintu masuk.

“Semuanya, antar sampai di sini saja.”

Sambil berkata, Zen pun langsung melangkah cepat, lalu hilang dari penglihatan mereka.

Setelah mengantar Zen, Yanto Chen langsung tidak sabar bertanya: “Ayah, Nina di mana? Kenapa dia tidak keluar?”

Baru selesai bertanya, keadaan yang ramai seketika berubah menjadi hening.

Muka Alvyn Chen langsung tegang, dengan patah-patah berkata: “Yan.. Yanto! Masalah ini sangat panjang, Nina dia sudah...”

“Ayah, biar aku saja yang menceritakan.”

Silvi Liang yang berada di samping langsung berkata: “Yanto, dua hari yang lalu Nina sudah melahirkan.”

Apa?

Yanto Chen langsung bertanya: “Laki-laki atau perempuan?”

“Perempuan!” Sandy Chen yang menjawab.

“Aku suka anak perempuan.” Yanto Chen tertawa dan berkata: “Aku sudah jadi ayah.”

“Saat ini Nina pasti sedang merawat anak, aku mau pergi lihat dia.”

“Berhenti!”

Silvi Liang dengan tegas berkata: “Anak yang dia lahirkan apakah memiliki hubungan darah dengan kamu? Kamu benar-benar menganggap diri kamu sebagai ayahnya?”

“Kakak ipar, apa maksud dari perkataan kamu ini?” Muka Yanto Chen berubah menjadi jelek.

“Kamu jangan lupa, anak yang ada di dalam perut itu merupakan anak haram siapa!”

“Yanto, apa yang dikatakan kakak ipar kamu tidak salah, anak ini aku pikir lebih baik jangan dipelihara saja.” Kata Sandy Chen.

“Iya, kakak ketiga. Kamu tidak tahu beberapa hari ini, perempuan ini melakukan hal apa, dia berani mengancam kepala keluarga.”

“Dan sekarang dia membawa anak meninggalkan keluarga Chen, bahkan semua murid aliran Emei pun ditipu oleh dia.”

Murid keluarga Chen terus berkata, Yanto Chen yang mendengar, hatinya pun menjadi kacau.

“Cukup! Diam semuanya!”

Dari badannya terpancar keluar reiki yang sangat kuat.

Suft.. Suft.. Suft..

Murid-murid keluarga Chen yang berdiri di sampingnya langsung didorong mundur ke belakang oleh reiki yang kuat ini.

Dalam jarak tiga meter Yanto Chen, terbentuk lingkaran cincin reiki.

Wah...

Semua orang langsung kaget.

Sandy Chen langsung gemetaran dengan tidak percaya berkata: “Tingkat... Tingkat kelahiran.”

Apa?

Pembinaan Yanto Chen meningkat sampai tingkat Kelahiran?

Semua murid keluarga Chen dengan tatapan memuja menatap dia.

Silvi Liang juga terkejut, langsung pergi menopang Alvyn Chen, dan berkata: “Yanto, kamu ingin memberontak? Kamu jangan mengira karena pembinaan kamu tinggi, sudah tidak menganggap keberadaan kami!”

“Ayah, kamu tidak apa-apa?” Yanto Chen juga langsung pergi menopang Alvyn Chen.

“Yanto, apakah kamu ingin menjadi seperti Yogi Chen, membuat aku emosi?”

“Ayah, aku tidak mungkin sama seperti dia, aku seumur hidup tidak akan sama seperti dia.” Jawab Yanto Chen dengan yakin.

Alvyn Chen dengan puas menganggukkan kepala: “Aku tahu kamu adalah anak yang baik.”

“Kepergian Nina, aku juga harus bertanggung jawab, namun aku tidak merasa bahwa perlakuan aku tidak bersalah, andai saja kamu ingin menyalahkan, salahkan aku saja.”

Yanto Chen bertanya: “Ayah, apa yang sebenarnya terjadi, aku ingin tahu kenyataannya.”

“Ya begitu lah, istri kamu membawa anak kamu mencari ayah kandungnya.”

Apa?

“Kakak ipar, apa yang kamu katakan benar?”

“Kamu boleh tanya sama orang lain, apakah yang aku katakan benar atau bohong!” Silvi Liang dengan emosi, lalu dia pun menceritakan semua hal yang terjadi di hari itu.

Yang pastinya, masalah Ibra Chen menculik anak sengaja disembunyikan oleh dia.

Murid-murid keluarga Chen yang mendengar, juga tidak merasa aneh.

Yanto Chen yang mendengar, ekspresi mukanya terus berubah, dia bagaimana pun tidak menyangka bahwa istrinya berani menggunakan masalah keluarga Chen bergabung dengan organisasi Dragon God untuk mengancam ketua keluarga.

“Kakak ipar, apakah di dalam ini ada kesalahpahaman?” Yanto Chen menghirup napas dalam-dalam, berusaha untuk menenangkan hatinya.

“Yanto, bukan aku ingin mengatai kamu, dari awal kamu tidak seharusnya memilih untuk mempertahankan anak ini.”

“Betul, sekarang malah harus demi orang lain menjaga anak ini.”

“Kamu.. Kamu itu terlalu baik, sehingga mudah dimanfaatkan oleh orang lain.”

“Menurut aku, di hari pernikahan itu, mungkin saja dia yang sengaja menggoda Yogi Chen.”

Tidak menunggu Silvi Liang berkata, murid keluarga Chen lainnya sudah mulai berargumen.

Perkataan semua orang ini, seperti panah-panah kecil menusuk ke hati Yanto Chen, hatinya sangat sakit sekali.

Tidak... Ini tidak mungkin, Nina bukan orang seperti itu.

Yanto Chen terus menggeleng-geleng kepalanya dan bertanya: “Ayah, bolehkan kamu memberitahu aku, sekarang Nina berada di mana?”

“Sudah, beritahu kepada kamu juga tidak apa-apa.” Alvyn Chen menghela napas dan berkata: “Dia sekarang bersama dengan orang aliran Emei sementara tinggal di hotel Xichuan, tapi sekarang waktu sudah malah, ada masalah apa, besok pagi baru...”

Belum selesai berkata, Yanto Chen sudah langsung lari, meninggalkan mereka.

“Yanto, Jangan... Kembali...”

“Ayah, biarkan dia saja.” Silvi Liang dan Sandy Chen menarik Alvyn Chen.

“Ha... Semuanya bubar saja.”

Alvyn Chen melambaikan tangan, kebahagiaan karena Yanto Chen bisa hidup kembali seketika hilang.

“Istriku, bagaimana ini, tidak menyangka Yanto masih hidup dan pulang ke sini.”

Setelah kembali ke kamar, Sandy Chen dengan khawatir berjalan sana-sini.

“Kamu boleh tidak jangan berjalan sana-sini.”

Kata Silvi Liang yang sudah kehilangan kesabaran. “Hidup ya hidup, memang bisa bagaimana lagi? Yang penting semuanya berdiri di sisi kita, dia juga tidak bisa menimbulkan masalah apa? Kamu jangan lupa, bagaimana ulah Yogi Chen membuat kita sekeluarga bisa jatuh sampai keadaan sekarang.”

“Betul juga, apa yang perlu aku khawatirkan.” Sandy Chen menggaruk-garuk kepala, tersenyum memeluk Silvi Liang: “Istriku, kamu paling pintar!”

“Istriku, kita sudah menikah begitu lama, aku juga mau anak.”

“Kamu lakukan sendiri saja!”

Sambil berkata Silvi Liang langsung terbaring di ranjang, tidak bergerak.

Sandy Chen tersenyum mesum, langsung menindih dia.

Di saat klimaks, ada suara ketukan kamar.

“Tok! Tok! Tok!”

“Kak Sandy, kamu sudah tidur?”

Bajingan!

Suara ini hampir membuat Sandy Chen lemas, tapi sudah mau keluar, dia pun tidak peduli, anggap saja tidak dengar.

“Istriku, kita lanjut lagi!”

“Lanjut apa! Cepat buka pintu.” Dari awal Silvi Liang memang tidak ada niat, sekarang malah diganggu oleh Ibra Chen, langsung menendang dia turun dari ranjang.

Brengsek!

Sandy Chen memakai celana, dengan muka jelek membuka pintu: “Malam-malam tidak tidur, gila ya?”

Ibra Chen dengan muka sedih berkata: “Kak, masalah besar. Bert... Bertha dia kabur.”

“Apa! Dia kabur kamu ke sini cari aku untuk apa?”

“Otak udang kamu ini, Bertha adalah murid aliran Emei, malam begini kabur dia hanya bisa pergi ke satu tempat!”

“Maksud kamu, dia pergi memberi informasi kepada aliran Emei?”

“Cepat kejar!”

......

Di sisi lain, Yanto Chen sampai di hotel Xichuan, dia langsung ke resepsionis meminta nomor kamar yang dihuni Nina Mu.

Setelah sampai di depan pintu kamar, hatinya sesak dan sakit.

“Tok! Tok! Tok!”

Dia mengetuk pintu, namun tidak ada yang menjawab.

“Piak! Piak! Piak!”

Dia pun tidak mengetuk lagi, mengganti memukul pintu. Langsung terdengar suara tangisan bayi dari dalam.

“Kepala biara kah? Pintu tidak dikunci, kamu langsung masuk saja.” Nina Mu mengira yang mengetuk pintu adalah kepala biara Maria atau kepala biara Sumirna Fang, karena mereka berdua sering datang menjenguk dia.

“Cup.. Cup... Bayi yang pintar, tadi kaget ya?”Nina Mu langsung menggendong anaknya, dan membuka baju untuk menyusui.

Bayi pun tidak menangis lagi.

“Gedebuk!”

Yanto Chen membuka pintu kamar, dia melihat Nina Mu yang terbaring di atas ranjang dengan rambut yang diikat ke belakang, di saat itu dia sedikit sakit hati dan sedikit emosi.

“Kepala biara, sudah malam begini, kenapa kamu masih belum...”

Di saat ingin mengatakan kata “tidur”, dia terdiam, kenapa yang masuk adalah seorang pria.

Di mana kepala biara?

Dia langsung mengangkat kepala, di saat dia melihat jelas muka dia, dia seperti disambar petir, otaknya langsung kosong.

Air mata pun mengalir.

“Aku percaya, kamu pasti baik-baik saja...”

Yanto Chen bagaimanapun tidak pernah berpikiran, bahwa dia bisa dalam keadaan begini berjumpa dengan Nina Mu.

Pertemuan ini sudah lama muncul di dalam mimpi dia, namun sekarang pertemuan ini sangat menjijikkan dalam matanya.

“Apakah kamu mengira aku sudah mati di gunung Kunlun? Maaf membuat kamu kecewa, aku belum mati!”

“Kenapa kamu tidak pergi mencari ayah kandung dari anak haram ini? Apakah dia tidak menerima kalian?” Kata Yanto Chen begitu kasar, namun di dalam hatinya juga sangat sakit.

Selama kuliah berpacaran empat tahun, akhirnya bisa menjadi suami istri yang sah. Namun sekarang istrinya malah membawa anak haram mencari pria lain. Hal yang paling lucu adalah pria yang dicari adalah kakak dia yang paling dihormati.

“Apa yang kamu katakan?” Nina Mu dengan tidak percaya menatap dia: “Omong kosong apa yang kamu bicarakan?”

Melihat ekspresi Nina Mu, Yanto Chen hanya merasa jijik.

Dia melangkah maju, tanpa berkata-kata langsung menampar muka Nina Mu: “Dasar wanita jalang, aku Yanto Chen buta, makanya bisa membiarkan kamu melahirkan anak ini.”

Tamparan dia sangat kuat, langsung membuat Nina Mu terbaring di atas ranjang.

Bayi belum selesai menyusui, kembali menangis keras.

“Menangis! Kamu anak haram, aku bunuh kamu!”

Sambil berkata, Yanto Chen mengangkat tangannya, ingin memukul..

“Jangan...”

Mata Nina Mu terbuka lebar, hampir pingsan.

“Srtt!”

Di saat krisis ini, sebuah pedang pusaka langsung menusuk tangan kirinya.

Dan langsung menusuk tembus telapak tangan Yanto Chen.

Seketika kepala biara Maria atau kepala biara Sumirna Fang langsung menerobos masuk, setelah Maria melihat jelas sosok pria ini, dia langsung terdiam.

Langsung muka cantiknya dipenuhi lusuh: “Dasar brengsek, anak sekecil ini kamu pun tega membunuhnya, meskipun dia tidak ada hubungan darah dengan kamu, tapi setidaknya dia adalah anak yang lahir dari perut istri kamu.”

“Kepala biara Maria, ini adalah urusan dalam keluarga Chen, aku harap kamu jangan ikut campur.” Yanto Chen mencabut pedang, darah pun menetes dari tapak tangannya, dan dia pun tidak merasakan kesakitan.

“Cepat kemari!”

Sumirna Fang langsung menerobos dan menarik Nina Mu dan anaknya yang di ranjang.

“Kamu tahu tidak apa yang dilakukan orang keluarga Chen terhadap dia?” Sumirna Fang memiliki hati yang baik, tapi di saat ini dia juga marah: “Kamu tahu tidak kenapa nyonya Nina bisa bersama dengan kami? Kamu tahu tidak apa yang orang keluarga Chen terhadap dia

“Aku perlu tahu kah?” Yanto Chen mencibir.

“Sepuluh hari yang lalu, orang keluarga Chen memaksa nyonya Nina untuk aborsi, kamu seharusnya mengerti, bahaya dari pengguguran kandungan yang sudah sebesar ini, kalau tidak berhati-hati mungkin satu mayat dua nyawa yang hilang. Di hari itu, kalau bukan kebetulan murid sepupu aku berjumpa dengan aku, mungkin hari ini kamu sudah tidak dapat berjumpa dengan nyonya Nina lagi.”

Ekspresi Yanto Chen berubah terus, tatapannya sangat menderita, kelihatan sekali dia sangat menderita.

Ini semua, kakak ipar tidak menceritakannya.

Jangan-jangan ini semua cerita yang disusun oleh mereka.

“Kamu jangan sembarangan berkata, mereka tidak mungkin melakukan hal begitu.”

“Hehe! Kamu juga lucu, nyonya Nina sudah mau melahirkan, kamu sebagai suaminya sedang berada di mana?” Muka kepala biara Maria sudah memerah, kalau tidak Sumirna Fang yang menahannya, mungkin dia sudah memukulnya.

“Yanto Chen, yang kamu harus ketahui, anak ini aku dan Maria yang membantu melahirkan anak ini. Anak ini sudah lahir beberapa lama, Sandy Chen membawa orang keluarga Chen datang merebut anak, kalau kami tidak ada di sisi nyonya Nina, mungkin nyonya Nina dan anaknya sudah berpisah.”

“Yang lebih keterlaluan, tengah malam di suatu hari, Sandy Chen dan murid buangan Emei, Bertha berencana menculik anak ini, kalau bukan Maria mengetahuinya, mungkin akan terjadi tragedi lagi.”

“Omong kosong, semua ini omong kosong. Mereka tidak mungkin melakukan hal begini. Aku demi keluarga berjuang hidup mati, mereka tidak mungkin memperlakukan istri dan anakku dengan sikap begitu?” Yanto Chen mulai menggila, dia merasa di dalam pikirannya ada dua suara sedang berkelahi.

Satu suara berkata, apa yang mereka katakan palsu, ini semua adalah cerita palsu yang dikarang oleh mereka.

Satu suara lagi berkata, apa yang mereka katakan asli, orang keluarga Chen membohongi kamu.

“Yanto Chen, kamu tidak mengetahui, beberapa hari kepergian kamu, aku bagaimana bertahan hidup?” Nina Mu dengan mata berkaca-kaca berkata. “Andai saja bukan karena dua kepala biara ini, mungkin aku sudah tidak ada di dunia ini. Kamu pikirkan baik-baik, aku seorang ibu hamil yang sudah mau melahirkan, bagaimana bisa menggunakan nyawaku dan nyawa anakku untuk bercanda?”

Novel Terkait

Istri ke-7

Istri ke-7

Sweety Girl
Percintaan
5 tahun yang lalu
My Secret Love

My Secret Love

Fang Fang
Romantis
5 tahun yang lalu
Istri Yang Sombong

Istri Yang Sombong

Jessica
Pertikaian
4 tahun yang lalu
Villain's Giving Up

Villain's Giving Up

Axe Ashcielly
Romantis
4 tahun yang lalu
Spoiled Wife, Bad President

Spoiled Wife, Bad President

Sandra
Kisah Cinta
4 tahun yang lalu
Cinta Dibawah Sinar Rembulan

Cinta Dibawah Sinar Rembulan

Denny Arianto
Menantu
4 tahun yang lalu
Sang Pendosa

Sang Pendosa

Doni
Adventure
4 tahun yang lalu
Terpikat Sang Playboy

Terpikat Sang Playboy

Suxi
Balas Dendam
5 tahun yang lalu